Titisan Dewa 2

Titisan Dewa 2
Peringatan Dini di Alam Surgawi


__ADS_3

"Guru apa tidak sebaiknya aku mengirim para Pilihan Langit lainnya ke Alam yang lebih rendah dari Alam Surgawi ini, untuk mencegah segala kemungkinan yang akan terjadi nanti?" kata YoLang yang mengkhawatirkan Alam Fana, Alam Tinggi dan Alam Dewa dimana ada terdapat banyak anggota keluarganya.


"Masih terlalu dini untuk melakukannya Dewa Pelindung!, kalaupun kekhawatiran kita itu akan terjadi maka proses pemurnian jasad Mo Shen masih akan berlangsung sampai selama 130 hari, dan setelah pengukuhan mu maka sekarang kamu sudah diperbolehkan menggunakan Teknik Jejak Semesta untuk seorang Dewa Penguasa, dengan teknik tersebut kamu bisa melihat dan mendengar aktivitas dari setiap sosok makhluk yang sudah kamu tandai sebelumnya dimanapun dia berada di Alam Semesta ini!" kata Dewa Pengetahuan.


"Ahh..., aku baru menyadari jika seorang Dewa Penguasa mempunyai otoritas teknik seperti itu!, maafkan atas keterlambatan ku Guru!"


"Tidak perlu meminta maaf nak!, karena seharusnya kami yang memberitahumu tentang hal itu, karena otoritas tersebut akan secara otomatis melekat dalam dirimu saat kamu menerima pengukuhan mu!, dan sepertinya kita akan melakukan pertemuan dalam waktu 1 atau 2 hari ini!, untuk membicarakan situasi yang sedang berlangsung di Alam Bawah setelah kita mendapatkan kepastian bahwa 2 cahaya kegelapan itu benar-benar adalah sosok yang kita perkirakan dan mereka berada di Alam Bawah!, hal ini juga akan menjadi peringatan dini bagi Alam Surgawi untuk mempersiapkan diri menghadapi segala kemungkinan yang akan terjadi nanti!"


"Baiklah Guru!, aku akan menemanimu disini untuk mengamati pergerakan yang terjadi Alam Bawah!"


Dewa pengetahuan dan Dewa Pelindung kemudian berposisi lotus dan berkonsentrasi untuk lebih menajamkan penglihatan dan pendengaran mereka kearah Cermin Surgawi, dan dengan menggunakan Teknik Jejak Semesta yang dapat melihat atau mendengar segala sesuatu walaupun dengan jarak yang berbeda antar Alam mereka mulai melakukan pengawasan terhadap Alam Bawah tersebut.


YoLang dan Lhu Dong melihat pergerakan besar para penduduk Alam Bawah yang menuju kesebuah lapangan besar, sudah ada jutaan sosok iblis yang berkumpul di sana tapi dari berbagai penjuru Alam Bawah masih ada terlihat jumah yang berkali-kali lipat sementara berdatangan. Ritual yang sudah rutin mereka lakukan itu memang sudah menjadi kewajiban bagi para sosok Iblis untuk melakukan pemujaan kepada Dewa mereka saat bulan purnama dengan membawa persembahan, tidak ada jenis persembahan yang ditetapkan tapi mereka diharuskan untuk membawa sesuatu yang menjadi kebanggaan untuk dipersembahkan kepada sang Dewa.


"Guru!, apakah Mo Wang memang berniat untuk mengeksekusi semua penghuni Alam Bawah?, apakah hal itu tidak berlebihan?" kata YoLang sebagai Dewa Pelindung.


"Sudah menjadi sifat para Iblis yang tidak akan perduli dengan arti sebuah kehidupan, mereka hanya perduli dengan sebuah Keagungan dan Kekuasaan yang menunjukkan eksistensi mereka sebagai yang tertinggi, apalagi bagi seorang Raja Iblis Mo Wang yang sudah menganggap dirinya sebagai Penguasa Alam Bawah, maka tidak ada lagi yang bisa menghentikan dia di sana sebelum tujuannya untuk membangkitkan tuannya tercapai!" kata Lhu Dong sang Dewa Pengetahuan.


"Aku harus menjalankan tugasku sebagai seorang Pilihan Langit dalam menjaga keseimbangan di Alam Semesta ini, karena Mo Wang akan melakukan suatu tindakan pemusnahan terhadap makhluk hidup walaupun mereka adalah sosok para Iblis, tapi mereka juga adalah penghuni Alam Semesta ini!, maka sudah menjadi kewajibanku sekaligus melakukan tugas sebagai Dewa Pelindung untuk mencegah kembali terjadinya malapetaka besar terhadap Alam Surgawi ini!, untuk itu ijinkan aku pergi kesana Guru!"

__ADS_1


"Dewa Pelindung!, ada kalanya sesuatu yang sudah ditakdirkan tidak bisa lagi kau ubah dengan kekuatanmu!, tapi biarkan hal itu mengalir karena mungkin saja Sang Pencipta memang membuat hal itu terjadi untuk keseimbangan di Alam Semesta ini!, lebih baik mari kita fokus melihat pergerakan 2 kekuatan kegelapan besar lainnya yang sementara berusaha menyelinap masuk ke Alam Bawah itu!"


