Titisan Dewa 2

Titisan Dewa 2
Masa 100 Hari (3)


__ADS_3

Disisi kanan kamar Nirwana dimana sebuah ruangan dengan tulisan Ruang Peri Putih terlihat tubuh LenMa dan Bao Jian dalam keadaan yang sama seperti Lory Mei dan Bao Qian yang berada didalam Ruang Phoenix, pasangan suami istri itu dalam keadaan sedang dalam penyatuan diri dan terbungkus oleh kabut Awan Putih sambil bergerak berputar mengikuti irama pergerakan kabut awan tersebut. Dari dalam tubuh keduanya mulai terlihat memancarkan cahaya putih yang menandakan transformasi Energi Kekuatan Dewi Rembulan sedang berproses didalam tubuh mereka, Dewi Rembulan adalah juga salah satu istri sang Kaisar Dewa yang tewas akibat kekacauan 1 juta tahun yang lalu oleh Dewa Iblis Mo Shen dan masih banyak lagi para Dewa Nirwana, Dewa Pencipta bahkan Dewa Penguasa di Alam Surgawi yang menjadi korban dan tersisa hanyalah sang Kaisar Dewa dan 5 sosok Dewa Pencipta yang tergabung dalam kelompok Dewa PanJelSoLaSi.


Sementara itu dikamar Nirwana terlihat sosok Alura dan YoLang yang dalam posisi sedang berkultivasi ganda dengan 2 cahaya menyilaukan mata membungkus tubuh keduanya, cahaya putih datang dari dalam tubuh Alura sedangkan YoLang memancarkan cahaya keemasan dan kedua cahaya itu ikut juga membungkus tubuh YoLun dan Mayang yang sedang duduk berposisi lotus disamping kiri dan kanan mereka.


Air Mata Peri yang keluar dari kedua mata Alura terlihat tidak berhenti mengalir menetes dikedua pipinya kemudian perlahan lenyap setelah diserap oleh YoLun dan Mayang yang sudah beberapa kali naik tahap tingkatan dan belum terlihat akan berhenti, demikian juga dengan YoLang yang mulai mendapat kenaikan tingkat kekuatan yang sebelumnya masih berada di tingkat Raja Dewa sejati tahap 39 kini sudah menerobos dan bahkan telah naik 2 tingkat diatasnya menyusul tingkat kekuatan Alura yang berada ditingkat Raja Dewa langit tahap 30.


Alura sendiri belum terlihat mendapat peningkatan kekuatannya karena saat ini dia masih meringankan beban Energi Kekuatan yang sangat padat didalam tubuhnya, setelah sudah kembali normal maka Alura akan mulai mendapatkan peningkatan kekuatan dari hasil kultivasi ganda bersama suami takdirnya YoLang.


Masih ada 90 hari lagi atau 9 hari di Alam Dewa untuk mereka semua berkultivasi meningkatkan tingkat kekuatan mereka, dan sebelumnya mereka tidak pernah menyadari akan mendapatkan kekuatan yang besar-besaran setelah berada didalam Istana Putih milik Dewi Peri Alura itu.


## Gunung Penguasa di Alam Dewa ##


Theos Lord Sun sedang menunggu laporan dari para bawahannya perihal tugas yang sudah dia perintahkan baik kepada jajaran Pasukan Penjaga Keamanan Alam Dewa maupun kepada masing-masing pemimpin Kaum Ras Dewa dan para Pemimpin Ras di Wilayah Netral, laporan pertama datang dari seorang utusan Theos Lord Moon yang melaporkan hasil pekerjaan mereka yang membuka Dimensi Perlindungan untuk menjadi tempat pengungsian anak-anak dan para wanita dari semua Kaum Ras Dewa.


"Hormat kepada Yang Mulia Theos Lord Sun!, saya Baron Lord Moon datang mewakili Theos Lord Moon untuk melaporkan situasi dan keadaan Dimensi Perlindungan di Gunung Ketiga!" kata Baron Lord Moon.


"Ya..., silahkan laporannya!" kata Theos Lord Sun.

__ADS_1


"Jumlah seluruh pengungsi adalah 3 juta orang lebih, yang berasal dari Kaum Lord Sun, Kaum Lord Star, Kaum Lord Warrior, Kaum Lord Assassin dan dari Kaum Lord Moon sendiri!, sedangkan untuk Ras lain hanya terdapat 200 orang lebih yang adalah para pendatang yang kebetulan sedang berada di Wilayah Penguasa ini" kata Baron Lord Moon melaporkan.


"Bagaimana dengan persediaan ransum untuk para pengungsi itu?"


