
Salah satu hotel megah milik Arnold adalah tempat di mana dia mengadakan pesta ulang tahunnya.
Sebenarnya dia malas membuat acara seperti ini, namun demi mendapatkan kepercayaan Deffin bahwa dirinya agar terlihat bisa move on dari Azkia, jadilah ia mengadakan acara konyol ini dan membayar salah satu teman kuliahnya dulu untuk disewa menjadi kekasih satu malam saja.
"Ingat aktingmu harus senatural mungkin, buat Deffin percaya bahwa kamu beneran kekasihku." Sekali lagi Arnold becermin, memastikan penampilannya sempurna malam ini.
Arnold bukan orang yang naif, dia memang sudah menyerah untuk berharap Azkia akan menjadi miliknya, tapi rasa cinta itu akan tetap ada, dan beberapa hari tidak bertemu Azkia membuat rindu menyiksa dirinya.
"Kamu jangan khawatir, malah sesungguhnya aku ingin menjadi kekasih sungguhanmu," ujar
Wanita yang memakai gaun seksi itu dengan memeluk Arnold dari belakang.
"Singkirkan tanganmu itu dari tubuhku!" ketus Arnold. "Jangan melebihi batas, ingat perjanjian kita, melanggar sedikit saja akan kutembak kepalamu."
Wanita itu mengangkat tangannya. " Baiklah, maaf ...." ujarnya tidak dari hati, dia memang mempunyai maksud terselubung menerima tawaran Arnold yang termasuk teman waktu kuliah dahulu.
Acara akan segera dimulai, Arnold keluar dari ruangan itu didampingi kekasih pura-puranya, mereka berdua berjalan seperti layaknya pasangan kekasih pada umumnya.
Terlihat dari banyaknya orang yang berkumpul, ada empat orang yang sudah menjadi sorotan sejak tadi. Hingga tiba saatnya sekarang untuk Arnold menyapa para tamu undangan, sengaja dia menemui empat orang spesial itu yang terakhir sendiri.
"Selamat ulang tahun, Arnold."
Azkia berucap sambil mengulurkan tangannya hendak menyalami Arnold, Arnold sudah sangat girang hendak menyambut uluran tangan itu, hingga dia lupa dengan sosok posesif di sebelah Azkia.
Deffin menarik tangan Azkia dan menggenggamnya sebelum bersentuhan dengan tangan Arnold, lalu dia lah yang menjabat tangan Arnold sebagai ganti tangan Azkia.
"Semoga tambahnya umurmu kaujuga tambah makin pintar," ujar Deffin setengah menyindir.
Arnold hanya tersenyum masam tanpa menjawab, dan Azkia hanya tersenyum canggung, lalu matanya beralih ke arah wanita seksi yang berada di samping Arnold.
Arnold yang melihat tatapan Azkia, segera memperkenalkan wanita itu.
"Oh ya Azkia, kenalkan dia Jessica, panggil saja Jessie. Dia kekasihku," ujar Arnold yang berhasil membohongi Azkia namun tidak dengan ke tiga lelaki di depannya.
Mereka bersalaman dengan wajar, namun mereka berbicara dalam hati masing-masing.
Oh ini yang namanya Azkia, dia memang cantik pantas sepupuku terobsesi padanya. Tenanglah Boy akan kubantu kamu mendapatkannya, tapi aku harus tahu dulu seberapa posesifnya suaminya. Jessie.
__ADS_1
Syukurlah kamu sudah menemukan tambatan hatimu Arnold, semoga hubungan kalian bisa langgeng. Azkia.
Kebodohan apalagi yang sedang kaurencanakan Arnold. Deffin.
Huh, aku heran kenapa orang bodoh ini bisa mencintai Tuan putri, sungguh dia tidak pernah lelah mencari masalah. Erwin.
Sepertinya akan ada kekacauan di pesta ini, dari dulu Arnold memang bodoh, selalu menciptakan masalah, dan suruhan siapa wanita ini. Roy sang pengamat yang baik telah menganalisis bahwa wanita ini memiliki maksud terselubung.
...****************...
Acara sampai saat ini masih berjalan dengan semestinya, Arnold duduk satu meja dengan rombongan Deffin, dia sama sekali tidak mempedulikan di mana keberadaan Jessie.
Sedangkan Jessie sedang menelepon seseorang, dia adalah sepupunya. Seseorang yang sangat terobsesi dengan Azkia.
"Aku sudah berkenalan dengannya," ujar Jessie.
"Bagus, kamu harus menjadi bagian dari mereka tanpa ada yang curiga, di antara ke- empat lelaki itu hanya Arnold saja sepertinya yang bodoh, jadi kamu harus hati-hati dengan yang lainnya," ujar seseorang lelaki di seberang telepon.
"Aku mengerti, tapi aku ingin lihat terlebih dahulu seposesif apa suami wanitamu itu."
