
"Kok disini bau wangi?" ucap Sandra tiba tiba. Begitu dia duduk di sofa, dia mencium bau wangi di ruangan itu. "Kayak bau parfum cewek?"
Deg!
Rio seketika terkesiap. Nyatanya bau itu sangat menyengat. Belinda tadi memang sempat memakai parfum begitu selesai berpakaian. Tentu saja baunya tidak akan cepat hilang. parfum mahal pasti baunya tahan lama.
"Bau parfum cewek?" tanya Rio pura pura bodoh. Dia mengendus ke sekitar sofa. Padahal hidungnya jelas banget mencium bau wangi yang lembut disana. Tapi Rio harus berakting agar Belinda tidak ketahuan. Bisa gawat urusannya.
"Nggak bau apa apa kok, tante. Hidung tante bermasalah kali," ucap Rio mencoba mengalihkan kecurigaan Sandra.
"Serius, Rio!" pekik Sandra gemas. "Orang baunya menyengat banget kok, masa kamu nggak ngerasa?"
"Ya kalau ngerasa aku pasti udah bilang? Orang aku nggak ngerasa apa apa," kilah Rio dengan wajah yang terlihat sangat meyakinkan.
"Masa hidungku bermasalah? Nggak mungkin ah," ucap Sandra merasa bingung.
"Ya udah mending tante istirahat dulu di kamar sana, biar aku bersihin tempat ini. Mungkin tante kelelahan, jadi tante berhalusinasi," ucap Rio dengan segala akal bulusnya.
__ADS_1
"Iya kali yah? Ya udah deh tante ke kamar dulu," ucap Sandra sembari bangkit dan beranjak menuju kamar. Tentu saja Rio sangat menyetujuinya. Bahkan dia ikut bangkit dan mengantar Sandra masuk ke kamar dan merebahkannya.
Setelah itu, Rio segera keluar dengan alasan mau membersihkan ruangan yang bau wangi. Begitu pintu kamar di tutup, Rio segera saja menuju kamar mandi dekat dapur dimana Belinda berada.
Dengan segenap kepanikannya, Belinda dan Rio mengendap endap layaknya pencuri menuju pintu keluar.
"Aman," ucap Rio begitu berhasil membawa Belinda keluar dari apartemennya. Setelah Belinda pergi, Rio bergegas pura pura membersihkan ruangan tersebut.
Tak lama kemudian dia kembali masuk ke dalam kamar menghampiri Sandra yang tengah berbaring sembari bermain ponsel.
"Nggak jauh dari sini, makanya Tante mampir kesini, Tante pikir kamu belum pulang tapi pas lihat mobil kamu ada di besment apartemen ya udah aku naik aja," jawab Sandra. Dia meletakkan ponselnya trus berbalik badan menghadap Rio yang sedang menatap langit langit kamar.
"Terus kenapa tadi kamu cepat pulang? Kirain kamu bakalan main lama," tanya Sandra selanjutnya.
"Orang nggak ada teman, ngapain main sendiri, apa lagi di Mall ketemu Jamal dan Selin. Males aku," jawab Rio sembari berdusta. Padahal dia hanya ingin menutupi apa yang baru saja terjadi sebelum Sandra datang, biar nanti Sandra tidak tanya macam macam.
"Emang kenapa kalau ketemu mereka? Kamu masih cinta?" tanya Sandra mencoba menebak perasaan pemuda pemuasnya.
__ADS_1
"Emang Tante bakalan marah kalau aku masih cinta sama Selin?" kini malah Rio yang bertanya balik.
Jika boleh jujur, Rio sebenarnya menyesal selingkuh dari Selin. Jika bukan karena nafsu dan iming iming uang, dia bisa saja menjadi suami dari wanita yang sangat kaya. Dari cara pandang Rio, Selin satu satunya anak Gustavo, sang pemilik perusahaan yang lumayan besar. Sudah jelas sekali di depan mata, masa depan yang sangat terjamin tanpa harus berbuat kotor. Mungkin karena bukan jodoh, jadi ada saja cara yang bisa membuat mereka berpisah. Dan parahnya yang membuat Selin dan Rio berpisah adalah Sandra, perempuan yang paling dekat dengan Selin.
"Ya nggak sih, tapi kan sudah nggak mungkin Selin bakalan nerima kamu lagi?" balas Sandra dan itu memang benar. Tidak mungkin Selin akan menerima Rio lagi setelah apa yang dia lakukan.
"Tapi kan aku nggak Rela kalau penggantiku adalah seorang supir, Tante? Sayang banget, kalau seorang Selin pacaran sama supir," ucap Rio. Entah tujuannya apa Rio berbicara seperti itu, tapi hal itu cukup membuat Sandra terkejut dan penasaran.
"Maksud kamu? Selin pacaran sama supir?" tanya Sandra dengan dahi berkerut.
"Ya ampun masa tante nggak sadar. Selin itu pasti ada hubungan dengan Jamal, supirnya itu. Kalau nggak, mana mungkin Selin berduaan di Mall. Mana Jamal tuh pria brengsek lagi," lagi lagi ucapan Rio membuat rasa penasaran Sandra semakin membuncah.
Rio tersenyum sinis kemudian dia mengambil ponselnya dan membuka menu galeri. "Nih lihat, di belakang Selin, Jamal bermesraan dengan cewek lain."
Sandra menatap foto yang ada di ponsel Rio dengan tatapan terkejut.
...@@@@@@...
__ADS_1