TUAN MUDA POSESIF

TUAN MUDA POSESIF
Negeri Z.


__ADS_3

Sebuah negeri yang indah, negeri ini terkenal dengan pengobatan alternatif menggunakan bahan herbal nomor satu di dunia, tidak heran jika banyak tumbuhan obat-obatan di manapun setiap mata memandang.


Termasuk di salah satu kota yang sedang dikunjungi Deffin dan Azkia untuk berobat,


Azkia yang ingin segera mempunyai keturunan membuat Deffin membawanya ke negeri ini.


Tentu tidak hanya mereka berdua saja, tiga cowok jomblo itu juga mengikuti kepergian mereka berdua, bukan tanpa alasan Deffin membiarkan mereka ikut, mungkin mereka benar-benar akan dibutuhkan Deffin, karena ada sesuatu yang membuat hati Deffin was-was berada di negeri ini.


Sudah satu jam yang lalu mereka sampai di sebuah villa mewah yang sudah dipersiapkan Sekretaris Roy dari satu bulan sebelumnya.


Deffin yang sedang cemas tidak bisa tidur nyenyak seperti Azkia yang tertidur pulas karena kelelahan.


Deffin akhirnya membawa langkah kakinya keluar kamar dan menuruni tangga menuju ruang tengah untuk menemui ketiga jomblo abadi itu.


"Takdir macam apa ini, aku yang membuangnya jauh dari negeriku agar mereka berpisah, tapi sekarang aku malah membawa Kia ku sendiri mendatangi negeri yang sekarang ini menjadi daerah kekuasaannya." Mendudukkan dirinya di sofa dengan kesal, lalu memandang tajam ketiga makhluk yang berada di depannya.


"Mau bagaimana lagi Tuan, di sinilah memang tempat terbaik untuk menyembuhkan penyakit yang diderita nona," ujar Roy, dia sudah mencari informasi di seluruh dunia dan hanya di negeri inilah pengobatan alternatif menggunakan bahan herbal yang sesuai dengan keinginan tuan mudanya.


"Tuan Muda, kita sudah membicarakan masalah ini dari sebulan yang lalu, bahkan saya dan Arnold juga sampai datang ke sini untuk memastikan ketakutan Tuan Muda tidak akan pernah terjadi, dan akhirnya kita tidak pernah bertemu dengannya, ya kan Ar?" Erwin mencoba memberi keyakinan kepada tuan mudanya.


Arnold mengangguk. " Meski kita sekarang tinggal di kota yang sama dengan dia, tapi kemungkinan kecil jika kita akan bertemu dengannya, ibukota ini tidak kalah luas dari ibukota di negara kita. Bahkan selama tiga Minggu aku dan Erwin berada di sini tidak sekalipun kita bertemu dengannya, meski saat kita sedang keluar.


Deffin mendengus kesal. "Kalian tidak pernah lihat bagaimana dulu Kia menatapnya penuh cinta, sama ketika dia sedang menatapku selama ini. Mungkin darah kalian akan sama mendidihnya dengan yang kurasakan jika kalian melihat dengan mata kepala kalian sendiri," ujar Deffin frustasi.


Masih sangat kuat ingatan di otaknya, dahulu ketika melihat kebersamaan orang ini dengan Azkia. Deffin yang sangat marah akhirnya menggunakan kekuasaannya untuk mendepak lelaki yang dahulu pernah sangat dekat dengan istrinya.


Deffin sangat takut bahwa posisinya di hati Azkia akan digantikan dengan orang ini, jadi dia akan melakukan dengan cara apapun agar mereka berpisah, meski dengan cara yang licik sekalipun.

__ADS_1


"Kamu tenang saja, kita hanya akan membiarkan Azkia hanya menjadi milikmu saja, jangankan orang itu jika Azkia memilih hidup bersama Erwin aku tidak akan pernah rela, aku pasti akan merebutnya sampai titik darah penghabisan," ujar Arnold berapi-api.


"Kamu kira aku tidak akan melakukan hal itu juga, bahkan aku akan menghabisi nyawamu terlebih dahulu jika tuan putri memiliki niat sedikit saja untuk hidup bersamamu," sungut Erwin.


"Diam!!! kenapa kalian jadi merebutkan istriku! awas saja jika kalian melebihi batas karena kebaikanku yang masih memberikan kalian izin mencintai Kia, kalian tidak akan kubuat tenang meski sudah di alam baka, termasuk kaujuga Roy," ujarnya dengan menekankan nama Roy sangat dingin.


Roy yang disebut bulu kuduknya merinding disko. Kenapa Anda menyeret namaku juga tuan, huh ... semoga saja aku segera menemukan jodohku di negeri ini, atau aku benar akan mati dalam keadaan jomblo.


Hawa panas yang menyelimuti ruang tengah segera berakhir ketika melihat kedatangan Azkia.


Azkia yang mengetahui situasi ketegangan di ruangan itu meski tidak tahu apa penyebabnya, dia segera mencari solusi untuk meredakan emosi suaminya yang terlihat dari wajahnya meski sudah di tutupi dengan senyuman ketika dirinya datang.


