
Ketika hati dan otak sulit untuk bekerja sama saat itu juga sebuah permasalahan akan muncul. Otak berusaha keras untuk selalu memikirkannya tapi hati akan tetap bersih keras menolak semua pemikiran itu.
Tak dapat menyalahkan diri sendiri jika bayangan masa lalu yang sangat indah kini tergambar jelas di waktu sekarang. Wajah itu sangat mirip akan masa lalu tetapi tidak untuk rasa Sayang kepada orang baru tersebut.
Sesak di dada sering sekali menyerang jika melihat dirinya. Mengapa otak dan hatiku ini tidak bekerja sama saja? Kenapa terus menyiksaku seperti ini.
Apakah ini kemauan sang masa lalu agar aku tidak kembali merasakan cinta? Apakah bentuk perhatiannya agar aku tidak sakit hati Ketika kehilangan seseorang untuk kedua kalinya? Aku sudah sangat Cape, tidak tau permasalahan apa lagi yang akan datang. Aku merasa sepertinya kejiwaanku sudah tidak beres. Ku mohon semoga semuanya ini cepat berakhir.
Jefran dan Rara sedang sibuk mencari bunga Y. Suasana diantara mereka begitu tenang dan damai. Sesekali ada topik ringan yang mereka bicarakan agar tidak terlalu sunyi saat dalam perjalanan.
“Jef, Rara heran banget pas tau kalau ternyata Jefran sekelas sama Lidya.” Ujar Rara. Jefran yang Sedang fokus berjalan menoleh ke arah Rara.
“Kan emang dari sana nya begitu. Terus kok kamu bisa kenal sama Lidya?” tanya Jefran.
“Si Wardana kan pacaran sama temennya Lidya, kalau ga salah Alfius” jawab Rara. Jefran langsung kaget dan berhenti tiba-tiba. Ia mengira Alfius itu pendiam dan tidak banyak tingkah tapi kenyataannya malah dia sudah mempunyai seorang wanita.
“Eh yang betul aja kamu ngomong. Si Alfius tuh pendiam banget di kelas. Terus kan kit tawarin buat Deket sama cewek pun malah ditolak. Kita sekelas aja kirain dia tuh suka sama cowok saking ga mau deketin cewek. Pas dengar berita ini dari kamu Ra , Jef jadi senang. Hehehe” ujar Jefran panjang lebar. Ternyata tuduhan teman kelas itu salah. Buktinya Alfius sudah mempunyai pacar.
“Rara aja juga kaget loh si Wardana bisa punya pacar. Dia juga sejenis kaya Alfius sih, di suruh nyari pacar malah maunya sendiri dulu. Eh tiba-tiba malah udah ada gandengan aja” jawab Rara tidak mau kalah.
“Kaya kamu juga kan Ra, tiba-tiba udah ada gandengan” ucap Jefran sambil tersenyum. Rara berpura-pura memasang wajah bingung.
“Gandengan aku? Emangnya Rara punya?” tanya Rara yang sedang mencoba Jefran. Ia lagi berusaha menahan tawanya saat melihat wajah Jefran yang tiba-tiba berubah menjadi cemberut.
“ Yaudah, aku kan ga dianggap nih, Aku jalan dahulu yah. Kalau mau ikut jalan dari belakang aja.” Jawab Jefran yang mulai ngambek.
__ADS_1
Rara baru pertama kali melihat Jefran ngambek dan dia merasa gemas dengan Jefran. Ia terlihat sangat lucu dan menggemaskan jika sedang marah. Rara langsung berlari mengejar Jefran dan memeluknya dari belakang.
“Aku bercanda dengan doang Jef, masa aku lupain kamu sih. Ga bakal yah , ga bakal terjadi malah. Kalau pun terjadi aku juga ga mau” ujar Rara sambil tersenyum. Jefran langsung berbalik dan memegang tangan Rara.
“Kamu mah suka gitu yah, aku tadi hampir nangis loh. Jangan gitu lagi yah” jawab Jefran.
Mereka berdua kembali melanjutkan perjalanan dengan tujuan utama.
Sementara di jalur berbeda ada Beby dan Satria yang sibuk menghindari panas dan nyamuk. Beby yang seorang model dan Satria yang selalu di manja membuat mereka berdua sibuk untuk meladeni setiap rintangan di hutan. Sebenarnya mau heran tapi ini Beby dan satria jadi maklumi saja.
“Beby, lu bawa sunscreen ga? Ini kulit gue udah gosong” ujar Satria sambil berteduh dibawah pohon.
