
Lusa telah tiba.
Sesuai rencana Azkia yang ingin mencari tahu tentang masa lalu nya, kini Azkia sudah sampai di panti asuhan Harapan kasih bersama bik mur dan Erwin, ada sopir yang sekaligus merangkap menjadi mata-mata yang di utus Deffin.
Awal nya Azkia bermain bersama anak-anak panti, sampai akhirnya dokter pribadinya datang, karena tidak ada jadwal praktek hari ini, sang dokter bersedia menemui Azkia di panti.
Sang dokter yang juga seorang kakak dari ibu pengasuh panti, jadi beliau cukup tahu banyak cerita masa hidup Azkia, dia yang sama menganggap Azkia seperti putri nya sendiri maka selama ini dia selalu memberikan arahan demi kebaikan Azkia, termasuk melarang Deffin atau siapapun menceritakan tentang masa lalu Azkia.
Kini mereka berlima sudah duduk di ruang tengah.
"Ada hal penting apa yang ingin anda bicarakan nona?" Tanya sang dokter.
"Aku ingin tahu semua tentang masa lalu ku."
Jawab Azkia tanpa basa-basi.
Kompak semua tercengang, dua orang kakak adik itu langsung berwajah pias, karena teringat ancaman Deffin. Erwin yang paham perubahan kedua orang itu angkat bicara.
"Nona, apa yang anda katakan, lucu sekali perkataan anda, siapa yang tahu dengan masa lalu anda." Ujar nya sambil terkekeh untuk menutupi rasa panik nya.
Sial, kenapa anda menanyakan nya di saat tidak ada tuan muda, bisa-bisa kita habis jika salah bicara.
"Kau juga jangan berpura-pura lagi Erwin, aku sudah ingat siapa dirimu, aku hanya ingin mengetahui semua nya dengan jelas, karena kepala ku selalu sakit jika berusaha mengingat masa lalu ku sendiri."
"Maka dari itu nona tidak perlu mengingat masa lalu, cukup berbahagialah dengan tuan muda seperti biasanya." Ujar Erwin frustasi mendengar Azkia kesakitan jika mengingat tentang masa lalunya.
Berarti benar apa yang di katakan dokter di depan nya ini pada waktu itu, karena Azkia memang sengaja menghapus memori ingatan nya setelah ibu nya meninggal, oleh sebab itu dia koma selama tiga bulan, sebenarnya dulu dia sudah menyerah untuk hidup, karena merasa lelah hidup bersama keluarga yang menginginkan harta nya saja.
"Dokter, ibu, ku mohon tolong beri tahu aku tentang masa lalu ku, karena aku tersiksa setiap kepingan masa lalu itu muncul."
__ADS_1
Karena aku merasa ada orang yang tersakiti dengan hilangnya ingatan ku.
Azkia sudah terisak membuat sang dokter tidak tega, bagaimana pun juga tetap menutupi hal yang sudah di ingat juga akan menyakiti Azkia. Maka dia menceritakan sebagian saja, dia tetap menutupi apa yang sudah di larang Deffin untuk menceritakan nya.
"Baiklah, saya akan menceritakan nya sebagian, saya berharap nona jangan berpikir keras untuk mengingat semua nya, biarkan ingatan itu pulih dengan sendirinya."
Azkia mengangguk antusias di pelukan bik mur yang tadi mencoba menenangkan nya ketika menangis, sang ibu pengasuh panti hanya berharap keputusan yang di pilih kakak nya tidak akan menimbulkan masalah di depan nya.
Sedangkan Erwin yang sedari tadi gelisah karena takut reaksi apa yang akan di tunjukkan Azkia ke depannya semakin di buat kalut dengan pikiran nya.
Sang sopir yang sedari tadi sudah memulai merekam video hanya duduk dengan tenang, tidak peduli dengan suasana yang campur aduk di depan nya, gambar bagus uang gepokan pasti mendarat mulus itu pikiran nya.
