TUAN MUDA POSESIF

TUAN MUDA POSESIF
Kehancuran Part 1.


__ADS_3

Adegan panas itu berlangsung cukup lama, hingga Azkia merasakan sensasi aneh untuk pertama kalinya, Dia merasakan sesuatu yang sangat sulit untuk di jelaskan.


Dengan wajah yang terus menahan malu karena kelepasan mengeluarkan suara yang sangat terdengar merdu di telinga Deffin. Dan bisikan dari Deffin malah semakin membuat pipi Azkia semakin memerah.


" Bagaimana rasanya? Nikmat bukan, akan kukasih yang lebih nikmat dari ini, tapi tidak sekarang jadi persiapkan dirimu untuk hari yang akan datang itu."


Setelah mengucapkan kata itu Deffin mencium kening Azkia dengan lembut, lalu dia berlalu menuju kamar mandi untuk menuntaskan hasratnya sendiri.


*H*uft, sial. Ternyata ingatan sialan itu belum bisa hilang sepenuhnya, tapi setidaknya aku ada kemajuan hingga ke titik itu. Deffin.


Astaga, apa yang terjadi tadi. Aaaaaaa aku bisa gila jika mengingatnya. Azkia menutupi seluruh tubuhnya hingga kepala dengan selimut tebalnya. Malu telah menjalar ke seluruh tubuhnya.


Tidak lama kemudian Deffin keluar dari kamar mandi, terdengar pintu kamar di ketuk yang ternyata dua orang pelayan wanita dan Erwin yang mengantarkan makan siang mereka.


Setelah kepergian para pelayan, Deffin berjalan mendekati ranjang.


" Hei, ayo bangun. Apa kau tidak merasa lapar?


Sekarang cepat bersihkan dirimu."


Setelah mengucapkan itu Deffin menuju sofa yang di atas mejanya sudah tersusun makanan yang menggugah selera.


Azkia yang mendengar suara langkah kaki menjauh segera bangun dan setengah berlari menuju kamar mandi.


Deffin yang melihat tingkah lucu istrinya menggelengkan kepalanya dan tersenyum tipis.


Setelah cukup lama menunggu, keluar lah Azkia yang terlihat segar, Dia mendekat ke arah Deffin, dan mulai melayani makan siang untuk Deffin.


Tepat setelah Deffin menghabiskan makanannya, ponsel Azkia yang berada di atas meja sekejap bergetar , terlihat nomor asing yang mengirimkan pesan. Dengan santai Deffin membuka isi pesan itu.


Ada yang ingin aku bicarakan denganmu, sesuatu yang penting. Temui aku di kafe x jam 3 sore. Bella.


Azkia yang penasaran ikut melihat siapa yang mengirimkan pesan, dia terkejut melihat mantan adiknya yang ternyata mengirimkan pesan, lalu menduga apa yang ingin disampaikan Bella.


Begitu juga dengan Deffin sedang menerka apa yang direncanakan oleh keluarga Hendrawan. Deffin sedari awal sudah menerka Hendrawan sudah pasti tidak akan semudah itu melepaskan tambang emasnya.

__ADS_1


Masih banyak aset peninggalan almarhum ayah Azkia yang diatas namakan Azkia, sebelum semua harta jatuh ke tangan mereka, mereka akan selalu mencari cara agar semuanya bisa dimiliki.


Cukup lama mereka terdiam dengan pikiran masing-masing, dengan ragu Azkia bertanya memecahkan keheningan tersebut.


" Apakah aku boleh menemuinya?" Memandang Deffin penuh harap, Azkia sangat penasaran makanya ia ingin menemui mantan adiknya itu.


" Terserah, tapi pastikan pulang tidak ada masalah sama sekali.


Yaitu luka sedikit pun," lanjutnya dalam hati, sengaja Deffin hanya mengucap kata itu untuk membuat jengkel Azkia, Deffin berlalu keluar kamar dengan senyum tipisnya,


Tidak akan kubiarkan siapa saja menyakitimu sedikit pun baik hati maupun fisik, jika itu terjadi maka aku merasa suamimu ini adalah lelaki yang paling hina.


Benar dengan pemikiran Deffin, Azkia yang mendengar jawaban Deffin mengerucutkan bibirnya, Memang kaukira aku bocah pembuat masalah.


...****************...


*K*afe x


Kafe itu cukup ramai, jam sudah menunjukkan pukul 3. Azkia yang baru datang berjalan dengan santai, tidak ada pengawal yang membuntutinya, terpaksa mereka mengikuti perintah nona mudanya untuk menunggu di mobil.