"Sayang ... kenapa meninggalkanku tidur sendirian ...." ujarnya manja duduk menempel di samping Deffin dengan menyandarkan kepalanya di bahu Deffin.


Deffin yang senang dengan sikap Azkia langsung saja mendaratkan ciuman bertubi-tubi di wajah Azkia. "Maaf, ada sedikit masalah tentang pekerjaan yang harus segera diselesaikan."


Azkia hanya pura-pura menerima alasan Deffin, di lubuk hatinya dia sangat penasaran apa yang membuat suaminya sangat cemas, ketika dia hanya melihat sorot mata Deffin.


Mereka melanjutkan obrolan ringan di sore itu, mereka tidak tahu ada dua kubu yang terkejut dengan kedatangan mereka di negeri Z, di satu kubu merasa sangat bahagia tidak terkira, dan kubu lain hatinya semakin masam mengetahui Azkia ingin cepat memiliki anak dengan Deffin.


Entah apa yang akan terjadi ke depannya, hidup di dunia ini tidak akan selalu berjalan dengan mulus, semua butuh pengorbanan apalagi tentang cinta, darah pun akan siap menetes demi melindungi orang yang kita cintai...


...****************...


Keadaan akan selalu silih berganti, mungkin kita merasakan kebahagiaan terlebih dahulu sebelum menumpahkan air mata, atau bisa sebaliknya akan ada pelangi setelah hujan, dan bahkan terkadang tangis dan tawa juga akan hadir bersama, namun bagaimana jika kisah cinta Deffin dan Azkia seperti contoh di awal yaitu bahagia dulu baru menangis?


Di waktu malam pada hari yang sama, dua orang yang baru saja meneguk nikmatnya surga dunia bagi orang yang sudah menikah.

__ADS_1


Deffin sedang merebahkan kepalanya di atas perut Azkia, lalu kemudian tangannya membelai lembut perut rata itu dan sesekali menciumnya.


"Kia sayang, berjanjilah padaku jika dia sudah ada jangan menomor duakan aku, tetap jadikan aku prioritas utama bagimu, atau ini akan menjadi pengalaman hamil pertama dan terakhirmu, kedepannya tidak akan kubiarkan kita memiliki anak lagi," ucapan Deffin yang nyeleneh membuat Azkia mencubit pinggang Deffin dengan keras.


"Aduh, sakit Sayang."


"Biarin, habisnya dari mana kamu dapat pemikiran aneh seperti itu, dari dulu keanehanmu itu tidak berubah, dahulu kamu hanya membiarkan aku mempunyai satu orang teman dan sekarang kamu ingin kita mempunyai satu anak saja," omel Azkia.


"Sayang, seharusnya kamu sudah mengerti bagaimana kebaikanku selama ini, aku masih membiarkan kamu memiliki teman meski cuma satu, dan parahnya aku membiarkan dua jomblo itu bisa tetap mencintaimu, dan aku tidak ingin kamu membagi adil cintamu kepadaku dan anak kita nantinya, ke depannya harus tetap lebih banyak aku meski selisih lima persen saja," pungkasnya tanpa bisa diganggu gugat.


Azkia yang gemas dengan ucapan Deffin langsung memberondongnya dengan cubitan ringan di seluruh tubuh Deffin.


"Sayang, ampun berhenti ini sakit."


"Tidak, aku tidak akan berhenti sampai pikiran aneh di otakmu ini hilang," ujarnya dengan mencubiti Deffin yang sebenarnya membuat Deffin geli bukan sakit.


"Tidak, ini aturan yang aku buat, tidak akan pernah hilang atau berubah ...." teriaknya lantang di akhiri tawa karena geli yang menggema di kamar itu.


Deffin sedang melupakan rasa cemas yang melandanya selama ini, namun perkataan tadi sangat serius, dia berharap kelak akan mendapatkan anak perempuan saja agar rasa cemburu akutnya tidak terlalu menyiksa.


Biarkan mereka berdua menikmati kebahagiaan sebelum akhirnya mereka harus merasakan perasaan yang campur aduk, sekali lagi mempertahankan tidak kalah sulit dari memperjuangkan.


Bersambung.


Sekretaris Roy, karena aku baik hati aku akan mengabulkan permintaanmu, seperti spoiler yang kutulis di ig🤭


Maafkan kemarin tidak up karena ada gempa yang membuatku panik hingga membuyarkan susunan cerita di otakku, jadi aku tidak menulis bab yang kemarin aku pikirkan, langsung loncat bab ini, karena benar-benar buyar akibat goncangan cukup kencang, meski daerahku bukan pusatnya gempa namun tetap membuatku takut jika ada gempa susulan seperti itu lagi. Buat daerah malang dan sekitarnya semoga baik2 saja dan Allah menggantikannya dengan kebaikan bagi orang yang menerima dampak musibah kemarin.

__ADS_1


Jangan lupa kasih dukungan, kasih kopi juga boleh, karena akhir2 ini mataku suka ngantuk 🤭🤭


Salam sayang ♥️♥️


__ADS_2