Titisan Dewa 2

Titisan Dewa 2
Melayat ke Alam Fana


__ADS_3

Setelah memastikan situasi dan kondisi di semua alam sudah berada dalam kendali pemimpin masing-masing alam, maka selanjutnya Lhu Dong segera bergegas pergi menuju Istana Kabut Emas, tempat kediaman YoLang sang Dewa Pelindung dan keluarganya.


Lhu Dong, sang Dewa Pengetahuan, disambut oleh Lory Mei di depan gerbang istana. "Selamat datang di kediaman kami, Dewa Guru!" sambut Lory Mei yang didampingi oleh suaminya Bao Qian serta Len Ma dan suaminya Bao Jian.


"Nak Lory, kumpulkan semua penghuni Istana Kabut Emas, ada sesuatu hal penting yang akan aku sampaikan kepada kalian semua!" kata Lhu Dong, sang Dewa Pengetahuan.


"Baik, Dewa Guru! Len Ma, kau kumpulkan mereka yang berada di dalam Istana Kabut Emas ini, sementara aku akan menemui ketiga kakak perempuan kita yang berada di Ruang Nirwana!" kata Lory Mei yang membagi tugas dengan Len Ma.


Lhu Dong menunggu kedatangan para penghuni Istana Kabut Emas itu di ruang pertemuan, sementara Len Ma segera memanggil seluruh anggota keluarga Naga Emas, para Hewan Surgawi, Hewan Ilahi, dan para bawahan YoLang lainnya. Di dalam Dimensi Nirwana, yang sudah menyatu dengan bagian utama Istana Kabut Emas, terlihat Alura, YoLun, dan Mayang yang sedang hamil muda sedang menikmati panorama alam yang berada di sekitar Dimensi tersebut.


"Kakak bertiga, kalian ditunggu oleh Dewa Guru Lhu Dong di ruang pertemuan Istana Kabut Emas. Kata Dewa Guru, ada sesuatu hal penting yang akan dia sampaikan. Len Ma juga sedang mengumpulkan semua penghuni Istana Kabut Emas atas perintah Dewa Guru!" kata Lory Mei menjelaskan.


"Ayo saudari-saudariku, mari kita temui Paman Lhu Dong. Mungkin ini ada hubungannya dengan suami kita!" kata Alura, kemudian mengajak YoLun dan Mayang menemui Lhu Dong, sang Dewa Pengetahuan.


Seketika keempat sosok Dewi-dewi tersebut menghilang dari Dimensi Nirwana dan muncul dari kekosongan dan sudah berada di ruang pertemuan dalam Istana Kabut Emas. Di sana sudah berkumpul semua penghuni Istana Kabut Emas sesuai permintaan Lhu Dong, sang Dewa Pengetahuan.


"Selamat datang di kediaman kami, Paman Lhu Dong!" sapa Alura, sang Dewi Peri.


"Ahh... Nak Alura! Maafkan pamanmu ini jika menganggu ketenangan kalian. Tapi paman membawa berita penting untuk kalian semua. Pertama, seluruh alam yang berada di Alam Semesta kita ini sudah berada di bawah kendali kita sepenuhnya. Para Pasukan Kegelapan telah binasa bersama pemimpin mereka yaitu Mo Shen, sang Dewa Iblis, dan si Burung Hitam Khun Peng! Dan masih ada satu sosok lagi, yaitu Mo Shou, sang Dewa Hewan Iblis, yang sempat meloloskan diri. Namun saat ini sedang dikejar oleh junjungan kalian YoLang, sang Dewa Pelindung. Kalian semua tidak perlu mengkhawatirkan junjungan kalian itu, karena sebelumnya kedua pemimpin kegelapan telah tewas di tangannya dan Mo Shou juga sedang dalam keadaan terluka parah saat ini. Kemudian selanjutnya, saya beritahukan tentang tewasnya leluhur Keluarga Besar Naga Emas di Alam Fana, yaitu Surapong, sang Pendekar Belati Emas. Dia tewas bukan oleh Pasukan Kegelapan tapi oleh Pasukan Kerajaan Shima di Benua Besar Alam Fana!" kata Lhu Dong menjelaskan pertemuan mereka tersebut.


"Ahh... Kakek buyut tewas? Ohh... Tidak! Kakak bagaimana ini...!" teriak isak tangis Lory Mei yang terkejut mendengar berita duka tersebut sambil memandang ke arah YoLun dan Mayang.


"Kakek Surapong adalah sosok yang menikahkan kami di Alam Fana! Dewa Guru, apakah suami kami sudah mengetahuinya?" kata YoLun untuk memastikan.


"YoLun, aku baru mendapat kabar tewasnya Surapong setelah YoLang pergi mengejar Mo Shu ke Alam Bawah. Jadi saat ini dia belum mengetahui akan berita duka ini!" kata Lhu Dong menjelaskan.


"Dewa Guru, bagaimana caranya agar kami bisa kembali ke Alam Fana? Kami ingin melihat keadaan nenek Lin Mei dan yang lainnya. Juga ingin melihat jenazah kakek buyut kalau belum dimakamkan!" kata Mayang.

__ADS_1


"Kalian semua bisa pergi melayat ke Alam Fana. Bocah Suci, buat pengaturan agar Istana Kabut Emas ini untuk sementara akan dijaga dan dirawat oleh Pasukan Surgawi, karena semua penghuninya akan pergi ke Alam Fana!" kata Yhu Huang, sang Kaisar Dewa, yang tiba-tiba sudah berada di antara mereka dalam ruang pertemuan Istana Kabut Emas.


"Ayah!" kata Alura kemudian langsung mendapati Yhu Huang, sang Kaisar Dewa.


