
Pertempuran antara Pasukan Penjaga Keamanan Alam Dewa dan Kelompok Pasukan Hitam itu tidak berlangsung lama, hal ini terjadi setelah hampir semua pemimpin kelompok kecil dan kelompok 100 sampai pemimpin kelompok 1.000 tewas oleh para Komandan dan Jendral Pasukan Alam Dewa, yang kemudian mengakibatkan para prajurit mereka mulai tercerai berai berlari menjauh untuk menyelamatkan diri. Pemimpin Besar Pasukan Hitam juga akhirnya menjadi ciut melihat keadaan pertempuran itu apalagi setelah ditinggal pergi oleh sebagian besar pasukannya yang berjumlah 36.000 anggota itu, dia mulai merencanakan untuk ikut melarikan diri menyelamatkan nyawanya sambil menunggu para pelindung kembali dari Alam Bawah dan melanjutkan rencana mereka menghabisi semua Ras Dewa di Alam Dewa ini.
## Istana Putih Dimensi Bulan ##
Lory Mei dan Bao Qian masih menjalani proses menyerap Energi Kekuatan 2 sosok Hewan Ilahi Phoenix Api peliharaan sang Dewi Rembulan dan dikamar lainnya terlihat Bao Jian dan Len Ma yang tubuh keduanya telah terbungkus sepenuhnya oleh kabut putih berisi Energi Kekuatan Dewi Rembulan, mereka telah melakukan proses itu selama 30 hari dan masih tersisa 70 hari lagi atau sebanding dengan 7 hari lamanya waktu di Alam Dewa.
Sementara itu di dalam Kamar Nirwana telah terjadi peningkatan kekuatan besar-besaran terhadap YoLang melalui transfer Energi Kekuatan yang berasal dari dalam tubuh Alura melalui kultivasi ganda yang sedang mereka lakukan, sedangkan YoLun dan Mayang dengan melakukan penyerapan Energi Kekuatan yang berasal dari Air Mata Peri yang menetes keluar dari kedua mata Alura.
Lain halnya yang berlaku di Ruangan Nirwana dimana ada 8 sosok yang sedang berposisi lotus, mereka berkultivasi menyerap Energi Semesta yang banyak terdapat dalam ruangan tersebut dan walaupun terasa lambat tapi selama 30 hari berkultivasi masing-masing diantara mereka telah mengalami kenaikan 3 tahap tingkatan kekuatan.
## Istana Hitam Alam Bawah ##
Mo ZhiHui yang mendapatkan tugas mengumpulkan semua aura kegelapan dari para tawanan didalam Penjara Hitam Alam bawah telah selesai melaksanakan perintah tersebut, dan ditambah beberapa kelompok pasukan Militer Iblis yang juga melakukan pembantaian dibeberapa kota hanya untuk mendapatkan aura kegelapan milik para penduduk iblis.
Kemudian Mo ZhiHui membawa semua hasil tangkapannya itu kepada Mo GuanYi seorang Komandan Militer Iblis yang ditugaskan oleh Mo Wang sang Raja Iblis untuk membuat gerbang teleportasi yang menuju ke Alam Dewa, sementara itu sang Jendral Iblis yang baru yaitu Mo GuanSi sedang menyiapkan ratusan ribu prajurit Iblis mulai dari tingkat kekuatan terlemah yang berada ditingkat Holy Dao sampai tingkat tertinggi seorang Prajurit Iblis yang sudah berada ditingkat Half God. Untuk para pemimpin kelompok Pasukan Iblis tingkat kekuatan mereka sudah berada ditingkat Dewa Spiritual Emas dan Dewa Spiritual Berlian, setiap 10 kelompok pasukan Iblis ini akan berada di bawah 1 komando yang dipimpin oleh seorang Komandan Iblis dengan tingkat kekuatan yang sudah berada di Ranah Kekuatan Prajurit Dewa dengan tingkat kekuatan yang sudah berada ditingkat Prajurit Dewa Hijau sampai tingkat Prajurit Dewa Biru.
__ADS_1
Kekuatan para Iblis ini dapat berubah naik dengan cepat jika mereka menggunakan teknik terlarang mereka yang selalu menyerap aura kehidupan dari para musuh yang mereka bunuh, dan mereka sudah mendapat perintah itu dari sang Raja Iblis Mo Wang kecuali untuk para Ras Dewa yang darah dan aura kehidupan mereka akan dikumpulkan untuk diambil menjadi Energi Kekuatan yang akan membangkitkan sang Dewa Iblis Mo Shen.
"GuanYi...!, aku membawa banyak hadiah untukmu, ini...!" kata Mo ZhiHui sang Panglima Iblis sambil menyerahkan tumpukan cincin jiwa yang berisikan aura kegelapan milik para Iblis yang dia dan anak buahnya bunuh baik yang berada didalam Penjara Hitam maupun yang mereka bantai dibeberapa kota yang berdekatan dengan Istana Hitam.
