Titisan Dewa 2

Titisan Dewa 2
Gelombang Serangan Pasukan Kegelapan (4)


__ADS_3

Sementara itu Lhu Dong yang dibantu oleh pasangan Phoenix Api Lory Mei dan Bao Qian serta pasangan Kekuatan Dewi Rembulan Len Ma dan Bao Jian terlihat mendominasi arena pertempuran, mereka bisa membuat Khun Peng dan Mo Shen hanya bisa melakukan gerakan menghindar tanpa bisa membalas serangan sekalipun.


Pertempuran seru di Alam Surgawi berlangsung antara Khun Peng melawan Len Ma dan Bao Jian yang sedikit mendapat bantuan dari Lhu Dong, karena sang Dewa Pengetahuan harus berbagi serangannya terhadap Mo Shen yang juga sedang menghadapi serangan dari dua arah yang dilancarkan oleh Lory Mei dan Bao Qian.


@Lory Mei dan Bao Qian


"Kekuatan Surgawi"


Whhuuunngg...


"Amarah Sepasang Phoenix Api"


Hiiiaattt...


Swuusshh..., Bhhoomm...


Swuusshh..., Bhhoomm...


Serangan bola-bola api berwarna merah dan kuning yang adalah serangan Kekuatan Spiritual teknik Tingkat Ilahi dari Lory Mei dan Bao Qian hampir membungkus tubuh dan ruang gerak Mo Shen, dan membuat sang Dewa Iblis tersebut harus mengerahkan kemampuan terbaiknya untuk menghindar dari serangan kekuatan Api Phoenix yang mematikan tersebut.


"Bajingan...!, aahhkk..." teriak Mo Shen ditengah usahanya melakukan gerakan menghindar.


Sementara itu disisi pertarungan Khun Peng yang menghadapi pasangan Kekuatan Dewi Rembulan, terlihat sangat lincah dan dengan mudah menghindari serangan dari Len Ma dan Bao Jian. Sosok jelmaan dari Burung Hitam tersebut seakan hanya melayang-layang diudara seperti menari-nari diantara serangan kabut Kekuatan Spiritual yang dilancarkan oleh pasangan Kekuatan Rembulan tersebut,


"Hahaha..., kalian harus berusaha lebih keras lagi bocah-bocah!, serangan kalian yang seperti itu hanya bisa untuk mengusir nyamuk saja!" kata Khun Peng yang merasa bisa mempermainkan serangan dari pasangan Kekuatan Rembulan.


"Hmm..., suamiku...!, mari kita gunakan teknik terbaik yang kita miliki!" kata Len Ma kemudian bersama sang suami mengrahkan teknik Tingkat Ilahi yang mereka kuasai.


@Len Ma dan Bao Jian


"Kekuatan Surgawi"


Whhuuunngg...


"Cahaya Rembulan Yin dan Yang"


Hiiiaattt...


Whhuusss..., Dhhuuaarr...


Whhuusss..., Dhhuuaarr...


Aaahhh...


"Bajingan...!, kalian bocah kemarin sore, berani-beraninya membuatu terluka?, ini..., rasakan serangan balasan dariku...!" kata Khun Peng yang sempat mendapat luka gores di bagian tubuhnya kemudan bersiap melakukan serangan balasan.


"Kekuatan Burung Hitam"


"Tarian Gagak Neraka"

__ADS_1


Hiiiaaattt...


Shhuuttt..., Bhhoomm...


Shhuuttt..., Bhhoomm...


"Awas..., menghindar...!" kata Bao Jian kepada istrinya Len Ma.


Whhuuzzz..., Whhuuzzz...,


"Rasakan itu...!, hahaha..., ehh..., brengsek...!, ahh..." kata Khun Peng dengan kesal karena melihat Len Ma dan Bao Jian dapat menghindari serangannya dengan mudah.


"Tetap Fokus..., lakukan kembali serangan kalian aku akan memberikan tambahan dorongan dan tabir elindununtuk kalian berdua!" kata Lhu Dong sang Dewa Pengetahuan yang selalu memberikan bantuan serangan ataupun perlindungan kepada pasangan Kekuatan Rembulan maupun kepada pasangan Phoenix Api.


"Suamiku..., mari lakukan lagi..., kita lakukan serangan beruntun dari dua arah, dan aku terlebih dahulu kemudian lansung kamu susul dengan serangan yang kedua!" kata Len Ma menyusun strategi serangannya bersama sang suami.


"Baik mari kita lakukan!" kata Bao Jian kemudian bersiap melakukan serangan selanjutnya.


@Len Ma


"Kekuatan Surgawi"


Whhuuunngg...


"Hujan Badai Rembulan Yin"


Hiiiaattt...


Whhuusss..., Dhhuuaarr...


Whhuusss..., Dhhuuaarr...


"Kekuatan Surgawi"


Whhuuunngg...


"Hujan Badai Rembulan Yang"


Hiiiaattt...


Whhuusss..., Dhhuuaarr...


Whhuusss..., Dhhuuaarr...


Aahhkkk...


## Danau Tiga Dimensi Alam Dewa ##


Lang Shen sang Dewa Perang memimpin Pasukan Surgawi bersama Pasukan Penjaga Alam Dewa melalukan pembantaian terhadap jutaan Pasukan Kegelapan Hewan Iblis, walaupun jumlah para Pasukan Kegelapan lebih besar tapi berhadapan dengan seorang Dewa Penguasa dengan para Pasukan Surgawi dibelakangnya membuat pertempuran berjalan tidak seimbang.

