Titisan Dewa 2

Titisan Dewa 2
Kembali Berkunjung ke Alam Fana


__ADS_3

YoLang tiba di Istana Surgawi dan melihat hanya ada para Pasukan Surgawi di sana yang sedang menjaga Istana tersebut, dia kemudan bergegas memasuki Istana dan masuk kedalam Ruang Pertemuan Surgawi yang menjadi tempat berkumpulnya para Kelompok Dewa Penguasa PanJeSoLaSiDal.


Ada sesuatu yang aneh yang dilihatnya saat masuk kedalam ruangan tersebut, sebelumnya dia di sana ada terdapat 7 buah kursi tahta yang diperuntukkan untuk 6 orang sosok Dewa Penguasa Alam Surgawi dan 1 kursi tahta untuk sang Pemimpin dan Penguasa Alam Semesta yaitu sang Kaisar Dewa. Tapi saat ini hanya ada 5 buah kursi tahta untuk para Dewa Penguasa dan 1 buah kursi tahta untuk sang pemimpin, hal ini membuat YoLang berpikir apakah ada salah seorang diantara kelompok Dewa Penguasa yang mengundurkan diri atau dicabut gelar dan hak otoritasnya sebagai seorang Dewa Penguasa.


Whhuuzzz...


"Selamat datang kembali Bocah Brandal!, hehehe..., hanya dalam waktu 2 tahun tidak bertemu, tapi lihatlah?, tingkat kekuatanmu sudah seperti jurang yang sangat dalam dan tidak terlihat lagi olehku!, bagaimana dengan tugasmu?, dan apa yang kau dapatkan di luar sana?" kata Lhu Dong sang Dewa Pengetahuan yang segera datang menemui YoLang sang Dewa Pelindung setelah dia merasakan sosok keberadaannya di Istana Surgawi.


"Salam Guru!, syukurlah tugasku kali ini selesai dengan baik, dan dimasa depan kita tidak akan pernah lagi melihat atau mendengar tentang keberadaan dari sosok Mo Shou sang Dewa Hewan Iblis!, dia telah lenyap selamanya bersama Alam Kegelapan, dan ini ada hadiah untuk kelima Guru!, Bola Kristal Energi ini dapat mendorong para Guru nantinya untuk menerobos Ranah Kekuatan Absolute God!" kata YoLang kemudian memberikan 5 buah Bola Kristal Energi yang dia buat dari hasil kristalisasi Energi Inti Alam Kegelapan.


"Ahh..., murid yang berbakti!, tapi setelah ini, hubungan sebagai guru dan murid diantara kita benar-benar akan berubah, karena nantinya kami berlima akan menyebutmu sebagai Yang Mulia,dan panggilanmu untuk kami terserah kamu yang menentukannya, lihat posisi kursi tahta itu?, itu artinya ayah mertuamu sudah tidak lagi mempunyai kewenangan didalam ruangan ini, hehehe..., dan selanjutnya tempat dudukmu sudah berpindah tempat di kursi tahta miliknya!" kata Yhu Huang menjelaskan situasinya saat ini.


"Ehh...!, apa maksudnya ini Guru?, maaf aku bingung mendengarnya, tolong jelaskan yang sebenarnya, apa yang sedang terjadi?" kata YoLang yang terkejut dan bingung mendengar penjelasan Lhu Dong sang Dewa Pengetahuan.


"Tenangkan pikiranmu, aku sudah mendapatkan perintah dari Yang Mulia Kaisar Dewa sebelumnya, bahwa jika kamu sudah selesai dengan tugasmu, maka segera peri menjemput seluruh keluargamu dan para bawahanmu di Alam Fana, gunakan artefak ini agar kamu bisa masuk ke Alam yang lebih rendah dari Alam Surgawi ini, dan berita lainnya akan kamu dengar sendiri dari ketiga istrimu di sana!" kata Lhu Dong sambil menyerahkan artefak yang sebelumnya diberikan oleh sang Kaisar Dewa untuk YoLang, agar dia bisa mendapatkan otorisasi masuk ke Alam yang lebih rendah.


"Hmm..., baiklah Guru!, aku akan segera pergi menjemput mereka di Alam Fana!" kata YoLang yang masih bingung dengan keadaan, tapi segera bergegas menuju ke Alam Fana dengan sebelumnya dia mengaktifkan artefak otorisasi masuk ke Alam yang lebih rendah.


Whhuuuzzz...


Dalam waktu sekejap dia telah berteleportasi antar alam dan sudah berpindah tempat dan berada di Kediaman Naga Emas di Benua Besar Alam Fana, dia tidak melihat sesuatu yang aneh di kediamannya itu dan hanya mendapati beberapa Pasukan Naga yang sedang berjaga di sana.

__ADS_1


"Selamat datang kembali tuan besar!" kata seorang prajurit Pasukan Naga yang kebetulan melihat kehadiran YoLang.


"Terimakasih!, apakah kamu mengetahui dimana keberadaan ketiga istriku?, karena sepertinya aku tidak melihat mereka disini!" kata YoLang yang tidak merasakan keberadaan ketiga istrinya didalam Kediaman Naga Emas itu serta merasa aneh dengan panggilan dari penjaga tersebut.


