
Masih di malam yang sama.
Azkia sedang tiduran, lamunan nya tentang kejadian tadi yang membuat nya pingsan di buyarkan dengan suara ponsel yang menandakan ada pesan masuk.
Dia tidak segera merespon, pikiran nya masih asyik berkelana.
Semoga saja apa yang sudah aku pikirkan ini benar, bagaimana pun juga hanya hati yang bisa membedakan mana yang benar dan yang salah.
Lalu bunyi pesan kedua membuat nya dengan malas mengambil ponsel yang berada di samping nya, dia tercengang setelah membuka isi pesan dan foto yang di kirimkan orang yang sudah satu bulan ini tidak pernah menyerah mengajak nya bertemu, walaupun selalu dia abaikan.
"Maunya apa sih, tapi aku juga ingin tahu tentang masa lalu ku, baik aku akan menemui mu, tapi aku perlu mengirimkan foto ini kepada orang yang bersangkutan, apa reaksi mu tuan menyebalkan." gumam nya.
Azkia mengetikkan sesuatu beserta foto itu dengan senyum devil, ini adalah pembalasan karena Deffin tidak menghubungi nya sama sekali, isi pesan yang pasti akan membuat Deffin langsung pulang detik itu juga.
Tanpa ada yang tahu jika Erwin orang yang membuat kedua orang itu tidak bisa berkomunikasi karena sedang menyelamatkan nyawa orang-orang yang berkaitan dengan pingsan nya Azkia.
...****************...
Di negara lain.
Sedangkan Deffin yang baru datang di kamar hotel langsung membuka semua pakaiannya dan membuang nya ke tempat sampah, lalu bergegas berendam untuk menghilangkan aroma wanita tadi.
Satu jam kemudian setelah ritual nya selesai, dia mengambil ponsel nya, berniat untuk menelpon istri kesayangan nya, sudah seharian ini dia mengirimkan pesan dan menelpon tapi sama sekali tidak di respon Azkia karena ponsel milik istrinya mati.
Dia sama sekali tidak marah karena mendengar alasan dari Erwin yang mengatakan Azkia sedang kesal karena di tinggalkan nya.
Padahal yang terjadi Azkia sedang pingsan, dan Erwin melarang sang sopir tadi mengirimkan video itu, sang sopir yang juga panik melihat pingsan nya Azkia dengan terpaksa mengiyakan permintaan semua orang yang ada di sana.
Namun Deffin langsung panik setelah membuka pesan yang dikirimkan istri kesayangan nya, detik itu juga dia menelpon Roy untuk mengatur kepulangan mereka, padahal waktu menunjukkan pukul 3 pagi.
Deffin mondar-mandir sambil melihat pesan yang bertuliskan,
Oh, ini perjalanan bisnis mu, cukup sampai disini saja, terima kasih untuk semuanya.
Kalimat singkat itu berhasil membuat nya kelabakan, dengan tidak sabaran dia menelpon Roy lagi.
__ADS_1
"Roy, lima menit lagi masih belum siap aku tembak kepala kalian."
"Baik tuan muda." Jawaban Roy dengan suara mengantuk.
Di dalam hatinya sedari tadi dia tidak berhenti mengumpati Arnold, dia tidak akan tenang jika belum membalas kelakuan kurang ajar mantan sahabat tuan muda nya itu.
Jika dua orang di sini sedang kelabakan, di negara lain wanita cantik itu sedang tertidur pulas, dan Erwin yang masih memikirkan cara untuk menyampaikan kejadian pingsan nya Azkia kepada tuan muda nya, dia sampai tidak mendengar banyak nya panggilan yang masuk di ponsel milik nya.
Sedangkan Arnold tidur dengan senyum bahagia yang tercetak jelas di wajah nya, setelah mendapat pesan dari Azkia tentang tempat dan jam untuk mereka bertemu.
...****************...
Pagi yang di tunggu Arnold telah tiba, dia bahkan datang setengah jam lebih cepat dari waktu janjian.
Di taman kota ini Arnold tidak bisa berhenti tersenyum, semua kata juga sudah dirancang nya. Senyum nya semakin lebar ketika melihat wanita cantik yang berjalan ke arah nya, dia sama sekali tidak melihat Erwin yang berada agak jauh di belakang Azkia.
Mungkin memang cinta yang sudah membutakan mata Arnold, sedangkan Azkia hanya memandang nya dengan datar.