Tampak tiga orang duduk dengan lagak sombong dan dandanan yang paling glamor di antara yang lain.


*H*uh, seharusnya kalian minta aku menemui di restoran mewah, bukan kafe terkesan biasa seperti ini, sama sekali tidak cocok dengan penampilan kalian. Kata hati Azkia melihat ketiga mantan keluarganya tersebut.


Mereka sengaja memilih tempat biasa agar tidak ada yang bisa menyaingi mereka. Azkia sudah mendekat dan langsung disuruh duduk.


" Langsung saja Ayah tidak ingin basa basi karena sudah di tunggu kolega Ayah," menyerahkan beberapa berkas. "Tanda tangani semua ini untuk balas budi karena kami sudah merawatmu."


Azkia hanya melirik sekilas tanpa berniat memegang, lalu memberikan senyum mengejek sambil berbicara,


"Sampai kapanpun aku tidak akan menandatangani surat itu Tuan Hendrawan, begitu serakahnya kalian, rumah dan perusahaan tidak cukup bagi kalian hingga meminta aset peninggalan almarhum ayahku yang lain." Azkia menekankan setiap perkataannya.


Ketiga orang itu terkejut, darimana Azkia tau rahasia besar yang mereka simpan selama ini.


"Jika kalian ingin hidup tenang, jalani saja kehidupan kalian seperti biasa, dan jangan pernah mengharapkan yang lain lagi."

__ADS_1


Bella yang mendengar ucapan sombong Azkia tidak terima, dengan berapi-api dia membalas,


"Jangan sok dulu kau Azkia, Ingat ucapanku di mall tidak main-main, akan kurebut semua yang jadi milikmu," ancaman dari Bella dengan penuh percaya dirinya.


" Dengan senang hati aku menunggu usahamu." Dengan nada meremehkan Azkia bangun dari duduknya, menundukkan kepalanya lalu berlalu meninggalkan ketiga orang itu.


Terlihat wajah geram dari ketiga orang itu. Setelah kepergian Azkia mereka menyusun rencana, Tanpa permisi kejutan dari Deffin detik itu juga langsung menghancurkan semua rencana mereka.


" Apa?!!!" Hendrawan langsung memegang dadanya, sedangkan kedua wanita itu bingung melihat wajah Hendrawan yang sangat terkejut dan pucat.


" Se-semua nya ...." lanjutnya lagi dengan tubuh yang limbung ke lantai, dengan sigap orang yang di sekitar mereka membantu Hendrawan masuk ke mobil milik mereka, Bella yang mengemudi langsung bergegas membawa ayahnya ke rumah sakit.


Ternyata berita kebangkrutan dan semua aset yang dimiliki keluarga Hendrawan jatuh ke tangan Deffin dengan mudahnya, itulah yang membuat Hendrawan terkena serangan jantung mendadak.


Tidak hanya itu penjara juga menantikan kedatangan mereka bertiga, bukan hanya penipuan tentang sertifikat yang mengakuisisi perusahaan milik ayah Azkia, namun pembunuhan kepada ibu Azkia, dan juga kasus percobaan pembunuhan Azkia yang terakhir juga menyeret Bella.


Semua bukti sudah di dapatkan sekertaris Roy, Deffin yang sudah tidak sabar memintanya menyerahkan semua bukti itu hari ini, dan menuntut semua orang yang berada di belakang Hendrawan.


...****************...


Setelah sampai di rumah sakit Bella dan ibunya mengantar Hendrawan hingga ke ruang UGD, Bella yang bisa menebak setelah ini mereka semua akan di tangkap polisi segera berinisiatif kabur.


" Bu, aku akan pulang ke rumah untuk ambil pakaian, ibu tunggu ayah di sini ya."


Ibunya yang sedang menangis hanya mengangguk dan mengucapkan hati-hati.


Bella dengan cepat berjalan ke mobilnya, dan setelah sampai di mobil dia berkata,


" B**ngs*k. sialan kau Azkia!!! jika aku tidak bisa mendapatkan semua milikmu, tidak akan kubiarkan kau juga mendapatkan kebahagiaanmu, lihat saja apa yang aku lakukan besok ...."


Bersambung.


Maaf baru up, karena Ria sedang tidak enak badan 🙏🙏🙏 jika kalian suka cerita ini jangan lupa tinggalin jejak.


Terima kasih 🤗🤗🤗

__ADS_1


__ADS_2