"Hmm..., perasaanku semakin tidak enak!, dan sepertinya aku harus berbuat sesuatu Guru!"


"Pergilah!, dan tenangkan lah dirimu!, aku sudah memanggil Dewa Naga dan Dewa Perang untuk melakukan pemantauan bersamaku disini!"


Whhuuuzzz..., Whhuuuzzz...


"Kami sudah datang!" kata sebuah suara bergema dan terlihat 2 sosok bercahaya lainnya telah berada didalam ruang Cermin Surgawi tersebut.


"Baikah, aku pergi dulu...!, silahkan para Guru sekalian yang melanjutkan" kata YoLang kemudian menghilang dari ruangan tersebut.


Whhuuuzzz...


Seperti sedang digerakkan oleh sebuah kekuatan yang berada diluar nalar pemikirannya, YoLang kemudian menemui ketiga istrinya dan mengajak mereka untuk masuk kedalam Ruang Nirwana.


"Suamiku!, ada apa denganmu?" tanya Alura.


"Entahlah Istriku!, aku seperti mendapat firasat sesuatu yang sangat buruk akan terjadi dengan Alam Semesta ini, tapi aku juga tidak diperbolehkan oleh kekuatan yang sangat besar itu untuk mencegahnya!, aku justru dibawa kesini dan mengajak kalian bertiga untuk memikirkan sesuatu yang lebih besar lagi yang akan terjadi!"

__ADS_1


"Hmm..., mungkin saja kamu sedang terlalu keras memikirkan tugas-tugasmu yang berat suamiku!" kata YoLun.


"Sayang...?, tenangkan dirimu!, cobalah rileks dengan melakukan sesuatu yang menyenangkan hatimu!" kata Mayang.


"Hmm..., kalian bertiga ada benarnya!, aku memang seperti menerima beban berat saat menerima tambahan tugas sebagai Dewa Pelindung!, tapi awal-awalnya aku tidak merasakan beban itu, dan setelah melihat pergerakan para Iblis di Alam Bawah yang mulai bersiap membangkitkan Mo Shen?, maka seketika pikiranku mulai berputar dan ada banyak pikiran yang berkecamuk didalam kepalaku!, ada juga bisikan-bisikan yang mengharuskan aku melakukan sesuatu yang besar untuk mengimbangi sebuah kegelapan besar!" kata YoLang yang menceritakan isi pikiran dan hatinya yang seakan sedang berperang didalam dirinya.


"Kalau begitu coba kamu berdiam diri dan fokus untuk mengendalikan semua aliran pikiranmu dengan hanya memikirkan suatu hal yang menyenangkan yang pernah kita lakukan!" kata Alura.


"Mmm..., sebuah khayalan yang bagus!, tapi aku akan mencobanya!, terimakasih untuk saranmu istriku?" kata YoLang kemudian melakukan hal yang disarankan para istri-istrinya itu.


YoLang duduk berposisi lotus kemudian fokus untuk menenangkan dirinya, dia mulai mengingat-ingat semua kenangan indah sejak berada di Alam Fana. Berbagai kenangan itu mulai menguasai semua alam pikirannya yang sebelumnya kacau oleh sesuatu yang tidak diketahuinya, disisi alam bawah sadarnya YoLang melihat putaran lingkaran kehidupannya mulai bergerak perlahan menuju normal dan tidak lagi berputar cepat seperti sebelumya.


Selama 1 jam dia berkonsentrasi untuk kembali dapat menenangkan pikirannya yang sempat berputar liar,


"Ahh..., aku sudah kembali!" katanya dengan senyum kepada ketiga istrinya yang sempat terlihat cemas dengan keadaan sang suami yang tiba-tiba kembali dalam keadaan seperti kehilangan kendali atas pikirannya.


"Apakah kamu merasakan ada sesuatu yang merasuki mu sebelumnya?, karena saat kamu tiba tadi?, kami melihat itu bukanlah dirimu sayang...!" kata Mayang.


"Aku masih sadar ketika tiba disini dan masih bisa mengenali kalian bertiga, demikian juga saat bersama Dewa Pengetahuan dan kemudian kedatangan Dewa Naga dan Dewa Perang, tapi kemudian aku berpamitan karena seperti ada yang menyuruhku untuk secepat kesini!" kata YoLang menjelaskan.

__ADS_1


"Hmm..., sepertinya kamu sedang mengalami pengalihan jiwa untuk mendapatkan sebuah pencerahan, dan hal seperti itu biasanya terjadi kepada para Suci yang telah mencapai kemurnian jiwa untuk menuju keabadiannya sebagai seorang Dewa, tapi untukmu sebagai seorang Dewa Penguasa, hal ini merupakan sesuatu aneh dan hal yang tidak mungkin!" kata Alura menjelaskan tentang fenomena yang dialami oleh suaminya itu.


__ADS_2