
Di wilayah Daratan Selatan pertempuran sudah sepenuhnya berakhir dengan kemenangan berada di tangan Pasukan Naga dan Keluarga besar Naga Emas, dan setelah melakukan pembersihan di seluruh wilayah Daratan Selatan tersebut PiYo dan MaiLang berserta seluruh anggota Keluarga Naga Emas kembali ke Markas dan Kediaman Naga Emas yang berada di Kota Tang Jun. Mereka membawa serta semua korban tewas yang berasal dari Pasukan Naga dan puluhan anggota Pasukan Surgawi ke Markas Pasukan Naga Emas,
"Jendral Yun Thao...!, tolong kalian persiapkan pemakaman untuk saudara-saudara kita yang tewas!, dan kita akan memakamkan mereka nanti dengan sebuah Upacara Penghormatan, dan untuk Jendral Lung Cen segera lakukan koordinasi dengan seluruh anggota Keluarga Naga Emas yang tersebar di semua Benua, dan jika ada korban tewas juga di sana maka segera dibawa ke Markas Besar di Benua Besar ini!, untuk dimakamkan bersama-sama!" kata PiYo kepada Panglima dan Wakil Panglima Pasukan Naga di Alam Fana tersebut.
"Siap laksanakan Tuan Besar...!" kata Jendral Yun Thao dan Jendral Lung Cen kemudian segera melaksanakan perintah tersebut.
Beberapa saat kemudian PiYo mendapat kiriman pesan suara dari Jin Long sang Dewa Naga yang mengatakan agar dia segera datang di wilayah Daratan Timur sesuai dengan titik koordinat yang diberikan,
"Istriku...!, kita di panggil oleh Dewa Guru Jin Long, bersiaplah dan pegang tanganku!" kata PiYo kemudian memberitahu kepada beberapa anggota keluarga di Markas Besar Keluarga Naga Emas tentang kepergian mereka ke wilayah Daratan Timur.
Whhuuuzzz...
PiYo dan MaiLang seketika menghilang dan telah berteleportasi ketitik koordinat yang diberikan oleh Jin Long sebelumnya, dari kekosongan PiYo dan MaiLang muncul di kawasan hutan yang tidak jauh dari Kota Lhu San ibukota Kerajaan Shima, mereka melihat banyak anggota Pasukan Naga dan beberapa anggota Keluarga Naga Emas yang terluka dan sedang diobati oleh Jin Long dan Dewa Naga dan Li Guai sang Dewa Obat.
"Dewa Guru...!"
"Ahh... PiYo..., MaiLang...!, kalian sudah tiba?, bagaimana situasi di wilayah Daratan Selatan?" kata Li Guai yang langsung mendekati pasangan suami istri itu.
"Sudah beres Dewa Guru...!, tapi sayangnya di pihak kita ada jatuh korban, dan kami juga sudah meminta Panglima Pasukan Naga Jendral Yun Thao untuk pergi ke semua Benua untuk melihat keadaan di sana!, kami berencana membuat Upacara Penghormatan kepada mereka semua yang tewas dalam pertempuran ini!" kata PiYo menjelaskan.
"Hmm..., rencana yang baik!, untuk di wilayah Daratan Timur ini juga ada beberapa korban dari Pasukan Naga maupun anggota Keluarga Naga Emas, termasuk kakek kalian...!, maafkan kami yang sedikit terlambat untuk datang membantu!" kata Li Guai dengan berat hati memberitahu keadaan Surapong yang sudah terbaring kaku diantara jasad-jasad yang tewas.
"Kakek...?, maksud Dewa Guru kakek Surapong?" tanya MaiLang yang tersentak mendengar penjelasan dari Li Guai.
"Semuanya sudah takdir nak PiYo..., MaiLang...!" kata Jin Long yang ikut bergabung kemudian menjelaskan situasi sebelum kedatangannya di lokasi pertempuran tersebut.
"Baajinnggaaaannnn...!" teriak PiYo dengan penuh kemarahan setelah mendengar penjelasan dari Jin Long sang Dewa Naga.
"Mereka lebih Iblis dari para Pasukan Kegelapan...!, Ijinkan kami menuntaskan kemarahan ini Dewa Guru!" kata MaiLang yang sudah dipenuhi oleh emosi kemarahan.
"Itu akan menjadi urusan pribadi kalian sebagai anggota Keluarga Naga Emas!, dan maafkan kami berdua dan seluruh anggota Pasukan Surgawi yang tidak bisa ikut campur dalam masalah itu!, demikian juga dengan YoLang sang Dewa Pelindung dan para Pilihan Langit lainnya dipastikan tidak akan mencampurinya!" kata Jin Long sang Dewa Naga.
__ADS_1
"Dewa Naga benar...!, pihak Alam Surgawi tidak mengijinkan kami mencampuri urusan pertikaian di Alam lain kecuali urusan yang berkaitan dengan para Iblis pemilik Aura Kegelapan, dan saya juga menyarankan agar kalian bertindak dengan bijaksana dan tidak membuat YoLang kecewa!" kata Li Guai sang Dewa Obat.
Whhuuuzzz...
