
Diatas Danau Kegelapan atau yang sering disebut oleh para penghuni Alam Kegelapan sebagai Danau Hitam, terlihat YoLang sedang melayang dan mengerahkan kekuatan tingkat Cosmic miliknya.
"Kekuatan Semesta...!, Bangkit...!"
"Otoritas Ruang Semesta...!, Kuasai...!"
Dalam sekejap seluruh kawasan dan permukaan Danau Hitam telah diselimuti oleh kabut awan yang memancarkan cahaya keemasan, dan terlihat pergerakan YoLang diatas Danau Hitam semakin cepat dan hanya terlihat seperti berpindah-pindah. Wilayah yang sudah dikuasainya dengan Teknik Ruang tersebut saat ini sudah sepenuhnya berada dalam kendalinya, dan dimana saja dia menginginkan maka detik itu juga dia sudah berada di lokasi yang diinginkannya tersebut.
Selanjutnya dia mulai mengerahkan kemampuan Kesadaran Spiritualnya untuk mencari keberadaan dari Mo Shou yang diyakininya sedang berada didalam dasar Danau Hitam tersebut, dan dia melihat bahwa didasar danau tersebut terdapat beberapa gua besar dan bahkan ada sebuah Istana Megah yang berdiri ditengah kawasan dasar danau tersebut.
Dengan kemampuan teknik Kesadaran Spiritual tingkat Cosmic miliknya, YoLang dapat mengetahui dengan pasti apa saja yang berada di setiap gua besar dan yang berada didalam Istana bawah air itu. Dia melihat ada sebuah goa yang didalamnya memancarkan aura kegelapan yang sangat kuat, namun aura itu baru bisa dia rasakan saat seluruh kawasan Danau Hitam sudah dikuasainya dengan Teknik Ruang tingkat Cosmic miliknya.
Didalam goa besar tersebut YoLang dapat melihat dengan jelas sosok Mo Shou yang sedang mengobati luka-luka dalamnya akibat pertarungannya dengan YoLang saat di Alam Surgawi, dan juga dia melihat adanya cahaya Kekuatan Kegelapan yang mengalir dengan deras dari bagian terdalam gua tersebut menuju kearah tubuh Mo Shou yang sedang duduk berposisi lotus.
Dengan menggunakan teknik mata cahaya miliknya YoLang dapat melihat dengan jelas bahwa Kekuatan Kegelapan tersebut datang dari arah Inti Alam Kegelapan, dia juga melihat kondisi dan proses penyembuhan Mo Shou yang hampir kembali normal dan juga sedang menambah kekuatannya dengan menyerap Kekuatan Kegelapan yang berasal dari Inti Alam Kegelapan tersebut.
"Hmm..., benar-benar licik dan bodoh!, dengan pondasi tubuh yang masih lemah itu mau memaksakan diri menyerap Kekuatan Inti Alam Kegelapan?, hahh..., benar-benar tolol!" kata YoLang dalam hati karena penasaran dengan apa yang sedang dilakukan oleh Mo Shou adalah suatu tindakan kebodohan.
"Hehehe..., baiklah kalau begitu?, aku akan memberikan kejutan untukmu wahai Iblis Busuk!" kata YoLang dalam pikirannya yang kemudian masih dalam wujud bayangan dia melesat dan sudah berpindah tempat dan berada didalam gua tersebut.
Posisi YoLang yang saat ini berada didalam gua dan sudah melewati sosok Mo Shou yang sedang berkultivasi menyerap Kekuatan Inti Alam Kegelapan, Mo Shou tidak menyadari jika ada seseorang yang telah melewatinya dan saat ini hanya berjarak 200 meter dari tempatnya berkultivasi.
YoLang kemudian memutus aliran Kekuatan Kegelapan dan menggantinya dengan mengalirkan Kekuatan Energi Semesta, yang didalamnya sudah dia tambahkan dengan Kekuatan Elemen Cahaya yang adalah sebuah Kekuatan yang Anti terhadap Kekuatan Kegelapan.
Disisi lain Mo Shou sang Dewa Hewan Iblis tidak menyadari adanya pergantian Energi Kekuatan yang sedang diserapnya itu, dia dengan segenap kemampuannya tetap melakukan penyerapan tanpa menyadari datangnya sebuah ancaman yang bisa membuatnya lumpuh seketika.
Kemudian beberapa saat dia tersadar setelah merasakan kultivasinya terganggu, dengan berubahnya Energi Kegelapan yang sedang dia serap menjadi sesuatu yang tidak berguna dan bahkan mengancam nyawanya.
"Bajingan!, setan mana yang mengganggu kultivasiku?, brengsek!, apakah tidak tahu kalau aku adalah salah satu dari sosok Dewa Iblis?" teriak Mo Shou yang kemudian bangkit dan mencari tahu siapa yang telah menganggu kultivasinya.
"Hahaha...!, aku yang mengganggumu Mo Shou!, tapi aku bukan setan, karena aku adalah Dewa Kematian yang datang untuk menjemputmu!" kata YoLang dengan suaranya yang bergema didalam goa tersebut.
"Tunjukkan dirimu!, dan mari kita bertarung!" kata Mo Shou yang masih mencari-cari sosok YoLang yang masih dalam wujud bayangan.
