Titisan Dewa 2

Titisan Dewa 2
Keyakinan Lory Mei


__ADS_3

Kesunyian perasaan yang mereka rasakan saat tiba di bukit itu sesuai dengan nama bukit yang mereka datangi saat ini, hari masih belum menjelang sore dan mereka masih harus menunggu beberapa jam lagi sampai malam hari tiba dimana waktunya untuk melihat keberadaan benda langit itu.


YoLang segera memerintahkan kepada mereka semua untuk membuat sebuah tempat yang nyaman yang akan dijadikan tempat untuk beristirahat sambil menunggu malam tiba, YoLang kemudian mengingat bahwa dulu Energi Kekuatan dari Air Mata Peri yang dia dan kedua istrinya temukan di Bukit Bunga wilayah Pelabuhan YaoYo diserap oleh YoLun, Mayang dan Lory Mei. Dan sepengetahuannya sang adik Lory Mei adalah sosok yang terbanyak menyerap Air Mata Peri tersebut, segera dia mengirim pesan suara kepada sang adik Lory Mei dan suaminya Bao Qian yang saat ini sedang berada di Ruang Dimensi miliknya untuk bersiap ditarik keluar.


whhuuuzzz...


Dua sosok tiba-tiba muncul dari kekosongan dan kemudian langsung bergabung dengan kelompok itu,


"Kakak...!, ada apa menarik kami keluar?, apakah ada sesuatu yang mendesak?" tanya Lory Mei.


"Iya..., aku ada tugas untukmu bersama YoLun dan Mayang nanti malam!, apakah kalian bertiga masih mengingat tentang Air Mata Peri saat di Alam Fana dulu?" tanya YoLang kepada sang adik dan kedua istrinya itu.


"Ya..., aku menyerap Energi Kekuatan dari Air Mata Peri itu sampai 2 kali!, kenapa...?, apakah ada masalah tentang hal itu saat ini?" tanya Lory Mei yang terlihat gelisah.


"Tidak...!, aku hanya membutuhkan kalian bertiga sebagai pewaris kekuatan Dewi Peri Alura itu untuk mengedarkan kesadaran spiritual kalian dan fokus diarahkan terhadap benda langit yang nanti malam akan muncul dan terlihat dari sini!" kata YoLang menjelaskan.


"Mmm..., baik kami akan melakukannya dan sebaiknya kita mengumpulkan Energi terdahulu sambil menunggu malam tiba!" kata YoLun kemudian mengajak Mayang dan Lory Mei untuk berkultivasi menyerap Energi Dewa yang berada disekitar bukit sunyi tersebut.

__ADS_1


Langkah tersebut kemudian diikuti oleh semua sosok yang mengikuti YoLang saat ini, terlihat mereka duduk dengan posisi lotus saling berpasangan sementara itu YoLang diapit oleh kedua istrinya disisi kiri dan kanan. Mereka fokus berkultivasi menyerap Energi Dewa sambil berharap mendapat dorongan untuk meningkatkan tingkat kekuatan mereka yang saat ini ada beberapa diantara mereka sebentar lagi akan naik tingkat, pasangan Rajawali Dua Alam Jula dan Juli kemudian pasangan Ular Putih BaiShe Po dan BaiShe Shou serta pasangan Lory Mei dan Bao Qian yang memiliki peluang besar untuk naik tingkat saat ini.


Selama kurang lebih 4 jam mereka fokus berkultivasi ketika malam mulai menjelang, dan melihat kearah barat dimana tampaklah benda langit yang menyerupai sebuah bulan. Tidak ada terlihat benda itu memancarkan cahaya karena sesuai informasi Theos Lord Moon bahwa benda langit tersebut hanya akan bersinar saat waktu bulan purnama,


"Sekarang kalian bertiga arahkan Energi Spiritual kalian terhadap benda langit itu, gunakan kemampuan terbaik kalian untuk merasakan keberadaan yang berada didalam sana!" kata YoLang memberikan arahannya.


"Baik suamiku...!" kata YoLun dan Mayang bersamaan.


"Baik kakak...!" kata Lory Mei mengikuti kedua kakak iparnya itu.


Dalam alam kesadaran YoLun, Mayang dan Lory Mei mereka mulai dapat melihat keberadaan aura kehidupan didalam benda langit tersebut, YoLang juga ikut memantau apa yang sedang dirasakan dan dilihat oleh ketiga sosok itu dengan menggunakan teknik membaca ingatan yang dikuasainya dan diarahkan kearah kedua istrinya dan kepada adiknya itu. YoLang merasa aneh dengan apa yang dilihatnya karena teknik membaca ingatannya terhalang oleh sebuah cahaya merah keemasan yang seakan sedang melindungi benda langit tersebut, kemudian YoLang menghentikan mengerahkan teknik tersebut dan meyakini bahwa benda langit tersebut benar adalah Dimensi Bulan yang sedang dicarinya.


