Titisan Dewa 2

Titisan Dewa 2
Rencana Pemakaman Surapong


__ADS_3

Dalam kegelapan malam 4 sosok bayangan yang hanya dapat dilihat oleh sosok dengan kekuatan yang sudah berada di Ranah Awal Kekuatan Alam Dewa, sedang bergerak dengan kecepatan cahaya menuju ke Ibukota Kerajaan Shima yaitu Kota Lhu San. Sementara itu di daratan terlihat dari arah Timur berdatangan ribuan pasukan yang terdiri dari gabungan murid puluhan Klan yang sudah tergabung dalam Keluarga Besar Naga Emas yang tersebar di seluruh Benua di Alam Fana, sedangan dari sisi arah Selatan, Barat dan Utara juga sudah bersiaga ratusan anggota Pasukan Boneka dan Pasukan Naga Emas serta Pasukan Putri Naga.


Mereka semua menunggu komando dari Lory Mei yang berada di atas langit Kota Lhu San bersama Bao Qian, Len Ma dan Bao Jian, pasukan dari arah Timur dipimpin oleh Lun Fai dan istrinya Ai Yun sedangkan Lun Fei dan Ai Yin memimpin Pasukan Putri Naga yang bersiap dari arah Utara. Di arah lain terlihat juga Panglima Pasukan Naga Whang Yhu sudah bersiap untuk menyerang dari arah selatan Kota Lhu San dan Jendral Xong Te bersama Pasukannya sudah bersiap dari arah Barat, masing-masing kelompok pasukan itu membawa serta ratusan anggota pasukan yang tingkat kekuatan mereka semua sudah berada di Ranah Awal sampai Ranah Puncak Kekuatan Alam Dewa.


## Kediaman Naga Emas di Kota Tang Jun ##


Didalam gedung utama kediaman Naga Emas terlihat jasad Surapong diletakkan diatas sebuah tempat tidur dan tertutup oleh kain putih, keluarga masih menunggu selesainya pembuatan peti jenasah yang sedang dikerjakan oleh Mu Chin di Desa Yao Yo dimana di sana banyak terdapat Kayu Jati Tua yang umurnya sudah lebih dari 100 tahun. Klan Mu dibawah pimpinan Mu Chin mendapat tanggung jawab untuk menyiapkan Peti Khusus untuk jasad Surapong atas permintaan Yo Lun yang mengetahui persis keberadaan Kayu Jati Tua di daerah pinggiran Danau Es Desa Yao Yo tersebut, hal itu juga sudah atas persetujuan keluarga inti yaitu Lin Mei sebagai istri dan Ratong dan Putong sebagai putra-putra dari Surapong dan Lin Mei.


Mereka juga sedang mendiskusikan tempat yang tepat untuk menjadi tempat peristirahatan terakhir dari sang Pendekar Belati Emas,


"Ayah..., Paman!, saya mengusulkan agar sebaiknya kakek dimakamkan saja di Kota Klentang Benua Pulau Hijau, karena bagaimanapun kakek lama hidup di sana!" kata PiYo kepada ayahnya Putong dan pamannya Ratong.


"Putong!, usul anakmu benar!, pasti ayah sangat ingin berada didekat dengan Perguruan Belati Emas miliknya, bagaimana menurutmu?" kata Ratong.


"Hmm..., kalian benar!, hanya saja saya masih bingung untuk tempat yang tepat, apakah makamnya kita buat disekitar gedung Perguruan Belati Emas atau di pemakaman keluarga yang sudah ada di belakang Paviliun milik PiYo?" kata Putong memberikan pertimbangan pilihannya.

__ADS_1


"Iya, dibelakang paviliun milikku sudah ada makam ibu YoLun, tapi kakek adalah pendiri Perguruan Belati Emas, maka akan lebih cocok kalau makamnya berada dekat dengan tempat itu!, silahkan ayah dan paman pertimbangkan, atau sampaikan usul ini kepada nenek Lin Mei untuk mendapatkan pertimbangan dan persetujuannya!" kata PiYo mengusulkan.


"Baiklah!, aku akan coba tanyakan kepada ibu bagaimana pendapatnya" kata Ratong sebagai putra tertua sambil beranjak dari tempat duduknya dan pergi mendapatkan Lin Mei yang senantiasa berada disamping pembaringan jenasah Surapong dan sedang didampingi oleh Lun Xiao dan Shin Yu Wen serta ketiga istri YoLang yaitu Alura, YoLun dan Mayang.


Didalam kesedihannya Lin Mei mendapatkan banyak cerita dari ketiga istri YoLang sehingga membuat dia sedikit terhibur, terlebih mendengar kondisi ketiga istri dari cucu buyutnya YoLang itu sedang mengandung putra-putra YoLang secara bersamaan, juga Lin Mei mendapat informasi tentang sosok keberadaan Alura yang adalah seorang Dewi Peri dan Putri Tunggal sang Kaisar Dewa.


"Cucu buyutku Alura!, apakah suami kalian itu bisa mengalahkan musuhnya?, dan apakah dia akan secepatnya kembali?, karena pastinya dia akan sangat kehilangan dan menyesal jika tidak lagi sempat melihat jasad kakek buyutnya ini!" kata Lin Mei.


