TUAN MUDA POSESIF

TUAN MUDA POSESIF
Kelicikan Deffin.


__ADS_3

Ungkapan cinta dari pasangan memang di perlukan, agar hati tidak ragu untuk berlabuh. Begitu pula dengan Azkia dan Deffin, setahun sudah menjalani kehidupan rumah tangga, masih belum pernah ada di antara mereka yang menyatakan perasaannya.


Awal nya Deffin mengira yang terpenting tindakan bukan ucapan, perlakuan posesif nya sebagai bukti betapa cintanya pada Azkia, dia merasa itu sudah cukup untuk mengikat Azkia.


Namun beberapa hari ini ada yang mengganggu pikiran nya, apalagi semenjak kembali nya Arnold. Dan juga hari ini Azkia yang datang ke rumah sakit untuk konsultasi sudah dia tebak mungkin ingatan Azkia akan kembali, membuat hati nya semakin resah karena masih belum mengetahui perasaan Azkia pada nya.


Sudah beberapa kali mencoba menekan rasa gengsi nya, Deffin ingin menyatakan perasaannya, namun tetap saja bibir nya mendadak membisu, dan lidah nya kelu.


Setelah lama putar otak akhirnya dia menemukan cara agar Azkia duluan yang mengatakan cinta, ya meski dengan jebakan. Rencana membuat kejutan romantis sudah dia instruksikan kepada Roy agar malam ini dapat cepat terealisasi.


Namun karena perintah nya tanpa Deffin ketahui Roy ikut andil untuk menunjukkan perasaan Azkia sebenarnya kepada dirinya.


...****************...


Tetap di hari yang sama. Di gedung Wirata group Deffin yang sudah selesai dengan urusan pekerjaan nya sedang menunggu kedatangan Azkia.


Dia meminta sopir mengantarkan Azkia ke kantor, mereka akan makan bersama di dalam kantor. Tidak lama kemudian terdengar suara pintu di ketuk.


Tok..tok..tok..


"Masuk." Suara Deffin menyahuti nya.


"Hai, sayang." Sapa Azkia dengan riang, dia lalu memeluk Deffin dan memberikan ciuman di seluruh wajah Deffin, sesuai dengan permintaan Deffin.


"Kenapa ketuk pintu, kau langsung bisa masuk. Bagaimana hasil pemeriksaan mu tadi?."


Sambil menciumi seluruh wajah Azkia yang ada di pangkuannya dengan gemas.


"Iya.. iya.. stop, besok aku akan langsung masuk, dan hasil pemeriksaan ku baik-baik saja, tadi aku sudah di kasih vitamin." Ujar Azkia dengan tangan nya menahan bibir Deffin yang masih terus melakukan hujan ciuman.


Tidak lama kemudian terdengar suara pintu di ketuk. Azkia segera turun dari pangkuan Deffin, Deffin yang tidak bisa menahan Azkia untuk tetap di pangkuannya mendengus kesal lalu melirik Azkia tajam, sedangkan Azkia hanya nyengir menanggapi nya.


Setelah Deffin mempersilahkan masuk, terllihat sekertaris wanita dengan pakaian lumayan ketat masuk dengan membawa makanan yang sudah di pesan Deffin kepada Roy.


Kurang ajar Roy, apa dia sudah bosan hidup.


Ungkap hati Deffin geram, bisa bisanya menyuruh karyawan baru ini mengantar makanan nya, dengan pakaian yang digunakan itu yang jelas akan membuat hati Azkia tidak nyaman.


Sedangkan Azkia hanya memandang nya dengan datar. Namun di dalam hati nya bergemuruh, teringat bayangan Ellena dulu.

__ADS_1


"Sekertaris Roy menyuruh saya mengantarkan makan siang anda tuan." Ucap nya sopan.


Setelah meletakkan makanan di meja, sekertaris wanita itu di buat merinding mendengar Deffin mengatakan,


"Besok tidak usah bekerja di sini lagi jika masih menggunakan pakaian seperti ini." Ujar nya dingin.


"Maaf tuan, Besok saya akan memakai pakaian yang lebih sopan." Ujar nya dengan menundukkan kepala sebagai permohonan maaf. Setelah itu dia pamit undur diri.


"Aku kira kamu memang suka yang begituan." Azkia mengatakan nya dengan nada setengah kesal.


Sedangkan Deffin tersenyum melihat muka masam Azkia semenjak kedatangan sekertaris wanita tersebut.


"Siapa yang suka, aku malah risih melihat nya. Kau tidak perlu khawatir aku tidak akan pernah tergoda dengan wanita lain." Azkia yang melihat kejujuran di mata Deffin tersenyum senang.


"Sayang, kamu tidak ingin mengatakan sesuatu." Ujar Azkia penuh harap kalau Deffin akan mengatakan cinta kepada nya.


"Tidak, ayo makan." Deffin mengatakan nya sambil mengalihkan pandangannya ke makanan yang ada di atas meja.