__ADS_1


Hanya dalam waktu tidak lebih dari 2 jam 10 juta lebih Pasukan Kegelapan Hewan Iblis telah berubah menjadi potongan-potongan kecil daging dan tulang-belulang, bahkan ada jutaan diantara mereka yang menguap menjadi kabut darah dan tak bisa bereinkarnasi lagi karena jiwa mereka ikut musnah.


Ditempat lain yang tidak jauh dengan lokasi pembantaian terhadap Pasukan Kegelapan terlihat Jin Long sedang bersiap-siap melakukan serangan terakhirnya untuk menghabisi Mo Wang sang Raja Iblis, Mo Wag yang tidak menyangka bahwa sosok yang sedang dihadapinya ternyata adalah seorang Dewa Penguasa yang datang dari Alam Surgawi. Hawa nafsu kegelapan telah menutupi semua akal sehat Mo Wang sehingga dia tidak bisa lagi membedakan mana para Kaum Ras Dewa dan sosok seorang Dewa Sejati seperti Jin Long, dan dalam ketidak berdayaannya Mo Wang berkata.


"Siapa sebenarnya dan dari mana kamu berasal?" kata Mo Wang yang telah dipenuhi luka disekujur tubuhnya dan sudah kehabisan tenaga untuk bertarung.


"Hahaha..., aku adalah Jin Long, dan di Alam Surgawi mereka memanggilku sebagai Dewa Naga!, nah...!, apakah kamu sudah mengetahuinya dengan jelas?" kata Jin Long menjelaskan.


"Hahaha..., baguslah kalau begitu, dan itu artinya di Alam Surgawi sedang kekurangan Dewa Penguasa, karena ketiga tuanku saat ini sedang membersihkan Alam Surgawi dari Dewa-dewa busuk sepertimu!, jadi tidak akan menjadi masalah kalau aku tewas di Alam Dewa ini asalkan yang Mulia Mo Shen bisa menaklukan Alam Surgawi!" kata Mo Wang dengan pasrah.


"Hehehe..., dasar Iblis terkutuk...!, apa kamu kira hanya aku saja Dewa Penguasa di Alam Semesta ini?, agar supaya kamu mengetahuinya, bahwa ketiga tuan Kegelapanmu itu sedang mendapat pelajaran dari para Dewa Penguasa lainnya di Alam Surgawi, dan sebentar lagi mereka juga akan menyusulmu ke Neraka Abadi!" kata Jin Long sang Dewa Naga menegaskan.


"Bajingan...!, ternyata kalian telah mengetahui semua rencana kami?"


"Hahaha..., 100 hari sebelum kebangkitan tuanmu Mo Shen?, kami telah menyiapkan seluruh kekuatan kami dan bersiapa di semua Alam yang berada di Alam Semesta ini!, lihatlah..., Pasukan Kegelapan telah musnah seluruhnya di Alam Dewa ini, dan kemungkinan di Alam Tinggi maupun di Alam Fana?, hal yang sama juga terjadi terhadap Pasukan kegelapan kalian itu!" kata Jin Lon menambahkan.


"Kalian Dewa-dewa busuk bajingan laknat...!, baiklah..., marilah kalian, kita pergi bersama ke Neraka Abadi!" kata Mo Wang kemudian mengerahkan sisa-sisa kekuatannya untuk melakukan serangan terakhir dengan cara akan meledakkan diri dengan kekuatan penuh sehingga akan mengakibatkan sebagian dari daratan Alam Dewa akan ikut hancur lebur bersama tubuh dan jiwanya.


"Kekuatan Kegelapan"


"Whhuuunnggg...


"Angkara Murka Iblis Neraka"


Hiiiaattt...


Whhuuuzzz...


Jin Long yang melihat tindakan bunuh diri dari Mo Wang yang juga akan membawa sebagian dari kehidupan di Alam Dewa, langsung bertindak dengan meminta bantuan Lang Shen sang Dewa Perang agar menggabungkan kekuatan mereka untuk membuat tabir pelindung yang sangat kuat.


"Dewa perang...!, bagaimana ini?, apa yang sebaiknya kita lakukan?" kata Jin Long sang Dewa Naga disaat yang sangat kritis tersebut.


"Tenang Dewa Naga!, mari kita gabungkan kekuatan Surgawi kita dan bungkus Iblis busuk itu dengan Benang Surgawi dan Kabut Sutra Surgawi, lakukan...!" kata Lang Shen yang langsung bertindak dengan cepat bersama Jin Long.


@Dewa Naga & Dewa Perang


"Kekuatan Surgawi"


Whhuuunnggg...


'Kabut Sutra Surgawi"


Whhuuuzzz...


Terlihat sebuah Gumpalan Awan bercahaya Putih berkilau melesat berputar dengan cepat kearah Mo Wang yang sedang mengerahkan kekuatannya dan membungkus tubuh iblis tersebut, dan disusul kemudian dengan teknik lainnya.


"Benang Surgawi"


Whhuuuzzz...

__ADS_1


Rangkaian sinar halus membentuk benang-benang keemasan terlihat ikut melesat dengan cepat dan mengikat seluruh tubuh Mo Wang yang sudah terbungkus gumpalan kabut awan putih, dan terlihat serangan Mo Wang sang Raja Iblis yang sudah terlanjur dia lepaskan belum sepenuhnya keluar dari kedua telapak tangannya sehingga ikut terbungkus dengan perisai Kabut Awan dan ikatan Benang Sugawi yang semakin lama semakin membesar dan padat itu sehingga tubuh Mo Wang terlihat sudah terbungkus sepenuhnya bagai kepompong.


__ADS_2