"Maaf Tuan Besar...!, saya sedang bersiaga di Kediaman Klan Lun di Kota Nan Bei...!, dan dapat saya laporkan di sana baik-baik saja, dan tidak ada serangan dari Pasukan Kegelapan!" kata Whang Yhu yang tiba-tiba datang setelah mendapatkan panggilan melalui pesan suara dari PiYo.
"Whang Yhu...!, kakek Surapong telah tewas!, dan beliau tewas bersama beberapa anggota pasukan Naga oleh karena serangan gelap yang dilakukan oleh Pasukan Kerajaan Shima dari arah belakang mereka, sekarang segera kumpulkan semua Pasukan Naga dan anggota Keluarga Naga Emas yang tersebar di seluruh Benua, sampaikan berita ini dan kita akan bersiap untuk membuat perhitungan dengan Kerajaan Shima!" kata PiYo menjelaskan.
"Siap melaksanakan perintah Tuan Besar...!" kata Whang Yhu kemudian segera melesat pergi dan kembali ke Markas besar yang berada di kota Tang Jun.
Whhuuuzzz...
Sesampainya di Markas Besar, Whang Yhu segera mengumpulkan semua anggota Pasukan Naga dan pasukan Putri Naga yang berada di Markas tersebut dan memberitahu agar mereka segera pergi memberitahu berita tewasnya Pendekar Belati Emas dan mengumpulkan semua Pasukan dan anggota Keluarga Naga Emas yang sebelumnya pergi menyebar ke seluruh Benua yang berada di Alam Fana untuk menghadapi serangan Pasukan Kegelapan.
## Alam Surgawi ##
Disekitar kawasan Hutan Besar yang jaraknya jauh dari Istana Surgawi terlihat YoLang sang Dewa Pelindung masih bertarung dengan sengit melawan Mo Shou sang Dewa Hewan Iblis, lokasi pertarungan yang sudah dilindungi oleh sebuah kubah pelindung oleh YoLang masih juga dapat ditembus oleh kekuatan serangan tingkat tinggi dari kedua Dewa tersebut. Pohon-pohon Raksasa yang banyak tumbuh disekitar kawasan Hutan Besar tersebut, sudah banyak yang tumbang dan hancur berubah menjadi kayu bakar.
Shhuuttt..., Dhhuuaarr...
Shhuuttt..., Dhhuuaarr...
"Dari manapun aku berasal!, yang jelas hari ini Aku adalah Dewa Kematian bagimu!, wahai Binatang Iblis...!" kata YoLang sambil bergerak zig zag menghindari serangan yang dilancarkan oleh Mo Shou sang Dewa Hewan Iblis.
"Jangan bermimpi...!, aku adalah Dewa dari para Hewan Buas, mana bisa kamu yang hanya seorang bocah bisa mengalahkan ku?, lawan aku jangan hanya menghindar saja!" kata Mo Shou yang mencoba memancing emosi YoLang sambil tetap melakukan serangan-serangan spiritualnya.
Shhuuttt..., Dhhuuaarr...
Shhuuttt..., Dhhuuaarr...
"Jika itu yang kau inginkan Iblis jelek...!, maka terimalah ini..." kata YoLang kemudian mengerahkan kekuatannya.
__ADS_1
"Murka Naga Emas"
"Kekuatan Semesta...!, Bangkit...!"
Dari kedua telapak tangan YoLang terbentuk sebuah pusaran cahaya yang berisi semua Kekuatan Elemen yang dimilikinya serta Kekuatan Energi Spiritual.
"Kekuatan Semesta...!, Bergabung...!"
Pusaran cahaya tersebut berputar semakin cepat dan membesar sehingga menutupi seluruh tubuh YoLang yang terlihat memancarkan cahaya yang sangat menyilaukan mata.
"Kekuatan Semesta...!, Berpencar dan Lepas...!"
Pusaran Cahaya tersebut terpecah-pecah menjadi ratusan Cahaya keemasan yang melesat dengan cepat menuju kearah sosok Mo Shou.
"Bocah licik...!, Bajingan...!, kekuatan macam apa ini?" teriak Mo Shou yang kebingungan melihat ratusan serangan spiritual yang sangat kuat sedang menuju kearahnya.
"Tabir Semesta...!"
YoLang yang melihat serangannya telah menuju ke target sasaran dan tidak mungkin dihindari lagi, kemudian dia segera membuat kubah pelindung tingkat Ilahi terhadap lokasi tersebut karena dia tahu persis seperti apa yang akan terjadi dengan area pertempurannya itu akibat serangan dari teknik tingkat Cosmic miliknya.
Zhhuunngg..., Bllaaarrr...
Zhhuunngg..., Bllaaarrr...
Aahhkkk..., Aarrggkk...
"Bo..., bocah breng..., sek..., ba..., bajingan kau...!. aahhkkk..., a... aku akan kembali..., hooeekkhh..., tu..., tung..., gulah...!" kata Mo Shou yang sudah menderita luka dalam yang sangat parah sambil memuntahkan darah segar dari mulutnya kemudian menghilang dari hadapan YoLang
Whhuuzzz...
"Hei Binatang Iblis..., kemana kau pergi, jangan lari...!" kata YoLang kemudian mengerahkan kemampuan indera pelacak miliknya untuk merasakan keberadaan dari sosok Mo Shou.
__ADS_1