TUAN MUDA POSESIF

TUAN MUDA POSESIF
Azkia Pingsan Lagi.


__ADS_3

Azkia yang sudah pergi pagi-pagi buta, kini berada di dalam mobil, dia hanya minta ditemani dua pengawal saja, hanya antisipasi agar tidak ada kesalahan pahaman yang terjadi kedepannya.


Bahkan pengawal itu dibiarkan mengawasi dari jarak dekat, waktu yang ditempuh Azkia cukup jauh, hingga pikirannya bisa berkelana memikirkan tentang mimpinya semalam.


Sangat jelas bayangan kejadian kecelakaan beberapa tahun lalu yang membuatnya hilang ingatan.


...****************...


Pagi yang cerah, dua anak manusia ini asyik mengobrol di taman belakang panti, anak laki-laki yang duduk di bangku kelas 3 SMA itu tidak bosan membuat jengkel anak perempuan yang masih duduk di kelas 2 SMP.


"Ish kak, aku hanya berteman dengan mereka, kenapa kamu mengancam semua temanku, sekarang aku jadi tidak punya teman di sekolah," ujar Azkia dengan cemberut.


Kini hanya ada sedikit anak perempuan yang mau berteman dengan Azkia, karena ini semua ulah Deffin.


"Aku hanya mengancam anak laki-laki dan anak perempuan yang mempunyai niat buruk padamu," ujar Deffin menjelaskan.


"Selalu alasannya begitu, dan kamu bilang aku milikmu, emang kamu kekasihku," cibir Azkia.


"Memang kamu milikku, kamu bukan cuma kekasihku, tapi juga akan jadi istriku di masa depan, kamu lupa janji kita di depan ibumu dulu," ujar Deffin mengingatkan.


"Ish kau ini," ujar Azkia sambil mencubit pinggang Deffin gemas, pipinya bahkan bersemu merah, memang tidak pernah ada kata cinta yang terucap dari mereka berdua, mereka sudah cukup merasa nyaman dengan hanya berdekatan seperti ini.


Interaksi kedua orang tersebut membuat seseorang lelaki yang melihatnya menjatuhkan buket bunga yang di pegangnya.


Sontak saja membuat kedua orang itu menoleh ke arahnya, terlihat Arnold memandang mereka berdua dengan wajah yang sulit diartikan.


"Ternyata kalian lebih dekat dari yang kubayangkan, dan kamu peri kecil kenapa kamu memberikanku harapan palsu, apakah semua perhatianmu selama ini hanya agar aku merasakan sakit hati," sarkas Arnold.


Selama ini Arnold salah menilai kebaikan Azkia, padahal Azkia memang baik dan perhatian kepada semua orang bukan hanya padanya, dia memang tidak pernah tahu interaksi kedua orang tersebut karena Deffin melarangnya untuk sering menemui Azkia.


Arnold tahu Deffin menyukai Azkia, dan bukan hanya Deffin tapi juga Erwin. mereka berdua mengalah karena memang Deffin yang terlebih dahulu bertemu dengan Azkia, jadi Arnold dan Erwin sepakat mencuri waktu untuk menemui Azkia.


Perhatian yang tidak pernah didapatkan dari keluarga broken home, dan tidak banyak pula teman yang dia punya hanya Deffin dan Roy yang selama ini menjadi temannya.


Sedangkan hadirnya Azkia yang memberikan perhatian layaknya teman, membuatnya seperti mendapatkan angin surga dia yang salah paham mengira Azkia hanya baik padanya karena Azkia menyukainya.


Hari ini dengan percaya dirinya dia akan mengatakan cinta kepada Azkia, tidak peduli bahwa ini jam nya Deffin untuk menemui Azkia, bahkan memang dia sengaja membuat Deffin melihat cintanya dan Azkia bersatu.


Namun yang didapat tidak sesuai dengan bayangannya.

__ADS_1


Tanpa kata Arnold langsung pergi, Azkia yang ingin menyusulnya di cegah oleh Deffin.


"Kak, aku harus jelasin ke kak Arnold kalau selama ini dia salah paham mengartikan perhatianku."


"Sudah biarkan saja dia, dia memang kekanakan," ujar Deffin yang mencekal pergelangan tangan Azkia.


"Kak kalian sahabat, aku tidak ingin merusak persahabatan kalian." Azkia yang sudah bisa melepaskan cekalan Deffin langsung berlari menyusul Arnold.


