Titisan Dewa 2

Titisan Dewa 2
Istana Kabut Emas


__ADS_3

Hanya dalam waktu singkat YoLang telah membawa ketiga istrinya dan seluruh pengikutnya ke Gunung Kabut dimana di puncaknya terdapat sebuah Istana megah dan besar tapi terlihat sudah lama tidak pernah ditempati dan terurus, Istana yang berada di Gunung Kabut itu dahulunya adalah kediaman dari Dewa Kemakmuran salah satu Dewa Penguasa Alam Surgawi yang kemudian ikut tewas bersama seluruh pengikutnya saat malapetaka 1 juta tahun yang lalu.


"Inilah Istana milikku di Alam Surgawi ini!, sekarang tugas kalian semua untuk membersihkan dan menatanya kembali agar layak untuk menjadi sebuah kediaman, sementara itu aku akan kembali ke Kawasan Gunung Putih untuk membawa Dimensi Nirwana kesini!" kata YoLang.


"Baik tuan muda!, kami akan membereskan pekerjaan disini" kata Zuqhi Long mewakili para bawahan yang mengikuti YoLang.


"Bagus!, dan istri-istriku, silahkan kalian bertiga melihat apa yang bisa kalian kerjakan terhadap Istana kita ini, lakukan apa saja yang menjadi keinginan kalian, dan dengan kemampuan yang kalian bertiga miliki aku rasa tidak ada akan ada kesulitan untuk melakukan semua hal itu!"


"Baik suamiku!, pergilah dan secepatnya kembali" kata Alura yang mewakili ketiga istri YoLang.


Whhuuuzzz...


Dalam sekejap mata YoLang telah menghilang dari pandangan mata mereka semua, dan merekapun mulai menyebar ke seluruh bangunan Istana Gunung Kabut tersebut dan mulai membersihan serta memperbaiki bagian-bagian yang sudah terlihat rusak.


Perlahan namun pasti mulai terlihat sosok megah dari bangunan Istana tersebut, semua Hewan Surgawi dan Hewan Ilahi yang memiliki kemampuan terbang melakukan penyisiran di bagian atas bangunan yang berukuran luas tersebut. Sementara itu YoLang yang telah berada di Kawasan Gunung Putih mulai mengerahkan segala kemampuannya untuk mengendalikan Dimensi Nirwana, kemudian melayang perlahan dan mulai dia arahkan menuju lokasi Gunung Kabut yang berada di arah utara dari lokasinya saat ini.


Beberapa saat kemudian bangunan Istana yang berada dipuncak Gunung Kabut terlihat mulai bercahaya lebih bersinar lagi setelah Dimensi Nirwana mulai turun menutupi kawasan puncak gunung tersebut. para bawahan YoLang segera menyingkir dari kawasan gedung Istana tersebut setelah melihat kejadian tersebut, sementara Alura, YoLun dan Mayang terlihat santai di bagian gedung utama Istana tersebut karena mengetahui bahwa fenomena tersebut aalah hasil pekerjaan suami mereka yang sedang membawa Dimensi Nirwana keatas Istana Gunung Kabut tersebut.


Saat ini Dimensi Nirwana telah menyatu dengan bagian utama dari Istana tersebut dan menyelimuti bangunan tersebut dengan kabut berwarna putih keemasan, dan jika dilihat dari kejauhan maka puncak Gunung Kabut sekarang sedang memancarkan cahaya keemasan.


"Ahh..., selesai!" kata YoLang yang mengagumi pekerjaannya telah berhasil menyatukan Dimensi Nirwana dengan ruangan pribadinya.

__ADS_1


"Suamiku!, semua pekerjaan telah diselesaikan dengan baik, dan kami bertiga juga telah melihat hasil pekerjaan para Hewan Surgawi dan Hewan Ilahi serta para Valis yang bersama keluarga Ras Dewa pemuja Bulan!" kata Alura.


"Bagus, mulai saat ini Istana ini akan kuberi nama dengan 'Istana Kabut Emas', yang adalah kediaman resmi dari Dewa Pelindung Alam Semesta ini" kata YoLang.


"Dewa Pelindung?, apakah kamu sudah menerima pengukuhanmu suamiku...?" tanya Alura yang terkejut dengan perkataan sang suami.


YoLang tidak menjawab pertanyaan sang istri dan kedua istri lainnya yang juga terlihat terkejut, tapi dia mulai menunjukkan simbol-simbol ke-Dewa-annya. Mulai dari simbol sebagai Dewa Penguasa Alam Surgawi yang juga sebagai salah satu anggota dari kelompok Dewa Penguasa PanJelSoLaSiDal, materai Tongkat Naga sebagai pemimpin Ras Naga di Alam Semesta dan materai Dewa Pelindung Alam Semesta yang beberapa saat yang lalu baru dia terima dari Kaisar Dewa.


