
Mengundur waktu.
Di hari yang sama ketika rombongan Deffin baru sampai di negeri Z. Di dalam rumah mewah milik seseorang penguasa negeri ini, lelaki yang tidak kalah tampan dengan Deffin sedang duduk santai di ruang kerjanya.
Pekerjaannya telah usai satu jam yang lalu, namun dirinya masih asyik tenggelam dalam ingatan masa lalu. Sambil memandang foto seorang gadis cantik dengan senyuman yang sangat manis membuatnya juga ikut tersenyum, namun tiba-tiba dia meneteskan air mata.
Karena di ruang kerja ini hanya boleh dimasuki dia dan tangan kanannya, maka dari itu dia lebih leluasa mengeluarkan apa yang sedang dirasakannya, dan dua pengawal khusus untuk menjaga ketat ruangan ini tidak akan pernah mendengar apa yang diteriakkannya di dalam.
"Bodoh, aku memang bodoh dan pengecut," gumamnya sambil terisak. "Tapi aku tidak akan melepasmu jika aku punya kesempatan bertemu denganmu lagi, bahkan sampai sekarang aku masih sangat pengecut untuk merebutmu dari si b*****ek itu, aku bahkan tidak berani menginjakkan kakiku ke negeri itu lagi, meski sekarang aku orang nomor satu di negeri ini."
Di tengah rasa penyesalan yang terus melanda hidupnya, terdengar suara pintu diketuk. Lalu tidak lama kemudian pintu terbuka menampilkan seorang gadis berwajah manis yang seumuran dengan Azkia.
"Selamat siang, Tuan Daniel." Menganggukkan kepalanya hormat.
"Ada kabar apa Elma, kuharap kamu membawa berita baik." Memejamkan mata, air mata tadi sudah dihapusnya, namun gadis di depannya pasti tahu jika dirinya habis menangis.
"Saya memang membawa berita baik, namun saya minta Anda bisa mengendalikan diri setelah mendengar berita ini." Menarik napas dalam, dalam hatinya dia berdoa semoga ke depannya tetap baik-baik saja.
"Azkia datang ke negara ini, dia akan menjalani pengobatan alternatif untuk menyembuhkan penyakitnya agar segera mengandung, dia ingin sekali memiliki anak," ujar Elma, dia mengetahuinya ketika Azkia curhat dan memberi kabar bahwa dia sudah sampai ke negeri ini.
Terlihat lelaki itu tersenyum masam, dia bahagia mendengar berita Azkia datang ke negeri ini, namun yang membuatnya masam kenapa niatnya datang kesini ingin berobat agar cepat mengandung anak Deffin yang licik itu.
__ADS_1
"Berita yang sangat bagus Elma, dan kepintaranmu memang tidak diragukan lagi, sampai sekarang lelaki b******k itu tidak sadar bahwa kamu bekerja denganku. S
ekarang keluarlah, aku akan pikirkan rencanaku selanjutnya." Mengibaskan tangannya mengusir dengan senyuman yang membuat Elma khawatir.
Elma yang melangkahkan kakinya keluar dari ruangan itu sedang perang batin, sungguh dia tidak ingin berada di posisi ini, namun apa daya dia orang yang paling tidak tega kepada orang yang baik kepadanya.
Elma adalah sahabat terbaik satu-satunya yang dimiliki Azkia, ya ... dia adalah orang yang dibiarkan Deffin berteman dengan Azkia, Elma orang yang tulus dia gadis yang sangat baik hati.
Sebelum dia diculik Daniel untuk menjadi bawahannya, dia dulu menjadi mata-mata Deffin, dia tahu dengan apa yang terjadi dengan Azkia termasuk hilang ingatan yang diderita Azkia, karena mereka berteman baik semenjak pertama kali Azkia mendatangi panti asuhan.
Deffin meminta bantuannya untuk menjaga Azkia, bahkan dari para lelaki yang ingin mendekati Azkia, hanya lelaki yang menjadi tuannya sekarang inilah yang dahulu tetap kekeuh mendekati Azkia.
