TUAN MUDA POSESIF

TUAN MUDA POSESIF
Jangan Tinggalkan Aku Part 1.


__ADS_3

Deffin yang langsung mendapat kabar ketika turun dari pesawat pribadi miliknya, langsung menyuruh Roy mengemudi dengan cepat menuju taman kota itu.


Rasanya dia ingin sekali memaki Erwin, namun rasa takut jika Arnold melakukan kebodohan hingga membuat Azkia sakit kepala karena dipaksa mengingat kejadian masa lalu membuat rasa marah itu hanya terkumpul di dadanya.


Setelah mobil sampai di parkiran, Deffin langsung turun dan berlari, dia sama sekali tidak mempedulikan Erwin yang sedang memberikan sambutan selamat datang kepadanya, fokusnya hanya melihat dua orang yang duduk berdampingan itu.


Ingin sekali Deffin menghajar Arnold bahkan mungkin lebih parah dari yang dulu, tapi karena ada Azkia dia sekuat tenaga menahan semua rasa amarah yang bergejolak di dalam hatinya.


Namun tetap saja dia tidak bisa menutupi rasa kesalnya hingga dia berkata,


"Azkia!!! Apa sekarang kau sedang membalasku dengan berselingkuh," ujar Deffin bersungut-sungut.


Sontak kedua orang di depan Deffin itu terkejut, dengan segera mereka bangun dari duduknya dan menghadap ke arah Deffin.


Melihat Azkia yang akan mengatakan sesuatu, Deffin langsung memotongnya, dia takut masalah wanita kurang ajar itu membuat Azkia salah paham.


"Padahal kau belum tahu yang sebenarnya, tapi kau mengambil selangkah lebih maju dengan berselingkuh bersama orang ini."


Deffin menatap nyalang lelaki di depannya itu, dia yang sudah mengetahui bahwa itu Arnold namun Deffin pura-pura tidak tahu.


Azkia hanya tersenyum kikuk namun dalam hatinya ada seringai yang tidak diketahui oleh siapapun.


Sampai mana kamu masih menutup ini semua Deffin. Mungkin setelah ini hati kamu yang akan terluka.


"Sayang, kamu sudah pulang. Jangan salah paham, aku perkenalkan siapa dia," ujar Azkia yang menghampiri Deffin lalu mengajaknya mendekat, setelah tepat di depan Arnold, Azkia melanjutkan perkataannya.


"Sayang, perkenalkan dia orang yang dekat denganku di waktu kecil, dia adalah kakak tampanku," ujar Azkia yang sekuat tenaga menjaga suaranya agar tidak bergetar, seperti ada yang meremas hatinya ketika mengucapkan kata itu.


Sedangkan Deffin yang tangannya sudah diarahkan oleh Azkia untuk menjabat tangan Arnold langsung saja mendadak kaku, sontak dia menurunkan tangannya enggan untuk bersalaman.


"Tidak perlu aku sudah mengenalnya, lebih baik kita pulang sekarang, aku sudah sangat lelah," ujarnya dingin. Tanpa menunggu jawaban Azkia Deffin menarik tangan Azkia lembut, bahkan dia tidak pamit dengan Arnold.


"Sayang, kenapa kamu langsung datang kemari?" tanya Azkia ketika mereka sudah berjalan agak jauh dari Arnold.

__ADS_1


"Apa aku harus menunggu kau dibawa lari dia dulu, baru aku datang kemari," sarkas Deffin.


"Bukan begitu sayang, tapi kamu pasti sangat lelah, di sini ada Erwin yang mengawasiku, kamu tidak perlu khawatir."


Deffin tidak menjawab, namun langkahnya terhenti di depan Erwin dan Roy, Azkia yang digandeng tangannya otomatis juga ikut berhenti.


"Bereskan dia," perintah Deffin dengan suara menyeramkan membuat Azkia merasa khawatir.


"Sayang, kamu menyuruh mereka melakukan apa, apa kamu akan menyuruh mereka melakukan hal buruk ke Arnold."


"Tentu, siapapun yang mengusik kebahagiaan kita, orang itu perlu di singkirkan," ujar Deffin serius tidak terbantahkan.


"Sayang, kumohon singkirkan pikiran jahat itu, bagaimana pun juga dia orang yang cukup dekat denganku di masa lalu, dia adalah kakak tampanku."


Ucapan Azkia membuat Erwin dan Roy terkejut, mereka berdua kompak melirik Deffin yang mengeraskan rahangnya, namun tidak ada yang tahu hati Deffin remuk redam mendengar pernyataan Azkia, sakit ... itulah yang dirasakan Deffin.


"Lakukan perintahku!!!" Deffin mengatakan nya dengan keras.


