Timer Me

Timer Me
Bab. 33. Timer Me


__ADS_3

Mendapat seseorang yang mengerti akan keadaan kita seperti mendapatkan harta karun.


Sudah sering bercerita ke setiap manusia tapi rasanya itu sama saja. Namun saat berbicara dengannya seperti ada suatu rasa kecocokan yang tidak dapat diartikan.


Setiap saran yang diberikan olehnya mampu membuat tubuh yang dulu tidak bisa bangkit kini menjadi bersemangat lagi. Setiap masalah yang ku ceritakan akan ia dengarkan dengan baik.


Aku selalu bertanya pada diriku sendiri mengapa orang ini tidak bosan mendengar ceritaku? Satu lagi , kenapa dia selalu punya solusi agar aku bisa keluar dari permasalahan ku itu? Apakah ia malaikat yang Tuhan kirimkan untukku saat ini? Padahal aku masih sering berbuat dosa tapi Tuhan tetap berbaik hati padaku. Bolehkah aku menaruh perasaan lebih dari teman untuknya? Aku sangat membutuhkannya untuk kehidupanku yang akan datang.


Aku tak tau kenapa aku seperti ini. Melihat sorot matanya saja sudah membuatku jatuh hati. 


“Maafkan aku Reva tapi aku  tidak ingin berbohong kepada diriku sendiri. Aku tak mau menjadi seorang bodoh yang selalu menipu diri untuk melupakan tawaku. Aku rasa waktu ini terlalu singkat buat jatuh hati kepadamu. Ini sepertinya gila tapi kegilaan ini membuatku candu” kata hati Aditya saat berjalan bersama Reva.


Reva sangat bahagia berjalan bersama Aditya.


Bukan seperti Aditya yang punya rasa senang karena bisa bersama pujaan hatinya, Reva bahagia karena bisa jalan bersama teman gosipnya. Setiap jalan yang mereka lalui seperti tidak berarti.


Rasa Cape yang biasa dirasakan jika berjalan jauh seakan hilang begitu saja. Ketika bersama seorang  yang sepemikiran sama kita itu indah banget. Senyum terus terukir  diwajah dua manusia itu. 


“Kita berhenti di depan yuk Dit, aku udah Cape banget nih” ajak Reva. Aditya pun mengiyakan dan ikut beristirahat di sebuah pos perhentian yang sengaja dibangun oleh masyarakat Desa X.


“Nih buat kamu, aku udah hafal banget sama kamu jadi aku bawa air mineral lebih banyak” ujar Reva sambil menyodorkan sebotol air mineral. Ia hafal betul dengan kebiasaan Aditya yang suka minum air.


Saat baru masuk ke dalam hutan saja ia mulai minum.

__ADS_1


“ Makasih yah Rev” ujar Aditya sembari menerima botol air. Senyum tipis sekarang sedang menghiasi wajah tampan  Aditya.


Ia tak menyangka kalau ada orang yang hafal hal-hal kecil tentang dia. Selama ini tidak ada yang seperti Reva. Otaknya mulai berpikir bahwa seakan-akan Reva juga menyukai dirinya.


Ia akan terus menerus menahan diri untuk tidak secepat mengungkapkan perasaan ini. Ia takut saja jika Reva sudah mempunyai pacar. Sebuah permintaan Adit ucapkan dalam hati agar suatu saat Reva juga bisa membalas perasaannya. 


Setelah puas dengan berisitirahat dan sedikit berbincang mereka berdua Kembali melanjutkan perkataan dengan hati dan otak yang sudah bisa bekerjasama.


Tak jauh dari tempatnya Aditya dan Reva ada juga pasangan yang terlihat sangat romantis. Kelihatannya si cowok tidak mau melihat ceweknya kecapean. Ia terus menawarkan kepada wanitanya agar digendong saja. 


“Sayang, kamu ga Cape apa. Ini kita udah jalan jauh banget loh. Masa kamu ga mau aku gendong sih. Kasihan nanti kaki kamu yang cantik tuh bisa lecek. Tuh banyak batu-batu besar terus banyak nyamuk juga” ucap Jorgas yang sibuk berbicara Sambil melambungkan tangannya disekitar Feby agar nyamuk tidak menggigit tubuh Feby.


“Gini yah sayang. Pertama nih yah itu nyamuk bukan Zombie yang langsung gigit aku juga bakal jadi Zombie. Terus yang kedua tuh kan kita di hutan jadi santai aja kalau nyamuk-nyamuk banyak.”