Namun perjalanan cinta Azkia dan tuannya tidak pernah bisa bersatu, selain campur tangan Deffin, sifat pengecut yang dimiliki tuannya lah yang membuat Azkia ragu, hingga hadirnya Mark semakin memperburuk kisah cinta itu.
Namun Deffin tidak akan pernah membiarkan itu terjadi, dengan kuasanya Deffin membuat Daniel dibuang oleh keluarga angkat yang selama ini mengasuhnya, mereka lebih memilih harta daripada anak yang mereka besarkan selama ini.
Namun ternyata mereka membuang anak cerdas yang mempunyai talenta bagus di bidang perusahaan, hingga kini Daniel menjadi pengusaha nomor satu di negeri ini.
"Aku harus mencegah pertemuan mereka, semoga Azkia selalu memberikan update kegiatannya selama di sini, hingga aku bisa mencegah mereka agar tidak bertemu, karena kalau sampai Daniel yang pengecut itu melihat wajah nyata Azkia, aku pasti tidak bisa mempengaruhi Daniel lagi, karena bagaimanapun juga cinta bisa merubah seseorang dalam sekejap mata," gumam Elma dalam hati.
Pikiran kalut Elma dibuyarkan Bianca yang menjadi nyonya rumah ini, dia adalah istri yang tidak diinginkan Daniel, selama ini Daniel hanya menikahi Bianca untuk formalitas saja, agar dia terhindar dari gosip miring yang akan merusak reputasinya, Daniel harus menjaga reputasinya agar tidak memalukan Azkia jika mereka bersatu nanti.
__ADS_1
"Huh, berita apa lagi yang kauberikan kepada Daniel, jika hanya kau yang bisa masuk di ruang kerjanya dan hanya kau yang bisa berbicara bebas dengannya. Mengapa tidak kau saja yang diminta menikah dengannya?" ujarnya sinis.
Terdengar Elma mendesah kesal tanpa takut sedikitpun dengan nyonya rumah ini.
"Jika posisimu ingin tetap aman menjadi istri Daniel lebih baik kamu tutup mulut saja, urus saja anakmu dengan baik, jangan pernah menggangguku, atau kuminta Daniel menceraikanmu detik ini juga."
Bianca yang marah dengan sikap kurang ajar tangan kanan suaminya, segera mengangkat tangannya hendak menampar pipi mulus gadis manis tersebut, namun yang terjadi malah...
"Jaga tangan Anda Nyonya, meski status Anda lebih tinggi dari Nona Elma, namun bagi Tuan Daniel status Anda sama dengan kami, dan Tuan Daniel menyuruh kami mematahkan tangan Anda jika Anda berani menyakiti Nona Elma," ujar pengawal yang selalu sigap menjaga Elma.
Daniel memang memperlakukan Elma dengan sangat baik karena selain dia tangan kanan yang selalu memberi kabar tentang Azkia, Elma adalah sahabat yang disayangi Azkia, jadi Daniel pun akan mengistimewakan Elma setelah Azkia tentunya.
Karena dinegara ini hanya Elma yang Daniel percaya.
Elma langsung melenggang pergi dengan angkuh, ini sebenarnya bukanlah sifatnya namun dia sudah cukup jengah dengan kelakuan istri tuannya yang tidak tahu diri itu.
Di dalam kamarnya Elma merenung lagi, memikirkan apa yang akan direncanakan Daniel kedepannya. Elma tidak berpihak kepada Daniel ataupun Deffin, dia hanya menginginkan yang terbaik untuk sahabatnya.
Sepertinya dia harus mengaku jika dirinya selama ini berada di negara ini, sifat Azkia yang terkadang polos semoga saja mau bercerita pada Deffin, hingga Deffin memiliki kecurigaan,
atas hilangnya dirinya yang secara tiba-tiba sebelum pernikahan Azkia dan Deffin.
__ADS_1
Semoga tindakannya ini tidak membawanya pada kesalahan, Elma hanya ingin akhir yang baik, jika pun Azkia nanti dipertemukan dengan Daniel, semoga salah satu dari mereka akan menerima siapa yang akan dipilih Azkia nantinya, karena jika Elma mengingat waktu dahulu, ada tatapan cinta yang sama besarnya Azkia untuk mereka berdua.
Bersambung.