Beby kemudian membuka tasnya dan mengeluarkan sunscreen. Didalam tasnya sudah pasti semua perlengkapan ada. Mulai dari parfum,pelembab bibir, body lotion, sunscreen, dan yang paling penting adalah air. Mereka berdua tidak mau mati kehausan disana.
Sebenarnya ia sudah pakai tadi tapi ia malah menambahkan lagi. Padahal waktu baru pukul 8 dan tidak terlalu panas tapi kedua Manusia ini sudah seperti kebakaran saja.
“Beby, untung aja gue sekelompok sama lu woi. Kalau sama Jorgas atau Angga gue bakal mati gosong. Kalau sama mereka gue ga berani make ginian. Gue diganggu banci sama mereka. Bersyukur banget sumpah gue” ujar Satria sambil memegang tangan Beby.
Beby mulai terbiasa dengan sikap Satria juga ikut senang. Ternyata sifat asli sang idola sekolah begini toh. Kirain cool terus eh ini malah soft banget.
“Sat, emang lu pernah gitu nunjukin kelakuan asli lu sama mereka? Sekali aja gitu? Atau ke orang lain selain gue?” tanya Beby Yang kepo.
“Astaga, ini aja baru sama lu gue buka sifat asli gue karna kan lu nih model jadi ga bakal ngejek gue. Gue malu sama yang lain sumpah Beb, gue mau banget gitu umbar ke mereka tapi gue takut aja gitu. Pas gue tadi liat sekelompok sama lu tuh kek wow banget sih. Semalam juga Pak Nathan bilang kalau gue sekelompok sama lu , gue harus jagain lu” jawab Satria sambil menyunggingkan senyuman manis yang bikin siapa saja bisa meleleh.
Satria kan jomblo nih, Sabilah kalau dipepet hehehe :)
__ADS_1
Beby merasa senang bisa sekelompok dengan Satria. Satria adalah orang pertama yang menurut bisa menjadi teman baiknya. Memiliki sifat dan karakter yang sama membuat Beby makin tertarik untuk menjadikannya teman dekat. Kalau untuk teman hidup pasti semua sudah tau kalau ada Pak Nathan.
“Gini yah, kan tiap pertengahan bulan tuh gue suka ke klinik kecantikan buat perawatan. Mau Ikutan ga? Mumpung tuh tempat punya teman gue jadi dapat diskon.“ ajak Beby bersemangat. Setiap ke sana Pasti ia selalu sendiri. Mau mengajak Lidya dan Feby pun pasti mereka tidak akan mau.
Mereka berdua tidak suka pergi ke klinik kecantikan karena menurut mereka kalau udah Cantik gini mau diapain pun tetap cantik.
Kalaupun ke klinik kecantikan takutnya makin cantik terus ngalahin Beby. Ini adalah alasan paling sering dan sepertinya sudah menjadi kebiasaan Mereka jika diajak ke klinik kecantikan.
“Lu ga bercanda kan Beb? Gue juga biasa tiap akhir bulan ke klinik kecantikan buat perawatan” jawab Satria terang-terangan.
“Walaupun gue sering ke sana yah, jangan anggap gue banci yah. Gue masih full laki kok ga ada Kurangnya. Masa iya Cowok ga boleh ikutan perawatan.” Lanjut Satria.
“Yaudah nanti gue kontak yah, sekarang mending kita jalan lagi deh ikut petunjuk. Kalau lama nanti bakal gosong dan gue ga mau gosong” ujar Beby yang langsung bangun dari duduknya dan berjalan.
Angga mengambil payung di tas nya dan berlari mengejar beby.
“Beby, gue baru Ingat kalau bawa payung. Kita pakai payung aja yah” ajak Satria.
Di pagi yang cerah itu mereka berdua memutuskan untuk berjalan sambil menghindari panas matahari yang tak terasa panas. Ada ada saja mereka berdua ini.
Semua kelompok sibuk dengan berjalan menuju dataran tinggi yang terdapat banyak bunga Y. Walaupun saat perjalanan mereka melihat bunga Y, tapi penampakan bunga di sana tidak seindah yang ada di dataran tinggi.
Mereka disuruh meneliti setiap bagian bunga Y dan tidak lupa memotret setiap kegiatan yang mereka lakukan.
Mulai dari perjalanan pergi sampai memetik bunga. Kelompok nya Beby dan Satria sedikit berbeda karena saat sedang memakai sunscreen juga di foto. Mereka Sangat lucu.
__ADS_1