TUAN MUDA POSESIF

TUAN MUDA POSESIF
Jangan Tinggalkan Aku Part 2.


__ADS_3

Biasanya ruang makan ini penuh dengan suasana kehangatan, namun tidak dengan malam ini, Deffin tidak bisa menutupi rasa gelisahnya, wajah Deffin tampak murung, sehingga membuat Azkia tidak nyaman melihatnya.


Sepertinya aku harus menyelesaikan masalah ini dengan segera, maaf mungkin aku sedikit keras kepala, tapi ini demi kebaikan kita semua untuk kedepannya.


Apa yang harus aku lakukan, apa aku harus jujur mengatakan semuanya malam ini, tapi aku takut melihat Kia nanti pasti kesakitan karena mencoba memaksa mengingat semua yang aku ceritakan nanti.


Setelah makan malam selesai, Deffin yang biasanya melanjutkan pekerjaan kantornya yang belum selesai di ruang kerjanya, namun tidak dengan hari ini, hatinya sedang kacau hingga dia mengikuti Azkia masuk ke dalam kamar.


Azkia yang sudah duduk di tepi ranjang membuka suaranya ketika melihat Deffin yang sudah berdiri di hadapannya.


"Sayang, apa kamu tidak ingin mengatakan sesuatu tentang masa laluku?"


Pertanyaan Azkia membuat debaran jantung Deffin berdegup kencang, namun karena kekhawatiran berlebihan nya membuatnya berkata,


"Kia sayang, tidak cukup kah kamu bahagia dengan kehidupan kita seperti biasanya, apakah sangat penting mencari tahu tentang masa lalumu itu, jika kamu sudah merasa bahagia sekarang," ucap Deffin dengan parau, dia merasa sangat sesak di dadanya mendengar pertanyaan Azkia.


"Aku memang bahagia hidup denganmu sekarang, tapi aku merasa ada sesuatu hal yang harus diluruskan, aku merasa bersalah dengan setiap petunjuk yang selalu hadir di dalam mimpiku." Menghela nafas dalam.


"Jadi kumohon biarkan aku besok menemui Arnold kakak tampanku," lanjut Azkia. Dia mengatakan ini karena mencoba memancing Deffin agar mau menceritakan semuanya.


Deffin yang mendengar permintaan Azkia bagaikan disambar petir.


"Kia, tidak tahukah kamu bahwa selama ini aku tidak mau menceritakan tentang masa lalumu karena aku takut kamu kesakitan, karena ada kenangan buruk yang tidak ingin kamu ingat sehingga kamu memilih melupakan semua memori setelah meninggalnya ibumu," ujar Deffin yang mulai terpancing.

__ADS_1


"Aku sudah tahu dari dokter kemarin, tapi karena kesalahan keputusan yang kuambil dulu ada hati yang tersakiti hingga sekarang, jadi kumohon biarkan aku memperbaikinya, dan izinkan aku untuk bertemu dengan Arnold, bagaimana pun juga dia kakak tampanku yang sudah lama kunanti kehadirannya."


Deffin terkejut mendengar perkataan Azkia, jika Kia menantikan kehadiran kakak tampannya itu berarti Azkia tidak lupa memori tentang mereka, tapi kenapa Kia melupakan wajahnya.


"Kamu mengingat kakak tampanmu," ujar Deffin terbata.


"Aku hanya mengingat sebagian memori kebersamaanku dengannya, entah mengapa aku lupa dengan wajahnya padahal aku bertemu dengannya sebelum ibu meninggal, dan setelah aku mendengar pengakuan Arnold aku senang t-"


Belum selesai Azkia berbicara, tapi sudah di potong Deffin,


"Asal kanu tahu dia bukan kakak tampanmu," ujar Deffin setengah berteriak.


"Kalau bukan dia lalu siapa kakak tampanku,"


Deffin yang ingin menjawab bahwa dia lah kakak tampan Azkia, namun bibirnya sama sekali tidak bisa berucap, entah mengapa bibirnya terasa kaku untuk bergerak, Azkia yang melihat Deffin yang hanya diam dia melanjutkan perkataannya, "Untuk itu izinkan aku menemui Arnold untuk memastikan sesuatu."


