Titisan Dewa 2

Titisan Dewa 2
Dicegat Ras Iblis


__ADS_3

Kemeriahan terjadi didalam Istana Dewa Naga Emas, terlebih dengan hadirnya 2 sosok yang berasal dari Alam Dewa yang terlihat dikerubuti oleh sebagian besar anggota keluarga hanya karena ingin mendengar kisah kehidupan orang-orang yang berada di Alam Dewa ini, paman Kun Ouw dan bibi Kwang Nie menceritakan keberadaan makhluk-makhluk yang mendiami Alam Dewa, kebiasan mereka, tempat-tempat yang bisa dikunjungi dan yang tidak bisa didatangi oleh sembarangan Ras atau dikenal degan Kota Terlarang, tidak adanya sistim kerajaan atau kekaisaran dan yang ada adalah para penguasa masing-masing Ras serta penguasa Alam yang saat ini dipegang oleh Ras Dewa dan sistim perdagangan yang biasa digunakan di Alam Dewa yaitu Batu Energi sebagai alat tukar mulai dari Batu Kristal, Batu Roh sampai kepada Batu Jiwa dan Batu Semesta yang tertinggi.


Alat Tukar dan sistim perdagangan di Alam Dewa.


Batu Kristal


1 Batu Roh \= 1.000 Batu Kristal


1 Batu Jiwa \= 1.000 Batu Roh


1 Batu Semesta \= 1.000 Batu Jiwa


Paman Kun Ouw juga menjelaskan bahwa tingkat kekuatan para penghuni Alam Dewa yang rata-rata sudah tinggi bahkan para pemimpin Ras dan petinggi-petingginya sudah berada diRanah Alam Surgawi seperti YoLang dan kedua istrinya, untuk itu mereka diminta berhati-hati dalam membawa diri jika berada diluar ruang dimensi ini. Dan juga keberadaan ruang dimensi seperti ini ada juga dilokasi lain dengan pemiliknya yang berbeda-beda bahkan ada yang berada dilokasi yang sangat rahasia, ditempat lain YoLang sedang memberikan pengarahannya kepada seluruh anggota Pasukan Naga dan Pasukan Putri Naga dibawah kepemimpinan Wang Yhu sebagai Panglima Pasukan dan Yun Thao sebagai wakilnya dan Jendral Utama dipegang oleh Xiao Lai untuk Pasukan Naga dan Yang Lin untuk pasukan Putri Naga sementara perwira yang memimpin masing-masing devisi akan ditunjuk oleh keempat Perwira Utama tersebut.


"Silahkan Paman Wang Yhu yang mengatur selanjutnya!, dan ada 1 hal penting yang harus diperhatikan, ketika ada yang akan menerobos ke Ranah Alam Dewa untuk segera melapor atau masuk keruangan isolasi yang telah saya buat di dua tempat yang pertama berada didepan gedung Pasukan Naga dan yang kedua disamping gedung Pasukan Putri Naga, karena saat menerobos akan langsung menerima pembaptisan petir, dan hal itu akan sangat berbahaya jika tidak bersiap dan tidak ada yang membantu dalam proses kesengsaraan petir tersebut!" kata YoLang.


"Baik tuan muda...!, saya akan memperhatikan hal itu, dan akan saya instruksikan kepada semua anggota pasukan yang ada" kata Panglima Wang Yhu.

__ADS_1


"Tolong paman tekankan lagi kepada paman Yun Thao dan lainnya yang baru bergabung, agar segera fokus berkultivasi untuk meningkatkan tingkat kekuatan mereka, gunakan semua sumber daya yang ada!"


YoLang kemudian menuju gedung utama Istana Dewa Naga Emas, dimana para anggota keluarga sedang berkumpul. Terlihat diruangan tengah kedua orangtuanya dan kedua mertuanya sedang berbincang sambil ibunya MaiLang dan ibu mertuanya Maya bergantian menggendong bayi Lun Bao dan ditempat lain terlihat kedua istrinya sedang berbincang dengan LoryMei, MuLei, AmYin Hua dan Len Ma dan disisii lain terlihat juga sedang berkumpul RexoLin, Bao Qian, Bao Jian dan AnBin.


YoLang kemudian memanggil RexoLin dan LenMa yang tingkatannya masih berada diRanah Alam Kultivator yaitu ditingkat Nirwana Mahir dan Nirwana Puncak, kedua saudara sepuput YoLang itu diminta untuk segera bergabung dengan para perwira dan anggota Pasukan Naga yang sedang fokus berkultivasi meningkatkan kekuatan mereka.


"Baik saudara Yo!, kami berdua akan segera bergabung dengan para anggota Pasukan Naga" kata RexoLin.


"Bagus...!, temui paman Wang Yhu, nanti akan diarahkan olehnya, gunakan semua sumber daya yang ada di Istana ini, hubungi paman AnTam yang mengatur semua sumber daya itu!", kata YoLang menjelaskan.


"Adik Yo, kalau senjata ambil dimana, aku mau ganti senjataku!, ini masih tingkat Langit!" kata LenMa.


"Hmm..., temui saja paman AnTam dan minta petunjuknya, sampaikan semua kebutuhan kalian kepadanya" kata YoLang.


"Baklah..., kami akan menemui paman AnTam terlebih dahulu" kata LenMa kemudian berlalu.