Sedangkan Deffin berdecak kesal, " Mengganggu saja," gerutunya, lalu dia berlari menyusul Azkia.


Arnold yang sudah mulai berjalan menyebrangi jalan raya, tidak mempedulikan panggilan Azkia.


"Kak berhenti dulu, ada yang mau aku jelasin."


Teriakan Azkia tetap tidak membuat Arnold berhenti bahkan menoleh, bahkan kini Arnold sudah sampai ke seberang jalan.


Azkia yang tidak sempat menoleh ke kanan dan kiri tidak melihat ada mobil yang melaju cukup kencang.


Ada teriakan lelaki dari dua arah yang berbeda,


"Tuan Putri, awas..!!!"


Kedua orang itu berlari dengan cepat, sedangkan Arnold yang mendengar teriakkan tersebut menoleh, dia yang melihat mobil yang melaju ke arah Azkia juga akan berteriak, namun terlambat hal yang tidak diinginkan terjadi.


Azkia terpental cukup jauh hingga kepalanya terbentur pinggiran trotoar jalan raya, ketiga orang itu langsung menghampirinya, Deffin yang sudah sampai lebih dulu langsung menggunakan pahanya sebagai bantal Azkia.


"Kakak," ujar Azkia terbata melihat tiga lelaki yang selama ini sering menemaninya.


"Kia, peri kecil bertahanlah ...." ujar Deffin penuh kekhawatiran.


Azkia hanya tersenyum menanggapi namun matanya menutup secara perlahan, hanya terdengar sayup suara kakak tampannya,


"Kia, peri kecil bertahanlah, kumohon jangan tinggalkan aku, jangan pergi, kumohon jangan tinggalkan aku ...."


Setelah itu dia tidak mendengar apapun lagi.


...****************...


Lamunan Azkia buyar karena mobil sampai di tempat tujuannya.

__ADS_1


Tampak Arnold yang sudah datang lebih dulu, tanpa mengulur waktu dia segera menemuinya.


"Peri kecil." Sapa Arnold ramah.


Azkia hanya menanggapinya dengan senyum, dalam hatinya dia berkata,


Sudah sangat jelas siapa dirimu Arnold, kau kakak kesayanganku, hanya kau yang sering memanggilku peri kecil, sahabatku chubby lebih sering memanggilku tuan putri, sedangkan kakak tampanku sering memanggilku kia karena kesal panggilan khusus darinya diikuti kalian berdua. Tapi aku harus memastikan dari mulutmu langsung.


"Aku tidak mempunyai banyak waktu, aku hanya ingin tanya, kamu dulu sering memanggilku apa?" ujarnya dengan wajah dibuat sepolos mungkin.


"Peri kecil, karena kau peri kecilku."


"Tidak ada yang lain?"


Pertanyaan Azkia membuat Arnold mengernyit bingung, tapi dia menggeleng karena memang itu kenyataannya, dia tidak pernah tahu ada panggilan khusus lagi dari mereka jika hanya berdua dengan Azkia.


Sedangkan tentang perkembangan kesehatan Azkia Arnold juga tidak tahu karena Deffin benar-benar sangat rapat menutupinya, Arnold tidak tahu Azkia mulai mengingat, dia mengira Azkia mengalami lupa ingatan keseluruhan.


"Baiklah, aku harus pulang sekarang, suamiku pasti sedang kebingungan."


Azkia langsung membalikkan tubuhnya tidak mempedulikan Arnold yang ingin mencegahnya, namun sayang rasa sakit di kepalanya sejak di mobil tadi semakin menjadi dan di detik itu juga dia pingsan.


Kedua pengawal itu sigap menolongnya, langsung membopongnya masuk mobil dan langsung menuju RS K hospital, tidak lupa memberi kabar kepada tuan mudanya.


Sedangkan di belakang mobil Arnold mengikuti.


"Apa yang terjadi dengan peri kecil, mengapa dia tiba-tiba pingsan," gumamnya.


Di rumah sakit hal yang mengejutkan akan terjadi...


Bersambung.


Terima kasih atas dukungannya 🙏 🙏


jangan lelah kasih like, komentar, hadiah juga vote nya.


Bagi yang belum klik favorit silahkan klik biar kalian tidak ketinggalan up selanjutnya.


Akhir-akhir ini ria semangat up juga karena kalian semua 🤗🤗

__ADS_1


salam sayang ♥️♥️


__ADS_2