
Pagi pun tiba tapi gadis cantik ini belum juga bangun, tiba-tiba handphone nya berbunyi tanda ada yang meneleponnya.
“Monyet! Siapa sih yang telepon pagi-pagi? Orang masih ngantuk berat nih!” Omel gadis tersebut.
“Halo Ra, kamu udah bangun kan?” Sapa orang dari telepon tersebut.
“Ha, ini siapa woi? Gue masih ngantuk mau tidur lagi,” jawab Rara dengan suara berat khas baru bangun tidur.
“Ini aku Jefran. kalau kamu masih ngantuk tidur dulu yah aku gak bakal gangguin kok,” jawab orang diseberang sana.
Orang yang menelpon Rara pagi-pagi adalah Jefran. Karena sadar kalau itu Jefran, Rara langsung membetulkan posisinya dari tidur menjadi duduk.
“Aduh Jef maaf yah itu tadi bibi aku yang angkat telepon. Aku baru selesai mandi, maafin bibi aku yah,” bohong Rara.
Suaranya sekarang sudah berbeda bukan seperti tadi, suara bangun tidur.
“Iya, aku maafin. Kalau gitu aku boleh minta temenin gak?” Pinta Jefran.
“Temenin? Kemana Jef?” Tanya Rara bingung.
“Temenin aku beli perlengkapan buat besok ke desa X,” ujar Jefran.
“Astaghfirullah Jef, Rara juga belum siap apa-apa. Kalau gitu gas sekarang aja gimana?” Sahut Rara terburu-buru.
“Ra, ini masih jam 7 pagi loh. Kita perginya jam 9 atau jam 10 aja. Aku juga masih siap-siap sekalian bersihin rumah dulu,” jelas Jefran.
“Oke Jef. Nanti kalau mau siap-siap telepon aku yah biar aku juga siap-siap,” ujar Rara.
“Siap bos laksanakan,” ucap Jefran sambil tertawa. Kemudian dia mematikan teleponnya.
Rara masih mengumpulkan nyawa dikasur empuknya. Ia juga masih mengumpulkan niat untuk mandi, hari minggu seperti biasa dia hanya di rumah. Terkadang dia bangun tidur sudah jam 12 siang, tapi hari ini karena mau menemani Jefran ia rela bangun pagi.
Jam telah menunjukkan pukul 9 dan Jefran baru selesai menelepon Rara untuk siap-siap. Rara sudah siap dari jam 8 pagi. Ia memakai setelan santai, kaus putih polos dan celana jeans pants ketat yang membuat kaki jenjangnya terlihat. Rara pun turun ke bawah untuk sarapan.
“Ra, tumbenan kamu bangun pagi. Ini pula udah mandi mana harum banget kamu nak. Mandi parfum apa gimana?” Ucap Mama Rara saat melihat anaknya ke meja makan mau sarapan.
Sebelum turun ke bawah Rara menggunakan banyak parfum, ia mau tampil harum jika berada didekat Jefran.
“Rara mau belanja keperluan buat ke desa X Mah. Kertas yang hari itu Rara kasih ke Mama buat tanda tangan, kan disurat itu tertulis kalau besok ke desa X,” jelas Rara.
“Oh yang itu toh, hari senin kan kamu ke sana?” Jawab Mama Rara menebak.
__ADS_1
“Iya betul Mah, senin udah ke sana jadi Rara harus siap-siap,” ujar Rara.
Selesai berbincang Rara pun sarapan dengan Roti dan susu, “Mah Rara jalan dulu yah. Sore baru Rara pulang,” pamit Rara kepada Ibunya.
“Iya nak, hati-hati yah dijalan,” jawab Mama Rara.
Hari ini Rara pergi ke rumah Jefran menggunakan mobil kesayangannya. Ia pun sampai diparkiran apartemen Jefran dan langsung masuk ke dalam apartemennya Jefran. Ia menyelonong masuk, karena dia tahu sandi pintunya Jefran. Saat ia masuk tidak ada orang diruang depan jadi dia pun tiduran di sofa menunggu Jefran.
Jefran masih stay di kamar mandi karena tadi dia masih masak buat sarapan. Hari ini ia tidak mau pesan makanan, mungkin dikarenakan dia tidak sibuk.
Jefran pun keluar kamar untuk sarapan. Ia sudah terbiasa tidak memakai baju didalam rumah, hanya menggunakan celana panjang saja dengan rambut yang masih basah selesai keramas tadi.
Rara yang mendengar bunyi pintu terbuka pun bangun dari sofa. Jefran kaget karena Rara tiba-tiba sudah berada didalam apartemennya, karena tidak percaya itu Rara dia pun mendekat ke arah Rara.
“Jef, kamu mau ngapain? Masih pagi loh jangan gini juga,” ucap Rara kaget.
Jefran yang sudah mendekat ke arah wajahnya. Jefran pun duduk disamping Rara dan mulai memegang wajah Rara.
“Ra ini kamu? Bukan halusinasi aku kan?” Tanya Jefran bingung sambil memegang dan memperhatikan wajah Rara.
