
Di ruangan tamu kediaman QuanShen Lian terlihat 4 sosok pria tampan bertubuh kekar dengan penampilan ringkas sedang bercakap-cakap dengan akrab, mereka adalah YoLang, Jula dan BaiShe Po serta QuanShen Lian sang pemilik rumah. Dari arah bagian belakang Istana kecil itu muncul sosok perempuan Ras Dewa yang cantik sambil membawa nampan dengan sebuah Poci Teh yang masih hangat berisikan Teh Wangi Bulan beserta peralatan minum lainnya, dibelakang sosok perempuan Ras Dewa yang cantik itu terlihat LianShen Moyi dan kakaknya seorang anak laki-laki bernama LianShen Moya berusia 10 tahun.
Setelah meletakan nampan tersebut di atas meja, mereka bertiga diperkenalkan Lian kepada YoLang dan 3 Hewan Surgawi sebagai istri dan anak-anaknya, Lian juga memperkenalkan YoLang kepada istri dan anak-anaknya sebagai tuan mereka yang baru dan akan mengabdikan diri dan mengikuti kemanapun YoLang pergi dan berada. Demikian jua dengan Jula, BaiShe Po dan Maha Patih yang diperkenalkan kepada istri dan anak-anaknya sebagai saudara-saudaranya para bawahan dan pengikut YoLang, Lian juga menjelaskan posisi mereka saat ini yang telah menjadi pengikut YoLang dan meminta kesediaan istri dan anak-anaknya untuk bersedia ikut dan bergabung dengan anggota keluarga besar Naga Emas yang saat ini berada di ruang dimensi milik YoLang.
"Sudah kehendak Dewa kami harus mengikuti dan patuh kepada suami demikian dengan kedua anak-anak kami ini, kami akan ikut dan bersedia mengikut tuan muda YoLang!" kata MuaShen Lingyi istri QuanShen Lian.
"Bagus..., aku menerima kalian dengan senang hati, dan aku pastikan kalian tidak akan kecewa mengikuti aku, walaupun ke depan akan banyak tantangan dan rintangan yang menghalang perjalanan kita untuk sampai ke Alam Surgawi!" kata YoLang.
"Hahh...!, apakah benar kita akan pergi ke Alam Surgawi tuan muda?" tanya Lingyi secara spontan karena terkejut mendengar kata Alam Surgawi.
Pergi ke Alam Surgawi suatu hal yang sebelumnya hanyalah sebuah angan-angan dan mimpi bagi MuaShen Lingyi karena sebagai penghuni Alam Dewa mereka akan membutuhkan waktu yang sangat lama untuk mencapai sebuah tingkatan yang dapat membawa mereka pergi ke Alam Surgawi, belum lagi jumlah sumber daya yang dibutuhkan untuk mencapai tingkat kekuatan tersebut.
__ADS_1
YoLang kemudian menarik keluar kedua istrinya YoLun dan Mayang serta, Juli, BaiShe Shou dan Maha Rani, mereka saling memperkenalkan dan mengakrabkan diri mereka semua sebagai istri-istri kemudian Lingyi membawa 5 sosok wanita cantik itu ketaman bunga yang mengelilingi Istana kecil mereka. Lingyi tahu bahwa setiap perempuan pasti akan menyukai sebuah keindahan dan taman bunga disekitar kediamannya itu memiliki pesona keindahan yang diinginkan oleh setiap wanita di Alam Semesta ini. YoLun dan Mayang yang juga pengagum bunga dan memiliki koleksi bunga langka sangat terpesona dengan keindahan didepan mata mereka saat ini, mereka kembali teringat dengan sebuah bukit bunga yang indah di Alam Fana dimana mereka secara tak sengaja menemukan harta yang ditinggalkan oleh Dewi Peri Alura yaitu Air Mata Peri.
Keenam sosok wanita cantik itu duduk santai dan berbincang saling bertukar pengalaman hidup mereka sambil menikmati pemandangan dan memanjakan mata mereka kearah hamparan berbagai warna dan jenis bunga di taman itu, banyak pertanyaan Lingyi yang dia arahkan kepada YoLun dan Mayang serta Juli yang ketiganya datang dari Alam Fana yang di alam pikiran Lingyi Alam Fana adalah sesuatu yang kecil dan lemah namun setelah mendengar cerita panjang YoLun dan Mayang dia akhirnya mengerti dan memahami keadaan Alam Fana itu. Lingyi juga terkejut dengan cerita YoLun bahwa tuan suaminya itu berasal dari Alam Fana dan mulai berlatih dari sana, sejarah perjalanan petualangan mereka sampai ke Alam Tinggi atau Alam Kultivator dan naik sampai ke Alam Dewa ini.
