Titisan Dewa 2

Titisan Dewa 2
Alam Tanpa Kehidupan


__ADS_3

Setahun telah berlalu dan di kedalaman Alam Kegelapan yang lokasinya berada dekat dengan bagian Inti, terlihat sosok YoLang yang masih dengan posisi lotusnya dan sedang menyerap Energi Kekuatan dari Inti Alam Kegelapan tersebut. Terlihat Inti Alam Kegelapan sudah lebih dari setengahnya yang berhasil diserap oleh YoLang sang Dewa Pelindung, dan kekuatannya juga terlihat sudah menerobos ke Ranah Kekuatan Absolute God dan sudah berada ditingkat Absolute God tahap 30. Sebuah Tingkat Kekuatan yang baru ada 1 sosok yang memilikinya di Alam Semesta ini yaitu Yhu Huang sang Kaisar Dewa, dan saat ini tingkat kekuatannya juga sudah berada di Tingkat Absolute God tahap 20.


YoLang sang Dewa Pelindung setelah menyerap setengah lebih dari Energi Kekuatan dari Inti Alam Kegelapan tersebut telah mendapatkan terobosan dan sudah berada di Tingkat Absolute God tahap 29, dan proses pencapaiannya tersebut tidaklah mudah karena harus melewati waktu penyerapan selama 1 tahun lamanya.


Sekian lama dia melakukan penyerapan atas Inti Alam Kegelapan tersebut tapi belum terlihat adanya niat untuk berhenti, didalam pikiran YoLang saat ini hanya ada untuk segera menyerap habis seluruh Energi Kekuatan Kegelapan yang terkandung dalam Inti Alam Kegelapan tersebut.


## Kota Klentang Alam Fana ##


Di taman yang dahulunya adalah tempat bermain YoLang dan Lory Mei waktu kecil terlihat PiYo, MaiLang, Maya dan Lun Ping sedang bermain-main dengan 3 sosok bocah kecil yang usia mereka baru 1 tahun, Chen Lang, Yong Lang dan Qing Lang adalah putra-putra YoLang sang Dewa Pelindung dari ketiga istrinya yaitu Alura, YoLun dan Mayang.


Kakek dan nenek dari ketiga bocah laki-laki itu terlihat sangat senang dan dengan sepenuh hati mengajari Chen Lang, Yong Lang dan Qing Lang untuk berjalan dan bermain bersama, sementara itu ketiga istri YoLang bersama para pengawal mereka sedang pergi melihat bukit bunga yang berada di sebelah timur Danau Es Desa YaoYo.


Alura, YoLun dan Mayang pergi mengabiskan waktu kesepian mereka untuk melihat panorama alam bukit bunga tersebut, kegiatan itu juga untuk menghilangkan rasa kerinduan mereka terhadap sosok sang suami yang sudah lama meninggalkan mereka bertiga mulai dari masa berkabung sampai ketika putra-putra mereka lahir dan saat ini sudah berusia 1 tahun.


"Saudari-saudariku sebaiknya bunga-bunga ini kita pindahkan semua saja kedalam dunia jiwa kita, dan nanti setelah kita kembali ke Alam Surgawi akan kita tanam menjadi satu dengan taman bunga yang berada di dalam Dimensi Nirwana!, bagaimana menurut kalian?" kata Alura mengusulkan.


"Bagus juga ide kakak Alura!, karena kemungkinan?, setalah kita kembali ke Alam Surgawi akan sangat sulit bagi kita untuk kembali lagi ke Alam Fana ini!" kata YoLun menambahkan.

__ADS_1


"Hmm..., baiklah, aku setuju, ayo mari kita lakukan!" kata Mayang yang kemudian mengajak kedua saudarinya untuk memindahkan semua tanaman bunga yang berada di awasan bukit tersebut, yang dahulunya adalah tempat pengasingan Alura saat dia dilempar keluar dari Alam Surgawi oleh ayahnya sang Kaisar Dewa.


Keseharian dari Alura, YoLun dan Mayang selalu dilewati dengan mengunjungi tempat-tempat yang memiliki kenangan saat masih kecil atau ketika bersama suami mereka YoLang, tidak hanya yang ada di Benua Pulau Hijau tapi mereka juga mendatangi beberapa Benua yang berada di Alam Fana tersebut termasuk Benua Besar dimana terdapat Kediaman Keluarga Naga Emas yang menjadi pusat kegiatan Bisnis Keluarga dengan adanya Perusahaan Dagang Jin Long.


"Kakak Alura!, apakah ada berita baru tentang keberadaan suami kita dari Dewa Guru Yhu Huang?" tanya YoLun suatu ketika saat mereka akan beristirahat malam hari.


"Paman Yhu Huang terakhir memberiku kabar 2 hari yang lalu, dan dia mengatakan belum melihat adanya pergerakan dari YoLang suami kita, demikian juga dengan pesan yang aku terima dari ayah yang berada di Alam Maha Tinggi, sepertinya suami kita sedang berada dan terperangkap di sebuah Dimensi lain yang sang sulit untuk dideteksi, tapi artefak pendeteksi jiwa milik YoLang masih menunjukkan bahwa suami kita itu masih hidup dan baik-baik saja!" kata Alura menjelaskan.