“Ia ini aku Jef, masa setan?” Jawab Rara masih bingung dengan sifat Jefran pagi ini.
“Sabar, aku harus pastiin ini kamu apa bukan!” Seru Jefran.
“Jef, sudah Jef cukup. Geli tahu,” ucap Rara sambil tertawa menahan geli akibat ulah Jefran.
Jefran suka sekali menjaili Rara, tapi dia juga suka mencium Rara. Apalagi hari ini Rara sangat harum jadi Jefran makin candu.
“Hahaha, kamu lucu tahu kalau ketawa begitu,” ucap Jefran sambil mencubit pipi Rara gemas.
“Rara udah tahu kok kalau Rara itu imut dan lucu,” jawab Rara sombong.
“Yaudah aku sarapan dulu yah. Atau kamu mau sarapan sama aku? Biar aku suapin,” tawar Jefran.
“Heum, boleh deh. Janji yah disuapin,” ucap Rara menerima tawaran Jefran.
Jefran pun mengambil piring yang berisi nasi goreng dan membawanya ke sofa dimana Rara duduk.
“Doa dulu baru makan yah cantik,” ucap Jefran mengingatkan.
Setelah berdoa Jefran mengambil satu sendok nasi goreng yang dia masak tadi.
__ADS_1
“Aaa.. Buka mulutnya,” suruh Jefran sambil menyuapi Rara.
“Eh kok enak banget Jef. Kamu pintar banget deh masaknya,” fuji Rara.
“Yah cuma nasi goreng doang gampang tuh,” jawab Jefran sambil menyuapi dirinya sendiri.
“Jef, itu kan sendok bekas aku. Kamu gak jijik?” Rara terkejut.
“Namanya juga makan sepiring berdua, berarti sendoknya juga 1 untuk berdua dong. Kalau kamu gak suka biar aku ambil sendok baru aja,” ucap Jefran.
“Gak apa kok. Yaudah suapin aku cepat!” Jawab Rara.
Setelah selesai makan Jefran pergi ke kamar untuk memakai baju. Ia dari tadi belum menggunakan baju, itulah kebiasaan dia saat berada di rumah setelah mandi.
“Ra ayok yuk jalan! Udah jam 10 nih,” ajak Jefran.
“Oke. Ayok kita jalan!” Sahut Rara.
“Ra, tunggu sebentar aku ke kamar dulu ambil ini, kelupaan hehehe,” ujar Jefran kemudian ke kamar.
Jefran keluar dari kamar membawa hoodie hitamnya, “Nih sampai di mall pakai yah. Ikat dipinggang aja biar gak kelihatan paha kamu, celana kamu terlalu pendek takutnya ada orang yang berniat jahat. Kalau aku yang liat sih gak papa,” ucap Jefran.
Dia mengkhawatirkan Rara karena memakan celana yang terlalu pendek.
“Oh makasih yah Jef. Nanti di mobil aku pakai kok,” jawab Rara sambil terkekeh.
Mereka berdua pun turun ke parkiran dan melaju ke mall. Kali ini Jefran yang mengemudi mobil Rara. Ia yang meminta agar Rara duduk disampingnya dan dia yang mengendarai mobil. Setelah 10 menit perjalanan mereka akhirnya sampai mall, mereka berdua masuk ke dalam mall bergandeng tangan. Ini usulan Jefran agar Rara tidak kemana-mana. Rara juga tidak lupa memakai hoodie yang diberikan Jefran tadi.
Mereka berdua pun sibuk berkeliling mencari apa yang akan mereka bawa ke desa X. Mulai dari perlengkapan mandi sampai makanan ringan. Setelah selesai berbelanja mereka berdua tidak langsung pulang, mereka masih berjalan mencari kafe untuk istirahat dan makan siang disitu.
“Jef, kok perlengkapan kamu lebih banyak aku sih? Biasanya perlengkapan cewek deh yang lebih banyak dari cowok,” heran Rara kepada Jefran yang memegang 2 kantong sekaligus ditangannya.
“Oh ini, aku beli makanan ringannya banyak. Biar sampai disana kalau punya kamu habis bisa ambil punyaku,” jawab Jefran sambil tersenyum.
Mereka pun akhirnya menemukan kafe untuk makan siang sambil Rara yang terus senyum senyum tidak kelas semenjak itu. Ini bisa dibilang bukan makan siang, karena mereka cuma memesan kopi dan makanan kecil. Alasannya yah karna tadi sudah sarapan jadi mereka masih kenyang.
“Ra, selesai makan kamu mau pulang ke rumah atau gimana?” Tanya Jefran disela mereka makan.
“Aku belum ada niat pulang rumah loh, tadi diizinin Mama pulang sore juga gak apa-apa,” jawab Rara.
“Kalau gitu mau gak temenin aku lagi?“ Ijin Jefran.
__ADS_1
“Temenin kemana lagi?” Tanya Rara.
“Udah selesai makan baru aku kasih tahu yah, kamu makannya jangan buru-buru nanti keselek,” jawab Jefran lalu mengusap lembut surai cantik nan lembut milik gadis didepannya.