Kesadaran Spiritual yang berasal dari YoLun, Mayang dan Lory Mei dapat menembus tabir pelindung berwarna merah keemasan tersebut karena didalam tubuh mereka terdapat Energi Kekuatan Air Mata Peri milik Dewi Peri Alura, dan mereka bertiga mulai merasakan keberadaan aura kehidupan serta sebuah tempat kediaman yang indah di sana.


2 jam kemudian YoLun dan Mayang menghentikan kegiatan mereka itu karena mulai merasa lelah dan kekurangan Energi Spiritual, dan selanjutnya keduanya langsung fokus berkultivasi kembali untuk mengisi Energi Spiritual mereka yang terkuras banyak dan mereka berdua hanya bisa melihat dan merasakan tentang adanya sebuah tempat kediaman tanpa merasakan satupun keberadaan sosok kehidupan di sana.


Sementara itu Lory Mei terlihat mulai memancarkan cahaya yang lebih terang lagi dari dalam tubuhnya dan masih terus mengarahkan kesadaran Spiritualnya kearah benda langit tersebut tanpa merasa lelah atau kekurangan Energi Spiritual dari dalam dantiannya, bahkan wajahnya terlihat tersenyum santai seakan sedang berkomunikasi dengan benda langit tersebut.

__ADS_1


Sudah berjam-jam Lory Mei mengarahkan kesadaran spiritualnya kearah benda langit tersebut dan belum terlihat tanda-tanda akan berhenti, YoLang dan yang lainnya hanya bisa menunggu dan berharap mendapatkan kabar baik dari Lory Mei nanti.


Malam semakin larut ketika Lory Mei menghentikan kegiatannya itu, dan kemudian mulai menceritakan apa yang ditemukannya sambil tersenyum senang.


"Hahh...!, aku bertemu kakak Alura!, dan memberitahukan bahwa kita harus segera menemuinya kesana! dan kamu kak...!, bersiaplah mendapat hukuman dari kakak Alura" kata Lory Mei dengan penuh keyakinan sambil menatap kakaknya YoLang dengan tajam.


"Ehh..., kakak Alura?, aku mendapat hukuman?, apa sebenarnya yang kau lihat Lory?, ceritakan dulu semuanya!" kata YoLang mendesak sang adik.


"Nanti saja...!, tidak ada waktu untuk menjelaskannya sekarang, kita sudah ditunggu dan celah masuk kesana hanya bertahan selama 1 jam, selebihnya kita disuruh mencari jalan sendiri!" kata Lory Mei sambil menarik tangan suaminya Bao Qian dan melompat keatas punggung Juli dan menyuruhnya untuk terbang dengan kecepatan penuh menuju benda langit yang diyakininya sebagai Dimensi Bulan tempat kediaman sosok Kuat dan Agung Dewi Peri Alura dan juga yang akan menjadi salah satu kakak iparnya.


YoLang dan yang lainnya hanya terperangah melihat tindakan Lory Mei tersebut, dan kemudian mereka semua segera berloncatan keatas punggung para Hewan Surgawi yang akan menjadi tunggangan mereka menyusul Lory Mei yang sudah terlebih dahulu melesat dengan kecepatan cahaya.


YoLang berada di atas punggung Jula, YoLun dan Mayang berada di atas punggung Maha Rani serta QuanShen Lian dan MuaShen Qingyi berada di atas punggung Maha Patih sedangkan BaiShe Po dan BaiShe Shou mengikuti mereka dari belakang, Enam titik hitam terlihat melesat dengan kecepatan cahaya meninggalkan Bukit Sunyi Wilayah Gunung Ketiga di dalam Kawasan Gunung Terapung.


Walaupun berada di kawasan dilarang terbang tapi dengan kemampuan dan tingkat kekuatan YoLang dan para bawahannya itu tidak mendapatkan kesulitan untuk melewati Kawasan Gunung Terapung menuju arah barat dimana Dimensi Bulan itu berada, para Hewan Surgawi itu mengerahkan seluruh kemampuan terbaik mereka karena terbatasnya waktu yang tersisa sebelum celah khusus yang akan menjadi pintu masuk mereka tertutup seperti yang dikatakan Lory Mei sebelumnya.


Banyak pertanyaan yang timbul didalam pikiran YoLang karena sang adik Lory Mei belum menjelaskan semua yang dia lihat saat menerawang Dimensi Bulan dengan Kesadaran Spiritualnya, kata-kata 'Kakak Alura' dan hukuman dari Alura untuknya yang menjadi pertanyaan besar bagi YoLang saat ini walaupun sudah mengetahui dengan pasti bahwa sosok tersebut sudah ditakdirkan akan menjadi istri ketiganya setelah YoLun dan Mayang.

__ADS_1


__ADS_2