Erwin yang melihat pemandangan di depannya hanya bisa menahan kesal, sesuai perjanjian dia hanya mengawasi dari jauh. Erwin dan Azkia terlibat perdebatan panjang ketika sebelum berangkat tadi, perdebatan itu berakhir ketika Azkia memperlihatkan foto yang di kirimkan Arnold.
"Hai Azkia, silahkan duduk." Sapa Arnold setelah Azkia berada di depan nya.
"Apa yang ingin kamu ceritakan tentang masa lalu ku." Ujar Azkia tanpa basa basi, Azkia sebenarnya malas menemui Arnold karena dia mengingatkan nya kepada mantan nya.
Kegigihan Mark yang membuat nya terpaksa menerima nya, namun untuk Arnold entah mengapa dia tidak bisa marah hingga membencinya, ada suatu perasaan yang tidak bisa di jelaskan Azkia.
"Bagaimana kabar mu peri kecil?" Tanya Arnold lembut, matanya sedari tadi tidak dapat mengalihkan pandangan dari wanita cantik yang duduk di samping nya.
Degh...
Panggilan yang dulu di sukai nya kini terdengar jelas di pendengaran nya, Azkia menoleh dengan wajah yang sulit di artikan.
Entah mengapa tiba-tiba rasa takut mulai menyerang hati Azkia, ingin rasanya dia menutup telinga nya, dia tidak ingin mendengar kelanjutan kalimat dari Arnold yang nanti akan membuat nya kecewa.
Arnold yang melihat Azkia terdiam bibirnya mengulas senyum yang sangat manis,
__ADS_1
"Kamu pasti lupa dengan ku, tapi tidak dengan ku kamu akan selalu abadi di ingatan ku, karena kamu adalah pemilik hati ini." Ujar nya dengan manis sambil menunjuk dada nya sendiri.
"Tolong hentikan omong kosong anda tuan Arnold." Ujar Azkia dengan perasaan yang campur aduk.
"Peri kecil, kamu benar-benar tidak ingat dengan ku, aku adalah kakak tampan mu, dulu aku orang paling spesial bagimu."
Azkia menutup mulutnya tidak percaya,
Benarkah kamu kakak tampan ku, tapi kenapa perasaan ini berbeda dari yang dulu. padahal kehadiran mu sangat aku nanti-nantikan, tapi kenapa rasanya tiba-tiba hambar.
Azkia sekuat tenaga menahan air mata nya agar tidak terjatuh, ada perasaan kecewa di hati nya setelah mengetahui kenyataan bahwa orang di depan nya ini adalah kakak tampan nya, padahal dia berharap jika kakak tampan nya adalah Deffin.
"Sekarang omong kosong apalagi ini." Ujar Azkia mencoba mengelak kenyataan.
Tiba-tiba Arnold menitikkan air mata nya,
"Maaf, maafkan aku.." Ujar nya dengan suara serak menahan tangis, Azkia yang mendengar suara serak Arnold segera menoleh ke arah Arnold, wajah Azkia jelas kebingungan mengapa orang di samping nya ini meminta maaf dengan menangis.
"Maaf, karena dulu gara-gara aku kamu mengalami kecelakaan hingga kamu mengalami lupa ingatan, kamu mengejar ku karena ingin menjelaskan kesalah pahaman, akibat kecelakaan itu membuat Deffin marah dan memukuli ku hingga wajah ku rusak, aku yang harus berobat dan menjalankan operasi plastik di luar negeri membuat ku tidak bisa menemui mu dan meminta maaf, padahal aku ingin selalu di samping mu. Dan Deffin jugalah orang yang selama ini membuat ku baru bisa menemui mu sekarang."
Penjelasan dari Arnold membuat Azkia merasakan sakit kepala, dengan segera dia mencoba tidak memikirkan apa yang baru di ucapkan Arnold, Azkia tidak ingin pingsan di depan Arnold.
Sepertinya aku harus pergi sekarang.
Azkia yang akan pamit kepada Arnold tidak bisa mengeluarkan suara nya, karena sudah di potong dengan suara dingin yang dikenal nya dari arah belakang mereka.
"Azkia!!! Apa sekarang kau sedang membalas ku dengan berselingkuh."
Bersambung.
Jangan lupa tinggalkan jejak,
Jempol kalian mempengaruhi update bab selanjutnya.🤭🤭
salam sayang ♥️♥️
__ADS_1