Titisan Dewa 2

Titisan Dewa 2
Pembersihan Alam Dewa (2)


__ADS_3

Di Kota ShenWu FangZai Mayang telah menemukan 50 sosok anggota pasukan Militer Iblis dan sudah mengubah mereka semua menjadi kabut darah, dan masih dalam wujud bayangan dan tanpa aura kehidupan Mayang sedang mengikuti dan mengawasi pergerakan sosok seorang Perwira Iblis dengan tingkat kekuatannya yang sudah berada di Ranah Kekuatan Prajurit Dewa.


Sesuai petunjuk sang suami mereka diharuskan untuk secepatnya melenyapkan setiap sosok Iblis yang ditemukan untuk mencegah mereka melakukan tindakan bunuh diri yang akan meledakkan dan membunuh banyak penduduk diarea sekitarnya, dan tingkat kerusakan yang ditimbulkan jika sosok Iblis tersebut sudah berada di Ranah Kekuatan Prajurit Dewa maka dapat menghancurkan sebuah Kota dengan luas 5 kilometer persegi.


Luas Kota ShenWu FangZai kurang lebih sebesar 3 kilometer persegi maka dengan tingkat kekuatan sosok Perwira Iblis tersebut jika dia meledakkan diri maka dipastikan seluruh kota dan penghuninya akan hancur seketika, maka atas instruksi YoLang para istrinya itu harus secepatnya melenyapkan para sosok Iblis tersebut jika menemukan mereka.


Mayang yang melihat sosok Perwira Iblis yang sedang diikutinya itu berhenti segera melancarkan serangannya dengan kekuatan penuh serta menggunakan Kekuatan Elemen Cahaya yang adalah jenis Elemen yang paling ditakuti oleh para sosok Iblis,


"Langkah Seribu Bintang"


"Elemen Cahaya"


"Cahaya Intan Menebar Pesona"


Hiiaaattt...


Swiinngg..., Bhoommm...


Swiinngg..., Bhoommm...


"Aduuhh..., sialan...!, siapa yang menyerangku secara sembunyi-sembunyi?" kata Mo GuanEr salah satu Komandan Militer Iblis yang mendapat perintah untuk meledakkan diri di Kota kediaman para Ras Dewa Kaum Warrior


Mayang yang masih dalam wujud bayangan dengan tanpa aura kehidupan melihat sosok Perwira Iblis tersebut masih bisa menghindar walaupun ada anggota tubuhnya yang terkena serangan dan mendapatkan luka yang cukup serius, kemudian tanpa memberikan kesempatan segera YoLun melancarkan serangannya yang kedua kearah sosok Perwira Iblis tersebut.


"Elemen Cahaya"


"Cahaya Intan Membungkam Senyum"


Hiaaattt...


Whhuuuzzz..., Dhhuuaarrr...


Whhuuuzzz..., Dhhuuaarrr...


Aahhhkkk...


Suara rintihan kematian terdengar ketika tubuh sosok Perwira Iblis tersebut yang adalah Mo GuanEr seorang Komandan Militer Iblis yang tewas dan berubah menjadi kabut darah, dia tidak mengetahui serangan yang menewaskannya itu berasal dari arah mana dan dilakukan oleh siapa.

__ADS_1


Ditempat lain Alura yang sudah berada di wilayah Kawasan Gunung Terapung melihat ada kelompok kecil para Prajurit Iblis yang berjumlah sekitar 50 orang yang sedang bersembunyi tidak jauh dari wilayah gerbang teleportasi, dan di bagan tengahnya sedang terjadi pengepungan terhadap sosok seorang Perwira Militer Iblis oleh pasukan khusus Penjaga Keamanan Alam Dewa yang sedang menjaga gerbang teleportasi yang menuju kearah Gunung Militer.


Mo GuanSi sosok sang Jendral Militer Iblis yang ditugaskan untuk meledakkan diri di Kawasan Gunung Terapung terlihat sedang berusaha untuk masuk kedalam gerbang teleportasi, tapi dia mendapat perlawanan yang sengit dari 1 regu pasukan khusus Penjaga Keamanan Alam Dewa yang sedang menjaga gerbang teleportasi tersebut. Walaupun tingkat kekuatan mereka berbeda 1 ranah tingkat kekuatan tapi karena jumlah mereka yang banyak maka membuat sosok Jendral Iblis tersebut kewalahan, tapi yang pasti mulai terlihat satu persatu anggota pasukan khusus Penjaga Keamanan Alam Dewa mulai berjatuhan karena perbedaan tingkat kekuatan yang besar itu.


Hal tersebut membuat Alura segera mengambil alih pertarungan agar tidak banyak lagi anggota pasukan khusus Penjaga Keamanan Alam Dewa itu yang tewas degan sia-sia,


"Minggirlah kalian!, biarkan aku yang menghadapinya, karena kekuatan kalian tidak akan mampu menggores kulitnya!" kata Dewi Peri Alura sang Putri Bulan yang membuat para anggota pasukan khusus itu terkejut dengan kehadiran sosok seorang Dewi Peri yang cantik dengan seluruh tubuhnya yang diselimuti kabut awan yang memancarkan cahaya putih.


"Hahaha..., Peri Putih yang cantik jangan sia-siakan nyawamu, karena sebentar lagi seluruh tempat akan menjadi kuburan masal bagi semua Ras Dewa busuk itu, marilah bergabung denganku dan kesenangan dan kenikmatan yang akan kau peroleh bersamaku!" kata Mo GuanSi sang Jendral Militer Iblis.


