Titisan Dewa 2

Titisan Dewa 2
Mengalami Pencerahan Baru


__ADS_3

Kekosongan jiwa sesaat yang dialami YoLang membuatnya dan ketiga istrinya bingung dan merasa aneh, karena dengan tingkat kekuatan YoLang yang sekarang sudah berada di Puncak Ranah Kekuatan Kaisar Dewa masih bisa mengalami hal seperti itu.


"Sekarang aku sudah merasa bisa mengontrol dan mengendalikan kembali jiwaku, aku akan melanjutkan berkultivasi sendirian untuk mencari tahu apa yang barusan aku alami!, kalian bertiga kembalilah dan temui kedua adikku dan beritahu apa yang terjadi denganku sebelumnya!" kata YoLang.


"Baik suamiku!, kami nanti akan secara bergantian menemanimu disini berkultivasi!" kata YoLun.


YoLang kemudian mulai memusatkan pikirannya dan masuk kedalam tubuhnya, dia mulai memeriksa semua organ vital dan jaringan kekuatan didalam tubuhnya. Semuanya terlihat baik dan sempurna begitupun dengan aliran darah emasnya yang memenuhi seluruh titik kekuatan atau meridian, demikian juga dengan dantian bawah tempat pusat berkumpulnya energi spiritual yang terlihat sudah lebih setengahnya mengisi luas dantian nya yang sudah melebihi luasnya samudera.


Pemeriksaan YoLang berlanjut sampai dipusat kontrol energi kekuatannya yang berada di dantian atas yang terletak diantara kedua matanya, dan melihat kesemuanya seperti baik-baik saja dan tidak ada satupun yang terganggu.


Kemudian YoLang memasuki alam kesadarannya dan mulai menyelami semua perasaan dan kenangannya semenjak dia mulai dilatih dan ditempa oleh kelima Guru Dewanya, dan tanpa disadari saat ini dia sedang memasuki sebuah selaput ruang kesadaran yang berada didalam bagian tengah organ otaknya. Selaput ruang tersebut terlihat masih kosong dan belum tersentuh oleh sebuah ingatan apapun, YoLang akan melanjutkan memeriksa bagian lain dari pusat ingatannya itu kemudian kembali dia merasakan seperti mengambang dan kehilangan kesimbangannya kembali.


Dalam kekosongan jiwanya YoLang merasa seluruh tubuhnya seperti ditarik masuk kedalam selaput ruang kosong tersebut dan dia hanya bisa mengikuti sebuah kekuatan besar yang sedang menariknya tersebut, karena ketidakberdayaan nya saat ini YoLang hanya bisa terduduk diam dengan posisi lotus didalam selaput ruang kosong tersebut.


Beberapa saat kemudian dia melihat sebuah cahaya keemasan mulai menyelimuti seluruh ruangan tersebut sampai ikut membungkus seluruh tubuhnya, Yolang merasakan seperti ribuan jarum yang sedang menusuk seluruh permukaan kulitnya hingga menembus masuk sampai kedalam tubuhnya. Perasaan sakit yang sedang dia rasakan saat ini melebihi rasa sakit ketika dia mengalami pergantian dan peningkatan tulang dan darahnya dulu, kalau dulu dia masih bisa mendengar arahan dan peringatan dari gurunya tapi saat ini tidak ada satupun suara yang dia dengar dan hanya ada cahaya keemasan yang menutupi semua pandangan matanya.


Disisi lain Alura dan YoLun yang saat ini sedang menemani YoLang berkultivasi melihat perubahan wajah dan tubuh sang suami yang tiba-tiba memancarkan cahaya keemasan, sementara itu Mayang sedang pergi menemui Lory Mei dan Len Ma sesuai dengan permintaan YoLang sebelumnya.


"Kakak Alura...!, apa yang sedang terjadi dengan suami kita?, lihat seluruh tubuhnya sedang memancarkan cahaya keemasan?"

__ADS_1


"Tenanglah saudari Lun!, seperti yang aku perkirakan sebelumnya memang benar suami kita sedang mengalami pencerahan dengan hidupnya, tapi pencerahan yang sedang dia alami bukan sekedar pencerahan untuk menuju keabadian, tapi mungkin dia sedang mendapat pencerahan terhadap sesuatu yang baru yang tingkatannya melebihi dari hanya sebuah keabadian, karena dia sendiri sudah menjadi Dewa yang secara otomatis keabadian sudah menyatu dengan jiwa dan tubuh fana nya!" kata Alura menjelaskan.


"Hmm..., apakah itu akan sangat menyakitkan?, coba lihat raut wajah suami kita yang sepertinya sedang menahan rasa sakit yang amat sangat!" kata YoLun yang merasa khawatir dengan keadaan YoLang saat ini.


