
Iqbal pulang dengan hati senang. Bahkan senyumnya pun selalu menghias di bibirnya sejak dia sampai di kediaman majikannya dan memilih berbaring melepas penat setelah seharian bertugas mengantar anak majikannya hingga dia mendapat hadiah yang tidak akan pernah dia lupakan.
Banyak yang bilang, perang bibir pertama itu sangat berkesan, apa lagi jika dilakukan dengan pacar. Rasanya akan selalu terkenang. Tapi tidak untuk Iqbal. Dia justru perang bibir pertamanya di lakukan dengan anak majikannya. Tak terduga memang tapi itulah kenyataannya.
Apalagi perang bibir itu Iqbal lakukan kembali saat dia dan anak majikannya berada di dalam mobil sebelum pulang. Iqbal pikir awalnya Karin hanya bercanda. Namun saat mobil melaju beberapa meter, karin minta menepi dan berhenti di tempat yang lumayan sepi.
Dan siapa sangka, ternyata Karin serius minta perang bibir ulang. Yang membuat Iqbal kaget, saat Iqbal terdiam karena berpikir mau mewujudkan permintan Karin atau tidak, tiba tiba Karin bergerak dan memaksa dia duduk di pangkuan Iqbal. Otomatis Iqbal gelagapan. Tak butuh waktu lama, perang bibir pun beradu dan perang bibir yang kedua terjadi lebih lama dan lumayan panas. Bahkan benda tersembunyi milik Iqbal langsung mengeras akibat pergerakan Badan Karin diatas pangkuannya.
Perang bibir mereka berhenti saat ponsel Karin berbunyi. Hingga akhirnya mereka memutuskan pulang dengan perasaan campur aduk dan tentunya bahagia.
Bukan hanya Iqbal yang senyum senyum di dalam kamarnya. Karin juga sedang melakukan hal yang sama di dalam kamarnya juga. Meski awalnya Karin takut Iqbal berpikir macam macam, pada akhirnya rasa takut itu kalah oleh rasa ingin yang lebih besar.
Tidak dipungkiri, beberapa kali pacaran, Karin juga pernah perang bibir. Tapi itu hanya sebatas bibir, tidak sampai mengarah kepada hubungan layaknya suami istri. Makanya Karin takut Iqbal berpikir macam macam tentang dirinya.
__ADS_1
Karin masih membayangkan perang bibir tersebut, apa lagi perang bibir yang di dalam mobil. Karin tidak menyangka dirinya seliar itu sampai duduk dipangkuan Iqbal.
Karin terus membayangkan kejadian bersama supir tampannya hingga tanpa sadar, dia telah memasukkan jari jari tangannya ke dalam segitiga bermuda dan mengusap usap pelan keindahan yang tersembunyi di dalam sana.
Iqbal bangkit dari ranjangnya dan menyambar handuk terus beranjak hendak ke kamar mandi. Namun saat pintu kamarnya di buka, dia dikejutkan dengan sosok cantik dengan pakaian super seksi berdiri di depan kamarnya.
"Non Belinda!" pekik Iqbal kaget.
"Baru aja aku mau ngetuk, Bal eh kamu keluar." balas Belinda dengan wajah sumringah.
"Temenin aku ke gudang ya? Aku mau nyari barang yang akan aku pakai kembali." pinta Belinda.
Dengan sangat terpaksa Iqbal pun menurutinya. Handuk yang dia pegang dilemparkannya ke atas kasur. Kemudian dia mengikuti langkah anak majikannya sambil geleng geleng kepala melihat wanita yang ada di hadapannya.
__ADS_1
Iqbal sampai berpikir, apa anak majikan yang satu ini tidak memiliki pakaian yang sedikit lebih tertutup. Tiap melihat belinda, Iqbal selalu disuguhi tubuh langsing wanita satu ini. Sebenarnya bukan hanya Belinda, anak kedua tuan Martin juga selalu berpakaian minim dan memamerkan keindahan tubuhnya.
"Apa yang Non cari?" tanya Iqbal begitu mereka sampai di dalam gudang.
"Album foto lama, Bal. Tolong kamu cari di sebelah sana ya?" ucap Belinda dan Iqbal pun menurutinya.
Iqbal beranjak ke arah tumpukan buku yang sudah tidak digunakan. Jika dilihat lihat, tumpukan buku itu masih bagus bagus dan layak baca. Namun Iqbal berpikir, entah kenapa orang kaya selalu membeli barang yang ujung ujungnya ditaruh di gudang. Buka hanya buku yang ada disana. Banyak barang yang masih layak digunakan dan terlihat masih bagus teronggok di gudang tersebut. Kenapa tidak dikasih saja ke orang yang membutuhkan daripada tergeletak disini? Pikir Iqbal.
"Ada, Bal?" tanya Belinda sembari memeriksa kotak kotak yang ada di sisi lain dalam gudang tesebut.
"Nggak ada, Non." balas Iqbal.
Saat Iqbal lagi fokus mencari, Belinda memanggil dan dia menoleh. Belinda memegangi kursi karena Belinda akan naik dan mencari diatas lemari. Iqbal awalnya menawarkan diri biar dia saja yang naik ke atas kursi, tapi Belinda menolak dan berkata kalau dia bisa. Iqbal pun pasrah.
__ADS_1
Iqbal bersandar ke lemari dan memilih menunduk sambil memegangi kursi karena tak kuasa menahan gejolak saat melihat Belinda naik. Namun ketika kepala Iqbal mendongak, Mata Iqbal membelalak saat melihat sesuatu yang indah yang selama ini dia bayangkan dan dia lihat dalam video di warnet.
...@@@@@...