
"Zal, apa benar, suami dari majikan kamu itu ngejar ngejar kamu, karena dia suka sama kamu?"
"Apa!" pekik Ibu dan Bapak hampir bersamaan.
"Mbak Andiin tahu dari mana?" tanya Rizal dengan tatapan terkejut.
"Maksudnya gimana, Ndin? Suami majikan Rizal, suka sama Rizal? Suaminya? Bukan istrinya?" cecar Ibu yang tak kalah terkejutnya.
"Berarti yang selingkuh sama Rizal itu laki lakinya? bukan istrinya?" tebak Bapak dengan pikiran yang sudah berkelana kemana mana.
"Bukan begitu, Bapak, Astaga! Emang aku laki laki apaan," sungut Rizal. Gara gara satu pertanyaan dari Andini, ketegangan Rizal dengan orang tuanya kini sedikit mencair.
"Maksudnya gini, Rizal jadi selingkuhan istri majikannya itu agar Rizal terhindar dari suami majikannya yang menyukai Rizal dan ingin tidur bareng Rizal."
"Astaga!" pekik Bapak. "Majikan laki laki kamu itu menyimpang, Zal?"
"Iya, Pak. Dari awal aku datang juga Tuan Tomi sikapnya udah aneh. Maka itu Nona Miranda sama Mbak Sari berbohong kalau aku itu keponakan Mbak Sari. Awalnya juga aku bingung kenapa mereka begitu. Eh nggak tahunya malah untuk melindungi aku, agar aku tetap jadi pria yang lurus," terang Rizal.
Sontak Ibu dan Bapak ternganga mendengarnya. Begitu juga Andini. Meski dia sudah mendengar kisah adiknya dari Jamal, tapi dia tetap terkejut mendengar versi lengkapnya.
"Apa benar? Kamu jadi selingkuhan istri majikan kamu itu juga awalnya karena di jebak?" tanya Andini lagi, dan ketiga orang yang ada disana lagi lagi dibuat terkejut.
"Iya, Mbak Andin tahu darimana sih?" tanya Rizal dengan tatapan penuh selidik, tapi Andini hanya tersenyum tipis.
"Dijebak bagaimana, Ndin? Kok ceritanya ribet banget?" tanya Bapak bingung. Reaksi yang sama juga ditunjukan oleh sang Ibu. Sedangkan Rizal malah cengengesan melihat Ibu dan Bapaknya yang nampak kebingungan.
__ADS_1
"Ceritain aja, bagaimana bisa kamu di jebak?" bukannya menjawab pertanyaan adik dan orang tuanya, Andin malah melempar pertanyaan kembali kepada sang adik. Andin juga penasaran cerita versi lengkapnya.
"Jadi gini, Mbak. Aku tuh awalnya di ajak pergi ke Bali oleh Non Miran, terus ..." Rizal mulai menceritakan awal kisah asmara terlarangnya dengan Miranda, dan juga usaha Tomi yang sangat berambisi untuk mendapatkan Rizal.
"Apa? Sejak awal menikah, istrinya nggak pernah di sentuh? Nggak pernah main kuda kudaan sama suaminya?" tanya Bapak lantang.
"Bapak kok malah tanyanya kuda kudaan sih? Kayak nggak ada pertanyaan lain aja," singut Ibu yang tiba tiba merasa kesal mendengar ucapan Bapak. Sedangkan Andini dan Rizal hanya cengengesan bareng.
"Ya kan aneh saja, Bu. Masa tiga tahun menikah, sama sekali nggak disentuh?" bela Bapak. "Berarti waktu ngejebak kamu, istrinya itu masih ting ting, Zal?"
"Astaga, Bapak!" pekik Ibu semakin kesal. "Bisa bisanya pertanyaannya terbuka banget."
Tapi Bapak tidak peduli. Dia malah menuntut Rizal untuk menjawab sejujurnya.
"Nggak enak tapi keterusan, Ya?" sindir Andini. Rizal hanya bisa nyengir kuda.
"Wah! Kamu menang banyak dong, Zal," ucap Bapak. Entah itu pujian atau sindiran. Tapi Rizal cukup malu mendengarnya. Meski di sisi hati yang lain ada rasa bangga juga.
"Terus, darimana Majikan pria itu tahu istrinya selingkuh sama kamu? Apa dia memergokinya kalian berduaan?" tanya Andini lagi
"Bukan, Mbak. Kalau itu, Non Miran sendiri yang ngaku."
"Hah! Ngaku selingkuh? Gimana ceritanya?" kini Emak bertanya.
"Jadi gini ..." Lagi lagi Rizal menceritakan insiden yang menimpa Miranda saat mereka di Jogja. Rizal juga menceritakan kejadian saat Miranda di sidang oleh orang tuanya dan akhirnya kebongkar masa lalu Miranda dan perselingkuhanya, serta kebusukan Tomi.
__ADS_1
"Astaga! Dunia memang hampir kiamat. Bisa bisanya menculik istrinya sendiri demi bisa tidur bareng supir," Dumel Ibu.
Rizal hanya menyunggingkan senyum. Kali ini tanpa sengaja, hatinya merasa lega karena kemarahan Ibu dan Bapak sudah tidak terlihat lagi. Yang ada, sikap hangat seperti biasanya.
"Terus nasib rumah tangga majikan kamu gimana, Zal?" Bapak Bertanya.
"Tadi siang sih, Non Miran ngasih kabar. Dia mau menggugat cerai Tuan Tomi."
"Terus setelah cerai, Non Miran nikah sama kamu gitu?" kini Emak yang bertanya.
"Penginnya sih gitu, Bu. Setidaknya Rizal harus tanggung jawab kan?"
"Emang Non Miran usianya berapa?" giliran Andini yang bertanya.
"Sama kayak Mbak Andin. Cuma selisih dua tahun dengan aku."
"Emang kamu nggak masalah gitu, nikah sama janda?" Bapak bertanya lagi.
"Nggak ada salahnya kan, Pak? Lagian hubungan kita udah sejauh itu. Dan aku juga yang merenggut kesuciannya. Meski di jebak, aku harus tetap tanggung jawab kan?"
Semua yang mendengar penjelasan Rizal nampak manggut manggut.
"Jadi Gimana? Apa Bapak dan Ibu ngijinin aku menikahi Non Miran?"
...@@@@@...
__ADS_1