
YoLang memeriksa kembali tempat dimana terjadinya ledakan Cosmic yang menghancurkan Mo Shou sang Dewa Hewan Iblis tersebut, dan setelah dia merasa yakin bahwa benar-benar Iblis tersebut telah tewas. Hal ini didasari oleh temuan YoLang dengan sisa-sisa jejak darah Mo Shou yang masih bertebaran disekitar lokasi tersebut, dan juga oleh penelusuran Kesadaran Spiritualnya dia sudah tidak merasakan lagi adanya sosok pemilik Aura Kegelapan yang sangat kuat di Alam Kegelapan tersebut.
Kemudian dia kembali melihat kondisi goa yang sebelumnya menjadi tempat dari Mo Shou melakukan kultivasi menyerap Inti Alam Kegelapan, YoLang berencana untuk melakukan hal yang sama agar dapat meningkatkan tingkat kekuatannya yang saat ini sudah berada di Puncak Ranah Kekuatan Kaisar Dewa yaitu berada ditingkat Kaisar Dewa Penguasa tahap 49.
YoLang juga memiliki kemampuan teknik menyerap sebuah Inti Energi dan mengubahnya menjadi Energi Spiritual yang bisa meningkatkan Kekuatannya dengan cepat, tapi dia juga mengetahui bahwa jumlah Energi Kegelapan yang terkandung didalam Inti Alam Kegelapan tersebut sangatlah besar dan memerlukan waktu yang sangat lama untuk menyerapnya sampai habis.
Mengingat tugas-tugas langit dikemudian hari yang akan dihadapinya, maka dia menetapkan hati untuk tetap melakukan penyerapan atas Inti Alam Kegelapan tersebut walaupun prosesnya membutuhkan waktu yang lama. Kemudian dia kembali memasuki goa tersebut dengan cara menerobos reruntuhan dengan Teknik Ruang miliknya, dia bergerak masuk jauh kedalam goa tersebut sehingga merasakan bahwa posisinya sudah mendekati lokasi Inti Alam Kegelapan.
YoLang mengambil posisi lotus dan mulai berkultivasi menyerap Inti Alam Kegelapan, perlahan kandungan Energi Kegelapan yang sangat besar mengalir dengan deras memasuki tubuhnya. Didalam dantian Energi Kegelapan tersebut dirubah menjadi Energi Spiritual yang perlahan mulai memenuhi samudera dantiannya, dan diluar Alam Kegelapan hari berganti hari dan bulan berganti bulan tapi sosok YoLang sang Dewa Pelindung terlihat masih fokus menyerap Inti Alam Kegelapan dan sementara melupakan semua perputaran waktu yang berganti dengan cepatnya.
## Kota Klentang Alam Fana ##
Suasana Paviliun keluarga PiYo dan MaiLang terlihat ada sebuah kesibukan yang tidak biasanya, selain para pelayan yang berlarian keluar masuk kediaman tersebut juga terlihat para Valis memperlihatkan wajah yang tegang.
"Kakak Alura!, apakah ada berita dari Dewa Guru tentang keberadaan suami kita?" kata Mayang yang sedang terbaring diatas tempat tidur.
"Jawaban paman Lhu Dong masih sama seperti yang kemarin saudari Mayang!, suami kita terakhir berada di Alam Kegelapan menurut pemantauan Cermin Surgawi, dan menurut paman Lhu Dong?, bisa saja suami kita sedang melakukan pengejaran musuhnya itu kesebuah Dimensi Rahasia yang berada di Alam tersebut, karena sampai saat ini Cermin Surgawi belum bisa melihat keberadaan suami kita itu!" kata Alura menjelaskan.
__ADS_1
"Kakak bertiga cobalah berpikiran tenang, karena seandainya kakak YoLang sedang dalam masalah atau mendapat musibah maka sudah pasti Cermin Surgawi akan secara otomatis menunjukkan lokasi keberadaanya, karena setahu saya Aura Kehidupan dari semua Dewa Penguasa di Alam Surgawi sudah terhubung kedalam Cermin Surgawi tersebut!" kata Len Ma yang sedang memberikan pertolongan kepada Mayang yang sedang dalam proses melahirkan.
"Aduh...!, Len Ma apakah bayiku baik-baik saja?, mungkin dia masih menunggu kedatangan ayahnya baru dia mau keluar!, ahh..." jerit kesakitan Mayang sambil mengelus perutnya.
"Nak...!, aturlah pernafasan mu dan berusahalah untuk mendorong bayimu dari dalam!" kata Maya yang membantu proses melahirkan putrinya tersebut.
Ketiga istri YoLang telah mengandung selama 15 bulan lamanya, dan saat ini Mayang yang pertama menunjukkan tanda-tanda akan segera melahirkan setelah mengalami pecah air ketuban miliknya. Masa kehamilan yang tidak biasanya itu adalah sebuah kewajaran bagi mereka bertiga yang adalah sosok para Dewi di Alam Surgawi, selain itu tingkat kekuatan mereka bertiga yang sudah berada di Ranah Puncak Kekuatan Raja Dewa untuk YoLun dan Mayang dan untuk Alura sendiri sudah berada di Ranah Awal Kekuatan Kaisar Dewa.
