
"Sekarang kita kemana, Non?"
"Udah petang, pulang aja yah? Aku juga kayak capek banget, pengin tidur."
"Pengin ditidurin nggak?"
"Hahaha ... kamu lagi pengin, Zal?"
"Ya pengin nggak pengin, Non."
"Nanti malam aja yah? Kamu biasa tengah malam ke kamarku?"
"Siap, Non Miran."
Setelah kesepakatan terjalin, akhirnya mobil pun meluncur meninggalkan butiq. Tentu saja keduanya biasa nampak mesra selama berada di dalam mobil.
Tapi tanpa mereka sadari, sebuah motor juga mengikuti mereka dari arah belakang. Dialah orang suruhan Tomi yang bertugas menguntit kegiatan Miranda dan sang supir tiap hari. Entah ada maksud apa Tomi melakukan penguntitan itu, apa benar karena peduli istrinya atau ada hal lain dengan rasa pribadinya. Hanya Tomi yang tahu.
Tapi sayang, sampai hari menjelang petang. Tomi belum mendapatkan apapun yang menunjukkan kalau Rizal dan Miranda terlibat hubungan yang istimewa.
__ADS_1
Wajar jika orang suruhan Tomi belum mendapat apa apa. Selama menguntit, dia hanya mampu memantau dari jarak jauh. Di dalam butik, dia tidak menemukan bukti apa apa. Berpura pura tanya berbagai macam hal pun dia juga tidak mendapat jawaban yang memuaskan. Bahkan saat dia pura pura ke toilet, dia hanya melihat Rizal yang asyik bermain ponsel sambil berbaring di sofa saat memata matai. Dan sekarang orang itu mengikuti mobil Miranda yang tengah melaju pelan.
"Tapi, Non. Kalau kita main di rumah, berarti kita harus lebih hati hati ya? Jika benar Tuan Tomi curiga, bisa saja kan, nanti dia diam diam menyelidiki?"ucap Rizal di tengah kemesraan mereka sepanjang perjalanan.
"Nah itu masalahnya, Zal. Tomi bisa melakukan apa saja karena kecurigaannya. Mungkin saja, dia sudah nyuruh orang buat ngikutin kita. Makanya kita nggak usah ke hotel dulu," terang Miranda sembari menggenggam erat jari tangan kiri Rizal.
"Aneh. Apa mungkin Tuan Tomi sudah mulai jatuh cinta sama Non Miran? Dan dia cemburu sama saya?" Miranda sontak tergelak mendengar penuturan Rizal yang terlihat poloa dan sangat menggemaskan ekspresinya. Di belainya pipi pria itu.
"Mana mungkin Tomi jatuh cinta sama aku, Sayang. Dia itu sudah kelihatan sekali kalau dia suka sama kamu. Masa kamu nggak tahu?" ucap Miranda setelah tawanya sedikit mereda.
"Hih! Mengerikan. Apa Tuan Tomi nggak sadar gitu. Harusnya dia memperbaiki diri, bukan malah semakin parah."
"Maaf ya Non. Gara gara saya, Non Miran jadi mendapat masalah," ucap Rizal merasa tak enak hati. Biar bagaimanapun memang benar, baru kali ini Miranda dan Tomi ribut yang cukup besar hanya gara gara sang supir. Tomi terlalu berambisi, setelah berbagai macam.cara gagal dia lakukan.
"Bukan salah kamu kok, Zal. Memang ini baru pertama kali Tomi curiga. Tapi itu karena rasanya sendiri yang salah. Coba kalau dia lurus, dan tak terobsesi, Mungkin aku sama dia tak terikat pernikahan seperti ini."
"Dan aku nggak ketemu Non Miran, hehehe ..." Miranda juga ikut tersenyum mendengar apa yang Rizal katakan.
"Yah. Mungkin ini yang namanya takdir. Jalannya memang tidak terduga."
__ADS_1
"Dan aku juga takut Non, kita udah sering tidur bareng eh malah nggak jodoh. Rugi aku?" Miranda terhenyak mendengar ucapan. Tapi tak lama kemudian dia tertawa pelan.
"Rugi gimana? Ada ada aja kamu, Zal," tanya Miranda dengan tawa yang masih menggema dari mulutnya.
"Ya rugi lah, Non. Ibaratnya udah berjuang eh malah jagain jodoh orang. Terus nanti aku berjodoh sama bekas orang. Kalau masih perawan sih nggak apa apa. Kalu udah enggak. Kan jelas banget aku yang rugi," ungkap Rizal panjang lebar. Sungguh alasan yang sangat menggelikan bagi siapapun yang mendengarnya. Bagaimana bisa Rizal berpikir seperti itu. Tawa Miranda pun makin pecah hingga Rizal yang mendengarnya makin cemberut.
"Aku tuh serius, Non Miranda! Malah diketawain," protes Rizal dengan wajah kesalnya.
"Hahaha ... iya, iya aku tahu kamu serius, tapi ... hahaha," ucap Miranda kembali terpingkal.
"Ih ngeselin yah? Malah makin kenceng tertawanya," dumel Rizal.
"Lagian kamu lucu banget sih, Zal. Ya ampun. Kalau lagi nggak di mobil udah aku ciumin pipi kamu, menggemaskan."
"Tahu ah, nyebelin."
Miranda terus tergelak melihat Rizal yang terus cemberut.
@@@@@@
__ADS_1