Azkia yang melihat Deffin seperti itu merasa teriris hatinya, tapi demi sebuah kepastian dia harus keras kepala.


Azkia membangunkan tubuh Deffin dari posisinya, lalu menuntunnya agar menaiki ranjang, kini dia memposisikan kakinya agar Deffin menjadikan pahanya sebagai bantal dengan lembut dia mengelus sayang kepala suaminya, lalu dengan pelan dia berkata,


"Aku ingin masalah ini cepat selesai, aku tahu dengan cara apa aku bisa membuktikan bahwa Arnold adalah kakak tampanku atau bukan, karena hanya aku dan kakak tampanku yang sebenarnya yang mengetahuinya, jadi kumohon izinkan aku besok pergi menemui Arnold."


Deffin tidak menjawab namun masih terdengar isakan tangis Deffin, sungguh Deffin tidak rela namun dia sangat mengerti sifat keras kepala istrinya yang semakin dilarang semakin nekat, mungkin besok dia akan memberikan izin.

__ADS_1


Usapan lembut Azkia membuat Deffin yang kelelahan jiwa dan raganya terlelap, sedangkan Azkia pikirannya masih mengembara, teringat mimpi semalam bahwa kakak tampannya memanggilnya dengan kia peri kecil, semenjak dua anak lain yang juga memanggilnya peri kecil, kakak tampannya menambahkan kia, namun dua anak lain itu tidak mengerti.


Deffin yang sedang sangat gelisah, membuat tidur nya tidak nyenyak. Dia kini sedang bermimpi di mana Azkia kecelakaan dulu melihat Azkia tergeletak bersimbah darah, membuat dia kini mengigau.


"Kia, peri kecilku, ku mohon jangan tinggalkan aku, kumohon jangan tinggalkan aku..."


Ujar Deffin berulang, membuat Azkia yang masih belum tidur, menahan Isak tangisnya, Azkia jadi mengingat merasa ada yang kurang di ingatannya pada waktu teringat kejadian dirinya hampir di tabrak Bella, ada lelaki yang menyelamatkan nyawanya dengan sebelumnya berteriak, "Kia!! peri kecilku awas ...."


Lalu Lelaki itu mendorongnya, sedangkan lelaki itu terserempet, Azkia yang shock langsung pingsan dan berakhir dengan koma selama satu bulan yang membuatnya kembali ke titik awal yaitu melupakan kembali seorang kakak tampan yang selalu menjadi penyelamatnya.


Maafkan aku suamiku.. dari awal hati ini memang sudah merasakannya, tapi aku masih mencoba mengelaknya bahkan sampai sekarang ketika kamu mengigau, aku tetap harus memastikan bahwa apa yang kurasakan selama ini memang benar, aku harus cepat menyelesaikan ini semua, aku harus bertemu Arnold besok.


...****************...


Keesokan paginya Azkia sudah bangun pagi buta, dia menuliskan surat untuk Deffin bahwa dia ingin cepat menyelesaikan masalah ini, semalam setelah mendengar Deffin mengigau dia mendapat petunjuk lewat mimpinya, sengaja berangkat sebelum Deffin bangun karena pasti Deffin akan mengulur waktu pertemuan nya dengan Arnold.


Sesuai dengan rencananya, Azkia menemui Arnold dengan pengawal yang biasanya mengikuti.


Sedangkan Deffin yang baru terbangun dan melihat ada secarik kertas tulisan Azkia, dia lalu membacanya, setelah itu dia meremas kertas itu dan berkata,


"Kia peri kecilku kenapa kamu pergi, kumohon jangan tinggalkan aku ...."


Tepat setelah itu ada panggilan masuk dari pengawal Azkia, wajahnya langsung berubah panik setelah mendengar kabar dari pengawal suruhannya, dengan segera dia berlari tanpa mempedulikan penampilannya.

__ADS_1


Aku benar-benar akan membunuhmu Arnold.


Bersambung.


__ADS_2