
Hari ini Rara bangun lebih pagi karena ia harus ke sekolah. Mereka hanya mendapatkan libur sehari untuk beristirahat saja semenjak pulang dari Desa X.
“Mama, kunci mobil Rara kemana. Rara mau berangkat ke sekolah.” Teriak Rara saat menuruni tangga.
“Hari ini kamu berangkat di antar Kiel. Kiel lagi punya urusan di kantor Papa jadi Mama nyuruh dia buat anterin kamu ke sekolah. Ngomong-ngomong nih yah, Kiel pakai mobil kamu buat ke kantor Papa. Papa yang suruh dia bukan Mama.” Jelas Mama. “ Nah itu Kiel siap.” Lanjut Mama menunjuk ke arah Tangga. Terlihat Kiel yang sudah lengkap dengan jas dan rambut yang rapi bukan seperti kemarin. Penampilan Kiel hari ini membuat Rara kembali tidak berkedip.
“Kemarin gaya nya seperti bad boy, kenapa hari ini terlihat seperti masa depan gue yah.” Ujar Rara dalam hati.
“Mau langsung jalan atau gimana Ra?. Sedikit lagi jam tujuh. Kami ga terlambat?.” Tanya Kiel membuyarkan lamunan Rara.
“Ah Maaf. Ayok langsung saja jalan.” Jawab Rara cepat. Kenapa Kiel selalu membuat dirinya terpaku akan Kharisma nya.
“Mah, Rara sama Kiel jalan dulu yah.” Pamit Rara. Ia menyalami tangan Mama dan pergi. Kiel juga ikutan menyalami tangan Ibunya Rara.
“Jaga calon istri mu dengan baik yah Kiel. Tante percaya kok sama kamu.” Bisik Ibu Rara. Kiel tersenyum mendengar kata-kata itu.
“Kiel, ayok cepat.” Teriak Rara dari luar.
“Ya sudah. Sana cepat, kasihan Rara sudah nungguin kamu.” Ujar Mamanya Rara. Kiel langsung keluar dan masuk ke dalam mobil.
“Kiel tau kan sekolah Rara di mana.” Tanya Rara setelah mereka keluar dari halaman rumah.
“Tenang saja. Saya kalau ke Indonesia suka berkunjung ke sekolah mu. Soalnya teman saya guru di sana.” Jelas Kiel. Dalam otak Rara tergiang nama Pak Nathan. Sepertinya Pak Nathan merupakan orang yang di maksud Kiel. 10 menit telah berlalu dan mereka sampai juga di SMA A. Saat Rara keluar, Kiel juga ikut keluar dari mobil. Beberapa orang yang melihat Kiel jalan bersama Rara langsung berteriak. Beberapa gadis berteriak memanggil nama Kiel. Ada juga yang berbisik-bisik. Terdengar jelas oleh Rara salah seorang gadis berbicara dengan temannya.
“Itu kan Ezrakiel si pengusaha muda kaya raya. Ternyata di lihat langsung dia sangat ganteng. Mau deh gue jadi tuh cewek, bisa jalan bareng sama Ezrakiel.” Kata Siswi A.
Ternyata begitu terkenalnya Kiel. Pantas saja cara berpakaiannya di bandara tertutup semua. Ia pasti menghindari kerumunan massa.
__ADS_1
“Ra, kamu ikut masuk atau tunggu di luar saja?.” Tanya Kiel saat mereka sampai di depan pintu ruang seorang guru. Di SMA A tidak berlaku ruang guru gabungan, setiap Guru di sana memiliki ruang masing-masing. Rara masih melihat Papan nama di depan pintu itu, namun tidak tertera nama Guru pemilik ruang itu.
“Ra, mau ikutan atau di sini?.” Tanya Kiel mengulangi perkataannya.
“Aduh maaf, saya ikut ke dalam saja. Malas kalau di luar.” Jawab Rara. Kiel langsung membuka pintu dan terlihat Pak Nathan sedang sarapan. Betul dugaan Rara, teman nya Kiel itu Pak Nathan. Bagaimana sampai mereka bisa berteman sih, umur Pak Nathan dan Kiel kan berbeda lima tahun.
“Eh Kiel, datang ke sini ga bilang-bilang yah kamu. Bawa cewek pula. Jago benar yah sudah punya pacar aja kamu.” Goda Pak Nathan.
“Anak teman Papa Nat, sembarangan aja kalau ngomong.” Bantah Kiel.
“Eh Kamu Rara kan. Teman nya Beby.” Tebak Pak Nathan melihat wajah Rara yang tidak asing bagi dirinya.
“Iya Pak, betul nama saya Rara.” Jawab Rara. Ternyata Pak Nathan mengingat dirinya.
“Nah jadi tujuan kamu datang ke sini mau ngapain? Saya mau ngajar loh.” Tanya Pak Nathan ke Kiel.
“Tunggu, jadwal kali ini saya ngajar dua kelas. Kelas 11 IPA 1 sama 11 IPA 3. Bisa lah kamu bantu saya mengajar dua kelas.” Jawab Pak Nathan menyetujui permohonan Kiel.
