TIGA PRIA DARI DESA

TIGA PRIA DARI DESA
TPDD 61 (Jamal)


__ADS_3

Siang ini, udara ibu kota sungguh terasa sangat menyengat. Suasananya membuat orang malas keluar ruangan walau hanya sejenak. Tapi bagi yang menjalani aktifitas di luar gedung, mau tidak mau mereka harus tetap menjalani kegiatannya meski panas terik sekalipun.


Di tempat parkir, Jamal memilih berteduh di dalam mobil sembil menikmati udara dingin di dalam sana. Bagi dia lebih baik berteduh di dalam mobil daripada harus di emperan gedung. Meski terlihat teduh, di depan gedung masih terasa panasnya.


Sambil berteduh, Jamal kembali memikirkan penawaran Sandra. Meski dia sudah berbaikan dengan Non Selin tapi Jamal belum cerita tentang tawaran yang dia terima dari ibunya Selin. Jamal hanya ingin memastikan kebenaran kalau Sandra bisa membantu seseorang menjadi bintang besar.


Jamal juga memikirkan keadaan orang tuanya di kampung. Dia tahu, pasti saat ini keluarganya sedang bingung. Sama seperti dirinya, Jamal juga bingung namun tidak bisa berbuat apa apa. Entah jalan keluar seperti apa yang Jamal dapat. Yang pasti detik ini, Jamal hanya terdiam di dalam mobil majikannya.


Sementara itu di dalam gedung, suasana panas dan menegang juga sedang berlangsung di dalam sebuah kantor. Tepatnya di ruang kerja pemilik kantor tersebut.


Dua manusia yang masih memiliki status hubungan suami istri yang sedang bersitegang. Satu perempuan yang berstatus sebagai sekretaris yang sedang menunduk dan terduduk karena malu. Serta seorang perempuan yang menatap kedua orang tuanya dengan penuh amarah dan kekecewaan.


Dialah Selin. Wanita cantik yang perjalanan hidupnya tak secantik dengan wajahnya. Selin pikir selama ini kedua orang tuanya adalah manusia yang paling sempurna. Sngat menyayangi dia dan mau melakukan apapun untuknya. Apalagi sebagai anak satu satunya, Selin selalu dimanja.


Namun betapa kaget dan kecewanya Selin saat dia tahu penghianatan Mamahnya. Mamah yang selama ini kelihatan baik dan menyayanginya, justru bermain belakang dengan kekasih anaknya. Sejak saat itulah Selin hilang kepercayaan kepada orang yang sangat dia sayangi.


Dan detik ini, kekecewaan Selin bertambah. Bukan kepada sang mamah, tapi kepada papahnya. Selin kecewa dengan perlakuan Gustavo. Bagaimana bisa papah yang sangat dia percaya dan nampak sebagai lelaki penyayang dan setia, justru bermain gila dengan wanita lain disaat papah belum bercerai dari mamah. Sungguh Selin tidak menyangka kalau papah yang dia banggakan juga memiliki sifat yang buruk.

__ADS_1


"Sayang, dengerin penjelasan papah dulu," rinrih Gustavo memohon. Sedari tadi hanya itu yang bisa dia katakan. Tapi penjelasan seperti apa, dia sendiri tidak tahu.


"Penjelasan seperti apa, Pah? Hah! Penjelasan seperti apa!" teriak Selin lantang dengan air mata yang sudah mengalir deras.


"Jelaskan, Gustavo! jelaskan semuanya! Jelaskan betapa busuknya kelakuan kamu!" ucap Sandra tak kalah lantang, membuat Gustavo melayangkan tatapan tajam ke arahnya.


"Diam kamu Sandra! Kamu tidak usah banyak omong!" hardik Gustavo tajam. Dia lantas kembali mendekati sang anak dan berusaha meraihnya. Namun Selin malah mundur dan menghindar. Selin melangkah menuju ke wanita yang sedari tadi menunduk.


"Apa kamu bangga tidur dengan atasanmu, Mbak? Apa gaji papah buat jabatan kamu kurang, sampai kamu harus tidur dengan papah? Katakan, Mbak? Katakan!" bentak Selin.


"Selin!" bentak Gustavo.


"Bukan seperti itu, Nak. Kamu salah paham," ucap Gustavo berubah lirih. Lagi lagi salah paham yang dia gunakan sebagai senjata.


"Apanya yang salah paham, Pah? Apanya! Bagian mana yang membuat aku salah paham, Pah?" tanya Selin. Namun lagi lagi Gustavo terbungkam. Pikiranya buntu. Dia tidak bisa berpikir jernih untuk mencari alasan yang tepat.


"Katakan Gustavo! Katakan saja semuanya! Termasuk rahasia yang selama ini kita pendam dari Selin!"

__ADS_1


Deg!


Selin semakin terperangah mendengar ucapan Sandra. Rahasia? Ada rahasia apa? Selin langsung mengarahkan tatapan tajam ke arah mamahnya. Begitu juga Gustavo.


"Rahasia? Rahasia apa yang kalian sembunyikan?" tanya Selin.


"Tidak, Nak. Tidak ada rahasia yang kami sembunyikan," ucap Gustavo panik kemudian dia menatap tajam Sandra. "Jangan ngomong sembarangan kamu, Sandra!"


"Rahasia apa, Mah? Apa lagi yang kalian tutupi dari saya?" tanya Selin melangkah ke arah sang mamah.


Sandra tersenyum tipis. Dia mengusap air matanya. "Apa kamu siap mendengarnya? Aku harap kamu kuat, Nak."


"Sandra!" teriak Gustavo berusaha mencegahnya, namun tangan Selin memberi tanda kalau sang papah diam.


"Katakan, Mah? Katakan saja?" titah Selin.


"Kamu adalah anak selingkuhan papah kamu, Selin."

__ADS_1


Deg!


...@@@@@...


__ADS_2