TIGA PRIA DARI DESA

TIGA PRIA DARI DESA
TPDD 181


__ADS_3

"Kita langsung pulang, Non?"


"Iya lah, Zal. Kita akan harus persiapan buat bulan madu kedua kita."


"Wahh! Kirain nggak jadi, Non?"


"Jadi lah, lagian aku juga sedang membutuhkan Kain khas Jogja. Jadi ya sekalian nyari."


"Oke."


Rizal dan Miranda pun saling melempar senyum sembari manikmati perjalanan pulang mereka. Suasana sore itu cukup ramai. Mungkin karena banyaknya orang yang pulang dari pekerjaan atau kegiatan mereka seharian ini.


Rizal melirik kaca spion. Senyumnya tersungging saat matanya kembali menangkap sosok yang sama saat mereka berangkat.


"Ternyata kita masih di ikuti, Non," Rizal memberi tahu. Miranda pun terperanjat dan langsung menoleh.


"ah benar, itu motor dan jaket yang sama," balas Miranda.


"Hehehe .. untung kita nggak ada rencana mampir kemana dulu, yah? Tuan Tomi gigih banget pengin nangkap basah kita ya, Non," ucap Rizal sambil terkekeh.

__ADS_1


"Makanya, kamu jangan bikin patah hati Tomi dong, Zal. Biar kita nggak dicurigai kayak pelaku tidak kejahatan," ledek Miranda sambil tersenyum lebar.


"Hih, amit amit, enakan sama Non Miran. Nggak kebayang deh kalau sama Tuan Tomi, bisa muntah muntah," balas Rizal sambil bergidig. Miranda pun tergelak melihat tingkah supir kesayangannya.


Jam pulang kantor memang telah tiba, semua orang mulai berhamburan menuju arah pintu utama gedung perkantoran. Begitu juga yang Tomi lakukan. Dia segera berkemas dan bergegas keluar dari kantornya.


Dengan senyum yang melebar, ketampanan Tomi semakin terpancar auranya. Banyak karyawan wanita yang terpikat dengan wibawa dan ketampanan atasan mereka. Tapi sayang para wanita itu tidak tahu kalau atasan mereka sama sekali tidak tertarik pada karyawan wanitanya. Sang atasan hanya tertarik pada karyanan muda dan tampan saja.


Sesampainya di area parkir, Tomi segera masuk ke dalam mobilnya dan tak butuh lama mobil itu meluncur meninggalkan gedung kantornya.


Hari ini, suasana hati Tomi memang lagi senang. Sudah dapat jatah dari Rio, ada jalan untuk bisa dekat dengan Candra, dan dia juga mempunyai cara untuk mendapatkan Rizal. Dia merasa tidak rugi mengeluarkan uang banyak untuk Rio. Nyayatanya, Rio selain bisa memuaskannya di ranjang, idenya juga bisa diandalkan.


Kini yang Tomi pikirkan adalah cara menjalankan rencana dari Rio dan cara agar bisa lebih dekat dengan Candra.


"Kamu sudah pulang, Mir?" tanya Tomi ketika dia berpas pasan dengan Miranda saat hendak menaiki tangga.


"Sudah, belum lama," jawab Miranda yang memilih berhenti dan membiarkan Tomi naik duluan.


"Nggak main dulu kemana gitu?" tanya Tomi basa basi.

__ADS_1


"Nggak lah, lagian kalau main, entar dikira sedang selingkuh lagi," sindir Miranda. Tomi sedikit terperanjat, tapi dia langsung terkekeh.


"Maaf kalau soal itu, aku hanya terbawa suasana," ucap Tomi pura pura menyesal. Tapi sayang, gelagat Tomi sudah diketahui Miranda. Seperti Tomi, Miranda juga memasang wajah pura pura tak tahu kalau Tomi mengirim seseorang untuk mengawasi dirinya dan Rizal.


Entah bakalan siapa pemenangnya dari pertarungan tersembunyi antara suami istri tersebut. Pertarungan rahasia memperebutkan seorang supir.


"Oh iya, Tom, aku besok mau ke Jogja, biasa mau nyari kain," ucap Miranda begitu Tomi berada di atas dan berdiri di sebalah Miranda.


"Berapa hari?" tanya Tomi berusaha biasa saja. Padahal hatinya terkejut dan tentu saja pikirannya langsung tertuju pada rencananya.


"Paling tiga hari, Aku kan biasa nggak suka lama lama kalau pergi nyari kain," balas Miranda biar Tomi tidak curiga. Karena dari dulu memang Miranda kalau pergi nyari kain, paling lama tiga hari. Maka itu dia akan menggunakan waktu singkatnya bersama Rizal.


"Rizal ikut juga?" tanya Tomi masih dengan sikap biasa saja.


"Iya lah, Tom. Kalau nggak ikut, siapa yang bawa barang belanjaan," balas Miranda santai.


"Baiklah, hati hati, kalau ada apa apa kabari aku," pesan Tomi. Seperti biasanya kalau Miranda hendak pergi berbelanja, pasti itu yang di ucapkan Tomi. Kalau Tomi tidak ada kekurangan, mungkin mereka adalah pasangan suami istri yang sangat bahagia karena hampir tiga tahun pernikahan, tidak pernah ada pertengkaran yang berarti diantara mereka.


"Oke," balas Miranda, kemudian dia melangkah turun menuju dapur. Tomi menatap kepergian Miranda.

__ADS_1


"Maafkan aku, Miranda. Jika aku nanti sedikit jahat dan memanfaatkanmu. Aku hanya ingin sekali saja merasakan tubuh Rizal yang sangat menggugah selera."


...@@@@@...


__ADS_2