"Ah..., inilah saatnya kembali ke Alam Dewa dan membalaskan kematian Mo Jiang, Panglima ZhiHui tolong sampaikan kepada Jendral GuanSi agar bersiap karena sebentar lagi gerbang teleportasi yang menuju Alam Dewa akan saya aktifkan!" kata Mo GuanYi sambil menerima semua cincin jiwa pemberian Mo ZhiHui itu kemudian bergegas menuju lokasi gerbang teleportasi yang sudah lama tidak berfungsi itu karena kehabisan aura kegelapan.
Tingkat kesibukkan terlihat semakin meningkat di sekitaran Istana Hitam milik Mo Wang sang Raja Iblis, diluar istana itu terlihat ratusan ribu pasukan sudah bersiap dengan berbaris rapi menunggu terbukanya gerbang teleportasi yang akan membawa mereka ke Alam Dewa. Sementara itu disebuah sudut dinding luar istana Hitam terlihat sosok Mo GuanYi yang sedang berusaha mengaktifkan sebuah gerbang teleportasi, dengan tanpa merasa lelah di mengerahkan seluruh kemampuan formasi yang telah dikuasainya pada siang dan malam hari dan tanpa terasa proses yang sementara dia lakukan telah ditunggu oleh ratusan ribu pasukan Militer Iblis sampai sudah 10 hari lamanya.
Waktu yang terasa berjalan sangat cepat itu karena Mo GuanYi terlalu senang dan fokus terhadap gerbang teleportasi yang sedang dia usahakan untuk aktif kembali itu, dan selama itu pula para pasukan Militer Iblis dengan sabar menanti serta penuh kesiapan.
"ZhiHui...!, bagaimana perkembangan pekerjaan yang dilakukan GuanYi?" tanya Mo Wang sang Raja Iblis.
"Bagus..., hal ini diluar perkiraanku, yah..., mungkin karena kita sudah terbiasa menunggu sesuatu hal dengan perkiraan waktu tahunan maka dengan hanya hitungan hari kita jadi tidak merasakannya" kata Mo Wang.
"Benar Yang Mulia!, aku juga merasakan hal seperi itu, tapi apakah Yang Mulia juga akan ikut bersama kami ke Alam Dewa saat gerbang teleportasi itu telah terbuka?" tanya sang Panglima Iblis.
__ADS_1
"Aku akan melihat hasil kerja kalian dulu dan kemudian akan memutuskan untuk ikut atau tidak, kalau tujuan kita telah tercapai?, untuk apa aku mengikuti kalian kesana?, karena untuk kamu ketahui bahwa tujuan utama kita adalah Alam Surgawi bukan Alam Dewa!, di sana hanyalah sebuah batu loncatan sampai Yang Mulia Mo Sheng bangkit dari tidur panjangnya!" kata Mo Wang menjelaskan.
"Baiklah Yang Mulia!, serahkan saja tugas itu untuk kami selesaikan dan Yang Mulia hanya tinggal menerima hasilnya saja!" kata Mo ZhiHui yang setengah menjilat junjungannya itu.
## Hutan Wilayah Penguasa Alam Dewa ##
"Hahaha..., dasar Iblis pecundang!, saat berkumpul dengan banyak pasukan kesombongan yang ditampilkan, giliran pasukannya kocar-kacir malah ingin ikut melarikan diri!, pemimpin brengsek sepertimu tidak layak hidup di Aam Dewa ini!" kata Panglima Pasukan Penjaga Keamanan Alam Dewa kepada Pemimpin Besar Pasukan Hitam yang sudah kewalahan dan berencana melarikan diri.
"Siapa yang bilang mau melarikan diri, pasukanku masih banyak dan siap bertarung sampai titik darah penghabisan melawan pasukan sampah seperti kalian ini!" kata Pemimpin Pasukan Hitam sambil mengejek kembali Panglima Pasukan Penjaga Keamanan Alam Dewa.
Pertarungan mereka telah berlangsung selama 3 hari dan terlihat kekalahan sudah dekat dengan para Pasukan Hitam, hal ini terlihat dengan semakin berkurangnya jumlah anggota Pasukan Hitam tersebut dan bahkan jumlah mereka sudah tidak ada setengahnya dari jumlah Pasukan Penjaga Keamanan Alam Dewa.
Bantuan datang...!,
Pasukan pelindung sudah bersama kita...!
__ADS_1
Samar-samar dari kejauhan barisan belakang Pasukan Hitam terdengar teriakan-teriakan dari anggota Pasukan Hitam yang masih tetap bertahan di sana, dan segera beberapa sosok Komandan Pasukan Penjaga Kemanan Alam Dewa melesat keatas langit untuk melihat apa yang sedang terjadi di bagian belakang barisan pasukan Hitam tersebut.
Para Komandan pasukan itu terkejut dengan apa yang sedang mereka lihat itu, sebuah gerbang teleportasi yang dipenuhi dengan aura hitam kegelapan sedang terbuka lebar seakan-akan ingin memuntahkan sesuatu yang besar dari dalamnya. Dan setelah itu dengan perlahan mulai terlihat satu persatu sosok Pasukan Militer Iblis berloncatan dari dalam gerbang teleportasi itu dan mendarat di daratan Alam Dewa, mereka terlihat terorganisir dengan baik karena langsung membentuk barisan barisan yang siap bertempur menunggu perintah komandan mereka.