Titisan Dewa 2

Titisan Dewa 2
Murka Jiwa Mo Shen


__ADS_3

Saat malam hari Gunung Kabut yang biasanya tidak terlihat karena keseluruhan wilayahnya tersebut tertutup oleh kabut, maka saat ini walaupun dari kejauhan sudah terlihat cahaya keemasan yang terpancarkan dari Istana Kabut Emas.


Kenyamanan sangat terasa didalam Istana tersebut dimana setelah seharian penuh para bawahan tersebut bekerja merapikan kembali Istana yang terlantar selama ribuan tahun lamanya, dan saat ini dengan kehadiran sang Dewa Pelindung yang disertai dengan cahaya keemasan sebagai simbol kekuatan dan kekuasaan datang membawa era baru di Gunung Kabut yang sebelumnya suram dan mendung.


YoLang dan ketiga istrinya masih berada didalam kamar Nirwana tempat kediaman pribadi mereka yang sedang saling memberi Energi Yin dan Energi Yang, selain untuk menambah kekuatan mereka juga sebagai ritual sakral bagi mereka sebagai pasangan suami istri.


## Istana Hitam Alam Bawah ##


"Dewa-dewa busuk...!, mereka benar-benar membuat rencanaku menjadi berantakan!, ahh..., kemana ZhuiHui?, bengsek...!, GuanSi juga belum kembali apakah mereka masih bertempur di Alam Dewa?, ahh..., celaka...!, waktu pemurnian jasad Yang Mulia sudah habis, pengawal...!" teriak Mo Wang sang Dewa Iblis dengan dipenuhi dengan aura kemarahan.


"Siap Yang Mulia Raja!" kata sosok prajurit Iblis pengawal Istana Hitam.


"Kamu pergi ke gerbang teleportasi dan beritahu Mo GuanYi agar segera datang kesini!"


"Siap melaksanakan perintah Yang Mulia Raja!" kata sang pengawal Istana Hitam itu kemudian berlalu dari hadapan Mo Wang.


"Mo Wang..., Mo Wang..."


Mo Wang mendengar suara bergema didalam pikirannya yang sedang memanggil-manggil namanya, dia segera berlari menuju keruangan pemurnian dimana di sana terdapat jasad kaku Mo Shen sang Dewa Iblis.


"Hamba datang Yang Mulia!" kata Mo Wang yang langsung berlutut didepan jasad kaku tersebut.


"Waktumu sudah habis, tinggal tersisa 130 hari lagi sampai tubuhku ini hancur menjadi butiran debu, pergunakan sisa waktu itu untuk mengorbankan seluruh penghuni Alam Bawah ini untuk diambil Aura Kegelapan milik mereka, sementara untuk Darah Murni Ras Dewa akan aku cari sendiri setelah jiwaku bisa menyatu dengan jasad kaku ini!" kata Jiwa Mo Shen yang terlihat melayang-layang disekitar jasad beku miliknya.

__ADS_1


"Ampun Yang Mulia, saya masih menunggu kedatangan para bawahanku yang masih bertempur di Alam Dewa saat ini!" kata Mo Wang yang berharap usaha dari para bawahannya.


"Lupakan usahamu di Alam Dewa!, semua bawahanmu beserta para Militer Iblis yang kau kirimkan kesana sudah binasa semuanya, ada sebuah kekuatan yang sangat kuat telah membantu para Dewa rendahan itu, dan kekuatannya sama seperti tingkat kekuatanku saat membuat kekacauan besar di Alam Surgawi!, untuk itu kamu harus segera memulai proses pemurnian atas jasadku ini!" kata Jiwa Mo Shen yang terdengar mulai dalam kemarahan.


"Baiklah Yang Mulia, nanti malam adalah saatnya Bulan Purnama, dan itulah waktu yang tepat untuk hamba memulainya, untuk itu hamba mohon ijin pergi untuk segera melakukan persiapan!" kata Mo Wang masih dengan sikapnya bersujud.


"Pergilah dan lakukan yang terbaik dan jangan sampai gagal lagi!, kalau tidak kamu sendiri yang akan menjadi tumbal dari kebangkitanku nanti!" kata Jiwa Mo Shen yang masih dalam keadaan marah.


"Hamba mengerti yang Mulia!" kata Mo Wang kemudian keluar dari ruang pemurnian Istana Hitam di Alam Bawah tersebut.