"Hmm..., mudah-mudahan dia bisa mengatasi masalah yang sedang dihadapinya dan segera kembali!" kata Mayang.


"Ya...!, aku yakin suami kita pasti bisa melakukannya?, karena tidak mungkin dia akan meninggalkan dan melupakan kita, apalagi dia mengetahui bahwa kita bertiga sedang hamil saat dia akan pergi menjalankan tugas waktu itu!" kata YoLun.


"Tapi apakah kakak berdua tidak merasa aneh?, coba ingat kembali!, ini sudah terlalu lama dia meninggalkan kita, lihat anak-anak kita saja sudah mulai bisa berjalan dan belum mengenal sosok ayah mereka!, ahh..." kata Mayang yang masih mengeluh dengan keadaan dan sudah sangat merindukan suami mereka.


"Hehehe..., adik Mayang sudah sangat merindukan suami kita ya?, aku dan Yo Lun juga sama, hanya saja kita juga harus mengerti dengan status YoLang yang saat ini adalah seorang Dewa Pelindung, dan juga keterikatannya dengan tugas-tugas langit yang sudah menjadi kewajibannya sebagai sang Pilihan Langit!" kata Alura menjelaskan.


"Iya kakak Alura benar, kita harus sadar bahwa YoLang bukan lagi milik kita sepenuhnya, dia adalah milik Alam Semesta ini yang juga bertugas melindungi dan menjaga keseimbangan bagi setiap mahkluk yang hidup didalamnya, hal itu yang harus kita mengerti dengan status suami kita itu!" kata YoLun menambahkan.

__ADS_1


## Alam Kegelapan ##


Waktu berlalu dengan cepatnya dan tidak terasa kembali 6 bulan sudah terlewati, sementara itu sosok YoLang sang Dewa Pelindung masih berada didekat Inti Alam Kegelapan dengan berposisi lotus.


Dia kembali berhasil menyerap 30% kandungan Energi Kegelapan yang terkandung pada Inti Alam Kegelapan tersebut dan meningkatkan kekuatannya naik sampai ke Tingkat Absolute God tahap 50, sehingga total keseluruhan Energi Kekuatan dari Inti Alam Kegelapan tersebut yang sudah dia serap sebanyak 80%.


"Ahh..., kekuatanku sudah naik sejauh ini, mmm..., masih ada banyak sisa kandungan Energi Kekuatan pada Inti Alam Kegelapan ini, sebaiknya aku ambil saja dan buat dalam bentuk Bola Kristal agar nanti bisa digunakan oleh mereka yang aku tinggalkan di Alam Surgawi!, Ehh..., sudah berapa lama aku meninggalkan mereka?, ahh..., kenapa aku tidak memikirkan akan hal tersebut?" kata YoLang dalam hati sambil menyalahkan dirinya sendiri yang sudah terlalu lama meninggalkan orang-orang yang dikasihinya.


"Aduh...!, maafkan aku istri-istriku, aku berjanji pada kalian akan menebusnya nanti sesampainya aku di sana!" kata YoLang yang sangat menyesal dengan yang sudah terjadi.


Kemudian dengan segala kemampuannya dia mulai menyerap Energi Kekuatan yang tersisa pada Inti Alam Kegelapan tersebut dan menjadikannya dalam bentuk bola-bola Kristal Energi, ada puluhan Bola Kristal yang berhasil dibuatnya dan dengan perhitungan jika seseorang yang tingkat kekuatannya berada di Ranah Kekuatan Prajurit Dewa sampai Jendral Dewa jika menyerap 1 bola Kristal tersebut akan bisa meningkatkan kekuatannya naik 1 Ranah Kekuatan sekaligus.


Selesai memindahkan semua energi kekuatan tersebut kedalam bola-bola Kristal, YoLang melesat keluar dari dalam lorong gua yang berada di bawah Danau Hitam dan melayang di udara. Dia melihat saat ini Alam Kegelapan sudah menjadi Alam Tanpa Kehidupan, hal itu karena sudah tidak ada lagi Energi Kehidupan yang mendukung kehidupan didalamnya sebab semuanya sudah diserap oleh YoLang sang Dewa Pelindung.


Kemudian dengan kemampuan teleportasi antar Alam yang dimilikinya, dalam sekejap dia sudah berpindah tempat dan kembali ke Istana Kabut Emas yang berada di Alam Surgawi. Setianya di dalam Istana dia tidak menemukan satupun dari ketiga istrinya juga para pengawalnya, demikian juga dengan semua bawahannya yaitu para Hewan Ilahi maupun para Hewan Surgawi tidak satupun dijumpainya.


Kemudian dari salah satu penjaga Istana Kabut Emas dia mendapatkan berita kalau sudah hampir 2 tahun mereka menjadi penjaga dalam Istana Kabut Emas tersebut, dan dia juga mendapatkan kabar jika seluruh keluarganya dan para bawahannya sedang pergi ke Alam Fana untuk sebuah urusan keluarga yang sangat penting.

__ADS_1


YoLang sangat terkejut dengan berita tersebut ketika mengetahui bahwa dia telah meninggalkan Alam Surgawi selama hampir 2 tahun, kemudian dia segera pergi ke Istana Surgawi dengan harapan dapat bertemu dengan para Dewa Penguasa lainnya atau dengan ayah mertuanya sang Kaisar Dewa.


__ADS_2