"Bersiaplah, karena hari ini adalah akhir dari petualanganmu di Alam Semesta ini Mo Shou!, sudah terlalu banyak kau menebar maut dan kematian!" kata YoLang yang sudah menyiapkan serangannya .
"Tunjukkan dirimu dan mari kita bertarung secara jantan!" kata Mo Shou yang kemudian terlihat akan keluar dari dalam gua tapi pergerakannya seakan-akan terhambat karena ada sesuatu yang sedang menahannya untuk tetap berada di posisinya saat ini.
__ADS_1
"Hehehe...!, kau sedang berada didalam ruang kekuasaanku wahai Iblis busuk!, dan kau tidak diperkenankan untuk pergi jauh dari tempat ini, terimalah kematianmu!" kata YoLang kemudian bersiap melakukan serangan.
"Brengsek...!, ternyata kau adalah bocah ingusan itu?, tidak semudah itu!, tempat ini adalah milikku dan kegelapan adalah yang berkuasa atas Alam ini!" kata Mo Shou yang kemudian mengerahkan segenap kemampuannya agar bisa lepas dari jeratan Teknik Ruang milik YoLang sang Dewa Pelindung.
"Kuasa Kegelapan...!"
"Kendali Ruang Kegelapan...!"
Hiiiaaattt...
Whhuunnggg...
Tiba-tiba kabut hitam yang sangat pekat memenuhi seluruh ruangan goa tersebut sehingga menghalangi pandangan YoLang yang sedang memperhatikan pergerakan musuhnya, dan disisi lain terlihat Mo Shou dengan susah payah sedang berusaha keras untuk melepaskan diri dari pengaruh Teknik Ruang milik YoLang.
"Kemarahan Api Neraka"
Hiiiaattt...
Whhuusss..., Dhuuaarrr...
Whhuusss..., Dhuuaarrr...
"Ahh..., akhirnya lepas!, hahh..., mampuslah kau bocah bersama reruntuhan goa ini!, hahaha..." kata Mo Shou yang kembali merasa bisa bergerak dengan bebas dan kemudian dia melesat menuju keluar goa yang mulai runtuh.
Whhuuuzzz...
Sesampainya diluar goa Mo Shou tersenyum karena melihat goa tempatnya berkultivasi telah runtuh, dan dia berharap bahwa sosok YoLang pasti berada didalamnya dan telah tewas bersama reruntuhan goa tersebut.
"Mengapa kau tersenyum wahai Iblis Busuk?, apakah kau pikir aku akan tetap berada didalam sana dan menerima kehancuran begitu saja?, hahaha..., aku tidak sebodoh dirimu!" kata YoLang tiba-tiba dari arah belakang Mo Shou sehingga membuatnya sangat terkejut.
"Ba..., bagaimana bisa?, bukankah kau berada didalam goa itu?, ahh..., bajingan kau telah menipuku!, terimalah serangan ku ini!" kata Mo Shou yang sudah dipenuhi dengan kemarahan karena merasa telah dipermainkan.
"Kekuatan Kegelapan"
"Hujan Petir Hitam"
Hiiiaaattt...
__ADS_1
Melihat serangan yang dilakukan oleh Mo Shou tidak membuat YoLang takut atau menghindar, dia merasa yakin dengan kemampuan Teknik Ruang miliknya sehingga dengan hanya mengerakkan tangannya terlihat serangan Petir Hitam dia alihkan ketempat dimana Mo Shou berdiri.
Zzrreekkk..., Jeeddeerrr...
Aahhkkk...
Zzrreekkk..., Jeeddeerrr...
Aarrggkk...
Sosok Mo Shou yang terkena serangannya sendiri terlihat sudah menghitam dan terduduk diatas dasar Danau Hitam, dan YoLang tidak lagi memberikan kesempatan kepadanya dan langsung memberikan serangan balasan.
"Murka Naga Emas"
"Kekuatan Semesta...!, Bangkit...!"
Sebuah pusaran cahaya keemasan keluar dari telapak tangan YoLang
"Kekuatan Semesta...!, Bergabung...!"
Pusaran cahaya keemasan tersebut terlihat berputar semakin cepat dan membesar, sehingga terlihat air Danau Hitam hampir keseluruhannya berputar mengikuti arah putaran cahaya keemasan tersebut.
"Kekuatan Semesta...!, Lepas...!"
Pusaran cahaya keemasan tersebut bergerak dengan cepat menuju kearah sosok Mo Shou yang masih dalam posisi terduduk akibat serangan petirnya sendiri yang membalik menyerang dirinya sendiri. Sementara itu YoLang melihat serangannya telah menuju kearah target sasaran dan tidak mungkin bisa dihindari lagi, kemudian dia segera membuat kubah pelindung atas kawasan Danau Hitam tersebut agar tidak hancur akibat kekuatan serangannya yang sudah berada ditingkat Cosmic.
"Tabir Semesta...!"
Whhuunnggg...
Bersamaan dengan terciptanya kubah pelindung tersebut pusaran cahaya keemasan terlihat sudah membungkus seluruh tubuh sosok Mo Shou sang Dewa Hewan Iblis kemudian,
Zhhuunnggg..., Bllaaarrr...
Zhhuunnggg..., Bllaaarrr...
Tidak sempat lagi terdengar jeritan kematian dari sosok Mo Shou, karena tubuh dan jiwanya langsung hancur lenyap berubah menjadi kabut darah dan tidak bisa bereinkarnasi kembali.
__ADS_1