“ Ah Sayang mah sekarang gitu sama Jorgas. Jorgas ngambek deh, biar sayang jalan sendiri aja Jorgas disini.”  Ujar Jorgas memasang muka cemberut. Ia akan terlihat sangat manja jika bersama Feby.


Tidak tau setan apa yang sedang merasukinya tapi ia akan terus seperti ini. Ia melipat kedua tangannya di depan dada dan berhenti untuk tidak melanjutkan perjalanannya. Jika sudah seperti maka Feby akan kepala pusing dengan Jorgas. Jorgas suka sekali ngambek dan jika sudah ngambek maka butuh tenaga ekstra untuk membuat moodnya kembali lagi.


Feby kemudian mempunyai sebuah ide yang menurutnya cukup membuat Jorgas kembali membaik. Tapi hal ini belum tentu berhasil.


“Yaudah, kalau gitu Feby jalan sendiri aja. Biar Jorgas disini sendiri yah. Feby juga tidak kenapa-kenapa kalau jalan sendiri. Ga bakal ada yang  juga. Pasti nanti sampai sana ketemu sama yang lain. Eh betul yah Feby belum ngasih tau sama Jorgas. Di sini banyak kodok berkeliaran, pas juga nih jam segini mereka keluar nyari makan” ucap Feby bohong. Ia Sengaja menakuti Jorgas yang sangat takut dengan kodok. 


“Yang” panggil Jorgas halus dengan muka yang sedang menyembunyikan ketakutan.

__ADS_1


“Heum ? kenapa yang. Mau ditinggal kan biar aku langsung jalan aja. Udah mulai panas juga” jawab Feby dengan santai. Ia berbalik dan langsung senyum menahan tawa.


“Jorgas ikut yah, Jorgas takut sama kodok. Jorgas janji ga bakal minta apa-apa lagi sama Sayang. Yang penting Jorgas ikut yah” mohon Jorgas sambil berjalan mendekati Feby.


Saat Jorgas sudah sampai di belakang Feby, Feby berbalik dan langsung menertawakan Jorgas.


“Eh sayang kok malah ketawa sih, ada yang lucu yah” tanya Jorgas Bingung


“Kamu yang lucu sayang. Baru aja dibohongi gitu langsung percaya. Aku ngomong gitu biar kamu tuh nurut. Aku suka sama perhatian yang kamu berikan tapi jangan berlebihan juga. Kamu aja ga mikir diri sendiri yang sedari tadi digigit nyamuk. Kasian kan nanti gantengnya Feby sakit Gegara digigit nyamuk. Ga asik tau kalau udah sakit, ga bakal ketemu sama Feby” Jelas Feby menjawab perkataan Jorgas.


Feby langsung mendekat ke wajah Jorgas.


Ia mencium pipi Jorgas agar Jorgas tidak marah lagi kepadanya. Kemudian ia memegang tangan Jorgas dan mereka berdua Kembali melanjutkan perjalanan mereka. Jorgas berjalan dengan dekat jantung yang berdetak kencang dan wajah Yang memerah akibat ulah Feby.


Perjalanan terus berlanjut dan wajah Jorgas terus tersenyum. Ia tidak percaya Feby akan seperti itu kepadanya. Feby memang sangat ahli membuat Jorgas salah tingkah. Tidak salah ia memilih Feby sebagai pacarnya. 


Jatuh cinta pada pandangan pertama memang membuahkan hasil yang baik. Saat awal Feby yang belum menyukainya malah sekarang Feby ikutan bucin. Jika ada nominasi pasangan terbucin untuk di SMA A maka mereka berdua lah yang akan memenangkan.


Pak Nathan dan Beby yang selalu bucin akan kalah dengan kebucinan dua sejoli ini. Yang satu suka membuat kejutan yang akan bikin salah tingkah.


Sedangkan yang satu malah suka ngambek ga jelas. Hubungan mereka berdua akan terus berlanjut karena setiap masalah yang Mereka alami pasti selalu dibawa santai. Tidak ada perdebatan yang begitu lama sampai berhari-hari. 1 Jam saja tidak mengabari maka keduanya tidak bernyawa.


Tidak mengerti lagi dengan tingkah mereka berdua. Semoga saja hubungan mereka tidak ada orang ketiga yang ikut campur.

__ADS_1


__ADS_2