
Lebih dari setengah daratan Dimensi Batu Hitam hancur berantakan dan hanya ada deretan lobang kawah berdiamater 500 meter sampai 1 kilometer di sana, padahal YoLang dan Yhu Huang hanya menggunakan kekuatan spiritual mereka sebesar 10 % saja tapi dampaknya sangat mengerikan.
"Bagaimana ayah mertua?, apakah sudah cukup?" tanya YoLang.
"Ahh..., sudah lebih dari cukup!, tapi nak!, untuk sementara waktu teknik baru ciptaan mu ini jangan dulu dipamerkan kepada bocah-bocah yang lainnya, kamu tahu seperti apa mereka?, jika mendengar ada sesuatu yang baru dan belum mereka ketahui sebelumnya!" kata Yhu Huang sang kaisar Dewa.
"Baik ayah mertua!, aku akan mengingatnya!"
"Nah, sebelum kita kembali aku ingin memberitahumu tentang 2 hal, ada kabar gembira dan ada juga berita buruk untukmu!"
"Hal apa itu ayah mertua?, tolong katakan!"
"Kabar baiknya?, kamu akan segera menjadi seorang ayah dari 3 orang putra!" kata Yhu Huang sambil tersenyum senang.
"Haaa...?, ohh..., syukur kepada sang Pencipta!, dan bagaimana dengan hal lainnya ayah mertua?"
"Mo Shen sudah memasuki pemurnian hari ke 20!, dan masih ada lagi 110 hari lagi sebelum dia masuk ketahap penyucian, dan ada 2 kekuatan kegelapan lainnya sudah ada bersamanya saat ini dan sedang membantu Mo Wang melakukan pemurnian tersebut!, berhati-hatilah dengan Khun Peng dan Mo Shou karena kelicikan mereka berdua melebihi Mo Shen ketika kami berhadap-hadapan 1 juta tahun yang lalu!, apalagi tingkat kekuatan mereka saat ini hampir menyamai mu karena mereka sekarang berada di tingkat Kaisar Dewa Pencipta tahap 49, dan jika mereka mengerahkan seluruh kemampuan mereka dengan berbagai artefak dan teknik terlarang?, maka aku merasa yakin mereka akan dengan mudah mencapai Ranah Kekuatan Absolute God!" kata Yhu Huang yang tingkat kekuatannya saat ini sudah berada ditingkat Absolute God tahap 20.
"Apakah ayah mertua akan ikut dalam pertarungan kali ini?"
"Aku sangat ingin melenyapkan kembali Mo Shen untuk kedua kalinya dan begitu juga dengan Dewa Hewan yang jelek serta si Burung Hitam yang sebenarnya adalah seekor ikan yang menjelma menjadi Burung tak berguna itu, tapi aku sudah diperintahkan oleh sang Maha Pencipta untuk tidak lagi mencampuri urusan di Alam semesta ini, karena saat ini sudah ada kamu yang nantinya akan menjadi penggantiku, dan hal ini sudah disampaikan sendiri oleh sang Maha Pencipta kepadaku!, untuk itu aku akan sangat berharap banyak kepadamu atas Alam Semesta ini!"
"Aku mengerti ayah mertua!, kalau begitu sebaiknya kita kembali, karena saya yakin ketiga Dewi itu sudah cemas menanti kedatangan ku!, hehehe..." kata YoLang kemudian menghilang dan diikuti oleh Yu Huang.
Dari kekosongan mereka berdua kemudian muncul di ruangan Nirwana tempat kediaman pribadi para Pilihan Langit,
__ADS_1
"Nak...!, aku tidak akan berlama-lama lagi disini, karena sudah tugas menanti ku di Alam Maha Tinggi, aku hanya akan mengingatkan kembali satu hal yang penting dari ketiga Iblis itu yaitu kelicikan mereka, karena dulu Khun Peng dan Mo Shou berhasil menipuku dan bisa melarikan diri?, tapi kali ini aku berharap mereka tidak akan lepas dari tanganmu!" kata Yhu Huang menekankan.
"Baik ayah mertua!, aku akan mengingat akan pesanmu itu!"
"Baiklah!, sampaikan salam kepada ketiga istrimu, katakan bahwa saya sudah kembali ke Alam Maha Tinggi, dan jaga baik-baik ketiga calon Putra Langit yang masih berada dalam kandungan mereka!, aku pergi...!" kata Yhu Huang sang Kaisar Dewa kemudian menghilang.
Whhuuuzzz...
Setelah kepergian sang Kaisar Dewa kembali ke Alam maha Tinggi, YoLang kemudian masuk kedalam kamar Nirwana untuk menemui ketiga istrinya yang sedang beristirahat. Didalamnya dia melihat YoLun dan Mayang sedang tidur hanya ada Alura yang sedang duduk dengan berposisi lotus, kemudian dengan membuat gerakan yang tidak menganggu dia mendekati sang Dewi Peri tersebut dan merangkulnya dari belakang.
