
Jin Long yang telah selesai memusnahkan seluruh Pasukan Kegelapan di wilayah Daratan Barat segera melanjutkan penyisiran nya ke wilayah Daratan Tengah, pergerakan mereka berlanjut menuju kearah Daratan Utara karena sang Dewa Naga merasakan banyak aura kegelapan dari wilayah perbatasan antara Daratan Tengah dan Daratan Utara tersebut.
Whhuuuzzz...
"Ahh..., wajahmu benar-benar sangat jelek kali ini wahai Bocah Jelek...!, hahaha..., apa yang membuat sampai wajahmu demikian?" kata Jin Long yang tiba-tiba sudah berada disamping Li Guai sang Dewa Obat atau si Bocah Jelek.
"Dasar Bocah Sombong...!, apakah kau tidak melihat bagaimana aku tunggang langgang kesana kemari di Alam Fana Ini?, Huhh..., masih untung Pasukan dan anggota keluarga si Bocah Brandal itu lumayan tangguh, kalau tidak?, ahh..., entah berapa banyak jiwa para penduduk Alam Fana ini yang akan lenyap!" kata Li Guai sang Dewa Obat menjelaskan kesibukannya saat bertempur dengan Pasukan Kegelapan yang tersebar merata di 5 Benua yang berada di Alam Fana.
"Hehehe..., tapi lihatlah...?, semuanya sudah bisa kamu atasi dengan baik?, dan itu artinya strategimu di Alam Fana ini sangat bagus!" kata Jin Long sang Dewa Naga memberikan komentarnya.
"Jangan senang dulu Bocah Sombong...!, di wilayah Daratan Barat kakek buyut dari YoLang sang Dewa Pelindung bersama istrinya sedang berjuang dengan keras melawan Pasukan Kegelapan yang tersisa, dan kondisi mereka juga sama seperti yang terjadi disini yang walaupun tingkat kekuatan berada diatas para Pasukan Kegelapan tapi jumlah mereka kalah jauh!, lebih baik kamu segera kesana dan membantu mereka karena aku khawatir mereka tidak akan sanggup menahan serangan para Pasukan Kegelapan!" kata Li Guai sang Dewa Obat menjelaskan.
"Hmm..., baiklah..., sebenarnya aku sudah mengirim 200 ribu anggota pasukan Surgawi kesana sebelumnya, tapi untuk meyakinkan kekhawatiranmu aku akan kesana bersama 100 ribu anggota Pasukan Surgawi yang mengikuti ku!" kata Jin Long sang Dewa Naga kemudian melesat dengan kecepatan cahaya menuju ke wilayah Daratan Timur Benua Besar.
Whhuuuzzz...
Karena perbedaan jumlah Pasukan Surapong dan Lin Mei terdesak sampai ke bagian tengah wilayah Daratan Timur, mereka telah mendekati wilayah Kota Lhu San yang merupakan ibukota Kerajaan Shima. Jumlah Pasukan Naga dan anggota keluarga Naga Emas yang berjumlah 1,500 anggota dan dibantu oleh 50 ribu anggota Pasukan Surgawi, sangat kewalahan menghadapi hampir 1 juta pasukan Hewan Iblis dengan seorang Komandan Pasukan Kegelapan. Mereka dipaksa bertahan dan terdesak mundur dengan menderita banyak kerugian karena banyak anggota pasukan yang tewas serta ada yang masih terluka, dan mereka kembali bisa bernafas lega setelah ada tambahan bantuan sebanyak 200 ribu anggota Pasukan Surgawi yang dikirimkan oleh Jin Long ketika dia tiba di Alam Fana.
"Bertahan...!, bantuan telah tiba, yang terluka segera telan Pil penyembuh luka dan yang masih kuat?, tolong dan bantu yang sudah lemah dan terluka parah" kata Surapong memberikan perintahnya.
"Suamiku...!, kau juga beristirahat dulu dan obati dulu lukamu itu!" kata Lin Mei yang mengkuatirkan sang suami.
__ADS_1
"Tenanglah Mei...!, aku masih kuat, kamu perhatikan saja posisi musuh dan tetap siaga!, kita bisa kembali mengumpulkan tenaga dan mengobati luka sekarang, karena mendapat bantuan yang cukup besar dari Daratan Selatan" kata Surapong.
Tanpa pasangan suami istri itu sadari mereka telah berada di wilayah kekuasaan Kerajaan Shima yang dulunya adalah musuh dari keluarga Lun yaitu Yo Lun salah satu istri dari Yolang sang Dewa Pelindung, dan memang dari beberapa arah mereka sudah dibidik oleh pasukan Kerajaan Shima yang masih menaruh dendam kepada anggota Keluarga Naga Emas.
Hal yang tak terduga itu akhirnya terjadi, tanpa merasa curiga Surapong dan Lin Mei serta anggota Pasukan Naga dan puluhan Pasukan Surgawi yang terluka, mendapatkan serangan gelap dari berbagai arah berupa serangan anak panah beracun dan pisau terbang.
Shuutt..., Shuutt..., Shuutt...