Len Ma dan Bao Jian yang adalah pemilik Kekuatan Rembulan mempunyai keahlian khusus dalam bidang pengobatan, untuk itu Len Ma senantiasa berada didalam kamar dan mendampingi Mayang yang sedang berjuang untuk melahirkan putranya. Didalam kamar tersebut selain ketiga istri YoLang juga ada Maya dan MaiLang serta 2 orang sosok Valis, yang secara bergantian membantu proses melahirkan dari para istri YoLang sang Dewa Pelindung.
"Berbaringlah nak...!, air ketuban mu sudah pecah juga" kata MaiLang kemudian membaringkan YoLung ditempat tidur yang sudah disiapkan masing-masing untuk mereka bertiga.
Kesibukan bertambah didalam kamar tersebut karena ada 2 orang istri sang Dewa Pelindung yang sedang mendapat pertolongan untuk melalui proses persalinan mereka, Mayang yang terlebih dahulu mendapatkan tanda kemudian disusul oleh YoLun pada 1 jam kemudian dengan mendapatkan tanda akan segera melahirkan juga.
3 jam kemudian putra YoLang sang Dewa Pelindung dengan istrinya Mayang lahir dengan sehat, kemudian disusul oleh putra bersama istrinya YoLun dan 2 jam selanjutnya menyusul kelahiran putra bersama istrinya Alura.
Teriakan tangis dari 3 orang bayi laki-laki memenuhi seisi ruangan kamar para istri YoLang, dan kelahiran mereka disambut dengan penuh sukacita oleh seluruh aggota Keluarga Besar Naga Emas.
__ADS_1
"Nak...!, apakah YoLang bersama kalian bertiga sudah menyiapkan nama buat putra-putra kalian ini?" tanya MaiLang kepada ketiga istri YoLang tersebut.
"Kami belum pernah membicarakannya ibu!, karena waktu itu suami kami tidak ada waktu banyak bersama kami bertiga, dia langsung disibukkan dengan tugas-tugasnya sebagai Dewa Penguasa saat kami baru tiba di Alam Surgawi!" kata Alura menjelaskan.
"Ada kebiasaan para penduduk di Benua Pulau Hijau ini?, untuk segera memberikan nama kepada bayi-bayi yang baru lahir paling lambat 3 hari setelah kelahirannya, dan proses pemberian nama bisa dari ayah dan ibu si bayi atau oleh kakek dan neneknya!, bagaimana menurut kalian bertiga?" kata MaiLang memberikan usulannya.
"Silahkan saja kepada ayah dan ibu berdua, untuk memberikan nama yang baik untuk putra-putra kami, dan kalaupun nanti suami kami kembali dan ingin menambahkan sebuah nama juga akan menjadi masalah?" kata Alura yang sebelumnya sudah berdiskusi dan mendapatkan persetujuan dari YoLun dan Mayang tentang masalah pemberian nama kepada putra-putra mereka.
"Baik!, ibu dan ayah akan mencarikan nama untuk putra YoLang bersama YoLun, sedangkan Maya dan Lun Ping akan memberikan nama kepada putra YoLang bersama Mayang dan untuk putra YoLang bersama Alura akan diberikan nama oleh nenek Lin Mei!, bagaimana?" kata MaiLang mengusulkan.
"Kami setuju!" kata Alura yang mewakili ketiga istri YoLang sambil masing-masing mereka memberikan ASI pertama kepada putra-putra mereka yang baru lahir.
Setelah mereka sepakat dengan pencarian nama bagi ketiga bayi yang baru lahir tersebut, para orang tua itu juga merencanakan akan membuat sebuah pesta dalam rangka menyambut kelahiran ketiga Putra Langit tersebut.
3 hari kemudian di paviliun keluarga PiYo dan MaiLang terlihat sebuah kesibukkan dengan adanya sebuah pesta kecil, pesta tersebut diselenggarakan dalam rangka menyambut kelahiran putra YoLang bersama Alura yang diberi nama 'Chen Lang' dan dari istrinya YoLun diberi nama 'Yong Lang' serta dari istrinya Mayang diberi nama 'Qing Lang'. Semua anggota keluarga inti terlihat hadir untuk merayakan kelahiran ketiga Putra Langit tersebut, selain itu seluruh bawahan YoLang sang Dewa Pelindung terlihat juga hadir untuk ikut merasakan kebahagian yang sedang dirasakan oleh Alura, YoLun dan Mayang walaupun tanpa kehadiran sosok suami tercinta mereka.
Chen Lang memiliki arti seorang anak laki-laki yang akan menjadi pemimpin besar yang kuat, sedangan Yong Lang mempunyai arti seorang anak laki-laki yang pemberani dan mempunyai sifat yang melindungi dan untuk Qing Lang mempunyai arti sebagai seorang anak laki-laki yang kuat dan berhati tulus.
__ADS_1