"Nenek tidak usah kuatir?, YoLang sudah berhasil membunuh 2 Iblis Pemimpin Kegelapan sebelumnya, mereka adalah Mo Shen sang Dewa Iblis dan si Burung Hitam Khun Peng, jadi kami bertiga sangat yakin jika suami kami itu akan bisa mengatasi Mo Shou sang Dewa Hewan Iblis!, dan untuk waktunya?, itu yang belum bisa kami pastikan, karena pengejaran YoLang akan melalui 3 Alam lainnya yaitu Alam Bawah, Alam Hewan Buas serta Alam Kegelapan!" kata Alura menjelaskan.


"Ibu...!, saya dan Putong sudah berdiskusi tentang lokasi pemakaman ayah, kami sudah sepakat untuk memakamkan ayah di Kota Klentang Benua Pulau Hijau!, karena disanalah ayah menghabiskan sebagian besar waktunya semasa hidup, bagaimana menurut pendapat ibu?" kata Ratong mengutarakan maksudnya.


"Silahkan saja kalian anak-anak yang memutuskan!, tapi kalau ibu boleh menyarankan lokasinya disekitar kolam yang berada dibelakang gedung perguruan, karena di sana ada sebuah pondok yang menjadi tempat kami berdua beristirahat dan bermeditasi, disitulah tempat favorit ayah kalian jika sedang ingin menyendiri atau bersamaku!" kata Lin Mei menjelaskan.


"Baik ibu!, saya akan segera meminta orang-orang untuk menyiapkan tempat pemakaman ayah di sana!" kata Ratong kemudian pamit undur diri.

__ADS_1


## Diluar Angkasa Alam Bawah ##


Di angkasa langit sekitar Alam Bawah, YoLang mengerahkan kemampuan penglihatannya dengan menggunakan teknik Mata Cosmic. Dia menyisir seluruh daratan Alam Bawah yang penuh diselimuti oleh Energi Kegelapan yang sudah sangat menipis, dan sejauh mata memandang dia hanya menemukan hewan-hewan iblis tingkat rendah dan bahkan masih ada hewan buas yang belum berevolusi menjadi hewan iblis.


YoLang juga melihat ada beberapa kota yang sudah kosong dan tanpa penghuni hanya ada terdapat lalat, nyamuk dan kecoak yang merupakan jenis makhluk hidup yang terdapat di sana, hal itu tidak menurunkan semangat pengejaran YoLang sang Dewa Pelindung untuk mencari keberadaan Mo Shou sang Dewa Hewan Iblis.


Whhuuuzzz...


Dengan kemampuan bergeraknya yang sudah berada di tingkat Cosmic, YoLang melesat masuk ke Alam Bawah dengan kecepatannya yang sudah melebihi kecepatan cahaya. Diatas langit Alam Bawah dia segera mengedarkan kesadaran Spiritualnya untuk melacak keberadaan sosok yang sedang dicarinya, dalam wujud bayangan terlihat sosok YoLang mengeluarkan kabut awan tipis berwarna putih yang kemudian menyebar dengan kecepatan cahaya ke segala penjuru Alam Bawah.


Selama kurang lebih 1 jam YoLang mencoba mencari keberadaan Mo Shou sang Dewa Hewan Iblis tersebut, dengan kesadaran Spiritualnya yang telah menyebar di seluruh daratan Alam Bawah. Tapi dia tidak dapat merasakan keberadaan dari aura kegelapan milik Mo Shou yang sudah dia tandai sebelumnya saat mereka bertarung di Alam Surgawi, demikian juga degan sosok-sosok Iblis dengan aura kegelapan mereka sudah tidak satupun dia melihat atau merasakan keberadaan mereka.


Setelah dia merasa yakin bahwa sudah tidak ada satupun kehidupan dari para Iblis di Alam Bawah itu, YoLang kemudian memutuskan untuk melanjutkan pencariannya ke Alam berikutnya yaitu Alam Hewan Buas yang adalah tempat berasalnya para Hewan Buas yang sudah dirubah menjadi Hewan Iblis oleh Mo Shou dan menjadi para prajurit Pasukan Kegelapan bawahannya.


YoLang kembali ke Angkasa dan mulai melesat dengan kecepatan Cosmic miliknya menuju ke Alam Hewan Buas yang jaraknya sangat jauh dari posisi Alam Bawah, dia akan membutuhkan waktu berhari-hari lagi untuk mencapai Alam tersebut dan tanpa disadarinya di Alam Fana para anggota keluarga sedang menanti kedatangannya untuk melakukan upacara pemakaman dari Surapong sang Pendekar Belati Emas.

__ADS_1


Hal ini terjadi karena YoLang tidak sempat mengetahui kejadian tewasnya kakek buyutnya itu saat terjadi penyerangan oleh Pasukan Kegelapan di semua Alam yang berada di Alam Semesta, dan disisi lain Yhu Huang sang Kaisar Dewa memang sengaja membiarkan hal itu terjadi karena kuatir akan menganggu konsentrasi YoLang dalam menyelesaikan Tugas Langit yang sudah menjadi kewajibannya.


__ADS_2