Titisan Dewa 2

Titisan Dewa 2
Kembali ke Alam Surgawi


__ADS_3

Suasana kegembiraan terlihat jelas dari wajah Alura, YoLun dan Mayang saat melihat kedatangan sosok sang suami tercinta telah kembali, mereka kemudian segera melesat uang kembali ke Paviliun bersama-sama dengan YoLang yang sekaligus menggendong ketiga putranya.


Hampir semua anggota keluarga segera berdatangan ke paviliun milik keluarga PiYo dan MaiLang setelah mendengar kedatangan sosok YoLang, mereka juga sangat berantusias untuk menemui sang Dewa Pelindung untuk mendengarkan cerita atas ketidakhadirannya selama 2 tahun terakhir ini.


YoLang kemudian menceritakan kisahnya selama melakukan pengejaran terhadap sang Dewa Hewan Iblis sampai ke Alam Kegelapan, dan menceritakan kenapa dia sampai selama hampir 2 tahun tidak bisa kembali ke Alam Surgawi.


"Untuk itu, aku mohon maaf kepada semua keluarga, terutama kepada nenek buyut Lin Mei, karena saya tidak bisa hadir dan ikut berkabung saat kakek buyut Surapong meninggal, demikian juga kepada istri-istriku tercinta, maafkan aku yang tidak bisa mendampingi kalian bertiga saat akan melahirkan putra-putraku yang tampan ini!" kata YoLang dengan tulus.


"Nak...!, semuanya sudah lewat, dan kami semua sudah mengikhlaskan kematian kakek buyutmu, apalagi Lory Mei dan Len Ma juga sudah membalaskan sakit hati ini terhadap Kerajaan Shima!, sekarang kewajibanmu untuk melakukan ziarah ke makam kakek buyutmu yang berada di halaman Perguruan Belati Emas!" kata Lin Mei.


"Aku pasti akan segera mengunjungi makam kakek Surapong sebelum matahari terbenam!, hei...!, bocah-bocah tampan?, ayo, bersiaplah kalian bertiga untuk ikut dengan ayah dan ibu-ibu kalian untuk mengunjungi makam kakek buyut!" kata YoLang yang akan mengajak istri-istri dan ketiga putranya.


Whang Yhu yang mendengar niat junjungannya akan pergi berziarah segera menyiapkan kereta gerbong milik keluarga untuk digunakan oleh YoLang dan keluarganya, para bawahannya yang lain juga langsung mengadakan persiapan dan penjagaan disepanjang jalan dari paviliun menuju ke gedung Perguruan Belati Emas.


Malam harinya YoLang mengumpulkan semua anggota keluarga inti beserta semua bawahannya di gedung pertemuan yang berada di Perguruan Belati Emas, pertemuan tersebut dimanfaatkannya untuk menyampaikan rencananya yang akan membawa kembali semua anggota keluarga dan para bawahannya kembali ke Alam Surgawi.


"Aku akan membuat sebuah fasilitas yang akan memudahkan bagi semua anggota Keluarga Besar Naga Emas di semua alam agar bisa saling mengunjungi, dan tentunya agar bisa datang ke Alam yang diinginkan maka mereka juga harus menyesuaikan dengan tingkat kekuatan yang sudah ditetapkan oleh Alam yang bersangkutan!, misalnya untuk bisa datang ke Alam Surgawi maka tingkat kekuatannya minimal sudah berada di Ranah Puncak Kekuatan Alam Dewa!" kata YoLang menjelaskan.


"Nak...!, Keluarga Besar Naga Emas bukan hanya berasal dari keluarga kita atau keluarga dari kedua mertuamu, tapi banyak diantara mereka yang berasal dari Klan-klan yang sudah tergabung dalam Keluarga Besar Naga Emas dan mereka semua tersebar di 5 Benua di Alam Fana ini!" kata PiYo mengingatkan putranya itu.


"Ayah benar, mereka semua juga termasuk, dan bukan hanya di Alam Fana ini, karena di Alam Tinggi juga ada Klan-klan yang sudah tergabung dengan Keluarga Besar Naga Emas?" kata YoLang menambahkan.


"Kakak!, bagaimana dengan anggota keluarga yang sedang meningkatkan kekuatannya dan membutuhkan bantuan saat proses Pembaptisan Petir?" tanya Lory Mei.

__ADS_1


"Ya, nanti tolong disampaikan kepada semua anggota keluarga kita, bahwa hal itu tidak perlu dirisaukan lagi, karena mereka bisa langsung datang ke Dimensi Bulan di Alam Dewa, karena di sana ada Danau Petir yang berfungsi juga untuk melakukan proses Pembaptisan Petir bagi mereka yang telah menerobos Ranah Tingkat Kekuatan!, dan resikonya lebih kecil dari pada harus menerima langsung sambaran petir!" kata YoLang menjelaskan.


"Bagaimana dengan keamanan di Alam Fana ini kalau kalian semua pergi?, siapa yang nantinya akan menjaganya?" tanya Putong yang saat ini sebagai pejabat walikota Kota Klentang.


