Titisan Dewa 2

Titisan Dewa 2
Musnahnya Kerajaan Shima


__ADS_3

Tepat tengah malam dari atas langit Kota Lhu San, Lory Mei mengirimkan pesan suara kepada semua pemimpin kelompok yang sedang mengepung Kerajaan Shima dari 4 arah mata angin.


"Perhatian!, kepada kalian semua yang telah memiliki kemampuan Teknik Mata Cahaya, tandai semua sosok yang terlibat langsung dengan penyerangan atas diri kakek, demikian juga dengan seluruh anggota keluarga yang terkait secara langsung dengan mereka, jangan biarkan satupun yang lolos, dan tinggalkan orang-orang yang tidak ada hubungannya dengan Kerajaan Shima!, segera menyerang setelah selesai mendengarkan pesan suaraku ini!" kata Lory Mei dalam pesan suaranya.


Dalam sekejap dari berbagai arah terlihat para Pasukan Naga, Pasukan Putri Naga dan Pasukan para Murid dari berbagai Klan yang sudah tergabung dalam anggota Keluarga Besar Naga Emas, bergerak secara serentak melakukan penyerangan ke arah Kota Lhu San yang terlihat hanya dijaga oleh beberapa orang Prajurit Kerajaan.


Pihak Kerajaan yang sedang berpesta pora atas keberhasilan mereka membunuh seorang petinggi Keluarga Naga Emas tidak menyadari bahwa tempat mereka sedang terancam, dan kepanikan mulai terjadi ketika para Pasukan Naga mulai merangsek memasuki Kota dan mulai membantai semua sosok yang sudah mereka tandai sebagai anggota keluarga Kerajaan atau bagian dari keluarga Pasukan Kerajaan Shima.


Seraaannnggg...!


"Bantai para Pengecut dari Kerajaan Shima!, berikan mereka pelajaran hidup atas balasan perlakuan mereka yang licik itu!" teriak para Pasukan Keluarga Besar naga Emas yang sangat marah atas tewasnya Surapong sang Pendekar Belati Emas dengan cara licik oleh Kerajaan Shima.


"Ampuuunnn...!"


"Toolooonngg...!"


Jeritan kematian dari para Pasukan dan anggota Keluarga Kerajaan Shima bergema di seluruh kawasan Kota Lhu San, dan hanya dalam waktu beberapa menit para Pasukan Naga telah mengepung kawasan sekitar Istana Kerajaan Shima yang didalamnya sedang ada kemeriahan pesta yang diadakan oleh Raja Kerajaan Shima.


Kekacauan yang terjadi di Kota Lhu San tidak membuat pihak Kerajaan Shima sadar akan maut yang sedang mengancam, mereka begitu larut dengan kegembiraan dan kemeriahan pesta dalam merayakan keberhasilan Pasukan Kerajaan yang telah berhasil membunuh sosok Pendekar Belati Emas Surapong.


Sementara itu situasi Kota Lhu San sudah porak poranda habis diobrak-abrik oleh Pasukan Naga dan Pasukan anggota Keluarga Besar Naga Emas, hanya mereka yang benar-benar sebagai pedagang atau pelancong yang datang dari Kota Lain yang berhasil selamat dari pembantaian itu dan segera meninggalkan Kota Lhu San setelah melalui pemeriksaan ketat.


"Paman Whang Yhu!, tugaskan beberapa Jendral Pasukan Naga untuk mengawasi para pengungsi itu, siapa tahu ada diantara mereka yang merupakan anggota keluarga Kerajaan!" kata Lory Mei.


"Nyonya Muda tenang saja, para perwira Pasukan Naga sudah menggunakan teknik pembaca pikiran, dan tidak ada satupun yang berkaitan dengan Kerajaan Shima yang dapat lolos dari pemeriksaan mereka!" kata Whang Yhu menjelaskan.


"Bagus paman!, ayo mari kita segera selesaikan misi ini, agar arwah kakek buyut Surapong mendapatkan ketenangan diatas sana!" kata Lory Mei.


Keduanya segera melesat mendahului para Pasukan Naga dan langsung masuk kedalam Istana Kerajaan Shima,

__ADS_1


"Rasakan pembalasan ini...!" teriak Lory Mei yang langsung melakukan serangan setibanya didalam Istana Kerajaan.


"Kekuatan Surgawi"


"Tarian Phoenix Api"


Hiiaaattt...,


Whhuusss..., Dhhuuaarrr...


Whhuusss..., Dhhuuaarrr...


Ledakan Spiritual terjadi di beberapa tempat dalam Istana Kerajaan Shima tersebut akibat serangan yang dilakukan oleh Lory Mei, dan hal ini membuat para Penghuni Istana yang sedang mabuk dan terlena oleh kemeriahan pesta terkejut dan berlari berusaha menyelamatkan diri.


"Awas...!, ada serangan musuh!" kata seorang Jendral Kerajaan Shima.


"Bangsaaatt...!, siapa yang berani menyerang Istana Kerajaan Shima?" kata sang Raja yang terkejut dan melihat kekacauan yang terjadi ditengah kemeriahan pesta perayaan kemenangan mereka.


Whhuusss..., Dhhuuaarrr...


Tooloonngg...


Whhuusss..., Bhhooomm...


Ammpuuunn...


Ledakan Spiritual silih berganti bergema didalam Istana Kerajaan Shima tersebut dan terlihat satu persatu Pasukan Kerajaan beserta anggota keluarga Kerajaan tumbang dan tewas secara mengenaskan, karena ada diantara mereka yang tubuhnya hancur menjadi debu dan bahkan ada yang berubah menjadi kabut darah.