Selain berbagi cerita dan pengalaman petualangan para istri-istri itu Lingyi juga berbagi pengalaman tentang gaya hidup dan kebiasaan para Ras Dewa terutama dari Kaum Lord Moon, dari cerita Lingyi ada satu hal yang memicu perasaan kedua istri YoLang terutama YoLun yang sudah sangat mengharapkan kehadiran seorang anak dari pernikahannya dengan YoLang tapi karena tugas dan tanggung jawab yang diemban sang suami sehingga mereka menunda rencana memperoleh keturunan itu sampai mereka berada di Alam Surgawi nantinya.
Maha Rani yang dalam kehidupannya kebanyakan bersembunyi di salam kubah perlindungan karena Ras mereka sering dikejar oleh berbagai Ras di Alam dewa untuk dijadikan Hewan Peliharaan atau tunggangan, dia merasa sangat senang dan gembira bisa bebas dan berada di taman bunga menikmati keindahan yang belu pernah dia lihat dan rasakan. Dia mulai merencanakan tempatnya sendiri nanti dengan segala keindahan seperti yang berada di kediaman MuaShen Lingyi, dia begitu antusias menanyakan cara pembudidayaan tanaman bunga kepada Lingyi dan juga kepada YoLun dan Mayang yang sudah punya pengalaman.
"Itu sangat mudah Rani!, nanti kita buat bersama sebuah taman bunga di tempatmu didalam ruang dimensi milik suami kami!, kamu bisa melihat contohnya seperti yang berada didalam Istana Naga Emas dunia jiwa khan?, nah beberapa jenis bunga di sana kami peroleh dari sebuah bukit bunga di Alam Fana!" kata YoLun menjelaskan dan diiyakan oleh Mayang.
"Ya benar, karena bunga sangat identik dengan kita sebagai perempuan bahkan kecantikan seorang perempuan diibaratkan dengan bunga, benar tidak?" kata Lingyi menambahkan.
__ADS_1
Keseruan para wanita itu semakin bertambah dengan pelayanan yang diberikan oleh MuaShen Lingyi yang kemudian membawakan beberapa makan ringan dan minuman ke taman dimana tempat mereka berbincang, mereka melupakan para suami yang sedang membicarakan hal-hal serius terkait dengan bencana yang sedang mengancam Alam Dewa didalam ruangan tamu kediaman QuanShen Lian.
Menjelang malam barulah para wanita itu berkemas dan masuk kedalam kediaman Lian dan Lingyi untuk menyiapkan hidangan makan malam bagi mereka semua, setelah selesai makan malam YoLang mengumpulkan mereka semua dan memberikan pengaturan sesuai dengan rencana yang para pria itu buat dalam percakapan mereka sore tadi.
YoLang melihat bahwa kediaman Lian hanya memiliki 4 buah kamar tidur, untuk itu dia telah mengatur kepada pasangan Gajah terbang dan pasangan Ular putih yang akan tidur dan menginap di rumah Lian malam ini, sementara itu dia dan kedua istrinya serta pasangan Rajawali Dua Alam akan istirahat di Istana Naga Emas dalam dunia jiwanya.
"Lian dan Lingyi malam ini kalian berdua persiapkan segala sesuatunya termasuk kedua anak kalian agar besok pagi segera bisa pindah ke Istana Dewa Naga Emas di Ruang Dimensi milikku, putra dan putri kalian bisa berlatih di sana dibawah bimbingan Panglima Pasukan Naga, dan khusus untukmu Lingyi aku akan memberikan Materai Kesetiaan dan menambah tingkat kekuatanmu bersiaplah!" kata YoLang kemudian melakukan hal yang sama seperti yang dia lakukan kepada QuanShen Lian suami MuaShen Lingyi, aura Dewa Penguasa dari tubuh YoLang yang berwarna putih keemasan membungkus seluruh tubuh Lingyi dan terlihat Energi Spiritual didalam tubuhnya mulai bergejolak dan mendesak untuk keluar.
Bhhooommm..., True God-5
Bhhooommm..., Dewa Spiritual Perak-9
__ADS_1
Bhhooommm..., Dewa Spiritual Emas-9
MuaShen Lingyi mendapatkan berkah kenaikan 3 tingkat sekaligus dari tingkat Half God-5 menjadi Dewa Spiritual Emas tahap-9, setelah menstabilkan Energi Spiritual didalam tubuhnya Lingyi kembali dalam kamarnya dan mulai mempersiapkan barang-barang yang akan dia bawa bersama keluarganya kedalam Ruang Dimensi milik tuan mereka yang baru.