Timer Me

Timer Me
Bab. 42. Timer Me


__ADS_3

Setelah mereka keluar dari ruangan tersebut, Pak Nathan y sebagai Kakaknya Angga merasa ada yang berbeda dari adiknya. Seperti tidak biasanya.


“Aku ga tau apa firasat ku benar atau tidak, yang pasti aku selalu mendoakan yang terbaik buat mu Angga.”


Angga dan Lidya pun sampai di taman. Sebenarnya Angga yang memaksa Lidya untuk ke sini. Mereka berdua memutuskan untuk di kursi taman yang berada sedikit jauh dari keramaian. Angga ingin agar taman ini milik mereka berdua saja. 


“Angga gue mau ngomong serius sama lo.” Lidya membuat pembicaraan dengan muka serius. 


“Heum. Apaan sayang? Mau tanya apa?.” Jawab Angga dengan suara lembutnya. Lidya langsung menetralkan detak jantungnya yang sedang berdetak kencang. Kenapa sifat Angga begitu manis sekarang.


“Angga ini beneran kita pacaran? Gue masih  yah. Kok kaya cepat banget kita pacaran.” Lidya berbicara dengan wajah bingung m


“Astaga sayang ngomong apa sih. Memang tadi gue kasih first kiss gue ke siapa ha? Ya buat pacar gue lah. Sayang mah kalau ngomong suka aneh-aneh deh.” Jawab Angga dengan wajah cemberut. Ia seperti anak kecil yang Sedang merajuk meminta es krim.


“Aduh Gue sampai lupa. Maaf yang Angga.” Ucap Lidya dengan wajah memerah. Ia teringat akan kejadian di hutan saat Angga mencium dirinya. 


“Sekarang gue mau Lo manggil gue dengan panggilan sayang. Ga boleh ada penolakan.” Pinta Angga bersih keras 


“Sayang, honey, Baby, ayang  gimana? Lucu tau.” Sebut Lidya dengan muka tengilnya yang sedikit menggelikan.


“Ga mau sumpah gue ga mau dah, gue pengen lo manggil gue Woody aja.” 


“Hah kenapa Woody? Gue tau Lo tuh suka pakai Hoodie. Tapi jangan juga lo campur aduk tuh jadi nama panggilan lo.” Omel Lidya merasa tidak terima dengan sebutan itu.


“Bagus aja gitu namanya, lucu kalau di dengar. Hehehe.” Angga tertawa puas. Lidya juga ikut tertawa mendengar penjelasan sang pacar.


Ternyata asik juga yah kalau pacaran sama Angga. Ia mengira Angga bakal kaku dan terus marah-marah seperti biasa. Ternyata itu tidak betul. Kenyataannya sekarang malah dia terlihat begitu bucin


“Lucu banget Lo Angga. Hobinya aja yang suka marah-marah. Eh Pas jatuh cinta malah jadi kaya anak kecil.” Ujar Lidya melihat kelakuan Angga.

__ADS_1


“Biarin, gue kan kaya gini juga sama Lo aja. Lo tuh orang spesial buat gue. Cantik banget deh pacarnya Woody.” Angga terus menggoda Lidya agar tetap tersenyum.


“Gombal terus yah Woody. Ayok  pulang mandi  dulu. Sebentar lagi acara penyambutan mulai.”


“Ya sudah. Ayok balik.”


Mereka berdua pun bangun dari duduk dan pergi meninggalkan taman. Berjalan sambil bergandengan tangan membuat bumi ini serasa milik mereka berdua.


*****


Tepat Jam 8 malam acara penyambutan di mulai. Semua orang telah berkumpul di lapangan besar. Ada karpet besar yang mereka sediakan akan semua orang bisa lesehan di situ. 


Awal acara dibuka dengan tarian penyambutan asal desa itu. Semua orang sangat terhibur dengan pertunjukan itu. Kepala Desa X kemudian datang dan memberikan salam penyambutan.


“Selamat malam Warga SMA A. Terima kasih atas kunjungannya ke Desa X. Saya sebagai Kepala Desa merasa senang akan kedatangan kalian semua. Tidak mau berlama-lama lagi, saya persembahkan pertunjukan spesial dari warga Desa X.” Ujar Kepala Desa X semangat. Mereka semua menikmati pertunjukan itu.


“Loh itu lihat di sana. Kayu nya kebakar malah di mainin. Ga takut apa nanti gosong.” Beby berteriak sambil menunjuk ke arah orang yang sedang memainkan kayu berapi itu. 


“Beby takut aja mereka kebakaran gitu. Kan asik kalau memang terjadi.” Beby sepertinya mengkhawatirkan orang itu.