Dengan tergesa-gesa Mo Wang kembali ke ruangan tahtanya dan memanggil Komandan Pengawal Istana Hitam berserta semua anggota pengawalnya,


"Lapor Yang Mulia Raja!, saya sudah pergi ke lokasi gerbang teleportasi tapi tidak menemukan siapapun di sana!, dan sepertinya gerbang teleportasi tersebut sudah kembali tersegel" kata prajurit iblis yang sebelumnya diperintahkan oleh Mo Wang untuk memanggil Mo GuanYi.


"Kami siap melaksanakan perintah yang Mulia Raja!" kata mereka semua kemudian segera pergi melaksanakan titah sang Raja Iblis tersebut.


## Istana Kabut Emas di Gunung Kabut ##


YoLang dan ketiga istrinya baru saja keluar dari dalam kamar Nirwana tempat peraduan mereka ketika dia mendengar pesan suara yang dikirimkan oleh Dewa Pengetahuan, pesan tersebut mengatakan agar YoLang segera datang ke Danau Pelangi tempat Istana sang Dewa Pengetahuan atau Lhu Dong bertahta.


"Istri-istriku...!, Dewa Pengetahuan sedang menanti kedatanganku untuk sebuah tugas, untuk itu aku pamit sebentar pergi menemuinya di Danau Pelangi!" kata Yolang Kepada ketiga istrinya.


"Pergilah, kami akan menanti kedatanganmu kembali!" kata Alura yang mewakili kedua saudarinya.

__ADS_1


Whhuuuzzz...


Dalam sekejap YoLang telah menghilang dari hadapan ketiga istrinya dan dari kekosongan dia sudah muncul di Istana Pelangi tempat kediaman sang Dewa Pengetahuan,


"Salam kepada Guru, ada keperluan mendesak apa sehingga Guru memanggilku?" kata YoLang ketika menemui Dewa Pengetahuan yang sudah menanti kedatangannya didepan Istana Pelangi.


"Ikut aku masuk kedalam!, ada sesuatu hal penting yang harus aku tunjukkan kepadamu!" kata Lhu Dong sambi mengajak YoLang masuk kedalam Istana miliknya itu.


Mereka menuju kesebuah ruangan yang berada di bagian dalam Istana yang disekelilingnya terdapat banyak Prajurit Surgawi yang sedang berjaga dengan ketat, kemudian Dewa Pengetahuan atau Lhu Dong membawa YoLang masuk kedalam sebuah kamar yang terlindungi oleh sebuah perisai yang sangat kuat seperti sebuah artefak pelindung tingkat Ilahi.


"Ini adalah kamar khusus tempat Cermin Surgawi milikku, beberapa saat yang lalu Cerminku ini sempat merekam adanya 2 cahaya kegelapan yang sedang melesat dengan kecepatan cahaya menuju kearah Dunia Bawah!, dan sepertinya malam nanti di Dunia Bawah akan terjadi posisi Bulan Purnama, kamu sudah mengetahui apa artinya sebuah fenomena bulan purnama bagi para Iblis?" kata Dewa Pengetahuan.


"Saat seperti itu!, biasanya mereka melakukan ritual pembangkitan arwah nenek moyang mereka yang sudah mati Guru!, yaitu ritual pemurnian jasad dan penyucian jiwa untuk menyatu dengan jasad yang sudah dimurnikan oleh Aura Kegelapan" kata YoLang.


"Benar!, dan apakah tidak terpikirkan olehmu siapa yang akan mereka bangkitkan malam nanti?"


"Hmm..., Mo Shen?, tidak mungkin!, mereka telah gagal untuk mendapatkan bahan-bahan ritual pemurnian Jiwa Mo Shen setelah kami kalahkan mereka di Alam Dewa!"


"Mo Wang si Raja Iblis masih bisa menggunakan rakyatnya yang berada di Alam Bawah untuk diambil Aura Kegelapan mereka kemudian menggunakannya untuk melakukan ritual pemurnian atas jasad Mo Shen!, dan kalau aku tidak salah menduga maka kedua Cahaya Kegelapan yang sempat direkam oleh Cermin Surgawi tadi adalah dua kekuatan kegelapan yang sangat kuat lainnya selain Mo Shen yaitu Mo Shou si Dewa Hewan Iblis dan Si Burung Hitam Khun Peng!"


"Hmm..., apa mungkin tujuan mereka berdua akan pergi ke Alam Bawah dan membantu Mo Wang membangkitkan Mo Shen?"


"Itulah yang aku khawatirkan nak!, karena jika mereka berhasil dan kembali bergabung maka sudah dipastikan malapetaka 1 juta tahun yang lalu kembali akan terjadi!" kata Dewa Pengetahuan sambil mengelus-elus jengot putihnya yang panjang.

__ADS_1


__ADS_2