
Di luar angkasa Alam Semesta terlihat sosok YoLang yang bergerak dengan kecepatan cahaya melintas bagaikan sebuah meteor, sudah 10 hari dia menjelajah angkasa untuk menuju ke Alam Hewan Buas dimana adalah tempat kedua yang akan didatanginya dalam tugas pengejarannya terhadap Mo Shou sang Dewa Hewan Iblis.
YoLang telah melewati hari pemakaman kakek buyutnya Surapong yang sampai saat ini belum diketahuinya jika sudah tewas sejak dia mulai melakukan pengejaran, dan dia masih membutuhkan waktu beberapa hari lagi untuk sampai di Alam Hewan Buas tersebut. Dengan penuh tekad dia tetap melakukan pengejarannya tersebut sebagai wujud sumpahnya untuk melakukan tugas-tugas sebagai Pilihan Langit, apalagi mengingat bahwa kondisi target buruannya sedang dalam keadaan terluka parah sehingga menambah semangatnya untuk segera menyelesaikan tugasnya.
Setelah melewati total 17 hari dia sudah berada diatas langit Alam Hewan Buas, YoLang segera mengerahkan kemampuan teknik Mata Cosmic miliknya untuk melihat keadaan dan situasi Alam Hewan Buas yang baru pertama kali dilihatnya itu. Dia melihat suasananya tidak berbeda jauh dengan Alam-Alam yang sudah pernah dia datangi sebelumnya, hanya saja di Alam Hewan Buas hanya terdapat hutan lebat dengan perbukitan dan gunung-gunung yang tinggi serta lembah dan jurang-jurang yang sangat dalam. Demikian juga dengan penghuninya yang hanya terdiri dari berbagai jenis Hewan Buas sesuai dengan nama Alamnya, namun ada yang aneh dari penglihatan YoLang karena dia hanya melihat keberadaan para hewan buas yang semuanya berusia dibawah 10 tahun dan ada yang sudah berusia diatas 150 tahun.
YoLang menarik kesimpulan bahwa Mo Shou telah menarik semua hewan buas yang sudah siap bertempur dan mengubah mereka menjadi Hewan Iblis sebelumnya, dan meninggalkan yang masih anak-anak dan lanjut usia karena mereka tidak akan berguna jika dibawa untuk ikut bertempur.
Whhuuuzzz...
Dia kemudian melesat masuk ke Alam Hewan Buas tersebut dengan memilih sebuah gunung yang puncaknya merupakan tempat tertinggi di Alam tersebut, dan setibanya dipuncak gunung tersebut dia mulai mengerahkan Kesadaran Spiritualnya untuk melacak keberadaan sosok buruannya yaitu Mo Shou sang Dewa Hewan Iblis.
Aura Kehidupan Mo Shou yang sebelumnya sudah dia tandai segera dilacak oleh kekuatan Spiritual yang terlihat bergerak dalam bentuk kabut awan tipis berwarna putih dan menyebar ke segala penjuru daratan Alam Hewan Buas, dan selama hampir 3 jam dia mengerahkan kemampuan indera pelacak miliknya itu sehingga akhirnya terlihat semua wilayah daratan Alam Hewan Buas sudah penuh diselimuti dengan kabut awan tipis berwarna putih.
"Ahh..., tidak ada satupun aura kegelapan yang berada di Alam ini, apakah ini artinya Iblis itu tidak berada disini?" kata YoLang dalam hati ditengah pelacakannya terhadap seluruh wilayah daratan Alam Hewan Buas tersebut.
"Tidak...!, aku harus kembali mencobanya dengan lebih teliti, dan aku harus menggunakan teknik tingkat Cosmic milikku, walaupun akan membutuhkan waktu yang agak lama!" katanya dalam hati dan berniat menggunakan kekuatan tingkat Cosmic ciptaannya.
"Kekuatan Semesta...!, Bangkit...!"
Whhuunnggg...
__ADS_1
Terlihat kabut awan tipis yang keluar dari tubuh YoLang mulai membentuk pusaran dan perlahan berputar mengelilingi tubuhnya,
"Mata Jiwa Kekuatan Semesta...!, Bergabung...!"
Terlhat ada Cahaya Keemasan yang mulai ikut berputar didalam pusaran kabut awan yang semakin membesar dan berputar semakin cepat,
"Mata Jiwa Kekuatan Semesta...!, Menyebar...!"
Zhhuunnggg...
Pusaran kabut awan yang sudah dipenuhi dengan cahaya keemasan itu, mulai bergerak menyebar ke segala penjuru Alam Hewan Buas sehingga terlihat kabut awan putih yang tipis mulai tergantikan oleh kabut awan dengan memancarkan cahaya keemasan. Walaupun pergerakannya tidak secepat pergerakan kabut awan putih yang tipis sebelumnya, tapi yang pasti seluruh daratan Hewan Buas itu perlahan mulai terlihat dipenuhi dengan kabut awan bercahaya keemasan.
Selama 3 hari YoLang mengerahkan kekuatan tingkat Cosmic miliknya itu tanpa merasa kehabisan Energi Spiritual yang berada di dalam samudera dantiannya, dan seluruh daratan Alam Hewan Buas terlihat sudah seperti lautan kabut awan berwarna keemasan dan tidak terlihat lagi hutan, gunung dan lembah atau jurang di sana.