Setelah itu YoLang, YoLun, Mayang, paman Kun Ouw dan bibi Whang Nie kembali kekediaman mereka di Desa Shang Hung, karena beberapa jam lagi mereka akan segera ke Kota Lang Yung untuk menjual sayur hasil panen dikebun milik paman Kun Ouw dan bibi Whang Nie. Mereka hanya beristirahat selama 2 jam kemudian mulai terlihat sibuk mengepak dan memasukkan sayur-sayur hasil panen kedalam karung dan kantong-kantong kulit kayu yang akan dijual dipasar, satu persatu karung dan kantong dinaikkan kebagian belakang kereta kereta gerbong yang telah dimodifikasi menjadi tempat barang, dan bagian gerbongnya sendiri masih bisa untuk mengangkut 4 orang dewasa.

__ADS_1


Kabut embun pagi masih menyelimuti Desa Shan Hung dan dikesunyian subuh hari itu terlihat sebuah kereta gerbong perlahan bergerak dijalan lintas menuju Kota Lang Yung, didalam gerbong duduk bibi Whang Nie, YoLun dan Mayang sementara ditempat kusir kereta terlihat paman Kun Ouw didampingi YoLang sedang mengendalikan 4 ekor kuda yang sedang menarik kereta gerbong tersebut. YoLang dengan kemampuannya sudah mengedarkan kesadaran spiritualnya untuk melihat keadaan dan situasi sepanjang jalan lintas yang akan mereka lalui, dengan jangkauan sampai 10 kilometer dia tidak melihat sesuatu yang mencurigakan. Kereta terus bergerak dengan kecepatan yang mulai bertambah setelah meninggalkan Desa dengan harapan mereka akan tiba di Kota Lang Yung setelah matahari terbit dari ufuk timur.


Langit mulai terang tapi sang matahari belum bersinar dan gerbong kereta paman Kun Ouw sudah berada dipertengahan jalan menuju Kota Lang Yung, YoLang kembali mengedarkan kesadaran spiritualnya untuk melihat kondisi jalan lintas yang akan mereka lalui dan merasakan adanya pergerakan puluhan aura kehidupan yang memancarkan Cahaya Hitam yang menandakan ada kelompok sosok Ras Iblis didepan mereka. YoLang kemudian lebih fokus lagi untuk melihat pancaran aura tubuh mereka dan melihat dengan jelas tubuh yang bercahaya hitam dan aura hitam yang terpancarkan dari dalam tubuh yang menandakan adanya niat jahat dalam hati dan pikiran mereka.


"Paman...!, apakah ada jalan lain selain jalan lintas ini?, karena saya melihat ada halangan dari beberapa sosok Ras Iblis didepan kita!" kata YoLang menjelaskan.


"Hmm..., mereka memang sudah biasa menagih biaya keamanan perjalanan kepada setiap pelintas yang melewati jalur lintas ini!, dan memang benar mereka dari Ras Iblis!, karena dulunya Kota Lang Yung dibawah kekuasan mereka, kemudian menjadi Kota Netral setelah dikuasai Ras kita!, dan dari kabar burung yang paman dengar ada sosok kuat dibelakang mereka, jadi biarkan saja, kita hanya perlu membayar 2 batu roh untuk biaya lewat!, dan seterusnya akan aman sampai Kota, tenanglah...!, serahkan kepada paman!" kata paman Kun Ouw.


"Baiklah...!, biarkan aku yang mengendalikan kuda, paman duduk disamping saya saja, biar agak leluasa untuk berkompromi dengan mereka" kata YoLang kemudian menggantikan paman Kun Ouw mengendalikan kereta gerbong itu sambil dia mengirimkan pesan suara kepada kedua istrinya tentang situasi yang akan mereka hadapi.


1 Jam kemudian kereta gerbong yang dikusiri YoLang telah mendekati posisi para penagih uang keamanan perjalanan itu, dan beberapa saat kemudian terlihat 2 orang sudah berdiri ditengah jalan sebagai pertanda agar kereta gerbong tersebut berhenti. Masih berjarak 20 meter YoLang telah menghentikan keretanya dan paman Kun Ouw langsung bersuara,


"Ada apa tuan-tuan...?, kami hanyalah pedagang sayur yang akan berjualan dipasar!, mohon untuk diperbolehkan lewat, biarlah saya akan membayar 2 kali lipat setelah selesai berjualan nanti!, bagaimana?" kata paman Kun Ouw berdiplomasi.


"Hmm..., orang tua kamu sudah tahu kewajibanmu?, tidak usah berkelit dan biar aku permudah!, karena kamu baru akan berjualan maka biayanya saya turunkan menjadi 5 batu roh untuk lewat, tapi sekembalinya dari pasar kalian harus menambah biayanya dengan 5 batu Roh lagi!, paham?" kata sosok yang mencegat mereka.


"Hmm..., maaf tuan-tuan, terus terang kami belum memiliki apa-apa, bagaimana kami harus membayar dengan 5 batu roh?, apa tidak sebaiknya tuan-tuan menunggu sampai kami kembali dari berjualan?" kata paman Kun Ouw dengan diplomasinya.

__ADS_1


"Hahh..., terlalu bertingkah!, saya sudah permudah untukmu orang tua!, tapi kalau tidak terima maka carilah jalan lain jangan lewat sini!" kata sosok didepan itu mulai arogan.


"Baik..., baik...!, kami akan mencari jalan lintas lainnya kalau begitu!" kata paman Kun Ouw sambil berpura-pura untuk menarik tali kekang kereta untuk berputar balik.


__ADS_2