“Astaga sayang. Biarin aja yah. Sekarang yang harus kamu pikirkan tuh pinggang kamu. Sudah tau sakit pinggang malah paksain diri buat nonton acara penyambutan.” Ujar Khawatir Pak Nathan. Ia tadi sudah diberi tahu oleh Satria jika Beby sakit pinggang.


Pak Nathan juga sudah melarang Beby agar tidak ikut menghadiri acara tersebut. Tapi bukan namanya Beby kalau tidak menggunakan seribu satu jurus agar dia bisa ikutan.


Pak Nathan Yang kewalahan pun akhirnya mengizinkan Beby, tapi dengan satu syarat jika pinggang nya tiba-tiba sakit maka Pak tidak akan turun tangan untuk membantu. 


Selesai pertunjukan, warga Desa X telah menyiapkan makanan. Makanan itu bukan sembarang makanan. Itu adalah Kue  khas dari Desa  X yang terbuat dari ekstrak bunga Y. Dapat ditebak, Wardana selalu makan paling banyak dari semua orang. Mumpung ada makanan gratis jadi tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan itu. 


“War, gue ga ngelarang Lo buat makan banyak yah. Tapi ini Lo ambilnya kebanyakan. Ga lihat pacar Lo lagi bingung nyari kuenya.” Ujar Feby  menyadarkan Wardana. Masa iya dia mengambil kue itu sebanyak 2 piring penuh.

__ADS_1


Satu piring tersebut berisi 4 potong kue. Benar-benar yah kelakuan gadis satu ini. 


Wardana menghampiri Alfius. “Alfi, ini tadi gue sengaja simpan kue buat Lo. Ayok di coba.” Wardana bohong. Mau sekali ia jujur kepada Alfius namun ia malu. 


“Makasih banyak yah Sayang.” Jawab Alfius berterima kasih. Waduh ini kenapa Alfius sudah ikut ikutan memanggil sayang.


Wajah Wardana langsung memerah mendengar sebutan sayang tersebut. Sungguh mukjizat mendengar kata-kata itu Keluar dari mulut Alfius. Sepertinya semua pasangan sedang terserang penyakit sayang.


“Buka mulutnya aaa.” Pinta Alfius sambil menyuapi Wardana. Dengan malu-malu Wardana membuka mulutnya.


“Pacar Alfius pintar banget deh.” Ujar Alfius Sambil mengelus kepala Wardana. Wardana langsung tersedak mendapat 2 kenyataan itu. Alfius yang menganggapnya sebagai pacar dan elusan kepala. Dengan cepat Alfius memberikan air kepada Wardana.  


“Alhamdulillah.“ Ujar Wardana selesai minum.


“Kalau makan jangan buru-buru yah. Alfi ga bakal ambil kok.” Ujar Alfius. Bisa dilihat kue di tangan Alfius tidak bergerak juga. Kue nya berkurang hanya karena Wardana. Ia tau kalau Wardana menyukai kue tersebut jadi ia tak memakannya. Bucin sekali yah si Alfius ini.


Teman-teman yang lain sibuk menyantap kue. Mereka lebih memilih berkumpul bersama dengan Semua orang dari pada harus berdua dengan pacar. Alfius dan Wardana yang sedari tadi berdua langsung bergabung dengan yang lain. 


“Gue kirain ga Ingat kita lagi. Sibuk bucin kan teman-teman.” Ujar Aditya keras saat Alfius dan Wardana datang.


“He setan gue ga mau nyari masalah yah sama Lo. Mending diam deh daripada cewek gue buka jurus. Gue jamin 200% tulang lo bakal patah Dit.” Jawab Alfius emosi.


Semua orang di situ merasa sangat kaget dengan tingkat laku Alfius. Baru kali ini dia bisa bicara sebanyak itu. Sungguh momen yang tak akan pernah dilupakan.


“Hei kok pada diam sih. Kemasukan setan yah semua?.” Tanya Alfius saat melihat teman-teman terus diam.


Feby langsung buka suara. “Ini Lo kan Alfius yang gue kenal. Kok bisa Lo ngomong sebanyak itu sih. Kerasukan setan Beby yah. Jujur Lo.” Feby masih kaget dengan kelakuan Alfius malam ini. 


“Kalau ngomong suka ga benar yah. Gue kaya gini karena gue mau berbaur sama yang lain. Ternyata kalau banyak bicara juga enak yah.” Jelas Alfius.

__ADS_1


Kemudian mereka semua duduk dan mulai berbincang-bincang. Karena ada Aditya di situ, terjadi kegiatan gosip. Alfius juga tidak mau kalah dengan Aditya. Ia juga sesekali membalas topik yang Aditya bicarakan.


Malam itu menjadi malam yang panjang. Malam di mana para cowok sibuk gosip sedangkan para wanita sibuk menyimak para Cowok.


__ADS_2