"Ahh...!, sia-sia semua usahaku, Iblis busuk itu tidak berada disini!" kata YoLang dalam hati setelah selama hampir 6 hari melakukan pencariannya di Alam Hewan Buas tersebut.
"Mmm..., masih ada satu tempat lagi yang harus aku datangi, hahh...!, mudah-mudahan ditempat itu adalah tempat persembunyiannya!' kata YoLang yang hampir putus asa dalam misi pengejarannya.
Whhuuuzzz...
Dengan kecepatan Cosmic kembali YoLang melesat ke angkasa dan bergerak menuju ke Alam Kegelapan, yang merupakan tempat terakhir yang akan didatanginya dalam usahanya mencari keberadaan Mo Shou sang Dewa Hewan Iblis.
__ADS_1
Jarak lokasi Alam Hewan Buas dan Alam Kegelapan membutuhkan waktu 2 kali lipat dari jarak Alam Surgawi menuju ke Alam Hewan Buas, sehingga YoLang akan membutuhkan waktu selama sebulan lebih untuk mencapai lokasi tujuannya yang terakhir itu.
Dengan berbekal semua informasi yang diambilnya dari ingatan dalam pikiran para Perwira dan Prajurit Pasukan Kegelapan dia melaju bagai sebuah komet di angkasa, YoLang beberapa kali beristirahat jika dia melihat ada sebuah meteor yang berada didekatnya untuk dia jadikan tempat untuk mengembalikan Energi Spiritualnya yang mulai berkurang. Dan tanpa disadarinya waktu telah sebulan lebih berlalu sejak dia melakukan perjalanan dari Alam Hewan Buas, dan secara total dia sudah melakukan perjalanan hampir selama 2 bulan lamanya sejak dia berangkat dari Alam Surgawi.
## Kota Klentang Alam Fana ##
Sudah 50 hari sejak pemakaman Surapong sang Pendekar Belati Emas, dan semua anggota keluarga inti masih tetap berada di Kota Klentang untuk melalui masa perkabungan selama 100 hari. Semua Pasukan Surgawi yang sebelumnya masih ada yang tinggal juga sudah ditarik oleh Lhu Dong sang Dewa Pengetahuan yang saat ini berada di Alam Surgawi, dan selama ini juga dia senantiasa melakukan komunikasi dengan ketiga istri YoLang sang Dewa Pelindung untuk memberikan informasi tentang perjalanan suami mereka yang saat ini sedang menuju ke Alam Kegelapan.
"Nenek buyut, ayah dan ibu!, barusan aku menerima pesan dari paman Lhu Dong, yang memberitahu suami kami sedang menuju ke Alam Kegelapan, Alam ini adalah tempat ketiga yang akan dia kunjungi untuk mencari keberadaan dari sosok musuhnya itu, dan kita berharap saja dia bisa menemukannya ditempat ketiga tersebut!" kata Alura menjelaskan.
"Ya...!, semoga saja dia berhasil menyelesaikan tugasnya ini, dan mudah-mudahan dia bisa kembali sebelum masa berkabung ini selesai!" kata Lin Mei yang saat ini ikut bersama ketiga istri YoLang dan tinggal di Paviliun milik keluarga PiYo dan MaiLang.
"Kami juga berharap dia dapat segera menyelesaikan tugasnya melenyapkan sosok Mo Shou sang Dewa Hewan Iblis itu, karena Alam Kegelapan lokasinya sangat jauh dengan Alam Fana ini, dan YoLang akan membutuhkan waktu berbulan-bulan untuk bisa kembali kesini! hal ini sudah sesuai dengan informasi yang disampaikan Dewa Guru Lhu Dong kepada kami!" kata YoLun yang juga bersama Mayang selalu mendapatkan berita dari Dewa Pengetahuan melalui pesan suara.
"Kita bersabar saja!, yakinlah dengan kekuatan yang dimiliki YoLang saat ini?, dia pasti bisa mengatasi Iblis itu secepatnya, dan kalian bertiga tetap menjaga kesehatan kalian, ingat kehamilan kalian sudah memasuki bulan kelima jadi kalian harus tetap sehat dan menjaga pikiran kalian agar tetap tenang!" kata MaiLang mengingatkan ketiga menantunya itu.
"Kami akan mengingatnya ibu!, dan juga ada para Valis yang siap melayani semua kebutuhan kami disini" kata Mayang.
"Baguslah!, kalian bisa berjalan-jalan di pondok latihan yang dulunya adalah bekas tempat latihan YoLang dan tempat tinggal Jula dan Juli, di sana ada taman bunga dan juga kolam ikan dan sepertinya Zuqhi Long dan para anggota kelurganya telah membuat tempat untuk kalian bertiga bisa beristirahat di sana!" kata PiYo yang secara diam-diam telah meminta kepada para Hewan Ilahi itu untuk membuatkan sebuah tempat yang nyaman bagi ketiga istri YoLang agar mereka merasa betah berada di Paviliun tersebut.
Berbagai bentuk kenyamanan sudah disiapkan oleh PiYo dan MaiLang untuk Alura, YoLun dan Mayang yang sedang hamil, dan juga ada keinginan dari Alura untuk mengajak kedua saudarinya berkunjung ke bukit bunga tempat pengasingannya dulu saat sang ayah melemparnya keluar dari Alam Surgawi. Tapi karena masih dalam masa berkabung maka dia menunda niatnya itu, dan menunggu sampai masa berkabung selesai dan menunggu YoLang sang suami kembali dari menjalankan Tugas Langit.
__ADS_1