"Banyak dari antara mereka membawa sendiri persediaan makanan dan ada juga persediaan yang disiapkan oleh masing-masing pemimpin Kaum dengan mendirikan gudang sendiri didalam Dimensi Perlindungan, dan dari data seluruh persediaan ransum akan cukup untuk dikonsumsi sampai 5 tahun oleh semua pengungsi tersebut!"


"Bagus...!, dan sampaikan terima kasihku untuk Theos Lord Moon atas kerja keras para Kaum Lord Moon, selanjutnya bagaimana dengan kesiapan pasukan yang dimiliki oleh Kaum Lord Moon?"


"500 ribu pasukan kami sudah melakukan pengetatan penjagaan di seluruh wilayah Gunung Ketiga, dan ada 200 ribu pasukan elit yang tingkat kekuatan mereka rata-rata sudah berada ditingkat Dewa Spiritual Perak dan Dewa Spiritual Emas sudah menuju Gunung Militer untuk bergabung dengan Pasukan Penjaga Keamanan Alam Dewa!" kata Baron Lord Moon melaporkan kegiatan mereka secara rinci dan jelas.


"Baik aku terima semua laporanmu!, dan silahkan kembali!" kata sang Pemimpin dan Penguasa Alam Dewa itu.


## Hutan Wilayah Penguasa ##


Panglima Pasukan Penjaga Keamanan Alam Dewa yang sedang menghadang 36.000 Pasukan Hitam sudah memastikan bahwa 4 sosok Jendral yang berada dibawahnya, juga bersama dengan 20 orang sosok Komandan Pasukan telah mengunci semua pemimpin kelompok 1.000 sampai pemimpin kelompok kecil dan sementara dia sendiri telah menandai pemimpin kelompok besar dari Pasukan Hitam itu.


Dia tinggal menunggu perintah dari YoLang sesuai dengan perintah tapi melihat gelagat yang semakin memanas dari para Pasukan Hitam, akhirnya dia mengambil tindakan sepihak dengan mulai mengerahkan para pemimpin pasukannya itu untuk mulai menyerang kearah Pasukan Hitam yang sudah terlebih dahulu memulai pertempuran.

__ADS_1


Pertempuran itu dipicu dengan kebimbangan para Pasukan Hitam yang telah kehilangan para pelindungnya, sikap arogansi dan jiwa hitam mereka yang sudah dikuasai hasrat iblis meronta-ronta untuk segera bertempur menunjukkan sikap ingin menguasai yang sangat besar tanpa melihat tingkat kekuatan mereka sendiri dengan lawan yang berada depan mata mereka.


Dimulai dengan barisan pasukan yang berada di bagian tengah maka pertempuran itu pecah,


Seraaaannggg...!,


Bhoomm..., Dhuuaarrr...


Suara serangan dan ledakan spiritual mulai terdengar, para pemimpin kelompok 1.000 dan kelompok besar mulai kebingungan karena tidak bisa mengatasi emosi para anggota pasukannya. Kesalahpahaman diantara pemimpin Pasukan Hitam itu mulai terjadi dan saling menyalahkan diantara mereka ikut memicu terjadinya kekacauan didalam pasukan Hitam itu sendiri, sementara itu disisi Pasukan Penjaga Keamanan Alam Dewa tetap tenang dan terkendali dalam satu komando oleh sang Panglima Pasukan. Dia memimpin para Jendral dan Komandan Pasukannya untuk membuat perisai kubah perlindungan atas serangan membabi buta yang dilakukan para anggota Pasukan Hitam, kemudian secara sistematis mulai melumpuhkan satu persatu para pemimpin kelompok Pasukan Hitam kemudian dilanjutkan dengan para anggota pasukannya.


Bhoomm..., Bhoommm...


Dhuuaarr..., Dhuuaaarrr...


Aahhhkkk...


Aahhhkkk...

__ADS_1


Puluhan kemudian meningkat ratusan korban di pihak Pasukan Hitam mulai berjatuhan dan tewas berubah menjadi kabut darah, sementara itu di pihak Pasukan Penjaga Keamanan Alam Dewa hanya terdapat puluhan anggota pasukannya yang menderita luka. Panglima Pasukan Penjaga Keamanan Alam Dewa itu juga sudah turun tangan dan maju ke arena pertempuran dengan saling berhadapan dengan sosok pemimpin besar dari Pasukan Hitam, saling jual beli serangan pun terjadi diantara keduanya dan dengan perbedaan tingkat kekuatan yang tidak terlalu jauh keduanya masing-masing merasa akan bisa mengatasi lawannya.


__ADS_2