
Kali ini para Hewan Surgawi bawahan YoLang menunjukkan segala kemampuan yang mereka miliki kepada tuan mereka, hanya dalam waktu 30 menit telah melesat dengan kecepatan penuh melintasi bagian tengah Wilayah Penguasa daratan Alam Dewa sehingga tiba di ujung barat daratan itu dimana sudah terlihat dengan jelas Dimensi Bulan itu yang terpisah ratusan kilometer dari daratan Alam Dewa.
Jula menerima arahan dan petunjuk Lory Mei untuk langsung menuju ketitik koordinat dimana letak celah masuk untuk melewati tabir pelindung yang membungkus Dimensi Bulan tersebut, dan tanpa celah yang dibuat sendiri oleh Dewi Peri Alura tersebut tidak akan ada satu sosok yang terkuat sekalipun di Alam Dewa ini yang bisa memasuki Dimensi Bulan tersebut dengan selamat. Hal ini dikarenakan tabir pelindung tersebut adalah sekumpulan gas beracun yang dapat membunuh sosok dengan tingkat kekuatan yang sudah berada di Ranah Raja Dewa, dan celah yang dibuat Dewi Peri Alura hanya diperuntukkan kepada YoLang dan rombongannya.
Dalam penerawangan Kesadaran Spiritual yang dilakukan oleh ketiga pewaris Air Mata Peri dari Bukit Sunyi Gunung Ketiga Kawasan Gunung Terapung itu, hanya Lory Mei yang bisa berkomunikasi dengan Dewi Peri Alura karena hanya dialah sosok yang terbanyak mewarisi Energi Kekuatan Air Mata Peri.
Alura memberitahukan koordinat lokasi celah masuk kedalam Dimensi Bulan serta memberitahukan kesalahan YoLang yang telah membiarkannya menunggu terlalu lama, karena seharusnya dia harus segera mencari keberadaan Alura saat setibanya di Alam Dewa dan itu juga yang sudah menjadi perintah sang Kaisar Dewa kepada YoLang saat pertemuan mereka yang terakhir.
Banyak yang diperbincangkan antara Lory Mei dan Dewi Peri Alura saat itu, makanya dia sangat senang akan segera bertemu dengan calon kakak iparnya tersebut. Demikian juga dengan Alura yang bahagia karena sebentar lagi segala kesedihan dan penantiannya selama beratus-ratus tahun akan terobati dengan kedatangan YoLang, karena sudah menjadi takdirnya sejak dia dilemparkan keluar Alam Surgawi 1 juta tahun yang lalu oleh ayahnya sang Kaisar Dewa kemudian berjanji akan mencarikan tuan penolong untuk putrinya itu sekaligus akan menjadi suaminya.
Hanya saja karena sifat keturunan dari ibunya yang adalah seorang Ras Dewa Peri murni dengan tingkat kedisiplinan yang tinggi sehingga dia merasa YoLang telah melanggar janjinya maka sudah wajib dia akan menerima hukuman, jenis hukumannya pun sudah ditentukan oleh Alura yaitu YoLang diharuskan melakukan penyucian diri selama 100 tahun didalam penjara keabadian milik Kaum Ras Dewa Peri.
Selama 20 menit berikutnya Jula telah menemukan sebuah lorong udara yang menuntun mereka menuju celah masuk kedalam Dimensi Bulan tanpa terkena efek tabir pelindung yang penuh dengan racun mematikan, satu persatu para Hewan Surgawi itu memasuki celah sambil membawa sosok penunggang di atas punggung mereka.
Whhuuuzzz..., Whhuuuzzz...
__ADS_1
13 sosok berwujud manusia terlempar dari kekosongan dan mendarat dengan manis disebuah hamparan taman bunga beraneka warna yang terlihat terpelihara dengan baik,
Tap..., Tap..., Tap...
Dari kejauhan mereka melihat ada 2 sosok bayangan putih melesat dengan cepat kearah mereka,
"Selamat datang di Dimensi Bulan tuan penolong bersama semua pengikut...!" kata sosok gadis cantik berambut panjang dengan pakaian sutera putih panjang yang membungkus seluruh tubuhnya.
"Terimakasih sudah menyambut kami!, tapi kenapa anda memanggilku dengan tuan penolong?, apakah kita pernah bertemu sebelumnya?" kata YoLang yang kembali merasa ada suatu keanehan.
"Kami sudah diwajibkan oleh Yang Mulia Putri untuk memanggil tuan dengan sebutan tuan penolong, maafkan atas kelancangan kami!" kata sosok peri putih tersebut dengan sikap yang merendah dan penuh hormat kepada YoLang, padahal melihat dari kekuatan kedua sosok peri itu, tingkat kekuatan mereka sudah berada di Ranah Kekuatan Jendral Dewa tingkat Jendral Dewa Giok tahap 20.