Sedangkan Azkia cemberut, padahal kata cinta itu bisa memberikan ketenangan di hati nya. Namun memang dia tidak bisa berharap karena mengetahui sifat sombong Deffin.


Sedangkan Deffin di dalam hatinya tersenyum senang melihat ekspresi Azkia, mulai dari kesal melihat sekertaris wanita tadi, senyuman Azkia ketika dia menenangkan hatinya, dan Azkia yang berharap ada kata cinta yang keluar dari mulut nya.


Setelah selesai makan siang, Deffin menyuruh Azkia istirahat di kamar pribadi dalam ruangan tersebut, dengan sedikit paksakan akhirnya kini Azkia terlelap dalam pelukan nya.


...****************...


Senja terlihat indah di pandang lewat kapal pesiar yang mereka tumpangi sekarang. Setelah bangun dari tidur siang tadi Deffin menyuruh Azkia bersiap siap dengan gaun selutut berwarna merah, dirinya juga sudah siap dengan setelan yang serasi dengan gaun milik Azkia.


Deffin benar-benar membuat Azkia penasaran setengah mati, Mata Azkia di tutup dengan kain semenjak naik mobil.


Dan setelah penutup mata itu di buka terpampang pemandangan yang sangat indah, dia yang sudah berada di atas kapal pesiar di hamparan lautan yang luas, bisa melihat lampu rumah penduduk kota yang mulai berkelap-kelip.


Matahari yang mulai tenggelam semakin menambah keindahan itu, cukup lama mereka berdiri hingga langit berubah menjadi gelap sempurna, Bulan dan bintang menjadi pendukung momen romantis yang akan di ingat selalu oleh Azkia.


Sudah ada hidangan di atas meja dengan dua kursi itu, Deffin menarik lembut tangan Azkia untuk mengikuti nya menikmati makan malam yang sudah di persiapkan sempurna oleh bantuan sekertaris Roy.


Musik yang mengalun indah semakin membuat Azkia berbunga-bunga, tidak hanya itu kembang api pun semakin mempercantik malam itu, saking bahagianya hingga membuat Azkia lupa jika ini semua adalah impian nya.


Impian yang hanya di ketahui oleh Deffin, namun yang membuat Azkia tidak bisa lupa dengan momen ini adalah...

__ADS_1


"Bagaimana, kau menyukai nya?"


Tanya Deffin dengan lembut yang terdengar jelas di telinga Azkia.


Setelah selesai makan malam Azkia berdiri di besi pembatas kapal, yang di belakang nya Deffin sedang memeluk nya erat, jadi hanya mereka berdua yang bisa mendengar obrolan ini.


"Iya, sangat." Jawab nya dengan senyum bahagia yang tidak hilang dari bibir manis nya.


"Kalau begitu ucapkan sesuatu untuk membayar semua keindahan yang aku siapkan malam ini untukmu."


"Terima kasih untuk semua di malam yang indah ini." Ucap Azkia tulus.


"Aku mau lebih dari kata terima kasih, aku ingin mendengar kata yang tidak pernah kau ucapkan, yaitu tentang perasaan mu padaku." Ujar Deffin tanpa basa basi.


Hah apa, seharusnya kau yang mengatakan duluan, kenapa menyuruhku mengungkapkan nya terlebih dahulu. Azkia membatin dengan pipi yang sudah bersemu merah.


"Ayo cepat katakan." Ucap Deffin tidak sabaran.


*Baiklah, karena aku memang sudah mencintai mu aku akan mengatakan nya.


"A-aku mencintaimu*." Ucap Azkia dengan gugup.


Mendengar kata indah itu pipi Deffin ikut merona, namun dia harus menahan agar tidak terlihat bahagia.


"Kau sudah mengatakan itu ya, ku anggap itu janji mu bahwa kau tidak akan pernah meninggalkan ku apapun yang terjadi esok dan seterusnya hingga maut memisahkan kita." lebih mendekatkan bibirnya di telinga Azkia, " Jika kau mengingkari jangan salahkan aku memaksa untuk membuat mu tetap berada di samping ku, meski aku harus memotong kedua kaki mu akan ku lakukan agar kau tidak bisa bergeser sedikit pun dari sisiku." Ucapan Deffin terdengar sangat serius membuat Azkia merinding.


Azkia akan memprotes perkataan Deffin, namun mendadak speechless setelah mendengar ungkapan dari Deffin,


"Aku lebih mencintaimu, sangat."


Tepat bersama dengan kata yang terdengar merdu di telinga Azkia ada cahaya lampu yang berkelip bertuliskan aku mencintaimu istri ku Azkia, yang menggantung indah di mercusuar yang tinggi itu. Momen indah ini di akhiri dengan ciuman panjang yang disertai dengan taburan kembang api di langit laut itu.


Bersambung.


Kurang romantis apa tidak?


Maafkan jika pengetahuan ria minim membuat momen romantis 🤭🤭


Salam sayang ♥️♥️

__ADS_1


__ADS_2