“Kamu memang sahabat terbaik deh.” Ujar Kiel menjabat tangan Pak Nathan gembira. Pak Nathan, Kiel, dan Rara langsung pergi ke lab Bahasa. Kalau gabung kelas maka pelajaran akan di langsungkan di lab bahasa.
Rara lebih dahulu masuk karena suruhan Pak Nathan. Rara masuk dan duduk bersebelahan dengan Beby. Alasannya karena kursi yang kosong cuma di sebelah Beby.
“Untung Lo datang pas Pak Nathan belum masuk kelas. Kenapa bisa terlambat.” Tanya Beby di saat Rara baru saja duduk.
“Betul kata Beby, Lo kok bisa terlama sih. Biasanya kan Lo datang lebih awal.” Tambah Reva yang duduk di depan Rara.
“Pasti semalam Lo begadang kan.” Ujar Feby yang duduk di belakang Rara. Rara baru menyadari ternyata tempat ia duduk di kelilingi oleh teman-temannya. Ketika Rara ingin membalas semua pertanyaan, Pak Nathan dan Kiel masuk ke kelas. Semua gadis dalam ruang lab terpanah melihat Kiel masuk. Ditambah jas yang dipakainya, membuat dirinya semakin terlihat begitu sempurna di mata para gadis. Feby, Beby, Reva, Wardana, Catrin, sampai dengan Lidya tidak bisa berkedip. Memang betul, pesona wajah Kiel terlihat begitu tampan.
__ADS_1
“Beby, jangan lihat kaya begitu napa. Tuh di sebelah ada Pak Nathan.” Ujar Rara membuyarkan lamunan Beby. Beby hampir lupa jika dia sudah memiliki pacar.
Selesai memberi salam hormat, Pak Nathan membuka pelajaran dengan memperkenalkan Kiel.
“Pagi anak-anak. Pasti kalian semua sudah tidak asing dengan orang di samping saya.” Ucap Pak Nathan.
“Kak Ezrakiel kan Pak, dia tuh Pengusaha muda. I love you kak.” Teriak Feby dari belakang. Semua orang dalam kelas langsung pecah ketawa. Kiel hanya senyum-senyum melihat tingkah Feby.
“Sudah untuk ketawanya. Yang di katakan Feby itu betul, dia Ezrakiel. Pengusaha muda asal Indonesia yang terkenal dengan perusahaannya di Jerman.” Jelas Pak Nathan sengaja menggoda Kiel. Kiel suka sekali malu-malu jika ada yang memuji dirinya. Semua orang dalam ruangan itu bertepuk tangan termasuk Rara. Rara baru tau kalau Kiel setenar itu. Terlalu sibuk menulis novel sampai lupa sama dunia luar.
Reva mengangkat tangannya. “Pak, boleh ga saya bertanya.”
“Boleh, tanyakan saja.” Pak Nathan mempersilahkan.
“Kak Ezrakiel sudah punya pacar belum?. Kalau belum saya bisa ga daftarin diri buat jadi calon istrinya Kak Ezrakiel. Mumpung saya masih jomblo juga.” Ucap Reva percaya diri. Anak-anak yang berada dalam kelas kembali tertawa. Reva sampai begitu berani mengutarakan cinta.
“Aduh maaf sebelumnya. Saya sudah dijodohkan dengan Ayah saya. Orang nya juga ada di dalam ruangan ini.” Jawab Kiel mengejutkan mereka semua termasuk Rara. Semua gadis di lab tersebut langsung menuduh teman-temannya. Mereka ingin tau siapa wanita beruntung itu.
“Cukup semuanya. Kita tinggalkan saja teka-teki tadi. Sekarang waktunya untuk belajar. Pelajaran hari ini spesial karena Kak Ezrakiel yang akan mengajari kalian.” Ucap Pak Nathan santai. Ia memberikan senyuman kepada Kiel yang terlihat kebingungan. Dengan berat hati Kiel menyetujui permintaan Pak Nathan.
Terlihat Kiel yang serius mengajar semua materi dengan baik kepada murid-muridnya Pak Nathan. Dalam hati Rara memuji Kiel. Ia tak menyangka, cowok di depannya ini pintar dalam segala hal. Rara dengan saksama mengamati Kiel yang fokus mengajar. Tak sadar, Jefran terus melihat Rara dari tempat duduknya yang jauh dengan Rara. Ada rasa cemburu melihat Rara begitu fokus melihat Kiel. Sebenarnya tidak salah jika Rara fokus mendengar penjelasan Kiel karena itu sebuah pelajaran. Namun tatapan Rara seperti menyimpan sebuah rasa.
“Baik, jam pelajaran kita sudah selesai. Terima kasih atas kerjasamanya. Terlebih bagi Reva yang paling semangat menjawab setiap pertanyaan yang saya berikan.” Ujar Kiel menutup pelajaran.
“Sama-sama Kak Ezrakiel ganteng.” Jawab Reva bersemangat. Ia terlihat senang karena di notice oleh Kiel.
Kiel dan Pak Nathan kemudian keluar setelah menutup pelajaran mereka hari ini. Mereka berdua menuju ruang Pak Nathan.
__ADS_1