"Kumohon jangan ada yang melakukan hal gila apapun, atau aku akan memilih pergi dengannya sekarang," ancam Azkia, mungkin ini akan memberhentikan rencana gila tersebut, itu pikirnya.


Bentakan Deffin membuat Azkia meneteskan air matanya, entah mengapa dia merasa sedih dan juga takut, namun dia tidak ingin ada pertumpahan darah akibat masalah yang belum tahu pasti kebenarannya, entah mengapa Azkia merasa posisinya lah yang membuat kesalahan.


"Kumohon ...." Dengan isakan tangis yang tidak dapat dicegah.


Deffin yang melihat Azkia memohon untuk lelaki lain sangat marah, namun dia sangat membenci melihat ada air mata yang menetes dari mata indah milik istri kesayangannya.


"Baiklah, dia aku bebaskan untuk sekarang, tapi kau harus janji tetap berada di sampingku, sampai kau meninggalkanku, aku sendiri orang yang akan menghancurkan kepalanya," ujar Deffin sangat serius.


Wajah Deffin sangat menyeramkan ketika mengatakan itu, sorot matanya bahkan terlihat lebih tajam dari biasanya, namun Azkia merasa lega mendengar ucapan Deffin, bahwa berarti hari ini tidak akan ada pertumpahan darah.


"Aku berjanji, terima kasih," ujar Azkia sambil memeluk Deffin. Pelukan dari Azkia membawa sedikit ketenangan di dalam hati Deffin.


Dua orang yang melihat adegan itu sedikit bernafas lega, berarti nona mudanya tidak sepenuhnya terpengaruh dengan kelicikan Arnold, itu kesimpulan mereka ketika melihat keseriusan Azkia mengucapkan janji.

__ADS_1


Sedangkan Arnold yang melihat adegan itu merasa kesal, namun ada sedikit senyum di bibirnya ketika Azkia memohon agar Deffin tidak berbuat buruk kepadanya, dia bisa mendengar perkataan Azkia dengan jelas berkat pengawal bayangan yang di utusnya untuk mengawasi mereka.


Sekali lagi Arnold salah paham mengartikan kebaikan Azkia. Dia semakin mengira bahwa hati Azkia dari dulu hanya untuknya.


...****************...


Di dalam mobil, Roy duduk di depan dengan Erwin yang mengemudi, sedangkan di kursi belakang Deffin menggunakan paha Azkia sebagai bantal, tangan Azkia sedari tadi tidak berhenti mengelus rambut Deffin, berharap dapat mengurangi rasa lelah suaminya.


"Kau tidak ingin menanyakan tentang foto itu," ujar Deffin memecah keheningan, dia penasaran kenapa Azkia tidak membahas soal foto itu, padahal isi pesan kemarin seolah olah Azkia akan mengakhiri hubungan ini.


"Tidak, buat apa. Aku sudah dua kali mengalaminya tidak ingin tertipu yang sampai membuatku sakit hati," jawab Azkia santai.


"Jadi kau tidak cemburu melihat foto itu."


"Buat apa cemburu dengan foto editan, aku dulu punya teman seorang fotografer yang bahkan lebih handal dari itu, jadi aku banyak belajar dari dia, dan aku bisa membedakan mana foto asli dan yang editan." Penjelasan Azkia membuat Deffin melotot, kenapa dia melupakan tentang hal ini.


Sedangkan kedua orang di depannya menahan senyum, saking cintanya tuan muda kepada istrinya membuatnya pikun, padahal tuan mudanya sudah mengetahuinya secara jelas.


"Justru yang ingin aku tanyakan, bagaimana kamu bisa kenal dengan Arnold."


Ucapan Azkia membuat suasana itu kembali tegang, namun Deffin memang tidak ingin menjawabnya, Deffin memilih mengatakan.


"Jangan banyak bicara, aku sangat lelah dan ngantuk berat, ini semua karenamu, jadi cukup usap kepalaku sebagai permintaan maafmu."


Setelah mengatakan itu Deffin pura-pura tidur, sedangkan Azkia membatin..


*Baik, jika kau memilih untuk tetap diam menutup mulutmu. Maaf, jangan salahkan aku bahwa kau akan semakin merasa tersakiti setelah ini...


Bersambung*.


Kalian sudah bisa menebak siapa kakak tampan nya Azkia?


Terima kasih yang setia kasih dukungan lewat like, komentar, hadiah dan vote๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™

__ADS_1


dukungan kalian sangat berarti bagi ria, jadi jangan lelah kasih dukungan ya๐Ÿค—๐Ÿค—


salam sayang โ™ฅ๏ธโ™ฅ๏ธ


__ADS_2