
Deffin terbangun karena mimpi menjijikkan itu hadir, hingga isi perutnya bergejolak minta dikeluarkan, saat beranjak dari tempat tidurnya menuju kamar mandi, dia melihat wanita cantik yang tertidur dengan wajah damai, meski posisi tidurnya tidak nyaman di atas sofa.
"Entah mengapa hanya melihatmu rasa mualku tiba-tiba hilang, biasanya tubuhku sampai lemas karena muntah jika bermimpi lagi tentang kejadian itu, sialan! " gumamnya.
Deffin berjalan menuju sofa, memandangi wajah cantik itu lalu menggendongnya ala bridal style menuju ranjangnya, membaringkan tubuh wanita itu dengan perlahan tak lupa mencuri ciuman di kening wanita itu.
Dia melihat jam di atas nakas, ternyata dia baru tertidur selama 2 jam, "Sekarang kautemani aku, besok sebelum pagi aku akan kembalikan kau ke sofa, untung aku sudah buat peraturan tentang tidur." Dia tersenyum lega lalu membaringkan diri di samping wanita itu, dengan erat dia memeluk tubuh itu membenamkan wajahnya ke ceruk leher wanita itu untuk menghirup wangi aroma tubuh yang sudah menjadi candunya ketika pertama kali bertemu.
Rasa gengsi yang besar tidak ingin kalau sampai dia terlihat tergila-gila dengan Azkia, bisa jatuh nanti harga dirinya.
Sesuai perkataannya dia terbangun sebelum Azkia bangun, lalu mengembalikan tubuh Azkia ke sofa, sedangkan Azkia tidurnya sama sekali tidak terusik, ruangan yang nyaman membuat tidurnya bagaikan orang mati, berbeda dengan suasana kamarnya di rumahnya lebih tepatnya di sebut gudang yang sempit, pengap dan banyak nyamuk.
Sampai suara Deffin merusak mimpi indahnya.
"Hei bangun, sampai kapan kaumau tidur, kaulupa hari ini acara pernikahan kita," ketusnya.
Azkia mengerjapkan matanya ketika silau cahaya matahari menembus lewat jendela, lalu dia duduk melihat Deffin berdiri dengan pakaian yang sudah rapi.
"Maaf," cicitnya
"Ingat semua aturan yang sudah aku buat, mulai sekarang lakukan semuanya jika sampai ada yang terlewat, dan kalau kaumemprotes atau membantah kata-kataku, aku akan menambah tugasmu. Jika kaudalam seminggu ini patuh aku akan perbolehkan kau sekali-kali keluar rumah dan akan aku kasih hadiah yang selama ini kauimpikan." ucapan Deffin membuat rencana untuk kabur di otak cantik Azkia buyar seketika, dia sedikit tergiur dengan tawaran Daffin, Azkia mengangguk antusias dengan senyuman manis yang mengembang.
"Kalau begitu cepetan mandi, setelah sarapan kita berangkat ke hotel."
"Baik sayang." Meskipun ucapan itu sangat menggelikan di bibir Azkia, tapi karena ini adalah peraturan yang wajib di ljalani, dia harus bisa menahannya.
Dengan cepat dia menuju kamar mandi meninggalkan Deffin yang sedang tersenyum tipis.
__ADS_1
*Untuk sementara aku batalkan niatku untuk kabur, kita lihat saja apa hadiah yang akan ia berikan, meski banyak tugas dan peraturan aneh tidak masalah, anggap saja aku sedang berterima kasih karena telah mengeluarkanku dari keluarga sialan itu.
Beruntung aku memiliki bakat akting yang bagus. Gumam hatinya menuju kamar mandi*.
Sambil mandi dia memikirkan cara agar mimpi memiliki sebuah butik bisa terwujud, apakah dia akan mendapatkan uang karena menjalani hidup sebagai pelayan pribadi berkedok istri tuan muda itu. Entahlah tunggu saja sampai seminggu ini.
*******
Setelah selesai bersiap mereka turun untuk sarapan, di dekat tangga terakhir ada wanita berusia 55 tahun sedang menunggu mereka.