"Dulu nona pernah mengalami kecelakaan, dan terluka parah di bagian kepala, nona mengalami koma selama tiga bulan." Ujar sang dokter memulai cerita nya.
"Setelah nona sadar, nona hanya mengingat sebagian, ada beberapa orang yang sama sekali tidak bisa nona ingat. Awal nya saya mengira itu amnesia yang wajar karena di sebabkan kecelakaan itu, namun saya baru mengetahui bahwa itu juga ada dorongan dari alam bawah sadar nona yang tidak ingin mengingat kejadian setelah kematian ibu nona."
"Saya baru mengetahui ketika ada kejadian yang membuat anda shock hingga anda mengalami koma selama satu bulan padahal anda tidak sedang sakit atau terluka sedikitpun, padahal waktu itu anda sudah mulai mengingat orang spesial anda, namun pingsan itu membawa anda ke titik awal lagi, dan sekarang ingatan Anda kini mulai kembali dengan sendirinya."
Berarti waktu itu benar-
Belum selesai Azkia berpikir, tiba-tiba rasa kantuk sangat berat menyerang nya, tidak kuat menahan rasa sakit di kepalanya Azkia menutup matanya, semua orang terkejut melihat pingsan nya Azkia, mereka diliputi perasaan yang campur aduk.
...****************...
Sedangkan di negara lain.
Deffin kini berada di tempat hiburan malam, entah apa yang sudah di rencanakan Arnold.
Deffin dan Roy sedang menyetujui kerjasama dengan kolega nya, sang kolega meminta bertemu di klub malam terbesar di negara itu.
__ADS_1
Karena ini proyek besar membuat Deffin harus turun tangan karena permintaan kolega nya, padahal ini semua rencana Arnold dia lebih memilih kehilangan salah satu perusahaan nya hanya untuk ingin bertemu Azkia.
Entah bagaimana siasat nya namun apa yang di harapkan nya sekarang sudah terjadi, hanya tinggal bertemu dengan Azkia, dan malam ini akan ada yang memicu Azkia untuk mau menemui nya.
"B*******!!!"
Kleek..(Anggap suara tangan patah).
Deffin tanpa rasa belas kasih menginjak kepala wanita seksi yang tersungkur itu setelah mematahkan tangan nya, kemarahan Deffin sudah tidak dapat di tenangkan lagi, sudah jelas perjanjian dia mau datang ke tempat ini asal dapat di pastikan tidak ada wanita yang datang mendekat kepada nya.
Akibat kejadian ini sang kolega membayar pinalti sesuai perjanjian sebelum bertemu, sang kolega merasa tidak rugi karena semua Arnold yang sudah mengatur nya.
"Bereskan dia Roy." Ujar nya sambil menendang tubuh wanita seksi itu lalu melenggang pergi tanpa mendengar jawaban dari Roy.
Semua telah berjalan dengan semestinya, termasuk fotografer handal yang berhasil mendapatkan hasil jepretan ketika Deffin memangku wanita itu, hanya sedikit polesan foto itu akan di kirim dengan terlihat mereka berdua sedang berciuman mesra.
Secepat kilat Arnold mendapatkan hasil nya, dia tersenyum puas, tidak sia-sia mengorbankan salah satu perusahaan nya.
Tanpa menunggu lama dia segera mengirimkan foto itu ke Azkia.
***Apakah kau masih percaya dengan suami mu setelah melihat foto yang sudah aku kirimkan, dia sudah sembuh dari alergi nya tentu saja dia akan mengikuti jejak kakek dan ayah nya, dari dulu hanya aku yang tulus mencintaimu. Tolong temui aku maka kau akan tahu segalanya.
Bersambung***.
Menurut kalian apa yang terjadi selanjutnya?!
Terima kasih yang sudah memberikan dukungan baik yang sudah kasih like komentar dan hadiah 🙏🙏
salam sayang ♥️♥️
__ADS_1