"Mari semuanya mengikuti kami!" kata sosok peri tersebut kemudian melesat dengan kecepatan cahaya, YoLang dan rombongannya itu juga mau tak mau harus mengerahkan semua kemampuan teknik meringankan tubuh mereka untuk mengimbangi kecepatan kedua peri putih yang menyambut mereka sebelumnya.
Hanya dalam waktu kurang lebih 5 menit mereka telah sampai disebuah Istana Megah tempat kediaman sang Dewi Peri Alura, mereka kemudian dipersilahkan memasuki Istana itu dan menuju kesebuah ruangan yang terlihat seperti sebuah ruang pertemuan dengan masih dikawal oleh 2 sosok peri berpakaian serba putih tersebut. Sesampainya didalam ruangan pertemuan tersebut kembali mereka disambut lagi oleh 2 sosok peri berpakaian putih lainnya yang kemudian berkata,
__ADS_1
"Selamat datang di Istana Phoenix Putih milik Yang Mulia Putri...!, silahkan tuan penolong bersama semua pengikut untuk mengikuti kami menuju ruangan Nirwana tempat pribadi Yang Mulia Putri!" kata salah seorang peri putih tersebut kemudian membawa YoLang masuk kearah bagian dalam Istana tersebut.
Mereka kembali dibawa masuk lebih kearah dalam Istana Phoenix Putih tersebut, kemudian dari jarak 20 meter terlihat sebuah ruangan yang diselimuti kabut tipis berwarna putih dan didepan pintu gerbang masuk terlihat 4 sosok peri putih sedang berjaga dan didepan mereka terdapat sebuah ruangan tamu karena terdapat beberapa tempat duduk di sana.
"Maaf tuan penolong!, untuk saat ini yang hanya bisa masuk kedalam ruangan Nirwana adalah mereka yang merupakan anggota keluarga inti tuan penolong dan untuk semua bawahan dan para Hewan Surgawi diharap menunggu disini!" kata salah satu sosok peri putih penjaga pintu gerbang itu, sementara 2 sosok peri putih yang mengantar mereka sebelumnya telah pergi menghilang.
"Baiklah..., Lian, Patih, Po dan Jula kalian bersama istri-istri kalian menunggu disini, kami akan segera menemui kalian lagi setelah urusan didalam selesai!" kata Yolang.
"Baik tuan muda, kami akan menunggu disini!" jawab QuanShen Lian mewakili semua bawahan YoLang.
Kreeeekkk...,
Pintu Gerbang yang besar itu mulai terbuka dan tampak cahaya putih menyilaukan keluar dari dalamnya, YoLang, YoLun, Mayang, Lory Mei dan Bao Qian dapat merasakan suasana nyaman dan sejuk saat diterpa oleh cahaya putih tersebut, kemudian mereka melihat sosok seorang wanita cantik dengan tubuhnya memancarkan cahaya dan sepasang sayap spiritual dari belakang punggungnya serta sebuah Materai Dewa berbentuk lingkaran awan putih yang berada di atas kepalanya menyambut mereka dengan penuh senyum, YoLang terpana dan langsung terpesona menatap kecantikan sosok Dewi Sejati didepannya tersebut dan tanpa dia sadari semua Atribut dan Materai Dewa miliknya secara otomatis keluar membentuk sosok Dewa Sejati yang sama dengan sosok Dewi Sejati didepannya hanya perbedaannya dari tubuh YoLang yang memancarkan cahaya keemasan.
"Suamiku...!" kata sosok wanita tersebut yang hanya dapat didengar oleh YoLang, kemudian melesat mendapatkan tubuh sosok yang sudah lama dirindukannya itu.
__ADS_1
"Maafkan aku Alura...!" kata YoLang dengan cara yang sama yaitu suaranya hanya ditujukan terhadap sosok Dewi Sejati bercahaya putih tersebut.
Pertemuan kedua sosok Dewa Sejati tersebut menyatukan cahaya putih dan keemasan yang keluar dari tubuh mereka kemudian membungkus keduanya sampai hanya terlihat sebuah gumpalan awan bercahaya putih keemasan, didalam gumpalan awan putih keemasan tersebut Alura memeluk erat tubuh YoLang sambil melepaskan semua kerinduannya, demikian juga sebaliknya YoLang mendekap erat sosok Dewi cantik tersebut dengan gelora asmaranya yang mulai bergejolak.