"Ketiga nyonya besar bersama tuan muda Chen Lang, Yong Lang dan Qing Lang serta semua anggota keluarga inti sedang berada di Kota Klentang tuan besar, hanya sesekali saja mereka datang berkunjung kesini!" kata petugas tersebut menjelaskan.


"Mmm..., baiklah, terimakasih atas informasimu, lanjutkan tugasmu!" kata YoLang kemudian menghilang dari Kediaman Naga Emas tersebut.


Whhuuuzzz...


Dari kekosongan YoLang muncul di Paviliun keluarganya di Kota Klentang, dia muncul didalam kamarnya saat masih anak-anak dahulu dan tepat dimana terlihat ada 3 orang anak kecil yang sedang tertidur dengan lelapnya. Dari pancaran aura kehidupan mereka dia dapat melihat dan merasakan ada darahnya yang mengalir didalam tubuh ketiga bocah tersebut, kemudian dia mendekat dan mengusap kepala ketiga ana kecil itu dengan penuh kasih sayang.


"Maafkan ayahmu ini anak-anakku!, aku telah melalaikan tugas dan kewajibanku sebagai seorang ayah, dan sekarang adalah waktunya untuk ayah menebus semua itu?, ayo bangunlah dan sapa ayah kalian ini, hehehe..." kata YoLang yang sangat senang melihat ketiga putranya tersebut.


"Hmm..., ahh..., kakak Chen, kakak Yong, bangun!, ada Dewa didalam kamar tidur kita!" teriak Qing Lang yang adalah putra ketiga YoLang dari istrinya Alura, yang terkejut saat membuka matanya dan melihat ada sosok asing yang memancarkan cahaya dari seluruh tubuhnya.


"Hahh...?, Dewa?, dimana adik Qing!" kata Chen Lang yang adalah putra sulung YoLang dari istrinya Mayang sedangkan Yong Lang adalah putra kedua dari istrinya YoLun.


"Ohh..., jadi kamu yang namanya tuan muda Qing Lang?, dan kamu pastinya tuan muda Chen Lang, dan kamu adaah tuan muda Yong Lang!, hehehe..., perkenalkan..., aku adalah YoLang!, ayah dari kalian bertiga?" kata YoLang yang kemudian menarik satu persatu ketiga putranya itu untuk mendekat kearahnya.


"A...., ayah...!" teriak ketiga bocah tersebut dan berhamburan kedalam pelukan sang ayah.

__ADS_1


"Mmm..., maafkan ayah yang baru bisa datang hari ini!, kemana ibu-ibu kalian?" kata YoLang sambi memeluk ketiga putranya.


"Wah..., kata ibu benar!, ayah memang adalah seorang Dewa!, ibu bertiga seperti biasa kalau sore begini!, pasti sedang berada di air terjun di gunung sebelah timur!" kata Chen Lang sebagai putra sulung.


"Benar ayah!, kami bertiga belum diijinkan para ibu untuk ikut pergi kesana!, kata mereka di sana banyak hewan buas, jadi kami bertiga jadi takut?" kata Qing Lang yang mengadukan ketiga ibunya kepada sang ayah.


"Hehehe..., ibu kalian bertiga benar!, karena kalian masih terlalu kecil untuk bisa pergi kehutan, tapi kalau pergi bersama ayah?, tidak masalah!, ayo bersiaplah kalian bertiga, ayah akan membawa kalian dan menyusul ibu ke sana!" kata YoLang.


"Horeee...!, ayo adik Yong, adik Qing!, segera ganti pakaian kita dengan pakaian berburu, saatnya kita belajar berburu bersama ayah!" kata Chen Lang yang sangat semangat mendapatkan ajakan dari sang ayah untuk pergi ke hutan menyusul ibu mereka.


"Kita tidak akan berburu anak-anakku?, kita hanya akan jalan-jalan saja, nanti kalau usia kalian sudah 10 tahun?, baru nanti akan ayah ajarkan cara berburu hewan di hutan!" kata YoLang memberikan penjelasan.


Kemudian YoLang menggendong ketiga putranya itu, dan membawa mereka menuju ke air terjun yang berada di kawasan hutan gunung sebelah timur dari Kota Klentang. Dengan teknik ilmu meringankan tubuh yang dikuasainya mereka melesat dengan cepat menuju ke lokasi dari Alura, YoLun dan Mayang serta 12 sosok Valis yang mengawal mereka, dari jarak 100 meter YoLang menurunkan ketiga putranya itu dan menyuruh mereka untuk pergi mendekat ketempat ketiga ibu mereka yang sedang duduk santai di pinggiran air terjun.


"Ibu...!, kami datang!" teriak sosok Qing Lang.


"Heh..., Qing, Chen dan Yong?, bagaimana bisa kalian bertiga sampai kesini?, siapa yang membawa kalian?" kata Mayang yang melihat kedatangan putra-putra mereka.


"Hehehe..., kami diajak kesini oleh seorang Dewa yang sangat tampan!, tuh..., dia lagi menuju kesini!" kata Chen Lang.


"Suamiku...!" teriak Mayang, YoLun dan Alura bersamaan setelah melihat sosok Dewa yang datang menghampiri ketempat mereka.

__ADS_1


"Apa kabar kalian bertiga?" kata YoLang yang menyambut hangat pelukan dari ketiga istrinya tersebut.


__ADS_2