"Yang Mulia Dewa Guru!" kata YoLun dan Mayang bersamaan.


"Baik, Yang Mulia Kaisar Dewa!" kata Lhu Dong.


"Salam hormat kepada Yang Mulia Kaisar Dewa!" sambut semua yang hadir di ruangan tersebut sambil berlutut hormat.


"Bangkitlah kalian, dan bersiaplah, karena aku akan mengirim kalian semua ke Alam Fana untuk memberikan penghormatan terakhir kepada Pendekar Belati Emas. Sampaikan salam berkabung dariku kepada nenek buyut kalian, Lin Mei. Dan Alura, YoLun, dan Mayang, kalian bertiga, hiburlah nenek kalian itu dengan memberitahu tentang kehamilan kalian. Setelah masa perkabungan selesai, bawalah serta nenek buyut kalian itu ke Alam Surgawi dengan menggunakan artefak ini!" kata Yhu Huang, sang Kaisar Dewa, sambil memberikan sebuah artefak yang akan digunakan oleh seorang Manusia Fana untuk bisa datang ke Alam Surgawi.


"Baik, ayah! Terimakasih sudah berbaik hati terhadap nenek buyut suamiku!" kata Alura.


"Terimakasih, Yang Mulia Dewa Guru! Kami berdua akan melakukan apa yang sudah diperintahkan oleh Yang Mulia Dewa Guru!" kata YoLun dan Mayang bersama.


"Kami siap melaksanakan perintah Yang Mulia Kaisar Dewa!" jawab Yue Ying, yang diikuti oleh sebelas sosok para Valis lainnya.


Whhuuzzz..., Whhuuzzz...


Dalam sekejap, ruang pertemuan di Istana Kabut Emas itu menjadi sepi dan hanya menyisakan Yhu Huang dan Lhu Dong saja. Tak lama kemudian, Lang Shen sang Dewa Perang dan Hui Guang sang Dewa Cahaya muncul.


Whhuuuzzz...


"Salam Yang Mulia...! Apakah ada hal penting yang membuat Yang Mulia memanggil kami ke sini? Dan mengapa para Penghuni Istana Kabut Emas tidak ada di sini?" kata Lang Shen sang Dewa Perang sesampainya di ruang pertemuan itu.


"Mereka sudah kutugaskan untuk pergi ke Alam Fana, untuk melayat dan menjalani masa perkabungan atas kematian Surapong, leluhur Keluarga Besar Naga Emas yang juga merupakan keluarga YoLang sang Dewa Pelindung!" kata Yhu Huang sang Kaisar Dewa.

__ADS_1


"Ahh, mengapa bisa Pendekar Belati Emas tewas? Bukankah dia pemimpin keluarga besar di Alam Fana dan memiliki kekuatan tertinggi di antara anggota keluarga itu di Alam Fana?" kata Hui Guang sang Dewa Cahaya, tampak tidak percaya.


"Surapong tidak tewas karena Pasukan Kegelapan, tapi dia dibunuh secara licik dan tidak terpuji oleh Pasukan Kerajaan Shima di Benua Besar Alam Fana!" kata Lhu Dong sang Dewa Pengetahuan kepada Hui Guang dan Lang Shen.


"Bagaimanakah situasi di Alam Dewa dan Alam Tinggi sebelum kalian meninggalkannya?" tanya sang Kaisar Dewa.


"Kedua Alam sudah sepenuhnya di bawah kendali kami, dan kami masih meninggalkan 1 juta Pasukan Surgawi di masing-masing Alam untuk pembersihan!" jawab Lang Shen menjelaskan.


"Baiklah, Bocah Gila! Segera kembali ke Alam Dewa dan kirim semua anggota Keluarga Naga Emas yang berada di Dimensi Bulan untuk kembali ke Alam Fana, agar mereka bisa melayat dan melakukan masa perkabungan dengan keluarga mereka di sana. Dan untuk sementara, para Pasukan Surgawi yang akan menjaga dan merawat dimensi Bulan itu!" kata Yhu Huang sang Kaisar Dewa.


"Baik, Yang Mulia. Saya pamit!" kata Lang Shen sebelum menghilang dari hadapan sang Kaisar Dewa.


Whhuuzzz...


"Untukmu Bocah Tampan! Lakukan hal yang sama untuk para penghuni Istana Klan Naga Emas di Puncak Gunung Pedang Alam Tinggi!" kata Yhu Huang.


"Baik, Yang Mulia! Dan jika tidak ada perintah lain, saya segera pergi!" kata Hui Guang sebelum menghilang dari ruangan itu.


Whhuuuzzz...


"Apakah aku juga harus pergi ke Alam Fana, Yang Mulia?" tanya Lhu Dong.


"Tidak, kamu tetap di sini dan mengawasi pergerakan si Bocah Brandal. Setelah dia kembali dari menyelesaikan tugasnya, serahkan artefak ini, agar bisa pergi ke Alam Fana menyusul ketiga istrinya untuk melakukan masa perkabungan. Aku juga sudah mengirim pesan kepada keempat Bocah itu, agar mereka segera kembali ke Istana Surgawi jika semua anggota Keluarga Naga Emas sudah berkumpul di Alam Fana dan sedang menjalani masa perkabungan!" jelas Yhu Huang sang Kaisar Dewa.


"Baiklah, sebaiknya aku segera kembali ke Danau Pelangi untuk memantau pergerakan sang Dewa Pelindung!" kata Lhu Dong.


"Ya, pergilah! Aku juga akan segera kembali ke Alam Maha Tinggi!" kata Yhu Huang sang Kaisar Dewa kemudian keduanya menghilang dari ruangan itu di dalam Istana Kabut Emas.

__ADS_1


__ADS_2