"Apa yang akan kamu lakukan! jangan melakukan hal yang bodoh, atau kamu akan mati terlebih dahulu sebelum membantuku."
"Baik, tapi awas jika sampai ada apa-apa dengan Azkia, atau sampai kulitnya lecet sedikit saja, aku tidak peduli lagi tentang hubungan darah kita."
Jessie langsung mematikan sambungan telepon itu setelah mendengar peringatan dari sepupunya. Dia memandang Azkia sinis dan menyembunyikan seringai bibirnya.
Aku memang tidak akan melukainya, namun membuatnya sedikit malu untuk malam ini bukankah sangat cukup memancing amarah suaminya.
Lalu Jessie melenggang pergi setelah memberi kode orang yang sudah disuruhnya, dia akan menonton tayangan live itu di dalam mobil, nanti setelah melihat tayangan yang sepertinya akan menarik, dia akan langsung menginjak pedal gas mobilnya untuk kabur.
Terlihat orang suruhan Jessie sudah mendekat, seorang wanita yang tidak kalah seksi itu mulai berjalan untuk mengantarkan nyawanya sendiri.
Byuurr..
Tanpa aba-aba wanita itu menyiram wajah Azkia dengan minuman yang dibawanya.
"Hahaha ... kamu memang pantas mendapatkan itu wanita sok cantik, kamu kira semua lelaki bisa kamu goda, jangan mimpi !" ujarnya sinis.
__ADS_1
"B*****ek!"
Deffin yang tidak terima Azkia diperlakukan seperti itu, langsung saja dia menendang perut wanita itu hingga terpelanting ke meja belakangnya.
Lalu Deffin segera melepaskan jasnya dan memakaikannya ke tubuh Azkia yang bajunya telah basah juga. Dengan wajah antara marah dan sedih dia menggendong Azkia untuk segera dibawa pulang, sedangkan Azkia yang shock hanya menangis tanpa suara di gendongan Deffin. Apa kesalahan yang sudah ia perbuat hingga ada orang yang tega melakukan ini kepadanya pikirnya.
Sedangkan di dalam ruangan itu pesta langsung dibubarkan, dan wanita itu masih ditahan oleh ketiga lelaki yang juga sama tidak terimanya, mereka dengan puas membuat babak belur wanita itu tanpa diperintah Deffin.
Tanpa ampun Erwin menyeret wanita yang berteriak histeris itu dengan menjambak rambutnya keluar dari hotel hingga membawanya masuk ke mobil bergambar tengkorak itu.
Sedangkan Roy dan Arnold juga mengikutinya dari belakang, Arnold sama sekali tidak mempedulikan pesta ulang tahunnya yang kacau, dalam dirinya hanya ada kemarahan yang meledak saja untuk saat ini.
...****************...
Sedangkan di kamar utama, Azkia yang sudah dibantu Deffin membersihkan diri, kini sedang berbaring di ranjang dengan dipeluk Deffin.
"Apakah aku sudah melakukan kesalahan?" tanyanya parau, masih ada lelehan air mata yang mengalir di pipinya.
"Tidak, kamu tidak melakukan kesalahan apapun. Sudah jangan ingat lagi kejadian tadi, mereka sudah mengurusnya," ujar Deffin memberikan ketenangan dengan menghapus air mata Azkia, dan menciumi puncak kepala Azkia.
"Maaf, kejadian tadi pasti telah membuatmu malu," ujar Azkia tidak enak, pasti suaminya dapat cemoohan banyak orang akibat ucapan dari wanita tadi, apalagi mengingat suaminya adalah orang nomor satu di negeri ini.
"Kamu bicara apa, aku lah yang harus meminta maaf padamu karena tidak bisa menghalangi kejadian tadi, maaf ... aku belum bisa melindungimu dengan benar," ujarnya sambil menitikkan air mata.
Deffin benar-benar merasa menyesal atas kejadian yang tidak inginkan tadi, mungkin dia sendiri yang nantinya akan membunuh wanita tadi.
Sedangkan Azkia terharu mendengar ucapan Deffin, dia mengusap air mata Deffin sambil menggelengkan kepalanya.
"Tidak, kamu sudah sangat melindungiku. Terima kasih untuk semuanya, aku sangat mencintaimu suamiku," ujar Azkia sambil memeluk Deffin lebih erat.
"Aku yang lebih sangat mencintaimu," ujar Deffin tidak mau kalah, lalu dia mencium kening Azkia sangat lama, hingga mereka berdua memilih memejamkan mata...
Membiarkan ketiga lelaki tadi, entah apa yang mereka perbuat kepada wanita itu di rumah indah milik Erwin.
Bersambung.
Hai semuanya 👋
__ADS_1
Jangan lupa kasih semangat baru di babak yang baru ini, dan terima kasih yang tetap setia meninggalkan dukungannya 🙏🙏🙏
salam sayang dari Deffin 😘♥️