"Awas..., ada serangan gelap...!" teriak Lin Mei yang merasakan adanya pergerakan senjata rahasia dari berbagai arah menuju kearah mereka yang sedang beristirahat dan mengobati luka.
"Bajingan...!, ini adalah serangan dari Pasukan Kerajaan Shima!, semuanya..., bersiap dan berhati-hati dari arah belakang!" teriak Surapong yang melihat arah datangnya ratusan anak panah dan pisau terbang yang menuju kearah mereka.
Kesiapan Surapong dan Lin Mei serta semua anggota Pasukan yang sedang terluka itu sudah tidak bisa menghindari lagi dari hujan ratusan anak panah dan pisau terbang yang melesat cepat kearah mereka, walaupun banyak diantara mereka yang dapat menghindari dan mencegat beberapa anak panah dan pisau terbang tapi banyak juga serangan tersebut yang tepat mengenai sasaran dan lebih melukai mereka yang sudah terluka sebelumnya.
"Kekuatan Surgawi"
"Tabir Surgawi"
Whhuuusss...
Sebuah Kubah Pelindung tingkat Ilahi dibuat oleh Jin Long untuk melindungi Surapong dan Lin Mei serta anggota pasukan mereka yang terluka itu, dan 100 ribu anggota Pasukan Surgawi yang dibawanya langsung membantu Pasukan yang sudah tiba sebelumnya untuk menggempur habis Pasukan Kegelapan yang saat ini berbalik mendapat desakan hebat.
__ADS_1
Jin Long langsung memerintahkan kepada pasukannya untuk selain menggempur Pasukan Kegelapan, juga untuk menghajar Pasukan Kerajaan Shima yang secara licik memanfaatkan keadaan kemudian melakukan serangan gelap terhadap Surapong dan Lin Mei yang sedang beristirahat karena terluka.
Jin Long juga segera membantu melakukan pertolongan kepada mereka yang terluka sambil mengirimkan pesan kepada Li Guai sang Dewa Obat untuk segera datang ke lokasinya, karena Jin Long melihat kondisi Surapong yang dalam posisi sedang memeluk Lin Mei yang seakan-akan sedang melindungi istrinya itu dari serangan ratusan anak panah dan pisau terbang. Tapi dalam posisinya itu Surapong terlihat sudah terkulai emas karena terdapat 4 buah anak panah dan sebuah pisau terbang yang menancap di punggungnya, sementara kondisi Lin Mei sedang pingsan didalam pelukan sang suami yang juga sudah terkulai lemas dengan nafas yang sesekali berdenyut.
Whhuuuzzz...
"Bagaimana keadaan mereka?" kata Li Guai yang hanya dalam waktu semenit sudah tiba di tempat Jin Long yang sedang melakukan pertolongan kepada mereka yang terluka parah tersebut.
"Kau periksa dulu keadaan Surapong dan istrinya itu, sepertinya mereka terluka sangat parah, karena banyak darah yang keluar dari luka-lukanya!" kata Jin Long yang melihat Surapong yang dalam keadaan kritis.
"Hmm..., Lin Mei hanya pingsan dan tidak terluka dalam, hanya luka-luka luar saja, kamu berikan Pil ini kepadanya dan segera buat dia siuman, aku akan coba menolong mengobati Surapong!" kata Li Guai yang kemudian mulai melakukan teknik pengobatannya untuk menyelamatkan nyawa sang Pendekar Belati Emas yang sedang dalam kondisi kritis.
"Baik..., akan aku lakukan!" kata Jin Long yang kemudian mengambil alih untuk mengobati dan berusaha menyadarkan Lin Mei yang sedang pingsan
"Ahh..., ayolah..., sadarlah kakek tua...!" kata Li Guai yang sedang berusaha mengobati Surapong.
Sebagai Dewa Penguasa dengan gelarnya sebagai Dewa Obat maka Li Guai melakukan pengobatan terbaik yang dimilikinya, semua kemampuannya dikerahkan untuk mengembalikan kondisi organ vital dalam tubuh Surapong yang hampir seluruhnya rusak parah oleh 4 buah anak panah yang menancap di punggungnya serta sebuah pisau terbang yang tertancap di pinggangnya.
Dengan keringat yang bercucuran deras, Li Guai sang Dewa Obat akhirnya menghentikan tindakan pengobatannya terhadap Surapong, sambil menatap wajah Jin Long dia menggeleng-gelengkan kepalanya sebagai indikasi situasi yang sedang mereka hadapi saat ini.
"Takdir sudah berkehendak Li Guai...!, dan kamu sudah berusaha keras untuk itu!, biarkan nanti aku yang akan menyampaikan berita ini kepada PiYo dan MaiLang, mereka sedang melakukan tugas pembersihan di wilayah Daratan Selatan saat ini!" kata Jin Long sang Dewa Naga.
__ADS_1
"Ahh..., maafkan aku Dewa Pelindung...!, aku tidak mampu mengembalikan kakek buyutmu...!, hahh...!" kata Li Guai sang Dewa Obat yang menyesali ketidakmampuannya untuk menyembuhkan Surapong yang terluka parah sehingga akhirnya tewas.