
Salah satu dari anak buah Greyson menghampiri dan memberitahukan tentang kedatangan seseorang yang selalu disebut-sebut sebagai tua bangka oleh Greyson di mansionnya. Dia langsung bergegas kembali ke mansion tanpa mengatakan apapun lagi pada Severin yang nampaknya sudah mengerti kondisi yang saat ini sedang terjadi.
Greyson melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, saat ini hanya ada satu hal di pikirannya. Ya, Lashira.
“Sh*t!” makinya saat hampir saja menabrak seseorang.
Greyson menghubungi salah satu anak buahnya untuk membersihkan jalannya sampai ke mansion. Dan hanya dalam waktu sepuluh menit ia bisa sampai di mansionnya, bisa dibayangkan seberapa cepat ia membawa mobilnya?
Begitu sampai di mansion, Greyson langsung disambut oleh pria paruh baya yang menurutnya merupakan pria tua bangka paling tidak tahu diri di dunia ini. Chris menyesap anggurnya seraya tersenyum miring saat melihat kedatangan Greyson.
“Kamu sudah selesai?” tanya Chris basa-basi. Greyson tidak mengatakan apapun dan memilih untuk ke kamarnya.
“Kau tahu kenapa sebuah kerajaan bisa diluluhlantakkan oleh kerajaan lain? Itu semua karena raja mereka lengah sehingga musuh memiliki celah untuk menghancurkannya. Saat ini pun kau juga-”
“Kau perlu ingat ini Pak tua, aku sama sekali tidak berminat untuk menjalankan kerajaanmu itu. satu-satunya tujuanku adalah menghancurkan orang-orang yang menghancurkan kehidupanku dan keluargaku dulu.” Greyson langsung memotong perkataan Chris dan buru-buru pergi dari sana.
Saat memuka pintu kamarnya, hal pertama yang ia lihat adalah Lashira yang terduduk diam di kasur dengan pandangan menerawang. Gadis itu benar-benar tenggelam dalam lamunannya. “Kamu gapapa?” Greyson meremat tangan Lashira untuk menyadarkan gadis itu dari lamunannya.
Lashira menoleh dan tersenyum saat melihat kekhawatiran yang tercetak jelas di wajah Greyson. “Aku hanya terbangun dari tidurku, aku sempat bermimpi buruk.”
Greyson menghembuskan napas lega setelah memastikan tidak ada satupun luka di tubuh gadisnya. “Kalau begitu, ingin tidur lagi?” tanya Greyson seraya melepas sepatu dan jam tangannya.
Lashira hanya mengangguk pelan. Saat Greyson berbaring di sebelahnya, Lashira memilih untuk memeluk pria itu dan menyembunyikan wajahnya di dada Greyson. Tanpa Greyson sadari, Lashira tidak benar-benar tidur setelahnya. Gadis itu hanya memejamkan matanya dan kembali membuka matanya saat Greyson keluar lagi dari kamar mereka.
Pikiran gadis itu kembali pada perkataan Chris yang berhasil membuatnya terusik. Sebenarnya seberapa banyak yang pria tua itu tahu … dan siapa saja yang mengetahui tentang masalah ini? pikirnya.
Melihat gelagat Severin yang selama ini sama sekali tidak ramah padanya, kemungkinan besar pria itu juga mengetahuinya. Tapi sejauh apa? Itulah yang dari tadi membuatnya cemas.
Dan apa Greyson mengetahuinya? Pertanyaan-pertanyaan itu mulai bermunculan setelah perkataan Chris tadi.
“Kau akan bersamanya sampai akhir? Kau serius mengatakan hal itu?” tanya Chris yang malah tertawa sangat kencang saat Lashira menjawab dengan anggukan yang sangat yakin.
“Ku kira kau akan meninggalkannya atau mungkin menghancurkannya karena kau mengingat semuanya,” ujar Chris yang berhasil membuat Lashira menegang seketika di tempatnya.
__ADS_1
Chris menyadari itu dan dia tersenyum kecil. “Aku tak peduli dengan tujuanmu berpura-pura seperti ini, tapi jika tujuanmu itu sekiranya bisa menghambat diriku … maka pastikan kau mundur secara perlahan mulai sekarang.”
“Bukankah itu lebih baik daripada aku harus menghancurkanmu? Jika ingin berpura-pura tidak tahu apapun seperti ini maka lakukanlah sampai akhir. Jangan sampai kau hancur karena terlalu ikut campur seperti ibumu.” sambung Chris.
***
“Grey? Kau tidak mendengarkanku?” tanya Norbert yang berhasil menyadarkan Greyson dari lamunannya.
