TUAN MUDA POSESIF

TUAN MUDA POSESIF
Gara-gara mie instan.


__ADS_3

Mie instan adalah makanan favorit sebagian orang, termasuk Azkia. sebelum menikah dengan Deffin, Azkia cukup sering memakan mie, setiap ada rasa baru selalu dia coba, bukan hanya mie makanan cepat saji lainnya juga menjadi favorit nya.


Namun semenjak menikah dengan Deffin semua makanan itu di batasi oleh Deffin, dan kini sekarang Azkia di larang untuk memakan nya, tepat nya semenjak cek-up ke dokter.


Sekarang hanya menu sehat yang tersaji untuk nya. Namun malam ini dia sedang merayu Deffin agar bisa memakan mie instan yang memiliki rasa baru yang membuat Azkia penasaran untuk mencicipi nya.


"Sayang, aku berjanji hanya satu kali ini saja."


Ucap Azkia yang merengek agar Deffin menuruti keinginan nya."


"Tidak!" Balas Deffin tegas tanpa bisa di bantah.


"Kenapa sekarang aku tidak boleh memakan mie instan, bukan nya dulu masih boleh," Azkia langsung duduk dari yang awalnya sandaran di dada Deffin dan tidak lupa dia mengerucutkan bibirnya kesal.


"Kia sayang, ini semua demi kebaikan untuk kesehatan mu, jadi ikuti semua peraturan ku."


"Tapi, bukankah waktu itu kata dokter aku baik-baik saja, jadi tidak masalah bukan jika hanya memakan sesekali." Ujar Azkia keras kepala.


Erwin menggelengkan kepalanya sebagai jawaban, "Maaf, tidak bisa menuruti keinginan kecil mu ini sekarang, tapi semua ini untuk kebaikan mu, aku melarang dokter mengatakan nya langsung padamu, aku takut akan membebani mu jika kau tahu yang sebenarnya, aku tidak pernah mempermasalahkan apapun tentang dirimu, asalkan kamu mau hidup bersama ku itu sudah lebih dari cukup untuk ku." Ujar nya dalam hati.


"Tidak untuk saat ini, kau boleh memakan nya di lain waktu."


"Baik, tapi sebagai gantinya aku besok boleh pergi ke luar, aku ingin ke mall." Ucap nya riang, di dalam pikiran nya dia merencanakan sesuatu untuk besok.


"Hem, baiklah. Tapi besok kau di kawal pengawal karena Erwin besok ada pekerjaan."


"Terima kasih." Ucap Azkia sambil menghambur memeluk Deffin, tingkah Azkia membuat sesuatu yang di bawah bangun kembali, dengan segera dia menindih Azkia.


"Berterima kasih lah dengan desahan mu." Ujar Deffin yang akhirnya menyeret nya kedalam kenikmatan.


Akhirnya ronde ke empat selesai setelah istirahat sejenak karena Azkia merengek meminta ingin makan mi instan, Azkia kini sudah tertidur karena kelelahan.

__ADS_1


Sedangkan Deffin teringat waktu itu, setelah dua bulan melakukan malam pertama, dia yang merasa aneh kenapa Azkia belum hamil padahal mereka tidak menggunakan alat kontrasepsi sama sekali, Deffin akhirnya membawa Azkia untuk cek-up.


Sebelum itu dia memberi tahu sang dokter jika ada kabar buruk jangan di beritahukan kepada Azkia, karena Deffin tidak mau Azkia terbebani atau kecewa pada dirinya sendiri.


Sesuai dugaan nya, ternyata Azkia memiliki penyakit miom karena faktor genetik,


Deffin tidak ingin Azkia di operasi karena tidak akan sanggup melihat Azkia kesakitan, dia memilih obat herbal dan untuk makanan yang di konsumsi Azkia harus jenis makanan sehat, itulah yang disarankan dokter.


Untuk itu Deffin menjaga ketat semua hal tentang Azkia, harapan nya cuma satu hidup bersama Azkia dan anak-anak nya dengan sehat dan bahagia sampai maut memisahkan.


...****************...


Hari ini Azkia sudah ada di mall sesuai rencana nya, untuk mengelabuhi para pengawal, dia menyuruh para pengawal untuk melakukan ini dan itu, masih tinggal satu pengawal lagi.


"Kamu tolong belikan ini, aku sudah capek jalan, aku akan tetap menunggu kalian duduk di sini." Ujar Azkia sambil menyerahkan kertas yang bertuliskan judul novel beserta uang. "Ayo cepetan, jangan nunggu yang lain, aku segera ingin pulang." Lanjutnya lagi ketika melihat keraguan sang pengawal yang akan meninggalkan nya.


Dengan terpaksa sang pengawal menuruti perintah nya, setelah aman Azkia tanpa pikir panjang langsung lari, cukup jauh berlari sial nya karma langsung menimpa dirinya nya.


Azkia terjatuh, malu tidak terkira, apalagi mendengar suara lelaki di depan nya.