"Kakek Putong tidak usah kuatir, karena ada ratusan Pasukan Boneka yang akan tetap berada di Kediaman Keluarga Besar di Benua Besar, tapi semua Pasukan Naga dan Pasukan Putri Naga akan mengikutiku sampai ke Alam Dewa, dan nanti dari sana aku akan membentuk beberapa kelompok yang akan bergiliran datang bertugas di setiap Alam secara bergantian setiap 3 bulan sekali!" kata YoLang.


"Nak...!, kenapa hanya bisa sampai di Alam Dewa?, apakah kami tidak bisa sampai ke Alam Surgawi?" tanya Ratong sang Ketua Perguruan Belati Emas.


"Kakek Ratong dan semua yang lain?, untuk sementara hanya bisa sampai di Alam Dewa dulu!, dan kemudian di sana harus meningkatkan kekuatan sampai menerobos ke Ranah Kekuatan Alam Surgawi!, dan setelah itu baru bisa datan ke Alam Surgawi?" kata YoLang menjelaskan cara untuk bisa datang ke Alam Surgawi.


Setelah memberikan penjelasannya kepada semua anggota Keluarga Naga Emas tersebut, beberapa hari kemudian YoLang memboyong semua anggota keluarga inti dan para bawahannya untuk kembali ke Alam Dewa.


YoLang juga singgah di Alam Tinggi untuk melakukan hal yang sama terhadap para penghuni di Markas Klan Naga Emas di Puncak Gunung Pedang, dan hanya mereka yang sudah memiliki kekuatan yang berada di Ranah Puncak Kekuatan Alam Dewa yang melanjutkan perjalanan bersama YoLang masuk ke Alam Surgawi.


2 hari kemudian YoLang bersama rombongannya tiba di Istana Kabut Emas Alam Surgawi, dan bersama mereka juga terdapat sosok Lin Mei yang bisa memasuki Alam Surgawi berkat artefak otoritas pemberian Yhu Huang sang Kaisar Dewa.


"Selamat datang kembali Yang Mulia Dewa!, situasi Istana Kabut Emas dalam keadaan baik dan aman!" kata Perwira Penjaga Istana.


"Terimakasih, kalian semua sudah melaksanakan tugas dengan sangat baik, selanjutnya untuk penjagaan kawasan Istana Kabut Emas ini akan saya ambil alih kembali, kalian Pasukan Surgawi bisa melanjutkan tugas di Istana Surgawi!" kata YoLang.


"Siap melaksanakan perintah Yang Mulia Dewa!" kata sosok Perwira Pasukan Surgawi tersebut.


Penjagaan didalam kawasan Istana Kabut Emas kembali dilakukan oleh para bawahan YoLang yang terdiri dari para Hewan Surgawi dan Hewan Ilahi, selanjutnya YoLang mengajak ketiga putranya untuk memperkenalkan kediaman mereka yang baru tersebut.

__ADS_1


Setelah menunjukkan seluk-beluk Istana Kabut Emas kepada ketiga putranya, dia kemudian merasakan keberadaan dari ayah mertuanya yang sedang menuju ke tempatnya berada.


Whhuuuzzz...


"Wah...!, cucu-cucuku sudah besar-besar, hehehe..." kata Yhu Huang yang tiba-tiba suh berada di dekat YoLang yang sedang bersama Chen Lang, Yong Lang dan Qing Lang.


"Salam ayah mertua!, perkenalkan ini Chen Lang putriku bersama Mayang, dan ini Yong Lang putriku bersama YoLun dan ini Qing Lang putriku bersama Alura!, ayo kalian bertiga!, beri salam kepada kakek kalian!" kata YoLang keada ketiga putranya.


"Salam kakek!" kata mereka serempak.


"Bagus-bagus!, ayo kesini dekat dengan kakek!, dan mari kita temui ibu-ibu kalian, karena ada sesuatu hal yang penting akan kakek sampaikan kepada kalian semua!" kata Yhu Huang sang Kaisar Dewa.


Mereka kemudian menuju ke gedung utama dimana kamar pribadi YoLang dan keluarganya berada,


"Ayah...!" sambut Alura yang melihat kedatangan ayahnya bersama YoLang dan ketiga putra mereka.


"Salam kepada Dewa Guru!" sapa YoLun dan Mayang.


"Salam kepada Yang Mulia Dewa!" kata Lin Mei yang juga sedang bersama dengan ketiga istri YoLang.


"Bagaimana kabar kalian?, dan Lin Mei!, aku ikut berkabung atas kepergian suamimu!, dan maaf, walaupun aku adalah seorang Kaisar Dewa?, tapi aku tidak bisa berbuat banyak, karena kematian Surapong memang sudah menjadi takdirnya!, aku harap kalian semua bisa menerimanya!" kata Yhu Huang menjelaskan.


"Kami semua anggota keluarga, sudah menerimanya dengan ikhlas Yang Mulia Dewa!, saya juga ingin mengucapkan terimakasih karena Yang Mulia yang telah sudah berbaik hati dengan memberikan artefak otoritas agar saya bisa sampai di Alam Surgawi ini!" kata Lin Mei.

__ADS_1


"Baiklah, aku akan menyampaikan suatu hal penting kepada kalian semua!" kata Yhu Huang.


__ADS_2