Greyson mematikan puntung rokok yang ada di tangannya. “Kau mengatakan apa tadi? Sorry,” ujar Greyson membuat Norbert langsung mengambil jarak aman agak menjauh dari pria itu.
Greyson menaikkan sebelah alisnya tidak suka.
“Kau pikir aku memiliki penyakit menular?” tanya Greyson marah.
Norbert menelan ludahnya susah payah. Sebenarnya apa yang terjadi semalam sampai-sampai mood Greyson begitu berantakan hari ini? pikirnya sambil merutuki Lashira dalam hatinya.
“Grey, kendalikan dirimu. Aku hanya refleks mundur saja, gerak motorikku sangat cepat dan kau tau itu. Aku hanya menyampaikan permohonan Nobert dan Chika yang ingin bertemu denganmu.”
“Mereka ingin menemuimu besok setelah jam makan siang,” ujar Norbert.
“Kau tahu kan kalau yang ingin bertemu denganku bukan hanya mereka dan dengan seenaknya mereka memerintahkanku untuk menemui mereka tanpa peduli dengan jadwalku?” Greyson memainkan pisau kecil yang selalu tersimpan rapi di laci meja kerjanya.
"Sepertinya mereka ingin membicarakan tentang Lashira denganmu, kau tidak ingin menanggapi mereka? tanya Norbert.
Greyson menghembuskan napas kasar. "Makhluk-makhluk itu, mereka pikir aku ini pengangguran yang memiliki waktu seluang itu untuk omong kosong mereka?"
“Jadi?”
“Kau temuilah mereka,” perintah Greyson.
“Grey, kau tidak bisa melakukan ini padaku. Kau melimpahkan se-”
“Sepuluh persen seperti permintaanmu waktu itu untuk kerja kerasmu akhir-akhir ini. Kau tidak tertarik?” tawar Greyson tidak tanggung-tanggung. Greyson memainkan tab nya untuk melihat keadaan mansion saat ini.
__ADS_1
“Tak cukup kau mengikatku dengan perusahaan ini, sekarang kau mengikatku dengan clubmu?” Meskipun berkata seperti itu, Norbert tersenyum puas dengan apa yang Greyson berikan untuknya.
Greyson tersenyum kecil melihat reaksi Norbert.
“Ah aku harus pergi ke Kanada besok, kutitip Lashira padamu.”
“Kau tidak akan membawanya?” tanya Norbert.
Greyson menggeleng tegas. “Si brengsek itu masih mengincarku kalau kau lupa, aku tidak ingin membuatnya berada di dalam situasi yang bisa mengancam nyawanya. Dia harus tetap di atas dan tidak berurusan dengan hal-hal kotor seperti ini.”
“Kau….” Norbert menghembuskan napas panjang, bagaimana ia menjelaskan pada makhluk yang ada di hadapannya saat ini.
“Grey, jika Lashira tidak tahu apapun musuhmu bisa dengan mudah memanfaatkannya-”
“Kalau begitu pastikan jangan sampai mereka mengetahui tentang keberadaan Lashira,” ujar Greyson keras kepala.
Di sisi lain Lashira sedang berenang untuk mengalihkan dirinya dari pikiran-pikiran yang terus mengganggunya sejak semalam. Lashira mendengus sebal saat melihat telapak tangannya sudah keriput setelah dua jam berada di air.
Padahal ia masih ingin menenangkan dirinya tapi ia bisa jatuh sakit jika terus mengikuti hasratnya. Dia tidak ingin membuat Greyson khawatir dan akhirnya malah semakin menyusahkan pria itu.
“Grey sudah pulang?” tanya Lashira pada salah satu anak buah Greyson.
Pria berbadan besar itu mengangguk pelan, ia menurunkan pandangannya karena saat ini Lashira hanya mengenakan bathrobe. Lashira berlarian ke kamar mencari keberadaan Greyson.
“Kau sudah pulang?”
Greyson berbalik dan tersenyum tipis, tapi senyumnya luntur saat melihat pakaian Lashira. “Kau keluar kamar hanya menggunakan bathrobe?” Tahu Greyson akan meledak, Lashira langsung tersenyum lebar dan memeluk pria itu.
“Aku habis berenang Grey. Memangnya kau tidak memeriksa CCTV hari ini?”
“Kalau begitu cepat mandi dan ganti pakaian, kita makan malam di luar hari ini.” Greyson melepaskan tangan Lashira dari tubuhnya dan pergi ke ruang kerjanya.
Dahi Lashira mengerut dalam karena merasa ada yang janggal dengan sikap Greyson. Namun gadis itu lebih memilih untuk mengabaikannya dan bergegas mandi seperti apa yang diperintahkan oleh Greyson tadi.
__ADS_1