Seluruh bawahan dan pengikut YoLang terlihat kemudian bersujud memberi penghormatan kepada sosok Dewa Pelindung dengan segala kemuliaan yang dia miliki, semetara itu disisi Alura, YoLun dan Mayang terlihat sangat kagum dan bangga melihat sang suami telah diteguhkan menjadi sosok Dewa seperti saat ini.


"Suamiku!, apakah kamu berbicara banyak dengan ayah?, dan apa katanya?" kata Alura yang terlihat penasaran dengan keberadaan sang ayah setelah lama terpisah.


"Uhh..., apakah tidak ada waktu sedikitpun untukku?, setelah sekian lamanya waktu terpisah?, aku juga ingin melihat wajah, dan keadaannya yang sekarang!, bukan hanya pesan suara seperti biasanya jika dia ingin berkomunikasi denganku!" kata Alura yang terlihat kecewa.


"Sayang...!, bersabarlah, aku rasa setelah ayahmu selesai dengan urusannya dia akan segera menemuimu!" kata YoLang.


"Suami kita benar kakak Alura, bagaimana kalau kita pergi kekediaman pribadi kita untuk melihat-lihat siapa tahu masih ada yang perlu kita tata kembali?" kata YoLun yang berniat menghilangkan kekecewaan saudarinya tersebut.


"Ya, itu usul yang baik dari saudarimu!, pergilah kalian bertiga ke kamar Nirwana, aku akan segera menyusu setelah memberikan taklimat kepada para pengikutku itu!" kata YoLang kemudian segera menemui seluruh bawahannya yang terlihat mash sujud berlutut.


Masih dengan semua atribut ke-Dewa-annya yang dia miliki, YoLang mendekati para bawahannya.

__ADS_1


"Bangkitlah!, dan dengarkan apa yang akan ku sampaikan!, seperti aturan dan tata krama yang berlaku di setiap Istana Dewa Penguasa Alam Surgawi maka tindakan kalian sudah benar!, tapi hal itu tidak akan menjadi kewajiban bagi kalian sebagai pengikutku jika dalam kondisi hanya ada kita saja, hal itu hanya akan berlaku jika ada orang luar yang sedang bersama kita, apa kalian mengerti?"


"Kami mengerti tuan muda!" kata mereka dengan kompak.


"Bagus, tentang sebutan juga sama seperti saat ini, jika hanya ada kita maka sebutan tuan muda adalah yang enak terdengar oleh telingaku, dan kalian hanya akan menyebutku Dewa jika ada orang lain disekitar kita!, selanjutnya untuk para Naga, sebelumnya guruku telah memberiku pesan untuk kalian, yaitu sebuah pilihan apakah ada diantara kalian yang akan mengikutinya atau akan tetap mengikuti ku seperti sekarang ini?, aku juga akan memberikan kalian kebebasan karena untuk kalian mengetahui bahwa aku juga melihat ada wajah kesepian dalam kesendirian seorang Jin Long, untuk itu mohon kalian pertimbangkan!" kata YoLang kepada Zuqhi Long dan YenLi Long.


"Kami akan mengutus 4 putra-putri kami untuk pergi bersama Dewa Naga, tuan muda!, untuk itu kami mohon ijinnya!, sementara itu saya dan YenLi Long dan keluarga kami yang lainnya akan tetap mengikuti tuan muda!" kata Zuqhi Long mewakili kaum Ras Naga.


"Baiklah, bawa kesini para putra dan putrimu yang akan pergi mengabdi kepada Guruku!, aku akan mengirimkan mereka ketempat Dewa Naga!" kata YoLang tapi tiba-tiba ada sebuah kilatan cahaya yang datang diantara mereka.


Whhuuzzz...


"Tidak perlu Dewa Pelindung!, aku sendiri yang akan menjemput mereka, dan terimakasih atas kesediaan mu mengijinkan mereka untuk menemani kesunyian hatiku!, hahaha..." kata sosok Dewa Naga Jin Long yang tiba-tiba telah berada disamping YoLang.


"Guru...!" kata YoLang sambil menunduk hormat.


"Sudah...!, jangan sungkan, bukankah kita sudah sama dan sederajat saat ini?, maka dari itu segera hilangkan semua peradatan seperti itu lagi, cukup dengan panggilan saja sudah cukup bagiku dan keempat gurumu yang lain" kata sang Dewa Naga.


"Terimakasih Guru!, akan ada 4 putra dan putri dari Zuqhi Long dan YenLi Long yang akan meninggalkan Istana Kabut Emas ini dan mengikuti Guru!" kata YoLang.


"Hmm..., sebuah nama Istana yang bagus, oh iya, Dewa Pelindung!, apakah kamu sudah bertemu dengan Panglima Balatentara Surgawi?, karena sebagai salah satu Dewa Penguasa kamu juga berhak atas Pasukan Balatentara Surgawi untuk menjaga wilayah kekuasaanmu yaitu kawasan Gunung Kabut ini serta pada setiap tugas-tugasmu di Alam Semesta!" kata Dewa Naga menjelaskan.

__ADS_1


__ADS_2