Whhuuuzzz...


"Jangan ganggu suami kalian itu!, sesuatu yang sangat besar sedang bersamanya saat ini, dan sudah menjadi takdir akan ada lagi satu kekuatan besar yang akan melindungi Alam Semesta ini!" kata Yhu Huang sang Kaisar Dewa yang tiba-tiba sudah berada diantara mereka.


"Ayah...!" teriak Alura yang langsung berlari menuju kearah Yhu Huang sang ayah tercinta.


"Hehehe..., gadis kecil ayah sudah dewasa sekarang!, bagaimana keadaanmu nak?" kata Sang Kaisar Dewa.


"Biarkanlah dulu aku melepas kerinduanku terhadapmu ayah!" kata Alura yang lebih mengeratkan pelukannya ke tubuh Yhu Huang.


"Ayah...!"


"Dewa Guru!"


"Hehehe..., apakah kalian tidak merasakannya?, coba periksa diri kalian!"

__ADS_1


Alura dan YoLun kemudian melihat kedalam tubuh mereka masing-masing dan tersenyum bahagia melihat ada sebuah kehidupan didalam sana, sementara itu terlihat Mayang bersama Lory Mei dan Bao Qian serta Len Ma dan Bao Jian bergegas datang menghampiri mereka.


"Salam hormat kepada Dewa Guru!" kata Mayang yang juga diikuti oleh Lory Mei, Bao Qian, Len Ma dan Bao Jian dengan sujud berlutut didepan Yhu Huang sang Kaisar Dewa.


"Bangkitlah kalian para Pilihan Langit!, dan kamu Mayang!, mulai saat ini kamu juga harus menjaga diri?, sama seperti kedua saudarimu, dan untuk kalian pasangan Phoenix Api dan Kekuatan Rembulan, tumpuan bantuan untuk sang Dewa Pelindung berada ditangan kalian berempat, karena Dewi Peri Alura, Dewi Petir YoLun dan Dewi Intan Mayang saat ini sedang hamil muda dan harus menjaga kandungan mereka!" kata Kaisar Dewa.


"Ahh..., kakak-kakak semua hamil bersamaan?, selamat-selamat..., kami ikut bahagia mendengar berita ini, Dewa Guru itu artinya kami juga akan segera menyusul kakak-kakak kami ini?" kata Lory Mei dengan penuh harap.


"Gadis cerewet!, tugas kalian masih banyak dan penuh resiko!, bersabarlah!, akan datang waktunya untuk kalian!" kata Yhu Huang sang kaisar Dewa.


"Terimakasih Dewa Guru!, kami akan tetap mendahulukan tugas-tugas langit!" kata Lory Mei.


"Bagus...!, tidak salah aku memilih kalian, sekarang temani sang Dewa Pelindung untuk melewati masa-masa kritisnya mencapai pencerahan baru, dan ingat jangan sesekali menganggu atau membangunkannya dari posisinya saat ini, dia akan baik-baik saja, hanya saja dia harus melewati banyak situasi rumit dalam pikirannya saat ini!" kata Kaisar Dewa menjelaskan kepada mereka semua.


"Baik Dewa Guru!" kata mereka serempak.


"Untuk putriku Alura, YoLun dan Mayang mendekatlah!" kata Yhu Huang kemudian membungkus tubuh ketiga istri YoLang tersebut bersamanya dalam sebuah tabir kabut pelindung.


Didalam tabir pelindung itu Yhu Huang sang Kaisar Dewa memberikan banyak pengarahan kepada ketiga Dewi para istri YoLang tersebut tentang situasi Alam semesta saat ini dan dimasa depan, demikian juga dengan tugas-tugas yang akan mereka hadapi sebagai pendamping Dewa Pelindung setelah kelahiran putra-putra mereka nantinya.

__ADS_1


Sementara itu di alam kesadaran YoLang saat ini dia sedang melihat rangkaian tulisan kata-kata seperti isi sebuah kitab teknik yang tingkatannya sudah melebihi tingkat tertinggi saat ini yaitu tingkat Ilahi, berbagai pengetahuan baru memasuki pikirannya, walaupun merasa asing dengan semua pengetahuan baru tersebut tapi dia berusaha mencerna semuanya, dan kembali dia teringat dengan rangkaian pelatihannya saat berlatih dengan Guru-Guru Dewanya yang selalu didahului dengan 'Memahami' dan dilanjutkan dengan 'Menguasai'.


Teknik belajar seperti itu kemudian dia mulai terapkan terhadap semua pengetahuan baru yang dia lihat saat ini, satu persatu ratusan bahkan ribuan tulisan itu dia serap perlahan dan mulai mempelajarinya.


__ADS_2