TUAN MUDA POSESIF

TUAN MUDA POSESIF
Taman Pasangan.


__ADS_3

Seminggu sudah rombongan Deffin tinggal di negeri Z. Azkia sudah dinyatakan sembuh dari penyakitnya karena keseriusannya dalam menjalani pengobatan, dan karena sebelumnya memang dia sudah rutin meminum ramuan dari negara ini meski rasanya tidak sepahit ramuan di sini.


Dan selama seminggu ini ternyata yang dikhawatirkan Deffin tidak ada yang terjadi, semua tampak tenang dan itu membuat Deffin menuruti keinginan Azkia untuk menikmati waktu sedikit lama lagi menikmati keindahan negeri Z ini.


Tidak lama hanya dua hari saja, Azkia sangat penasaran dengan Taman Pasangan yang kata para turis asing sangatlah indah. Taman yang indah dan luas di tengah kota ini adalah salah satu ikon kota ini.


Rencana Azkia yang ingin menggunakan waktu satu hari saja untuk berjalan-jalan, dan satu harinya lagi dibuat istirahat sebelum menempuh perjalanan yang cukup melelahkan, membuat Deffin menyutujuinya tanpa keberatan.


Namun hari ini yang membuat Deffin kesal adalah ketiga jomblo yang mengikuti acara kencannya dengan Azkia.


"Kalian memang tidak tahu diri, sudah enak diajak pergi keluar negeri, sekarang dengan tidak tahu malunya kalian juga mau mengganggu kencan kami," sungut Deffin yang berjalan bergandengan tangan dengan Azkia di depan para jomblo.


Ketiga jomblo itu tidak ada yang berani menjawab, sadar jika tuan mudanya masih kesal karena seminggu ini mereka tidak dapat informasi sedikit pun tentang Elma, Daniel menutupinya dengan sangat rapi.


Dan mungkin karena ini negeri kekuasaannya, sehingga Deffin tidak mempunyai celah sedikit pun untuk mengorek informasi.


"Sayang ... jangan marah, mungkin mereka bosan selama ini hanya keluar bertiga saja. Lagi pula kita 'kan bisa cari tempat duduk yang jauh, mereka tidak akan mungkin mengikuti kita 'kan?" Azkia menoleh kearah tiga jomblo yang hanya memberikan ekspresi datar.


Tidak ada yang mengeluarkan suaranya, mereka bertiga bisa habis di tangan Deffin jika menanggapi perkataan Azkia, bagaimana tidak jika Deffin saja ikut menoleh sambil menatap mereka dengan tajam.


Padahal di dalam lubuk hati mereka, mereka sangat ingin mengikuti Deffin dan Azkia karena ternyata mereka datang di tempat yang salah. Mereka jadi agak menyesal mengikuti Deffin dan Azkia setelah melihat pemandangan banyaknya sepasang kekasih yang sedang bermesraan.


"Kalian lebih baik duduk di sini, kalian lihat ternyata di sini banyak pria yang bernasib sama dengan kalian." Tunjuk Deffin ke arah para pria yang sedang duduk, terlihat para pria ada yang duduk bergerombol dan juga hanya berdua.


Ketiga lelaki itu hanya mengangguk, dengan patuh mereka duduk di kursi yang di tunjuk Deffin. Sedangkan Deffin dan Azkia melanjutkan langkah mereka untuk mencari tempat yang nyaman untuk menikmati dunia milik mereka sendiri.


Setelah sampai di tempat yang mereka inginkan, Deffin segera menarik tubuh Azkia yang masih berdiri hingga jatuh di pangkuannya.


"Sayang!" pekik Azkia yang terkejut dengan kelakuan Deffin.

__ADS_1


Deffin yang gemas mencium pipi Azkia sambil terkekeh geli.


"Kenapa berteriak, suaramu mengganggu mereka." Tunjuk Deffin dengan ekor matanya ke arah beberapa pasangan yang sedang dimabuk cinta, padahal tidak ada satu pun dari mereka yang peduli dengan suara Azkia.


Azkia yang melihat pemandangan di samping yang berada tidak jauh dari tempatnya menutup mulutnya karena terkejut.


Bagaimana bisa mereka bermesraan di waktu pagi dan di taman yang banyak pengunjung pikirnya, meski Azkia sebenarnya sedari tadi tidak melihat anak kecil yang biasanya ikut meramaikan taman pada umumnya, tapi bisa-bisanya mereka nyaman bermesraan di tempat yang terbuka.


Deffin yang melihat kebingungan Azkia malah menguyel-uyel kepalanya di dada Azkia dengan gemas.


"Sayang ... hentikan! malu, banyak orang di sini," ujar Azkia setengah berbisik.