"Kamu tidak apa-apa?" Tanya sang pria.


Sontak Azkia mendongak, mereka berdua terkejut, tapi dengan cepat Azkia menganggukkan kepalanya sebagai isyarat dia baik-baik saja.


Namun dalam hati Azkia berkata,


Kenapa harus bertemu pasien kekanakan ini di saat terjadi hal yang memalukan seperti ini, padahal rasa malu ku yang dulu belum hilang karena tingkah konyol ku di rumah sakit waktu itu. Gara-gara mie aku sial hari ini, dan kebodohan ku soal lari memang tidak di ragukan lagi.


Sedangkan Arnold mata nya berbinar melihat orang yang sudah beberapa hari ini ingin di lihat nya kembali, Arnold yang ingin bertanya dengan segera di potong Azkia.


"Jangan bertanya dulu, sekarang tolong belikan aku mi instan x dan aku ingin bisa memakan nya sekarang sebelum orang suruhan suamiku menemukan ku." Ujar nya dengan tergesa sambil menengok kanan dan kiri, takut tiba-tiba ada pengawal yang mengetahuinya.

__ADS_1


Arnold kecewa mendengar wanita ini sudah menikah, namun dia menarik tangan wanita itu naik lift ke arah rooftop.


"Biar orang ku saja yang membelikan nya, kau bisa menikmati mie mu dengan tenang di rooftop nanti." Ujar Arnold menjawab kebingungan Azkia.


"Siapa namamu?" Tanya Arnold setelah mereka duduk di kursi yang di ada di rooftop itu.


"Azkia Grizelle." Jawab nya sambil melihat hp, Deffin sedang menelepon nya, ponsel itu terus berdering bergantian dengan Erwin yang menelpon, namun sengaja Azkia tidak mengangkat sebelum menyantap mie yang di inginkan.


Arnold tercengang mendengar ucapan Azkia, matanya berkaca-kaca, bahkan dia sekuat tenaga menahan agar tidak langsung memeluk wanita yang di cintai nya selama ini.


Matanya memandang rakus wajah yang beberapa tahun di rindukan nya, lalu pandangan nya turun untuk melihat lebih jelas lagi bagaimana keadaan Azkia selama ini tetap kurus kah atau lebih berisi, namun matanya berhenti di lutut Azkia yang terluka.


"Kau selalu ceroboh." Ucap Arnold sedikit kesal, dia berjongkok, lalu menempelkan plester bergambar matahari kecil-kecil di lutut Azkia, plester yang selalu ada di saku jas nya.


Sedangkan Azkia terkejut bukan hanya dengan perlakuan Arnold tapi dengan perkataan dan juga plester yang Arnold tempelkan.


Orang ini bilang aku selalu ceroboh, padahal kita baru bertemu. Dan kenapa dia bisa mempunyai kebiasaan sama seperti Deffin dan Erwin, selalu membawa plester ketinggalan zaman kesukaan ku ini di saku jas mereka. Lucunya plester ini tetap ada sampai sekarang.


Mereka bertiga memang selalu membawa plester kesukaan Azkia, itu sudah jadi kebiasaan mereka semenjak kecil, buat berjaga-jaga karena Azkia selalu membutuhkan nya jika berlari, dan dia tidak tahu plester ketinggalan zaman ini terus di produksi di pabrik nya karena perintah Deffin.


Cukup lama mereka mengobrol sambil Azkia menghabiskan mie cup yang sudah diseduh oleh tangan kanan Arnold, lebih tepatnya obrolan mereka yaitu Azkia bercerita tentang posesif nya Deffin, karena Arnold bertanya sengaja mencari topik agar bisa berbincang lama dengan Azkia.


Namun obrolan mereka terpaksa harus berhenti karena Azkia mendapat pesan ancaman dari Deffin, kalau Azkia tidak menemui Deffin sekarang yang sudah berada di mall ini, Deffin akan meratakan mall ini detik ini juga.


"Terima kasih untuk semuanya, aku harus pergi sekarang." Ucap Azkia langsung bergegas pergi setelah menceritakan pesan dari Deffin.


Arnold yang ingin meminta nomor ponsel Azkia jadi mengurungkan niatnya.


Kau sama sekali tidak berubah Azkia, tetap peri kecil ku yang pemberani dan ceroboh, lain kali aku harus mendapatkan nomor ponsel mu, dan kau Deffin sikap posesif mu semakin tambah menyeramkan, bahkan kau juga melarang Azkia mengkonsumsi mie instan yang jadi makanan favorit Azkia sejak dulu, eh, tunggu.. pasti ada alasan yang membuat Deffin melarang nya, apakah jangan-jangan sekarang aku sedang melakukan kesalahan....


Gumam hati Arnold, di pertemukan nya lagi dengan Azkia membuat nya yakin jika Azkia adalah takdir hidupnya. Maka dari itu mulai detik ini dia akan berusaha mendapatkan Azkia.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2