"Apa yang kau lakukan istriku?, kenapa tidak beristirahat sama seperti kedua saudarimu itu?"
"Ehh..., suamiku!, aku sedang melihat keadaan anak kita, hehehe..., apa ayah sudah kembali pergi?"
"Hmm..., sudah menjadi kebiasaan ayah seperti itu!, tapi itu adalah resiko kami yang menjadi bagian dari para Ksatria Alam Semesta ini!"
"Sayang...!, kamu sudah kembali?" kata Mayang yang tiba-tiba terbangun dari tidurnya.
"Suamiku?, aku hamil!" kata YoLun juga yang ikut terbangun.
"Kemarilah dan mendekatlah kalian semua, dan dengarkan aku!, mulai saat ini kalian tidak diperkenankan untuk keluar dari dalam Dimensi Nirwana ini apapun yang terjadi!, ingat itu?, dan agar kalian tidak bosan?, aku akan membuat beberapa tempat yang sama persis dengan tempat favorit kalian dimasa lalu, Alura akan mendapatkan kembali taman bunganya yang sama seperti di Bukit Bunga yang berada diperbukitan bagian timur desa YaoYo di Alam Fana, YoLun akan mendapatkan kembali kawasan hutan pinggiran Danau Es yang adalah tempat pertamanya berlatih dan Mayang akan mendapatkan kawasan Air Terjun yang sama seperti di perbukitan wilayah tengah Alam Fana!" kata YoLang.
"Ahh..., suamiku...!, semua itu adalah tempat-tempat yang banyak memberikan kenangan bagi kami!" kata ketiga istri YoLang bersamaan.
"Kalian tunggulah disini!, aku akan keluar sebentar dan membuat seperti yang kukatakan!" kata YoLang kemudian menghilang dalam sekejap dari hadapan ketiga istrinya.
__ADS_1
Whhuuuzzz...
Masih didalam Dimensi Nirwana tapi berada diluar ruang Nirwana, YoLang mulai membuat tempat-tempat yang seperti dijanjikannya kepada Alura, YoLun dan Mayang. Dengan kemampuannya saat ini dia hanya membutuhkan waktu selama 2 jam untuk membuat sebuah kawasan perbukitan dengan bukit bunganya yang indah, demikian juga dengan sebuah danau dan air terjun yang semua pohon dan tanaman lainnya dia ambil dari dalam dunia jiwanya.
Pada setiap tempat yang dibuatnya itu juga dia lengkapi dengan tempat bersantai dan untuk beristirahat, bahkan ada sebuah rumah yang terbuat dari kayu untuk menjadi tempat tinggal jika mereka berkunjung lebih lama.
Setelah dia selesai dengan semua pekerjaannya untuk membuat tempat-tempat kenangan tersebut, YoLang kembali ke kamar Nirwana dan memberitahu kepada ketiga istrinya.
"Tempatnya sudah jadi!, mari kita lihat apakah itu semua bisa menghilangkan kebosanan kalian!" kata YoLang kemudian mengajak ketiga istrinya itu melihat-lihat tempat yang sudah dibuatnya.
"Ahh..., sayang...!, aku merasa sepert kembali ke Kota Klentang?, ahh..., apakah itu pondok latihanmu yang pertama?, wahh..., itu air terjun tempat aku berlatih dulu!" kicau Mayang yang terlihat sangat senang.
"Suamiku!, bukankah itu goa batu yang ku buat untuk meninggalkan air mata peri dan pesan untukmu?, ahh..., mengapa bisa semua bunga-bunga ini yang aku tanam dulu masih ada disini?" kata Alura yang senang melihat tempat penyingkirannya yang pertama saat di Alam Fana.
"Suamiku..., alangkah lengkapnya jika aku kembali bisa menangkap ikan di danau itu bersama Juli!, ahh..., masa itu kita masih kecil, hehehe...!" kata YoLun kembali mengingat masa-masa awal pertemuannya dengan YoLang di desa YaoYo.
Dengan melihat kebahagiaan dari wajah ketiga istrinya, YoLang merasa senang dengan semua yang dibuatnya dan kemudian mengirim pesan suara kepada Zhu, Zhi, Moya dan Moyi untuk datang menemani ketiga istrinya itu.
"Tuan muda memanggil kami?" kata Zhu yang langsung datang setelah mendengar pesan suara yang dikirimkan YoLang.
"Ya..., kalian berempat akan menemani ketiga istriku disini, dan juga kalian bisa berlatih dan berkultivasi disini, ingat...!, jangan pernah meninggalkan tempat ini tanpa seizinku atau ketiga istriku!" kata YoLang.
"Kami akan mentaati semua perintah tuan muda!" kata Zhu mewakili mereka berempat.
"Bagus!, sekarang pergi dan temani mereka!" kata YoLang kemudian mengirim pesan suara kepada ketiga istrinya bahwa dia akan kembali menemui Lhu Dong sang Dewa Pengetahuan di Danau Pelangi.
__ADS_1