Deffin yang mendengar perkataan Azkia langsung tergelak, lalu dengan lembut dia berkata, " Kia sayang, sepertinya kamu salah paham dengan tempat ini, kenapa ini disebut taman pasangan, karena di sini banyak sepasang kekasih yang memadu kasih di tempat ini, dan taman ini bukan taman umum untuk keluarga seperti taman yang ada di kota kita."


"Apa?! tapi kata orang kemarin, di sini hanya taman umum yang memiliki pemandangan indah."


Azkia mengangguk membenarkan, tapi wajahnya masih bingung melihat keanehan taman ini lebih tepatnya para pengunjungnya.


"Kia sayang, kamu kira aku menyetujui ide mu datang ke sini karena apa?! semakin terkekeh geli, ternyata istrinya masih bisa dibodohi jika menyangkut soal kegiatan yang mengasyikan ini.


Azkia yang mencium gelagat kenakalan suaminya segera mencubit perut Deffin kesal,


setelah mendengus Azkia mengatakan, " Tahu begini tempatnya lebih baik kita pulang saja, aku beneran penasaran setengah mati kenapa semua orang di klinik merekomendasikan tempat ini, eh ternyata ... ayo pulang saja, kamu kan tidak pernah peduli tempat, jadi di rumah saja kalau ingin bermesraan, tidak perlu datang ke sini."


Azkia tidak bisa berdiri karena Deffin memeluknya erat, lalu dia berbisik di telinga Azkia yang membuatnya merinding seketika mendengarnya, " Sepertinya kita perlu mencoba hal baru, bagaimana ya rasanya bermesraan di tempat terbuka?"


Azkia yang mau protes sudah terlambat karena Deffin langsung Menubrukkan bibirnya untuk merasakan rasa manis bibir Azkia, mereka berdua berciuman sangat lama, hanya sekedar berciuman karena Deffin tidak ingin membuat Azkia semakin tidak nyaman karena keberadaan mereka di mana.


...****************...

__ADS_1


Sedangkan nasib trio jomblo.


Deffin yang ketika tadi meninggalkan mereka sedang tersenyum devil di dalam hati, Deffin sangat tahu tempat ini, sedangkan ketiga orang tadi sama seperti Azkia, mereka mengira jika pemberian nama taman pasangan itu cuma asal saja, tapi ternyata ini memang tempat bermesraan untuk sepasang kekasih normal maupun yang tidak normal.


Para pria yang duduk tidak jauh dari mereka bukanlah lelaki normal, mereka bisa dibilang suka sesama jenis, dan kehadiran ketiga pria tampan dan gagah yang sedang duduk itu dikira lelaki yang sedang mencari kepuasan.


Salah satu pria yang tinggi besar diantara mereka itu tanpa rasa takut mendekat. " Siapa diantara kalian yang tertarik denganku? tenang saja tidak perlu bayar mahal," ujarnya dengan suara normal khas pria.


Ketiga jomblo itu mengernyit bingung, sang pria yang merasa ketiga lelaki ini sedang berpura-pura langsung saja berkata, " Ayolah ... jangan pura-pura, kalian datang ke taman pasangan untuk mencari kepuasan bukan?"


Lalu ekor matanya melirik arah belakang ketiga lelaki itu, sedang memberi contoh maksud perkataannya.


Kompak Roy, Erwin, dan Arnold menoleh ke belakang, dan ketiga jomblo itu terkejut dengan pemandangan yang mereka lihat, hal yang tidak lazim telah mengotori mata perjaka mereka.


"B******k, kau kira kami pria seperti apa?" ujar Arnold marah.


Erwin yang tetap tenang membuka sebelah sisi jaketnya. " Kau tinggal pilih ingin memuaskanku dengan benda yang mana?" tanya Erwin dingin dengan memperlihatkan pistol dan beberapa pisau lipat kesayangannya.


"Membuatmu babak belur sepertinya sudah cukup memuaskanku," ujar Roy santai.


Sang pria yang ketakutan segera mengangkat kedua tangannya dan dengan terbata mengucapkan, " Maaf bung, aku kira kalian sama dengan kami, aku kira kalian datang kemari mencari kepuasan, ampuni aku, aku akan pergi."


Tanpa menunggu jawaban dari ketiga lelaki menyeramkan itu sang pria langsung lari terbirit-birit, dia meninggalkan ketiga pria yang selalu dibuat kesal oleh Deffin.


Bersambung.


Nyambung apa tidak bab ini terserah apa pendapat kalian, Ria hanya ingin nulis satu bab santai sebelum prahara datang, terima kasih atas semua dukungan 🙏🙏


salam sayang ♥️♥️

__ADS_1


__ADS_2