"Iblis terkutuk!, lebih baik kau segera bersiap untuk kembali ke Alam Bawah dan sampaikan salamku kepada Mo Wang sang Raja Iblis!" kata Alura sambil menyiapkan serangan terbaiknya.


"Peri bodoh...!, tidak mau menginginkan kenikmatan maka terimalah kematianmu!" kata Mo GuanSi kemudian mengerahkan aura kegelapan miliknya.


"Elemen Kegelapan"


"Cahaya Kegelapan Merusak Jiwa"


Hiaaattt...


Whhuuzzz..., Whhuuzzz...


"Elemen Cahaya"


"Tabir Purnama"


"Kabut Sutra Putih Pemangsa Iblis"


Hiiaattt...


Whhuuzzz..., Whhuuzzz...


Dari kedua telapak tangan Alura meluncur kabut awan bercahaya putih menyilaukan dan kemudian saling bertabrakan dengan kabut awan hitam pekat dari arah sosok Jendral Iblis Mo GuanSi, dan seketika kabut awan bercahaya putih menyilaukan itu menyerap semua kabut awan hitam pekat tersebut sehingga lenyap tak berbekas. Tidak berhenti sampai disitu karena terlihat kabut awan bercahaya putih menyilaukan itu terus melesat maju dengan cepat menuju kearah tubuh sosok Jendral Iblis Mo GuanSi sehingga,


Zzhheebbb..., Bhoommm...


Zzhheebbb..., Bhoommm...

__ADS_1


Aahhkkk...


Sosok Jendral Iblis Mo GuanSi tidak menyangka jika kekuatannya tidak berarti sama sekali bagi seorang Dewi Peri Alura, dia tidak mengetahui bahwa Ranah Kekuatan mereka sudah sangat jauh berbeda karena saat ini Alura telah berada di Ranah Kekuatan Kaisar Dewa sedangkan Mo GuanSi baru berada ditingkat Ranah Kekuatan Prajurit Dewa. Hal seperti itulah yang terjadi jika hawa nafsu yang telah menguasai jiwa seseorang sehingga membutakan penglihatan, sesuatu yang terlihat lemah oleh mata ternyata adalah sosok yang sangat kuat dan mematikan.


Selanjutnya Alura menatap kelompok kecil pasukan Militer Iblis yang beranggotakan 50 orang yang sedang bersembunyi, kemudian menarik mereka dengan kekuatannya dan terlihat ada sebuah kubah pelindung menyerupai bola yang membungkus seluruh 50 sosok anggota pasukan Militer Iblis sedang bergerak menuju dimana Alura sedang berdiri dan kemudian.


Bhhoommm...


Terdengar suara ledakan dari dalam kubah pelindung itu seiring tewasnya ke 50 sosok anggota pasukan Militer Iblis tersebut yang berubah menjadi kabut darah, kemudian Alura berbalik dan melihat kearah 1 regu pasukan khusus penjaga gerbang teleportasi yang masih terperangah dengan kejadian didepan mata mereka.


"Perketat penjagaan kalian!, jika bertemu lagi dengan sosok Iblis seperti mereka segera lenyapkan, karena tidak ada kata ampun bagi sosok Iblis di Alam Dewa ini! kata Alura dengan tegas kemudian dia menghilang.


Whhuuuzzz...


## Flash Back End ##


YoLang telah kembali ke Kamar Nirwana dalam Istana Putih di Dimensi Bulan terlebih dahulu setelah dia memberikan kejutan Energi Kekuatan kepada para Pasukan Penjaga Keamanan Alam Dewa dibawah pimpinan Theos Lord Sun serta semua bawahannya yang sedang bertempur di wilayah hutan perbatasan, kemudian disusul oleh kedatangan istri-istrinya yang tiba setelah menyelesaikan tugas mereka melenyapkan ketiga perwira tinggi Militer Iblis yang akan meledakkan diri.


Whhuuzzz...


"Aku kembali...!" kata YoLun yang pertama tiba.


"Bagaimana dengan tugasmu sayang...?" tanya YoLang melihat istri pertamanya datang dengan wajah penuh pesona.


"Tidak ada hambatan suamiku!, sosok Perwira Iblis itu telah kembali ke Alam Bawah tanpa bisa lagi bereinkarnasi karena jiwa nya juga ikut musnah seperti tubuhnya!" kata YoLun bersemangat dan tiba-tiba perbincangan mereka terhenti dengan kehadiran Mayang.


Whhuuzzz...


"Aku datang...!" kata Mayang dengan senyum khasnya yang sangat menggoda iman itu.


"Selamat datang kembali!, bagaimana dengan tugasmu sayang...?" tanya YoLang kepada istri keduanya.


"Ahh..., sosok Perwira Iblis yang kutemui sedang dalam perjalanan bersama 50 orang anggota pasukannya menuju lokasi dimana dia akan meledakkan diri, dan semuanya sudah ku kirim kembali ke Alam Bawah tanpa bisa bereinkarnasi lagi karena jiwa mereka ikut hancur dan musnah!" kata Mayang menjelaskan hasil pelaksanaan tugasnya.


Whhuuzzz...


"Aku pulang...!, ehh..., kalian berdua juga sudah kembali saudari-saudariku?" kata Alura dengan senyum manis yang sangat disukai YoLang karena ada 2 buah lesung dikedua sisi pipinya.

__ADS_1


"Kemarilah kalian bertiga!, Chuupphh..., Chuupphh..., Chuupphh..., itu adalah hadiah dariku atas keberhasilan kalian dalam melaksanakan tugas barusan!" kata YoLang sambil membawa tubuh ketiga istrinya itu dalam pelukannya.


__ADS_2