Hanya dalam waktu 2 jam seluruh Istana Kerajaan Shima telah rata dengan tanah, dan banyak mayat dari Pasukan Kerajaan dan anggota keluarga Kerajaan yang berserakan diatas tanah.

__ADS_1


"Paman Whang Yhu!, apakah gudang harta mereka sudah diamankan?" tanya Lory Mei.


"Sudah nyonya muda!, Pasukan Naga sudah mengamankan 3 buah gudang harta dan gudang sumber daya milik Kerajaan Shima, dan ini sudah saya masukkan kedalam 3 buah cincin jiwa ini!" kata Whang Yhu menjelaskan.


"Bagus!, nanti setelah melakukan penyisiran dan pembersihan atas Kota ini?, maka tugas selanjutnya tolong bagikan semua harta rampasan itu kepada seluruh penduduk yang berada di sekitar wilayah Daratan Timur ini secara merata!" kata Lory Mei.


"Baik nyonya muda!, saya akan memerintahkan beberapa orang Pasukan Naga untuk melakukannya, karena saya dan beberapa perwira lainnya masih akan terus memeriksa keadaan disekitar Kota Lhu San ini, siapa tahu masih ada jejak para anggota keluarga kerajaan yang melarikan diri!" kata Whang Yhu menambahkan.


"Baik, lanjutkan tugas paman!, kami berempat bersama anggota keluarga yang lainnya akan segera kembali ke Kediaman Naga Emas di Kota Tang Jun!" kata Lory Mei kemudian pergi menghilang bersama Bao Qian, Len Ma dan Bao Jian serta diikuti oleh semua anggota Keluarga Naga Emas.


Whhuuuzzz..., Whhuuuzzz...


Hanya dalam waktu sekejap mereka semua telah berpindah tempat dan berada di Kediaman Naga Emas di Kota Tang Jun, Lory Mei dan Len Ma bersama suami mereka masing-masing segera menuju ke ruangan utama kediaman tersebut dimana jenasah Surapong dibaringkan.


"Nenek Lin Mei!, kami sudah kembali, dan tugas melenyapkan Kerajaan Shima sudah selesai!, kakek Surapong pasti senang melihatnya dari atas sana!" kata Lory Mei yang juga didengarkan oleh semua yang hadir didalam ruangan tersebut.


"Bagus cucuku!, kita akan segera mempersiapkan pemakaman kakek, karena saat ini sudah memasuki hari ketiga atas kematian kakek kalian, dan kabar dari Mu Chin sebentar lagi mereka akan tiba dengan membawa peti jenasah yang telah mereka buat dari Desa YaoYo, kita sudah sepakat akan memakamkan kakek buyut kalian ini di halaman Perguruan Belati Emas yang berada di Kota Klentang Benua Pulau Hijau" kata Lin Mei dengan wajah kesedihannya.


"Kami anak-anak?, akan mengikuti dan mendukung semua keputusan yang sudah diambil oleh nenek buyut serta semua kakek dan nenek sekalian" kata Lory Mei.


Para anggota murid Klan-klan yang tergabung dalam Keluarga Naga Emas, segera bertindak cepat dengan berbagi tugas menyiapkan pemakaman di Kota Klentang. Ratusan orang itu bekerja sama menyiapkan segala keperluan mulai dari pembuatan makam dan tenda untuk para pelayat yang diperkirakan akan ada ribuan yang berdatangan dari 5 benua yang ada di Alam Fana.


Pemakaman juga sudah dipastikan akan dilakukan pada hari ke 5 yang dihitung dari saat kematian Surapong sang Pendekar Belati Emas, walaupun masih ada kekhawatiran dari para anggota keluarga inti bahwa kehadiran dari cucu buyut kesayangan yaitu YoLang tidak lagi akan sempat menghadiri pemakaman kakek buyutnya karena sedang menjalani tugas Langit.


Hal itu sudah diberitahu Alura sebelumnya kepada Lin Mei dan ayah mertuanya PiYo, karena sudah mendapatkan pesan dari Lhu Dong sang Dewa Pengetahuan yang memastikan bahwa suaminya YoLang masih melakukan pengejaran.


"Nenek buyut, ayah mertua!, aku barusan mendapat pesan dari paman Lhu di Alam Surgawi, bahwa YoLang masih melakukan pengejaran terhadap Mo Shou sang Dewa Hewan Iblis dan saat ini dia sedang menuju ke Alam Hewan Buas yang jaraknya sangat jauh dari Alam Fana ini, paman Lhu Dong sendiri sebagai Dewa Pengetahuan sudah tidak bisa lagi mengirim pesan kepada YoLang untuk memberitahu keadaan kita disini, jadi saya sudah memastikan suami kami itu tidak akan sempat melihat lagi jasad kakek buyut sampai dimakamkan!" kata Alura menjelaskan situasi yang sedang mereka hadapi saat ini.


"Ya sudah!, tidak apa-apa, biarkan YoLang menyelesaikan tugasnya dan kita jangan mengganggunya, kita akan menunggunya dalam masa perkabungan selama 100 hari setelah pemakaman kakek kalian ini!" kata Lin Mei yang pasrah atas ketidak hadiran cucu buyut kesayangan mereka itu.

__ADS_1


Keesokan harinya rombongan keluarga besar Naga Emas terlihat memasuki gerbang teleportasi yang menuju ke Kota Klentang Benua Pulau Hijau, dengan membawa jenasah Surapong yang sudah ditempatkan didalam peti jenasah yang terbuat dari Kayu Jati Tua.


Di gedung Perguruan Belati Emas terlihat segala sesuatunya sudah disiapkan, dan iring-iringan keluarga dan peti jenasah terlihat memasuki kawasan perguruan dan mendapat penghormatan dari semua orang yang berdiri dikedua sisi jalan menuju ke tempat rumah duka.


__ADS_2