Timer Me

Timer Me
Bab. 24. Timer Me


__ADS_3

Malam itu merupakan malam yang terasa sangat panjang bagi Lidya dan Angga, tidak seperti malam pada umumnya. Bagaimana tidak mereka berdua duduk makan bersama.


Bukannya tidak suka duduk bersama, hanya Angga lebih memilih diam. Ketika bersama Lidya bayangan Nadya akan terus muncul di pikirannya. Dengan melihat Lidya tersenyum saja, senyum Nadya yang terlihat jelas bukan Lidya lagi.


Jangankan dengan senyuman, suara Nadya dan Lidya pun sangat persis, apalagi dengan nada dan cara berbicara mereka tidak beda jauh. 


//flashback on//


Beberapa tahun yang lalut Angga adalah Anak lelaki yang terlihat sangat bahagia. Dengan kehadiran Nadya membuat kehidupan Angga menjadi lebih berwarna. Dengan tingkah lucu dan random yang dimiliki oleh Nadya membuat Angga jatuh cinta kepadanya. Saat itu Angga baru saja menginjak bangku sekolah menengah pertama. 


Walaupun masih SMP tapi sifat Angga sangatlah dewasa. Bukan hanya itu, otak nya seperti otak anak SMA. Setiap materi yang di berikan akan di serap begitu cepat dan tugas-tugas terasa begitu mudah baginya.


Jangan heran, Kakaknya yang seorang guru muda selalu mengajarinya pelajaran SMP saat dia SD.  Keluarga nya pun juga tidak kalah pintar. Kakak Angga menjadi guru saat umurnya masih menginjak usia 19 tahun.


Tidak bisa di pungkiri kepintaran kakak nya tidak lepas dari gen Ibunya yang juga sangat pintar. Kakaknya yaitu Pak Nathan menempuh SMP hanya 2 tahun dan SMA 1 tahun saja. Terlepas dari kepintaran Pak Nathan kita kembali lagi ke kehidupan Angga dan juga Nadya. 


Saat itu jam telah menunjukkan pukul 9 pagi yang berarti jam istirahat . Saat Nadya ingin Keluar kelas Angga menahan nya dan mengajak Nadya ke taman sekolah. Mereka duduk di bangku taman .


“ Nad, maaf sebelumnya yah tapi aku mau ngomong sesuatu ke kamu” ucap Angga.


“ Mau ngomong apa Angga? “ jawab Nadya.


“ Aku sebenarnya suka sama kamu sejak awal kita ketemu. Aku tau kita baru aja kenal dan pasti kamu belum bisa kasih jawaban. Aku juga ga berharap untuk kita pacaran karena aku tau kalau kita itu masih kecil dan belum boleh pacaran. Aku hanya mau waktu kamu buat aku aja , aku janji pas SMA kamu aku anggap resmi jadi pacarku.” Jelas Angga panjang lebar. Nadya yang bingung pun tidak tau harus menjawab apa. 


“ Angga , untuk saat ini aku belum bisa jawab yah. Tapi aku janji bakal kasih jawaban ke kamu jika aku sudah yakin” jawab Nadya.


“ Aku kasih waktu seminggu, kalau kamu belum jawab pernyataan ku ini maka aku simpulkan kalau kamu menolaknya” ujar Angga kemudian berjalan ke sembarang arah meninggalkan Nadya yang masih terduduk dengan pikiran nya sendiri.


Nadya , wanita yang telah mengambil hati Angga secara cepat. Menggunakan kacamata dan memiliki senyuman yang manis itu adalah ciri khas dari wajahnya.


Banyak yang tidak tau tentang asal usul keluarga Nadya karena dirinya yang tertutup. Ia sangat pendiam di kelas dan tidak banyak tingkah seperti kebanyakan anak SMP pada umumnya. Hal ini yang membuat seorang Angga Adhitama jatuh cinta kepadanya.

__ADS_1


Sifat nya yang juga lemah lembut membuat setiap orang akan betah jika bersama dengannya dalam waktu lama. Setiap hari Angga selalu mencari-cari alasan agar bisa bersama dengan Nadya.


Mulai dari meminta Nadya menemani nya pergi bersama ke kantin sampai pulang bersama walau di tolak secara harus oleh Nadya berkali-kali. Angga tidak putus asa dan terus membuat Nadya agar jatuh cinta kepadanya nya.


Tak terasa waktu cepat berlalu dan hari ini tepat seminggu setelah ungkap cinta Angga kepada  Nadya di nyatakan.


Angga hari ini lebih banyak tidur di kelas di bandingkan dengan biasanya yang sering keluar ke kelas dan ikut bermain dengan teman-temannya.


Ia sangat gugup akan hari ini, apakah ia akan mendapatkan kata penerimaan atau pun penolakan. Ia sedang mempersiapkan mental nya untuk menerima kenyataan jika saja Nadya menolaknya. 


Ia pun memberanikan diri menghampiri Nadya dan mengajak nya berbicara.