"Selamat pagi Tuan dan Nona muda." Sambil menundukkan kepala. "Saya bik Mur Nona, kepala pelayan di rumah ini," ucapnya sopan ketika melihat wajah penasaran dari Azkia.
"Selamat pagi Bik Mur," dijawab ramah dengan senyuman manis milik Azkia. Lalu bik Mur mengantar mereka menuju ruang makan.
"Sudah waktunya Erwin membantu Bik Mur, setelah masa cutiku habis suruh dia masuk." Deffin berbicara kepada bik Mur tapi pandangannya tak lepas dari kegiatan Azkia yang mengambilkan nasi dan lauk untuk Deffin, Azkia sedang menjalankan tugas pertamanya.
Terlihat Azkia makan dengan lahapnya makanan kesukaannya tersedia di meja, Roy sudah memberikan daftar makanan kesukaan Azkia kepada koki, jadi tidak akan pernah absen akan ada menu silih berganti yang semuanya favorit Azkia.
Deffin yang melihatnya tersenyum tipis.
Akan kulakukan semua yang membuat dirimu betah hidup denganku. Gumamnya dalam hati.
********
Acara pernikahan telah dimulai.
Azkia tercengang ketika memasuki ruangan diadakannya pesta pernikahannya, hotel termegah itu menyulap salah satu ruangannya menjadi tempat impian pernikahan Azkia.
__ADS_1
Azkia melingkarkan tangannya ke lengan Deffin, adalah aturan selanjutnya ketika keluar dari kamar harus menunjukkan kemesraan, jadi mau dimanapun itu sekalipun dirumah, Azkia akan selalu menempel ke Deffin.
Sekarang memasuki sesi bersalaman dengan para tamu, sempat para tamu yang membawa pasangan perempuan tidak percaya, kalau pasangannya boleh bersalaman dengan Deffin, Deffin yang tidak mau bersentuhan dengan wanita sekarang memperbolehkannya, dan di depan para media, sontak menjadi topik hangat saat ini.
Akhirnya tuan muda bisa bersikap normal, meski sekarang di lihat cukup sangat menggelikan dengan posisi mereka seperti itu. meski kurang sopan tapi sultan mah bebas, malah terlihat semakin mesra hehe.
Gumam sekertaris Roy melihat tuan mudanya di belakang Azkia memeluk erat sambil mendaratkan kepalanya di bahu Azkia. Banyak para tamu memuji keromantisan sikap tuan muda Deffin.
Sedangkan yang bersangkutan,
"Seperti ini contoh mesra di hadapan orang, jangan cuma gandengan tangan saja, kita akan tetap seperti ini sampai acara selesai, ini jadi pelajaran buat kamu biar selalu ingat, ngerti!"
ucap nya berbisik di telinga Azkia.
Ini hanya alibinya biar dia tidak merasa mual, harum tubuh Azkia seolah menjadi tameng, macam-macam aroma parfum perempuan tidak ada satu pun yang tercium di hidung Deffin.
Dia sempat melarang Azkia menggunakan parfum ketika tadi akan berangkat menuju hotel, namun karena parfum yang dibawa Azkia sudah terlanjur tersemprot, anehnya Defiin tidak merasa mual, padahal itu parfum umum yang di gunakan perempuan lain yang membuat dirinya pasti akan mual.
Ternyata kuncinya hanya Azkia,
Seharusnya kita bertemu lebih awal jadi aku tidak perlu repot-repot ke dokter ahli di berbagai negara. Gumam hati Deffin.
Sedangkan Azkia hanya menganggukkan kepala ketika Deffin berbisik di telinganya, dalam hatinya dia mencibir, dasar tuan muda aneh.
Azkia hanya berharap semoga dia setelah ini akan menjalani kehidupan dengan bahagia, melihat apa yang diimpikan tentang pesta pernikahan ala-ala kerajaan negeri dongeng, dia yang sekarang mengenakan gaun ala tuan putri Disney, semua diwujudkan oleh Deffin.
Andaikan Deffin melakukan semua yang telah dilakukan kepadanya ini karena cinta, mungkin dengan senang hati Azkia membuka pintu hatinya, yang selama ini tak pernah ada yang bisa mengetuk hatinya termasuk mantannya.
__ADS_1
Bersambung.