“ Nadya” panggil Angga. Nadya yang dari tadi sibuk bergelut dengan buku pelajaran pun melepaskan buku itu dan menatap Angga .


“ Iya , kenapa  Angga” jawab Nadya.


“ Sebentar sepulang sekolah aku tunggu kamu di taman yah. Aku mau dengar jawaban kamu karena ini sudah 1 Minggu Sesuai perjanjian” ujar Angga kemudian pergi keluar kelas tak tau ia pergi ke mana. Keadaan kelas saat itu tidak ada guru karena semua guru sedang mengadakan rapat.


Waktu berlalu begitu cepat dan tak di sadari bel sekolah telah berbunyi, itu menandakan bahwa waktunya untuk pulang. Semua murid SMP A berhamburan keluar kelas menuju gerbang keluar.


Sesuai janji tadi Nadya pergi menghampiri Angga yang sudah duduk manis di bangku taman Sambil memainkan ponselnya.


“ Angga” sapa Nadya . Angga yang mendengar suara itu langsung bangun dan menyuruh Nadya duduk di samping nya.


“Jadi gimana ? kamu mau atau tidak” ujar Angga saking tidak sabarnya.


“ Setelah di pikir-pikir aku mengambil keputusan dan jawaban ku iya” Jawab Nadya sambil menunduk malu. Angga yang mendengar jawaban itu langsung berdiri dan berloncat-loncat seperti anak kecil. Tapi memang kenyataannya ia masih kecil , kan baru SMP.


Setelah kejadian itu mereka makin dekat. Teman sekelas mereka tidak tau apa-apa tentang kedekatan mereka berdua. Mereka berdua sangat mulus menyembunyikan hubungan mereka di depan banyak orang. Mereka lebih banyak menghabiskan waktu bersama di rumah nya Angga.


Pak Nathan selaku kakaknya menerima baik kehadiran Nadya di hidup Angga. Pak Nathan sudah menganggap Nadya sebagai bagian dari keluarga mereka. Bukan hanya Pak Nathan saja , Ibu serta Ayah Angga pun menerima Nadya.

__ADS_1


Pak Nathan tau kalau mereka masih SMP tapi pemikiran serta tingkah mereka sudah sangat dewasa dalam berhubungan. Mereka menghabiskan waktu dengan belajar bersama.


Mereka bisa membagi waktu dan mengaturnya dengan baik. Ada di mana saatnya untuk serius belajar dan ada waktu di mana mereka bercanda bersama.


Bersama dengan berjalannya waktu rasa Yang mereka miliki pun makin besar. Dalam hubungan mereka tidak ada Pernah sekali saja marahan. Menurut mereka hal itu akan membuat sebuah janji menjadi putus hanya karena sebuah hal bodoh.


Mereka saling mempelajari sifat dan karakter dari pasangan masing-masing. Ini membuat mereka makin sayang satu sama lain. Sore ini Pak Nathan membawa mereka lari sore di Taman. Angga dan Nadya tinggal di satu perumahan  yang sama.


Perumahan mereka merupakan perumahan nomor 1, yaitu perumahan termewah di bandingkan dengan perumahan nomor 2 dan 3 yang tidak jauh dari wilayah mereka. Karena rumah mereka tidak jauh, maka mereka bisa bersama setiap hari.


Terkadang Angga  yang pergi main ke rumah Nadya dan sebalikny Pak Nathan dan Angga keluar dari rumah dengan menggunakan baju  untuk lari sore. Mereka sekalian menjemput Nadya di rumahnya.


Nadya sudah dari tadi menunggu Angga dan Pak Nathan di depan pagar rumah. Nadya di temani oleh penjaga di rumah nya. Tak berselang lama Angga dan Pak Nathan sudah sampai kemudian membawa Nadya ke taman .


Letak taman di perumahan itu melewati rumah Nadya jadi mereka sekalian menjemput Nadya.


Nadya pamit ke penjaga rumah dan berlari mengikuti Pak Nathan serta Angga. Mereka bertiga menghabiskan waktu bersama berlari mengelilingi taman tersebut.


Angga dan Nadya yang sudah Cape pun duduk beristirahat di bangku taman.


Pak Nathan masih setia berlari. Tidak tau sudah berapa putaran yang ia lewati, tapi bisa di perkirakan itu lebih dari 30 kali.  Karena cape  Pak Nathan berhenti dan menghampiri Angga dan Nadya. 


“ Kalian mah baru beberapa putaran aja sudah Cape. Ke Abang dong, udah 35 putaran baru berhenti” ujar Pak Nathan sambil mengatur nafas.


“ Kan kita masih SMP bang jadi ga kuat .” jawab Nadya 


“ Nah betul kata Nadya” lanjut Angga membenarkan kata Nadya .


“ Udah udah , kalian mau es krim ga? Biar Abang  beliin” tawar Pak Nathan dan di iya kan oleh dua bocah tersebut. Mereka bertiga pun beristirahat setelah cape berlari sambil  menikmati es krim.


Tiba-tiba kepala Nadya terasa pusing dan akhirnya ia pun Pingsan.

__ADS_1


__ADS_2